NovelToon NovelToon
Galeri Rasa Suka

Galeri Rasa Suka

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:888
Nilai: 5
Nama Author: suziehloranda

Celine selalu menyukai Ares. Dia mengabadikan seluruh momen laki-laki itu di sebuah buku kecil. Ratusan foto. Lalu kini buku itu hilang, menyisakan perasaan khawatir yang menghantui Celine setiap malam.

Celine hanya tidak tahu, buku itu berada di tangan Ares. Di simpan baik-baik, menunggu waktu yang tepat untuk membuka kedok Celine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suziehloranda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghindar

Bunyi alarm membangunkan Celine dengan pekikan keras. Perempuan itu berdecak kesal lantas mematikan alarm. Dia bangkit dengan kantung mata besar, tidak dapat tidur semalaman.

Perkataan Ares kemarin sore menghantuinya sepanjang malam. Dia meringkuk mundur, moodnya hancur di terik matahari yang menembus tirai gorden.

"Bagaimana ini, aku rasanya pengen gak usah ke sekolah. Malu banget. Masa ketahuan gitu aja, nanti dia bakal respon gimana kalo tengok aku," pikirnya kemudian menunduk.

"Apa yang harus aku lakukan?! Ya Tuhan, pengen rasanya hilang dari bumi aja. Berarti waktu di UKS dia dengar semua?"

Celine menutup wajahnya dengan telapak tangan, pipinya memanas.

TOK TOK

Ketukan pada pintu kamar Celine membuyarkan lamunan perempuan itu. Meminggirkan selimutnya kemudian berjalan menuju pintu, Herry berdiri dengan wajah pongah. "Kakak gak sakit lagi kan, kenapa gak turun. Kelihatan banget baru bangunnya, gak tengok udah jam berapa, Kak?" tanya Herry.

"Berisik banget kamu dek, buat suasana hatiku makin kacau. Pusing aku, keknya mau nambah hari lagi gak masuk." ujar Celine dengan wajah tampak lemas. Namun Herry dengan cekatan menempelkan punggung tangannya di dahi kakaknya itu.

"Bohong!" seru Herry. "Aku bilangin Mama ya kakak banyak alasan biar gak masuk, udah banyak absen pula."

Herry hampir saja berlalu pergi, untung saja Celine dengan cepat menarik kerah belakang anak laki-laki itu. Dia mendengus kesal, berkata, "Udah gak usah bilang, cepu banget kamu. Ini bentar lagi aku turun, mau siap-siap dulu."

"Oke kak!"

Celine menutup pintu begitu Herry berlalu pergi, dia berjalan menuju kamar mandi dengan beban yang terasa berat di punggungnya.

...***...

Celine menarik napas panjang begitu dia sampai di parkiran sekolah. Ayahnya pergi beberapa saat yang lalu, meninggalkan dirinya yang ragu harus melangkah atau tidak.

"Gak papa, gak ada yang perlu ditakutkan. Anggap aja gak ada yang terjadi, nanti kalau ketemu dia pura-pura aja kagak kenal. Iya, begitu lebih baik Celine." ujar Celine menyemangati dirinya sendiri, melangkah masuk menuju koridor kelas yang sekarang tampak menakutkan.

Dia mengalihkan pandangan ke kiri dan ke kanan, takut saja kalau Ares tiba-tiba muncul. Perempuan itu menghela napas, lingkungan sekolah tampak masih sepi. Sekarang tantangan terbesar adalah pintu kelasnya sendiri. Celine memegang gagang pintu dengan punggung yang terasa berat.

"Biasanya dia belum datang kok, buka aja!" katanya.

Celine membuka pintu perlahan, menyembulkan kepalanya terlebih dahulu. Hampir saja dia terjungkal ke belakang jika perempuan itu tidak lekas menyeimbangkan diri. Ares duduk di bangkunya sendiri di keadaan kelas yang sepi.

Pelan, Celine berjalan masuk dengan wajah tertunduk. Tidak berani menatap ke depan. Akibatnya, dia terantuk meja ketika melewati meja milik Ares. Untung saja laki-laki itu lekas menarik pergelangan tangannya.

"Hati-hati." kata Ares, dia menatap Celine dari atas ke bawah. Perempuan di depannya tampak seperti patung, tidak berani bergerak.

"Makasih," kata Celine tanpa berbalik, wajahnya memanas. Genggaman tangan Ares memicu reaksi berlebihan. Rasa malunya menjadi berlipat ganda.

"Setidaknya lihat ke sini."

Celine berbalik dengan senyum canggung di wajahnya. Dia melepaskan tangan Ares dengan paksa lantas tertawa pendek kemudian berkata, "Makasih banget ya, tadi aku gak tengok ada meja di sana. Hehe, jadi ngerepotin." Dia berjalan mundur.

Ares menaikkan sebelah alisnya begitu Celine berlalu pergi ke bangkunya secara terburu-buru. Laki-laki itu menghela napas kemudian kembali fokus pada ponselnya.

Sementara itu Celine menenggelamkan wajahnya di lipatan tangan. Dia menggertakkan giginya dengan rasa panik yang tiba-tiba menyerang, wajahnya mendongak memandang ke arah Ares yang terlihat sedang sibuk. Ada rasa kecewa yang menyelinap diam-diam. Dia gak tanyain lagi soal yang kemarin? Segitu enggak penting ya aku suka dia?

