NovelToon NovelToon
Kita, "Bukan."

Kita, "Bukan."

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: Reviie Aufiar

Kau pernah begitu mencintai namun pada akhirnya kau bukan pilihannya?
Kau pernah amat sangat ingin bersanding dengannya tapi harus berpisah. Sudah lupakan, lihat cerita kita saat ini. Akan segera kuceritakan prihal hal baik dan buruknya kita saat mencintai.

Yang menjadi Kita, "Bukan."
-ReviieAufiar

Cerita ini hanyalah keresahan yang terjadi di kalangan anak muda. Maraknya Ghosting, Benching, Overthingkin dll

Cover Pinterest or Royal Blood

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reviie Aufiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Tentang Yo

Jie yang tak sabar melihat Rere di gombal lelaki modus langsung menghampirinya.

"Siapa si lelaki tadi?" Langsung merebahkan diri di samping Rere.

"Temen lu ya Fran?" Tanya Rere.

"Lu ya Re percuma, percuma punya hp nggak dipakai. Nggak guna." Nada mengomel Jie ke Rere.

"Ahh. Berisik Jie, gue capek." Ucap Rere mengeluh dan menyandarkan kepala ke bahu Jie.

Afran ke bar menyiapkan wedang jahe untuk Rere.

"Ini Re, biar tidur lo nyenyak. Sama maafin temen SD gue tadi ya." Ucapnya.

"Ya ampun Fran repot-repot." Ucap Rere.

"Gapapa. Eh dah closing juga, lu dah bisa oulang ma Jie." Pungkasnya.

"Saban hari lo kurang ajar ya Fran. Lo ngusir gue?" Tanya Jie.

"Wkwkw gak gitu Jie, kasian Rere kelelahan tuh." Pungkasnya.

"Ah iya ini gua ke dalem bentar gantungin ini. Bentar ya Jie." Meninggalkan mereka berdua.

Jie melihat wedangan yang dibawa Afran dan meminumnya.

"Ya ampun enak juga Fran." Pungkasnya.

"Hehe, masa sih? Baru percobaan sih. Kalo banyak yang bilang enak bakalan gue tambahin di menu." Pungkasnya.

Di dalam ruang ganti pekerja, Rere menatap loker Yo dan membukanya. Sontak kaget, di dalamnya ada foto dirinya dengan Yo sewaktu jaman SMA.

"Lu kenapa si suka bolos?" Tanya Rere mendatangi Yo yang berada di belakang sekolah.

Tanpa jawaban dari lelaki itu yang tertidur di rerumputan, gadis itu duduk di sampingnya sembari menatap langit.

"Wah ternyata indah juga pemandangan disini, udaranya juga sejuk." Gerutu gadis itu sambil menggambar sketsa wajah.

Bel pulang pun berbunyi Rere bersiap-siap mengemasi buku-bukunya kedalam tas.

"Re lu besok bisa datang cepat gak, buat jaga UKS?" Tanya Ketua Kelas.

"Ah bisa. Sampai jam berapa?" Tanya Rere.

"Sampai pulang sekolah." Ucapnya.

"Hmmm. Boleh, tapi buku catatan lo pulangnya gue pinjem ya." Pinta Rere.

"Ah baiklah, gue paham lo gak mau ketinggalan pelajaran?" Tanya Ketua kelas.

"Hehe iya donk." Memakai Ranselnya dan melihat lelaki sebangkunya masih tidur sedangkan semua orang di kelas sudah bubar.

Rere kembali duduk dan memandangi wajah lelaki itu. Wajah yang tidak terlalu bulat dengan dagu yang tak terlalu lancip dengan kulit putih untuk ukuran anak lelaki, hidung yang mancung, bibir tipis dan alis yang cukup bervolume.

"Apa sedang musim rambut belah tengah ya. Tak sengaja Rere merapikan belahan poni rambut lelaki itu yang memperlihatkan matanya yang tertidur lelap. Wah nyenyak sekali." Ucap Rere yang juga tertidur diatas meja.

Tangan Rere tertangkap oleh lelaki itu, lelaki itu membuka matanya. Mata mereka saling menatap, terlihat kesedihan yang mendalam di dalam bola mata lelaki itu.

Rere kaget dan refleks melepaskan tangannya dari tangan Yo membuat gadis itu kehilangan keseimbangan dan mereka terjatuh di lantai.

Untung saja Yo menangkap kepala gadis itu dengan tangannya, posisi tubuh Yo yang berada di atas Gadis itu.

"Astaga kau ini kurang kerjaan sekali." Bangkit dan duduk di samping Rere yang terlentang.

Gadis itu langsung duduk di sampingnya.

"Ah maaf ada yang terluka?" Spontan memegang tangan Yo.

Lelaki itu terpesona dengan kelembutan dan kepedulian gadis yang ada di hadapannya itu, baru kali ini dia merasakan ada orang yang benar-benar memperhatikan dan perhatian terhadapnya. Biasanya teman-temannya hanya menganggapnya biang onar dan sepertinya mata gadis ini dia berbeda dari kebanyakan orang memikirkan tentang dirinya.

Kebanyakan dari kita tak menyadari orang yang benar-benar menyayangi kita sampai kita kehilangan dirinya, disitulah momen saat kita tidak menerima perlakuan yang dulunya dianggap biasa saja, ternyata amat luar biasa.

Deg. Deg. Deg.

