Amelia Tasya hamil karna seorang dokter yang secara sengaja melakukan prosedur bayi tabung dari benih seorang pangeran negeri hindustan Alexander holland.
hidup amelia seakan dijungkir balikkan sebab kehamilan nya diketahui oleh alex hingga membuatnya harus menuruti segala perkataannya.
karna seorang saingan ingin menghancurkan reputasinya agar tidak diangkat menjadi raja ia berusaha membuat Amelia celaka agar bisa balas dendam padanya.
bagaimana kisahnya....silakan lanjutkan.
mohon maaf jika alur cerita masih acak maklum masih pemula
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ukka Sulemang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32
alex pov
ku pandang api kremasi putraku api yang mulai membakar tubuh kecilnya,kau anak
yang sangat kuat nak melindungi ke dua saudara juga ibumu ayah berjanji padamu
mulai hari ini dan seterusnya ayah akan membuat ibu dan calon adik adikmu
bahagia kali ini tidak akan ku biarkan bahaya mendekatinya itu janjiku nak janji
seorang ayah pada putranya.
setelah segala ritualnya selesai dengan segala ritual nya aku membawa abu
kremasi putraku ku lajukan mobilku menuju rumah akit tempat amelia berada
setelah berkendara beberapa saat secara tidak sengaja aku melihat sebuah kuil
tua.
entah apa yang membuatku ingin sekali kesana untuk berdoa kulajuhkan
mobilku memasuki pekarangan kuil aku pun turun untuk membeli persembahan,
"tolong persembahan nya "ucapku menyerah kan beberapa lembar uang
kertas pada seorang wanita tua
"ini nak semoga kau di berkati kau datang di waktu yang sangat tepat hari
ini adalah hari kelahiran dewa krisna orang yang berdoa di hari akan dikabulkan
oleh nya"ucap wanita itu namun aku hanya berlalu meninggalkanya.
bunyi lonceng mengema kulangkahkan kakiku menaiki setiap anak tangga kuil
sambil membawa baki persembahan,
"tenkkk"ku bunyikan lonceng saat memasuki kuil sudah berbulan bulan
aku tidak pernah melakukan hal ini dikarenakan sibuk dengan aktivitas kerajaan
ku letakkan piring persembahan si kaki dewa krisna.
aku pun berdoa maafkan pengikut mu ini yang jarang sekali menyembah mu lagi ku
mohon lindungi orang orang yang kusayang ku mohon lindungi mereka dari
marabahaya yang mengintai mereka semua.
"hey anak muda "panggil pendeta kuil
aku pun melangkah mendekati nya ia menjelaskan ternyata pendeta itu buta tapi
bagaimana ia tau bahwa aku disini pikirku dalam hati
"jangan membicarakan ku di dalam hatimu anak muda duduklah aku ingin
memberimu sesuatu"ucapnya
aku duduk tepat di depan nya ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kantongnya
"aku tau kau belum menikah ini adalah sindur dewa krisna,pakaikan itu pada
orang yang kau cintai bulatkan hatimu jangan bimbang jika itu yang terjadi
mereka akan meninggalkan mu selamanya."ucap nya meninggalkan ku yang masih
terpana dengan ucapan nya. setelah tersadar dari keterpanaan ku,aku melangkah
meninggalkan kuil dan melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit.
selama perjalanan aku merenungi apa yang dikatakan pendeta tadi katakandan
aku akhirnya mengerti inti dari nasehatnya aku tau sekarang apa yang harus ku
lakukan setelah sampai di depan rumah
sakit aku berjalan menuju ruang icu tempat amelia berada.