Decitan halus pada kursi mengalihkan perhatian Celine, Berlian baru saja datang kemudian meletakkan tasnya di meja.

Mata Celine lantas berair kemudian menarik tangan Berlian. "Berlian," katanya merengek. "aku sedih banget tahu."

"Kenapa lagi kamu?" tanya Berlian.

Tapi Celine tidak menjawab, sorot matanya beralih ke arah Ares yang baru saja beranjak keluar dari kelas. "Aku malu banget, gak tahu mau gimana." tutur Celine.

"Oke, coba cerita. Informasimu setengah-setengah banget," kata Berlian. "Tentang Ares, ya? Tadi nengok dia dulu. Setelah aku tinggal semalam, apa yang terjadi antara kamu dan dia."

"Malu aku kalau ketemu dia. Semalam baru aja kamu pigi, Ares tiba-tiba bilang dia tahu semuanya. Dia tahu aku yang punya album itu," tukas Celine.

"Hah?" Berlian sepertinya belum terlalu paham.

"Kan waktu itu kamu bilang Ares alergi trus dibawa ke UKS, ya aku nyelinap masuk. Kupikir dia udah tidur, trus asal ngomong aku. Aku bilang suka dia. Sialnya Ares masih bangun dan dia nuntut penjelasan semalam."

Berlian terdiam sejenak kemudian berdecak kagum. "Tuhan mendengar doamu tuh, buktinya Ares udah tahu kamu suka dia tanpa harus repot-repot confess. Selamat sih, kalau kataku," ujar Berlian.

"Kamu mah gitu terus gak ngertiin aku, malu banget!" seru Celine merengek.

"Aku ngerti ini. Emang aku bilangnya apa, permohonanmu selama ini kan terkabul. Syukuran sih saranku."

Celine tiba-tiba berdiri kemudian menggebrak meja. Dia menatap tajam Berlian, tampak permusuhan di sorot matanya. "Oke, musuh kita!" serunya kemudian berbalik pergi. Tidak melihat jalan, karena wajahnya terus menunduk.

Celine sangat kesal, dia merasa Berlian sangat menyebalkan. Sampai-sampai perempuan itu tidak sengaja menabrak seseorang. Dia memegang dahinya yang terbentur dada orang itu. Celine menggerutu,

"Apes banget sih hidup aku, nabrak mulu perasaan. Keras banget, sakit." Dia mendongak, terpaku detik itu juga.

Kalau ada pilihan tenggelam, tanpa pikir panjang Celine akan memilihnya.

"Ceroboh banget," dengus Ares. "Kamu baik-baik saja?"

"Ah, iya. A—Aku baik-baik saja. Maaf sekali lagi." Celine dengan cepat menunduk, dia mundur selangkah merasakan tubuh Ares yang tiba-tiba mengikis jarak.

"Aku pergi dulu ya,"

Celine hendak mengambil celah untuk pergi, tapi laki-laki itu menghalangi. Dia menjulang tinggi bak tembok kokoh. "Mau ke mana, buru-buru banget. Kamu masih punya hutang penjelasan samaku, kan?" kata Ares.

Celine menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia berkata, "Kayaknya gak ada yang perlu dijelaskan. Bukannya semalam aku udah bilang itu cuman salah paham. Minggir please, aku pengen ke kamar mandi."

"Salah paham ya? Trus ngapain kamu sampai menghindar segala, natap mata aku aja gak berani. Ketahuan banget bohongnya."

Celine mendongak, menatap langsung pada mata jernih milik Ares. "Aku gak ngehindar!" serunya. "Udah ah, aku mau pigi."

1
seonghyeon
cemburu? ngakak
seonghyeon
author jadi ini sama anak tetangga atau my crush nih
Suzie: 🤭 itu rahasia negara
total 3 replies
seonghyeon
semangat author, ditunggu bab berikutnya /Tongue/
seonghyeon
lama-lama kesel sama ares
seonghyeon
gila ceritanya penuh emosi banget, absolut sinema banget sih ini
seonghyeon
yah gambar Celine lah /Proud/
seonghyeon
antara orang lama atau orang baru/Doge/
seonghyeon: orang baru sih/Applaud/
total 2 replies
seonghyeon
ah sepertinya sama-sama pengagum rahasia nih
seonghyeon
bian ikut campur bangett /Curse/
seonghyeon
sengaja berarti,bangsut/Curse/
Suzie: 🤣 aduhh jangan gituu
🤭
total 1 replies
seonghyeon
Bagus banget author cocok nih yang suka gendre percintaan+komedi anak sekolahan.🥰

Salut banget sih author lucu gemes
Suzie: 🤭 senang dehh, kalo sukaa😍
total 1 replies
seonghyeon
lucu banget pliss, sampe lupa waktu gua baca perbab kemudian perbab lagi /Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
dipegang nih/Slight/
seonghyeon
kalo aku malu kepikiran tujuh turunan itu 🗿
seonghyeon
hm, senyum "sendiri gw/Facepalm//Facepalm/
seonghyeon
jangan bilang kita Ares itu pemberian Jasmine /Determined//Determined/
seonghyeon: *itu bukan kita,typo thor 🗿
total 1 replies
seonghyeon
😭😭
seonghyeon
ngakak /Facepalm/
seonghyeon
guna-guna nggak tuh /Bye-Bye/
seonghyeon
aku curiga sama Gabriel /Doge/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!