"Ikutlah dengan ku, aku akan membantumu membalaskan semua rasa sakit yang telah mereka berikan padamu!" seru Bram.
Sepuluh tahun kemudian...
Gadis kecil yang dibawa oleh Bram kerumahnya setelah menangis dan memeluk gundukan tanah, makam kedua orang tuanya itu sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat menawan.
Syaheera sedang menunggangi kuda kesayangan nya dan mengarahkan anak panahnya ke sasaran bergerak yang sudah disiapkan oleh Bram.
Syut!
Suara tepuk tangan membuat Syaheera menoleh.
Prok! prok! prok!
"Good job, my little princess! kemampuanmu semakin baik!" puji Bram.
Syaheera telah di didik Bram menjadi gadis muda yang energik dan pintar.
Sesungguhnya Bram yang akan membantu Syaheera balas dendam, atau sebaliknya?
Happy reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah Burhan
Di kediaman Anggara, semua orang sedang dibuat dalam suasana tegang karena amukan Burhan.
Beberapa menit yang lalu dia mendapatkan laporan bahwa Arthur telah menggunakan uang perusahaan sebesar 3,5 milyar rupiah.
Bujukan Sarah sekalipun tak dapat meredakan amarah Burhan. Dia segera memerintahkan kepada pengawal nya untuk mencari tahu dimana Arthur dan membawanya kehadapan Burhan segera.
"Mas, jangan marah dulu. Kita dengarkan dulu alasan Arthur!" bujuk Sarah dengan suara lembut.
Burhan malah melayangkan tatapan marah pada Sarah.
"Semua ini salahmu, kamu yang sudah memanjakannya! kamu dan ayah mu yang arogan itu!" bentak Burhan.
Sarah terhentak dan memegangi dadanya, dia sangat terkejut Burhan membentaknya.
Angel yang baru saja pulang kuliah, masuk ke dalam ruangan itu perlahan dan langsung mendekati Listy, ibu tirinya yang usianya hanya beda 7 tahun darinya.
"Ibu Listy, ada apa ini?" tanya Angel sambil berbisik pada Listy.
Listy mengusap lengan Angel perlahan,
"Masuk lah ke kamar mu! ini urusan orang tua. Ibu mu pasti akan menjelaskannya sendiri padamu nanti!" jawab Listy lembut.
Angel pun mengangguk lalu berjalan perlahan ke arah kamarnya di lantai dua.
Burhan kembali duduk sambil terus menghela nafas nya kesal. Dia berfikir untuk apa Arthur melakukan semua itu, dia bahkan punya gaji sendiri dan jatah uang bulanan yang jumlahnya tidak sedikit.
Mata Burhan kembali melotot pada Sarah.
"Apa putramu itu masih sering mabuk dan pergi ke klub malam?" tanya Burhan dengan kasar.
Sarah membulatkan matanya dan segera menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Tidak, semenjak kamu mengurungnya waktu itu. Arthur tidak pernah mabuk lagi, jika ingin keluar pun dia pasti meminta ijin padaku atau pada kak Aisyah!" jawab Sarah dengan cepat.
Burhan mendengus kesal, sudah hampir setengah jam anak buahnya tidak juga kembali membawa Arthur.
Sementara itu di klinik.
"Bagaimana jika yang aku tawarkan adalah pertemanan?" ucap Arthur mengulurkan tangannya pada Syaheera.
Syaheera menatap uluran tangan Arthur. Sama sekali tidak ada niatan di hatinya untuk menjabat tangan Arthur.
"Bos!!" teriak Jimmy dari arah belakang Arthur.
Jimmy menutup pintu dengan terburu-buru lalu menghampiri Arthur dengan cepat.
"Ada apa?" tanya Arthur yang menoleh ke Jimmy dengan malas.
"Bos gawat!" ucapnya sambil menarik Arthur agar menjauh dari Syaheera.
Setelah dirasa jarak nya aman untuk bicara, Jimmy pun mengatakan semuanya pada Arthur.
"Bos, tadi aku hampir saja di antar kan anak buah Andrew Russel ke rumah sakit, tapi di lampu merah aku berhasil kabur. Dan Tante Sarah menghubungiku. Katanya ponsel mu tidak bisa di hubungi!" ucap Jimmy tersengal-sengal.
Arthur mengerutkan keningnya.
"Intinya?" tanya Arthur santai.
"Bos, ayah mu sudah tahu jika kamu menggunakan uang perusahaan untuk taruhan lagi dengan Sam, habislah kita bos. Ayah mu saat ini sedang memerintahkan semua anak buahnya untuk menangkap mu dan menyeret mu pulang!" jelas Jimmy dengan cepat.
Sementara Jimmy panik, Arthur malah hanya menghela nafas panjang.
"Baiklah, aku harus selesaikan ini dulu, kamu tetap disini awasi Syaheera. Katakan padaku ke rumah sakit mana Syaheera akan di rawat oleh Andrew Russel!" perintah Arthur.