Jantung Yo berdebar dan wajahnya memerah dia hanya memalingkan wajahnya dan berdiri mengambil tasnya.

"Gue gapapa, ayo pulang dah sore. Ucap Yo yang berjalan cepat meninggalkan gadis itu dengan wajah semerah tomat. Astaga panas batt di kelas." Mengipas-ngipas dirinya.

"Yo tunggu. " Kerja gadis itu.

Rerr mengingat setiap kejadian bersama Yo dan menyadari betapa berharganya dirinya. Afran menghampirinya.

"Re ditungguin Jie tu di luar." Ucap Afran.

"Ah iya. Menutup Loker Yo. Eh Fran, Yo masih gak bisa di hubungi?" Tanya Rere.

"Belum Re, gua belom ngecek ke kost nya juga." Gerutu Afran.

"Alamatnya dimana?" Tanya Rere.

"Gue lupa, nanti gue kirim chat aja ya." Pungkasnya.

"Oke deh bye Fran." Melambai.

"Hati-hati ya Re." Melambai.

Jie yang menunggu di motornya pun melihat seseorang yang di tunggunya keluar.

"Ngapain sih Re lama amat." Gerutu Jie.

"Yaelah Jie Jie. Bantaran doank, marah mulu lu jadi manusia." Balik ngomelin Jie.

"Gak mau kemana-mana lagikan?" Tanyanya.

"Apa kagak kedengeran." Teriak Gadis itu.

"Lu kagak mau kemana-mana lagi kan?" Sedikit mengeraskan suara.

"Kagak." Ucap Rere.

Pemandangan malam kali ini sangat bagus, cuacanya sangat-sangat mendukung. Tanpa mendung, tanpa perasaan yang berlalu dan mari pulang dan menyelesaikan mimpi untuk terbangun mencapai impian.

Paginya gadis itu terbangunembuka tirai jendelanya kembali kekasur dan merenggangkan tubuhnya kekanan dan kekiri.

"Huaaaa. Segernya. Menatap ke arah jam. Hmm sudah jam 9 kenapa Jie gak bangunin gua dengan suara kencangnya ya." Turun ke dapur dan melihat catatan dari sahabatnya itu.

"Rere sayang yang doyan molor pagi buta gue ada kegiatan pemotretan di daerah Jaksel, mungkin gue pulang malam. Lo gak usah masakin gue ya nanti gue bawa makanan dari sini. Tertanda Jie makhluk paling dicintai para wanita." Tulisnya.

"Cih. Apaan ini. Melempar kertas sambil tertawa lalu melihat rak piring belum tersusun rapi. Baiklah saatnya beres-beres." Mengikat rambutnya dan membereskan dapur beserta seisi rumah.

"Akhirnya selesai. Mager banget mandi." Gerutunya sambil menghempaskan diri ke kasur dan mengecek hp.

Chat dari Afran, "Re ini alamat Yo ya. Kalo ke tempatnya kabari dan tanya dia kenapa gak masuk kerja. Oke." Ucapnya.

Membalas Afran. "Siap Fran, makasih ya."

Chat dari Deinandra, "Re dimana? Besok malam ketemu yuk. Kangen." 

Membalas pesan Dein. "Boleh, aku juga ni."

Melihat Chat Yo. Dan mencoba ngechat duluan.

"Yo?"

"Yo?"

"Yo, you have a problem?" Tanya Rere 

Dan meletakkan hpnya kembali merebahkan dirinya.

"Apa dia marah karena aku menolaknya ya? Tanya dalam hati dan berbalik ke kanan. Tapikan dia yang berulang kali ninggalin aku. Berbalik ke kiri. Apa aku yang salah ya? Hmmm, sepertinya bukan salahku. Berbalik kekiri lagi. Astaga. Bangkit dan mengacak-acak rambutnya. Oke gua mandi terus langsung cus ke tempat Yo." Pungkasnya.

Seperti biasa, menggunakan kulot warna hitam, kemeja kotak-kotak flanel berwarna hijau hitam dengan dalaman kaos putih, memakai sneaker kesayangannya. Dan tak lupa tote bag putih dan rambut diikat satu dengan memakai topi.

Gadis itu keluar dari rumahnya dan menatap matahari yang menyilau menghalangi dengan tangannya pancaran itu mengenai matanya.

"Untung saja pakai topi hari ini." Menunggu ojol jemputannya dan pergi ke tempat Yo.

Sampailah Rere di sebuah bengkel yang dikenalnya. Gadis itu berdiri di depan bengkel dan menatap sekeliling bengkel tersebut.

"Ini pasti punya papanya Yo." Gadis itu memasuki bengkel dan melihat seseorang yang dia kenali berada di bawah kolong mobil memperbaiki mobil tersebut. Dengan banyak loreng di wajahnya lelaki itu kaget menatap sosok gadis yang ada di hadapannya.

1
Rev
😻
WinnyLiam
👍🏻
WinnyLiam
🧚🏼
Xerxe Andraxx
🤭
Xerxe Andraxx
🙏
Rev
Kevandra
🌸
Rev
👍🏻
Xerxe Andraxx
😍
Xerxe Andraxx
🤭
WinnyLiam
🧚🏼
deinandra
😍
Kevandra
🌻
WinnyLiam
😻
Xerxe Andraxx
hi
deinandra
😍
Kevandra
🙏
Rev
Rev
👍🏻
deinandra
💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!