sampai di depan icu kulihat revan dan el duduk di depan pintu dengan wajah
khawatir pikiran ku di penuhi dengan hal hal buruk aku berlari menghampiri
mereka
"ada apa?bagaimana keadaan amelia? "tanya ku beruntun membuat el
mengaruk kepalanya
"dia sudah sadar namun kondisi mentalnya terkuncang akibat kehilangan
salah satu anaknya"jelas el dengan senduh
"sebaiknya kau masuk siapa tau dia bisa tenang jika kau yang
masuk"sambung dr revan
aku pelan pelan masuk mendekati ranjang dimana amelia sedang tidur
membelakangiku dengan langkah hati hati aku aku mendekat sepertinya ia tidak
tertidur aku duduk di depan nya ia tertidur dengan wajah yang tenang aku
tersenyum namun tiba tiba ia membuka mata
"bagai.....mana keadaan mu"tanyaku
"KELUAR.. AKU TIDAK MAU MELIHAT MU DISINI KALIAN SEMUA PEMBUNUH..KAU
PEMBUNUH!!"teriaknya berbalik memandangku dengan wajah merah padam karena
menahan kemarahan
"tenanglah...!!! "ucapku sambil mendekat memeluk nya yang terus
menerus meronta
“PERGI KAU JAHAT KAU BERJANJI MELINDUNGINYA TAPI KENAPA?...HIKS ..HIKS KAU
BERJANJI”ucapnya padaku menumpahkan rasa sedihnya perlahan lahan gerakan nya
maki melemah
"aku yang lalai menjaganya megapa putraku yang belum pernah kulihat
meninggalkan aku selamanya......aku ibu yang gagal.!! "tangisnya
"tidak.. akulah yang lalai menjaga kalian maafkan aku"ucapku
menengkan nya aku juga iku menangis menyesali semua ini
"kau harus kuat demi mereka yang masih ada di perutmu sekarang ini”bisik
ku masih memeluknya
kurasakan gerakangnya semakin melemah namun tangisnya belum juga berhenti aku
memeluknya dengan erat memberi sedikit kekuatan biarkan hari ini aku dan amelia
mengeluarkan semua rasa sedihnya agar hari esok hanya ada rasa bahagia.....
******************
el yang melihat alex memeluk amelia tersenyum ikut merasakan persaaan kedua
sejoli itu
“hay gyusss ayo kita makan siang dulu beri ruang ke dua orang itu untuk membagi
perasaan mereka”ucap el menepuk
bahu revan dan megajaknya ke cafe
terdekat memberi kan waktu untuk alex dan amelia saling membagi suka dan duka
nya.
Sementara
di istana tuan holland sedang duduk dihalaman rumahnya memikirkan wajah
dr.revan sangat familiar waja itu snagat mirik dengan adik perempuannya yang
menghilang berapa puluh tahun lalu adik yang hanya dirinya dan ayahnya yang tau
namun adiknya menghilang ketika kakaknya di angkat menjadi raja.
walaupun adiknya itu tidak terlahir dari rahim yang sama namun ia memiliki
darah ayah yang sama yang megalir ditubuhnya sudah lebih 30 tahun adiknya rose menghilang
namun wajah dr. Revan sangat mirip dengan rose dan golongan darah itu hanya
dimiliki ayahnya.
“suamiku apa yang sedang kau pikirkan”ucap nyonya eliza
“eh..tidak aku hanya kwatir dengan keadaan amelia saja gadis itu pasti
terpuruk”ucap tuan holland
“kau benar dan seaiknya kau membawaku untuk menjenguk putriku aku sudah rindu
padanya”ucap nyonya eliza
“jadi kau tidak rindu padaku?ucap tuan holland dengan senyum mesum
“aaahhh...turun kan aku nanti sakit pinggang mu kambuh lagi”ucap nyonya elisa
yang geram dengan sikap suaminya
tuan holland membopong istrinya menuju kamar mereka ya nyonya eliza tau betul
sifat suaminya dibalik sosok tegas nya tersimpan kemesuman yang luar biasa.....
MAAF
KAN AUTHOR YAAA!!!!
BARU UP BERHUBUNG DENGAN REVISI SETIAP BABNYA
lha katane Amelia meninggal..kok ini hidup
bingung aku
ternyata itu untuk jadi kelemahan alex to