Jimmy mengangguk paham dan kembali keluar dari ruangan itu.
Arthur mendekati Syaheera yang hanya diam melihat ke arah tangannya yang di gips.
"Luka itu akan segera sembuh, jika tidak ada yang merawat mu nanti. Aku yang akan merawat mu!" ucap Arthur dengan lembut.
Syaheera mengangkat kepalanya dan menoleh ke arah Arthur.
"Kenapa kamu melakukan semua ini? aku sudah membuat mu rugi milyaran rupiah. Dan kamu masih disini memberi ku perhati...."
Arthur meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Syaheera hingga Syaheera tidak melanjutkan kalimatnya.
'Menjijikan!' kesal Syaheera dalam hati.
Meski kesal, Syaheera menahan ekspresi wajah datarnya.
"Jangan bicara seperti itu, kamu pantas mendapatkan perhatian ku bahkan lebih dari itu!" ucap Arthur.
Jika gadis lain yang mendengar kata-kata bermadu Arthur itu pasti sudah meleleh dibuatnya. Mendapat perhatian dari orang kaya dan tampan, aduh siapa yang tidak akan terpedaya.
"Aku akan pergi untuk menyelesaikan sesuatu, saat aku kembali aku ingin dengar jawaban mu?"tanya Arthur pada Syaheera.
"Jawaban?" tanya Syaheera mengulang kata Arthur.
Arthur tersenyum.
"Jawaban dari pertanyaan ku tadi, maukah kamu berteman dengan ku?" ucap Arthur lalu meninggalkan Syaheera.
Setelah Arthur keluar, Syaheera menghela nafas nya lega. Sesungguhnya dia sangat benci ketika tangan Arthur tadi menyentuhnya.
Sementara itu setelah keluar dari ruangan klinik itu. Senyum Arthur mengembang. Dia memperhatikan jari telunjuknya yang tadi dia pakai untuk membuat Syaheera diam.
Dan perlahan dia mengecup jari telunjuknya itu sendiri.
Cup!
"Kamu harus jadi milikku Syaheera!" gumam Arthur lalu segera pergi keluar dari tempat itu.
Jimmy masih memperhatikan dari kejauhan saat Bram memasuki ruangan tempat Syaheera di rawat.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Bram setelah membuka pintu lalu kembali menutup pintu dan dua orang penjaga siap berjaga di luar ruangan.
"Astaga, dua penjaga itu lagi!" gumam Jimmy yang kesal.
Di dalam ruangan.
Bram mendekati Syaheera dan membelai lembut kepalanya.
"Apa yang Arthur katakan padamu?" tanya Bram.
Syaheera segera melihat ke arah Bram yang duduk di sampingnya.
"Dia menawarkan pertemanan padaku!" jawab Syaheera lemah.
"Sudah berjalan seperti apa yang kita harap kan bukan? hanya tinggal beberapa langkah lagi, jalan mu masuk ke keluarga Anggara akan terbuka dengan sendirinya, dan kehancuran keluarga Anggara juga sudah dipastikan!" ucap Bram sangat emosional.
Syaheera dapat melihat amarah yang terpendam dalam mata Bram. Dia mungkin dulu masih sangat kecil, hingga tidak mengerti jika perbuatan Burhan pada keluarganya dulu harus di bayar setimpal.
Tapi sekarang Syaheera mengerti, meski harus menghancurkan dan menyakiti banyak hati, dia harus membalaskan perbuatan keji Bram pada nya dan keluarganya.
Terutama apa yang telah mereka lakukan pada Nirmala, kakak kandung Syaheera.
"Aku akan mengikuti semua yang Om katakan dan perintahkan!" sahut Syaheera yang kemudian menyandarkan kepalanya di lengan kekar Bram.
"Kamu lelah?" tanya Bram lembut.
"Sedikit!" jawab Syaheera.
'Aku tahu kamu lelah dengan semua ini Sya! tapi kita tidak boleh membiarkan orang yang telah menyakiti dan merenggut keluarga kita hidup tenang!' batin Bram.
Sementara itu di kediaman Anggara.
Arthur yang baru saja memarkirkan mobilnya mulai berjalan dengan langkah cepat memasuki pintu rumah.
Ketika melihat kedatangan Arthur, Sarah segera berdiri dari duduknya dan bergegas menghampiri putra nya itu. Tapi tangan Sarah di cekal oleh Burhan.
"Duduk!!" bentak Burhan pada Sarah.
Burhan mengalihkan pandangannya pada Arthur yang berjalan semakin mendekat padanya.
"Ayah!" ucap Arthur ketika sudah sampai di hadapan Burhan.
Plakk!
...Bersambung......
...❤️❤️❤️...
...Tetap tinggalkan jejak Like Komentar dan Favoritnya ya ❤️❤️❤️...