Di selematkan oleh seorang malaikat sungguhlah sebuah keberuntungan bukan? namun siapa sangka di balik itu semua Zeline harus menerima wejangan terakhir untuk menikah dengan calon suami dari wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
" Thalia kau tau bukan wanita yang ku cintai itu adalah dirimu bukan dia." Arthur
" Priaku mungkin jodohmu itu bukanlah aku melainkan Zeline hanya saja Tuhan menggirimkan nya melalui aku." Thalia
Zeline dia harus bagaimanakah dirinya menerima atau kah menolak? namun Zeline tidak ingin mengecewakan wanita yang telah menyelamatkan nyawa nya itu.
Tidak pernah terlintas sedikitpun dalam benak Zeline menikah dengan seseorang dalam keadaan tidak saling mencintai, akankah pernikahan Zeline berakhir dengan bahagia atau kah mungkin sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Di sini Author mau nunjukin beberpa viasual yang ada dalam cerita ini. Semoga kalian suka ya☺☺
Ini foto waktu Arthur masih sama Thalia☺
Nih author kasih bonus visual nya Thalia☺
Ini foto Arthur setelah dengan Zeline
Ini author kasih bonus visual Zeline. gimana Zeline ngak kalah cantik kan dari Thalia☺
visualn nya Alena teman baik Zeline sekarang setelah Amanda☺
Ini Frans asisten sekaligus tangan kanan Arthur
☺
Ini visual Angel adik kandung dari Arthur catik kan?☺
Ini visual Vano orang yang pernah menyelamatkan Zeline☺☺
Semoga kalian suka ya sama visual-visual yang ada dalam cerita ini hehehe☺☺
gimana menurut pendapat kalian cocok ngak? kalau kata author sih pas banget sama karakter mereka di cerita☺☺
|| Like dan Vote ya 🌷||
🌷 Happ reading 🌷
Zeline bangun pipi nya merah setelah membayangakan kemarin malam diri nya dan Arthur berciuman untuk yang pertama kali nya.
Wanita itu pun melihat jam yang terletak di dinding kamar. Saat jam kamar telah menunjukan pukul 04:30 pagi Zeline segera bangun untuk menyiapakan keperluan sang suami.
Zeline bangun lalu menaikan selimut Arthur sampai sebatas dada. Setelah itu Zeline keluar dari dalam kamar untuk membuatkan sarapan untuknya juga Arthur.
Satu setengah jam Zeline berkutat akhirnya masakan Zeline matang berbarengan dengan matang nya nasi yang Zeline masak di rice cooker.
Zeline tersenyum saat nya untuk Zeline mandi setelah itu baru Zeline akan membangunkan Arthur.
.
.
" Mas bangun..ayo Mas harus mandi sekarang."
ucap Zeline seraya menggoyangkan tubuh Arthur pelan.
Arthur mengeliat lalu tersenyum saat melihat wajah Zeline yang tepat berada di wajah nya.
" Iya Mas bangun..tapi mau dong di mandiin sama kamu." goda Arthur. Arthur tersenyum senang melihat pipi Zeline yang memerah akibat di goda oleh nya.
" Mas udah mandi buruan, habis itu kita sarapan." ucap Zeline sambil menyiapkan baju kantor untuk Arthur.
" Iya sayang aku mandi dulu ya.." Arthur pun beranjak dari tempat tidur menuju ke kamar mandi.
Zeline menaruh baju yang akan di pakai oleh Arthur di atas kasur. Setelah itu Zeline keluar untuk menyiapakan sarapan.
.
.
Beberapa detik yang lalu Zeline dan Arthur telah selesai memakan sarapan pagi nya.
" Yank besok kan libur, kita jalan-jalan yuk. Kamu mau ke mana?" tanya Arthur.
" Ke mana aja yang penting aku sama kamu.." balas Zeline.
Arthur mendekat ke arah Zeline lalau mengenggam tangan Zeline begitu erat. Ada banyak pertanyaan yang ingin Arthur tanyakan pada istri nya itu.
Zeline menatap Arthur merasa aneh tiba-tiba saja Arthur mengenggam tangan Zeline.
" Kenapa Mas?" tanya Zeline ia merasa heran dengan sikap Arthur.
" Emmm engak yank.." sepertinya ini bukan waktu yang tepat bagi Arthur untuk menanyakan keiigin tahuan nya.
" Maafin aku ya Zel kalau aku belum bisa jadi suami yang baik buat kamu." kata Arthur begitu dalam dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Zeline mengenggam kembali tangan Arthur dengan tangan sebelah kiri nya.
" Mas jangan bilang gitu. Bagi aku Mas itu adalah suami terbaik yang sudah Allah pilihkan untuk aku." kata Zeline.
" Dan kamu adalah istri terbaik dari yang terbaik yang sudah Allah kirimkan untuk aku. Terimakasih telah hadir di kehidupanku dan Maaf dulu aku pernah menyia-nyiakan wanita sebaik kamu." Tutur Arthur seraya mencium kening Zeline.
Zeline berhampur ke dalam pelukan Arthur dengan senang hati Arthur membalas pelukan Zeline.
" Mas maafiin aku ya belum bisa jadi istri yang sesungguhnya buat kamu." kata Zeline di sela-sela dekapan Arthur.
Arthur tersenyum ia tau apa yang di maksud oleh Zeline.
" Aku akan nunggu sampai kamu benar-benar siap dan yakin." kata Arthur sambil mengelus pungung Zeline begitu lembut.
Zeline dan Arthur tersenyum mereka berdua pun segera keluar dari dalam apartement saat Frans memberitahu bahwa dirinya sudah berada di bawah lobby apartement.
|| 🌷 Like dan Vote terimakasih 🌷||
Biar author semangat buat up nya ehehe ☺☺
Semangat ya.