NovelToon NovelToon
Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Hot Couple: Cerita Cinta Inara Season 3

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Pembunuhan / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Romansa / Tamat
Popularitas:232.8k
Nilai: 5
Nama Author: Juliana S Hadi

NOVEL DEWASA!

Badai pasti berlalu, namun jejak bayangannya tak akan pernah hilang.

Salsya, sang mantan kekasih yang kehadirannya selalu mengganggu hubungan asmara Reza dan Inara -- tiba-tiba tewas, dibunuh oleh sosok misterius secara sadis.

Kematian seorang insan yang sejatinya merupakan kisah memilukan, justru merupakan berita yang membawa harapan bagi banyak pihak untuk kebahagiaan Inara.

Tetapi, takdir kehidupan itu justru memberikan banyak teka-teki dan ujian bagi Inara dalam mengarungi biduk rumah tangganya bersama Reza.

Akankah takdir selalu mempersatukan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Juliana S Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pagi Yang (Tak) Indah

Pagi ini Dinda akan dimakamkan. Reza akan menghadiri acara pemakaman itu. Aku tidak ikut. Memang tidak ingin. Alasan pertama, karena pada dasarnya aku tidak mengenal Dinda. Dan kedua, dalam seminggu ini aku sudah dua kali ke TPU. Aku tidak berniat pergi ke pemakaman untuk ketiga kalinya dalam kurun waktu berdekatan. Takut, ngeri, dan parno. Plus... aku khawatir aku akan berhalusinasi lagi melihat Salsya. Bisa-bisa aku berpikir kalau Salsya memang menjadi hantu gentayangan, untuk membalaskan dendamnya padaku. Memikirkannya saja bulu kudukku meremang. Aku langsung merinding.

Ting!

Ponselku berdenting, notifikasi pesan whatsapp masuk ke ponselku. Dari Mayra.

》Mas Alfi sudah siuman. Kalau tidak merepotkan atau kalau Reza mau ke rumah sakit, tolong bawa Tirta, ya, Ra. Mungkin Tirta kangen pada papanya.

Kuhela napas dengan berat dan menyodorkan ponselku ke depan Reza. Kami sedang sarapan bersama pagi itu. Jujur, aku takut anak kecil yang sangat cerdas itu bertanya-tanya perihal kaki papanya yang diamputasi.

"Nanti aku ikut ke rumah sakit, ya, Mas? Atau nanti kita ketemu di rumah sakit? Aku mau bertemu... May...ra."

Reza melirikku dengan tatapan agak tajam. Ihsan yang duduk di depanku bahkan sampai melotot. Entah mengapa aku seperti sedang berada di film thriller. Suasana berubah mencekam dua kali lipat. Mereka berdua seperti sedang memberi ancang-ancang untuk menyemburku. Firasatku mengatakan hal itu.

"Maaf, aku salah bicara," kataku.

"Nanti aku pulang dulu, aku jemput kamu."

"Oh, oke. Baiklah, kita ke rumah sakit bareng."

Aku melirik ke Ihsan yang masih saja menatapku dengan peringatan keras. Aku tadi juga tidak bermaksud pergi sendiri, kan ada bodyguard. Tapi sudahlah, aku yang salah.

"Ingat, jangan pergi sendiri. Tunggu aku."

"Iya, Mas."

"Dengar--"

"Iyaaa, Mas...."

"De--"

"Aku dengar...."

Dasar, dia sama bawelnya dengan Ihsan.

Sejenak kemudian, suara batuk sopan pamanku mengambil alih perhatian kami. "Acara tahlilan nanti malam jadi?" tanyanya.

"Oh. Jadi, Oom. Sudah direncanakan, tidak baik kalau...."

"Iya, baiknya jangan ditunda. Tapi Oom tidak bisa ikut, ya. Nanti malam Oom dinas malam."

"Tante juga, Tante dinas malam. Tapi nanti biar diwakilkan anak-anak, ya, Za."

Reza menangguk. "Santai, Oom, Tant. Kita ngerti."

