Haloo... ini novel pertamaku..
yg di judul sebelumnya aku tamatin karna ada kesalahan. So, aku pindah ke judul ini aja..
Enjoy reading...
- - - -
Bagaimana rasanya kalau calon suami tercinta tertangkap basah sedang berkhianat??
belum sembuh luka hati, tiba-tiba...
"menikahlah dengan mas Bara, dek!"
Kata-kata itu yang sekarang membuat Nadia dilema. Menikah dengan kakak ipar sendiri??? Are you serious!??
Pengkhianatan, Kekecewaan, lalu pernikahan dadakan...
Sanggupkah Nadia melalui semua itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riaw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
BAB 32
Saat ini mereka tengah berada di rumah makan khas Padang, dan tidak lama kemudian beberapa pelayan datang menyajikan makanan. Ternyata Bara telah terlebih dulu memesan makanan dan minta dihidangkan saat mereka sampai di resto tersebut.
“Permisi….” Ucap salah satu pelayan saat akan menyajikan makanan.
“Silahkan dinikmati…” pamit pelayan setelah selesai menyajikan semua makanan pesanan Bara.
“Waaahhh…kak….” Nadia dibuat terperangah dengan semua makanan yang telah tersaji di depannya.
“Kenapa? Ada yang kurang?” tanya Bara
“Kakak serius dengan ini? banyak banget…omaigat…”
“Iya, ini makanan khas Padang yang biasa kamu pesen kan” tanya Bara, ia bingung melihat ekspresi Nadia dan bertanya-tanya dalam hatinya apakah ada yang salah dengan semua itu? Atau adakah yang kurang? Atau apa?
“Ya iya sih kak. Tapi in ikan banyak banget. Gimana ngabisinnya coba?” Bara hanya menggaruk tengkuk lehernya yang sebenarnya tidak gatal
“Ini bisa bikin aku gendut kalo makan sebanyak ini kak. Atau jangan-jangan kakak sengaja yam au bikin aku gendut?” Nadia melirik Bara dengan tatapan tajam.
“Bukan gitu. Tadinya kakak berniat pesan duluan biar pas kita sampai sini makanan sudah langsung terhidang dan tidak perlu menunggu lagi. Kan kamu tau disini sangat ramai, jadi jelas akan butuh waktu untuk nunggu makanan disajikan. Makanya kakak pesankan duluan tadi saat reservasi. Tapi karena kakak tidak tau kamu sedang ingin makan apa disini, jadi kakak pesan aja semua makanan Padang yang biasa kamu makan.” Jelas Bara dengan tampang tak berdosa.
“hhhuuff… yasudah tidak apa-apa nanti kalau tidak habis kita bungkus saja buat makan di rumah. Tidak baik membuang-buang makanan” Nadia menghela nafas mendengar penjelasan Bara memesan makanan sebanyak ini. Tapi ada salah satu sudut hatinya yang menghangat saat mendengar niat baik yang tadi diutarakan suaminya itu.
Akhirnya mereka makan siang dengan nikmat, tapi ada beberapa makanan yang akhirnya harus dibungkus untuk dibawa pulang karena tidak memungkinkan untuk dihabiskan disana. Sungguh, walaupun Nadia begitu menyukai makanan khas Padang itu tapi dia tetap tidak sanggup bila harus menghabiskan semuanya. Bayangkan saja di meja tersaji 2 porsi rendang daging, satu piring sayuran daun singkong, satu porsi ayam pop, gulai kepala kakap, gulai otak, cumi balado, telur dadar, sayur Nangka, sambal hijau, sate padang, dan 2 porsi nasi. Bagaimana bisa itu semua dihabiskan hanya berdua saja. Hufttt…
Setelah selesai makan siang mereka keluar dari resto dengan menenteng beberapa kotak lauk yang tadi mereka bungkus, jadi nanti malam hanya perlu menghangatkan lauk itu dan tidak perlu memasak lagi.
“setelah ini mau kemana? Langsung kembali ke butik atau mau kemana dulu?” tanya Bara pada Nadia sambi fokus kedepan karena sedang menyetir. Bara memilih untuk menyetir sendiri dan meminta Pak Anto untuk kembali ke rumah terlebih dulu dengan menggunakan kendaraan online.
“emang kakak tidak ada pekerjaan penting lagi setelah ini?” Nadia menoleh pada lelaki di sampingnya yang tengah fokus menyetir.
“tidak ada, aku sudah minta kosongkan jadwal setelah makan siang” sahut Bara sambil menoleh sekilas pada Nadia.
“mmm, gimana kalau kita ke supermarket? Aku ingat kalau beberapa keperluan Lea ada yang mau habis” Jawab Nadia sambil mengingat-ingat kebutuhan yang sudah mulai habis.
“Baiklah kita pergi ke supermarket.” Bara melajukan mobilnya kearah supermarket yang tidak jauh dari lokasinya saat ini.
Setelah beberapa saat mereka sampai di supermarket, Bara bergerak memarkirkan mobilnya. Setelah memastikan posisi parkir dengan tepat, bara segera keluar dan dengan sigap membukakan pintu untuk Nadia dan mengambil alih Lea dari gendongan Nadia. Mereka berjalan beriringan masuk dan lagi-lagi Bara dengan cekatan mengambil keranjang dorong untuk membawa belanjaan mereka nanti.
-----
Halooo semuaaa...
Terima kasih sudah mau mampir. Jangan lupa like dan komen ya....
Happy reading all...
Terimakasih