"Nanti malam--"

Bunyi bel pintu dengan suara ding-dong mengagetkan. Bibiku buru-buru beranjak membuka pintu, ia sedikit berlari ke arah pintu.

Ah, senangnya ketika melihat tiga wajah yang sudah lama sekali tidak kami lihat. Ari dan Zia, juga balita digendongannya membuat pagi yang tak indah ini sedikit terasa lebih baik.

Zia melahirkan bayi perempuan beberapa bulan lalu, cantik. Persis Zia dengan kulit putih mulusnya, matanya yang sipit ala gadis Korea. Bisa kutebak, besar nanti dia akan menjadi duplikat Zia yang memiliki perawakan kecil dan mungil. Reza turut bahagia untuk sahabatnya yang sudah berstatus sebagai ayah. Zia lahiran sewaktu aku dan Reza pisah ranjang akhir tahun lalu, jadi waktu itu terkesan tidak ada euforia untuk menyambut kelahiran putri mereka dari pihak kami yang tinggal di tanah Jawa ini.

Pagi itu, kehadiran Ari dan putri kecilnya serasa menjadi obat bagi Reza. Aku bisa melihat ketidaksabarannya untuk merasakan hal yang sama. Dia ingin segera sah menjadi seorang ayah, ingin segera menggendong jagoan-jagoan kecilnya. Entah, atau itu hanya sekadar rasa sentimentilku yang sebentar lagi akan lahiran, hingga aku melihat keantusiasan di mata Reza, penantiannya terlihat begitu nyata di pagi yang mendadak hangat ini.

1
Deliana
nara² kenapa juga kamu lihat yg tak semestinya kamu lihat,, kan sakit sendiri jadiny,,,,
Deliana
gak nyadar dia ternyata kepalanya keras kayak batu..
Rifa Endro
alhamdulillah... Sah. !!! oh enggak ya... semoga langgeng. samawa Nara, Reza....🙊🤣🤣🤣🌹🌹🌹
Rifa Endro
kali ini aku setuju dengan mu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri Nara. ini alami, bawaan orok
Rifa Endro
ngidam pasti
Rifa Endro
bengetan modusnya. Tapi kamu juga yang nantangin kan ?
Rifa Endro
fix, belah duren
Rifa Endro
tapi kamu juga suka juga kan ? Dimodusin suamimu sendiri
Rifa Endro
nelangsa ... yah berdamai dan mencoba ikhlas itu memang sulit setengah hidup
Rifa Endro
hidup itu pilihan. dan kamu Nara, kamu sendiri yg memilih untuk saki hati. padahal suami , adik bahkan ibumu telah mengingat kan mu. See, you choiced for feel hurt again in your heart.
Rifa Endro
curiga lagi
Rifa Endro
menolak suami semalam saja menggugurkan pahala ibadah kita selama 40 hari dan Allah mencabut Rahmat Nya. ini 2,5 BLN. OMG Nara ?
Rifa Endro
dan memang kenyataanya kamu kepala batu egois
Rifa Endro
bagus kalau kamu menyadarinya. Jangan selalu kamu yang minta untuk dimengerti dan dipahami. Meraka semua terutama ibumu sampai harus melawan ayahamu. Mantan suaminya yang selalu menyalahkan ibumu. Bahkan mengatainya tak becus mendidik anak2nya.
Rifa Endro
buah keangkuhan mu itu Ra ??? Kadang kamu tidak berpikir bahwa ada banyak hati yang harus kamu jaga. Termasuk bunda serta adikmu.
Rifa Endro
Bahkan kamu berdosa besar karena sudah menolaknya
Rifa Endro
hahhhah ... jangan bercanda dong San ? ini nggak lucu. Aruna kan adik Reza. Terus Ariin ?
Rifa Endro
gila kamu Nara !!!
Rifa Endro
oh Tuhan !!!! See...benar kata aku...rasa welas mu itu yah bikin ngeri Za. Ngancurin semuanya.
Rifa Endro
huh, masih ada hal lain lagi yg ingin diungkap ini...?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!