NovelToon NovelToon
Jaka Srenggi

Jaka Srenggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Iblis
Popularitas:604
Nilai: 5
Nama Author: MartimbulSiregar

kematian membuat dia hancur, namun kematian orang yang disayang juga yang membuat dirinya bangkit.

Berjuang dan bertarung menjadi jalan hidupnya yang baru, jalan hidup menuju keabadian. Anak polos yang menjadi harapan bagi semua manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartimbulSiregar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Pagi hari di kota Bangau, Jaka Srenggi yang dari pagi sudah bangun pagi sudah menyusun rencana untuk kembali mengawasi rumah juragan Husin, dia ingin tahu siapa saja pengawal juragan kaya itu.

"Aku keluar ya bibi!' kata Kak Srenggi saat merasa hari sudah mulai meninggi.

"Kau mau kemana??" tanya bibi nya dengan wajah cemas.

"Mau ke pelabuhan bibi, siapa tahu aku masih bisa bekerja di sana, atau paling tidak bertemu dengan kawan lama," jawab Jaka Srenggi beralasan.

"Ke pelabuhan? Baik kalau kau memang ingin bekerja, tapi kau harus berhati-hati ya, keadaan kota ini tak lagi seperti dua tahun yang lalu," kata perempuan itu.

"Tak seperti keadaan dua tahun yang lalu? Apa maksudnya bi??" tanya Jaka Srenggi yang tak paham.

"Kau cari tahu sendiri lah Jaka Srenggi, ingat jangan cari masalah," kata bibinya mengingatkan.

"Iya Bi, Jaka bukan orang yang suka mencari masalah, percayalah masalah yang selalu mendatangi Jaka," ucap Jaka Srenggi dan berjalan meninggalkan rumah bibinya.

"Tunggu, pakai caping bambu ini," kata bibinya dan memberikan topi lebar dari anyaman bambu.

Jaka Srenggi dengan senang hati menerima caping bambu pemberian bibinya itu, dengan ini dia merasa tak akan banyak orang yang mengenalnya, Jaka tahu meskipun bisa di hitung jari, pasti masih ada yang mengenal diri nya.

Jaka Srenggi berjalan ringan menuju sebuah warung di pinggiran pelabuhan.

Jaka memandang jauh, dan terbayang masa masa nya sewaktu jadi kuli panggul di pelabuhan.

"Tak ada yang berubah sedikit pun," gumam Jaka dan masuk ke dalam warung.

Jaka Srenggi melihat banyak orang orang yang berpakaian hitam, seperti sekumpulan prajurit atau anak buah. Tapi Jaka tak memperdulikan keberadaan orang orang itu.

"Hahahah, apa kalian lihat? Tak ada hujan atau badai, tapi orang itu malah memakai caping lebar. Sungguh bodoh," ejek salah satu dari orang yang berpakaian hitam itu.

"Hahahah, kau benar! Seperti nya dia pendatang, segera minta pajak," perintah seseorang yang berikat kepala merah, dan dia ketua dari kelompok itu.

Salah satu berdiri dan duduk tepat di depan Jaka Srenggi

"Kau orang baru ya di sini??"

"Tidak, aku tinggal di kota ini. Malah aku pernah jadi kuli panggul di pelabuhan ini"," jawab Jaka Srenggi jujur.

"Tapi kenapa kami tak pernah melihat keberadaan mu??" tanya orang itu lebih lanjut.

"aku biasa keluar masuk kota ini, kalian saja yang tak pernah melihat aku," jawab Jaka Srenggi sedikit cuek.

"Meskipun begitu, berikan pajak mu!" pinta orang itu.

"Pajak? Sejak kapan kota ini menyuruh kalian meminta pajak seperti memaksa??" tanya Jaka Srenggi tak suka.

"Berikan saja anak muda, jangan cari masalah," ucap pemilik kedai dan menaruh minuman Jaka Srenggi.

"Aku tak akan memberikan apa pun," kata Jaka Srenggi menolak.

"Kau??" tunjuk orang itu.

"Kau berani pada kami? Apa kau sadar berhadapan dengan siapa? Kami anak buah topeng hitam!" ucap lelaki itu dengan suara yang sangat keras.

Ucapan keras itu membuat kawan-kawannya bergerak mendatangi nya, mereka berdiri tepat di depan Jaka Srenggi.

Lain dengan Jaka Srenggi, tubuhnya bergetar saat orang itu menyebutkan nama topeng hitam, emosi nya langsung naik. Dia teringat akan gurunya yang tewas di tangan orang suruhan topeng hitam.

"Kalian anak buah topeng hitam??" tanya Jaka Srenggi dan membuka caping bambunya.

Sorot mata Jaka Srenggi yang tajam membuat orang orang itu bergidik, mereka melihat Jaka Srenggi masih muda tapi sorot mata nya penuh dengan dendam dan kekejaman.

"Iya, kenapa? Apa kau tetap tak memberi pajak??" teriak satu suara.

Ketua kelompok itu yang berikat kepala merah berdiri dan dia yang menjawab pertanyaan Jaka Srenggi.

"Huhhh, jangan harap mendapatkan sepeser uang pun dari aku! kata Jaka Srenggi dengan menekan suaranya, suara yang sudah semakin emosi.

"Hahahah, kau sungguh berani bocah! Sadari dirimu siapa?'

Jaka Srenggi berdiri, dia mengeluarkan tenaga dalam nya, dia bergerak cepat dan menyerang orang orang di depan nya. mereka kaget dengan serangan Jaka Srenggi.

"Jari api!'

Jaka Srenggi mengeluarkan jurus pertama dari jurus tangan api yang dia kuasai.

"Jari menghujam bumi!'

Jari tangan Jaka yang sudah seperti besi menghantam bagaikan senjata ke arah tubuh anak buah topeng hitam.

Aaaaaaa!

Jeritan kerasa terdengar dan itu jeritan terakhir sebelum mereka tewas.

"Bagaimana bisa??"

Jaka Srenggi kaget dengan serangan yang baru saja dia keluarkan, dia tak menyangka jika efek serangannya akan membuat orang-orang itu tewas.

Namun itu wajar karena selain Jaka sudah di tingkat pendekar raja langit, meskipun begitu Jaka Srenggi juga belum mampu mengontrol tenaga dalam nya dengan baik.

"Apa-apaan??" Kata lelaki berikat kepala merah kaget dengan serangan cepat Jaka Srenggi

"Kau laporkan pada ketua," katanya memberikan perintah pada salah satu anak bua nya.

setelah itu dia menatap Jaka Srenggi dengan tatapan mata penuh selidik.

"Siapa kau anak muda??" tanya orang itu, dia bernama Gandis.

"Kenapa? Apa kau takut padaku??" tanya Jaka Srenggi yang jumawa karena merasa sangat hebat mampu membunuh dalam satu serangan.

"Hahahah, kau terlalu sombong anak muda, aku pastikan kau tak selamat keluar dari kota ini!'

Jaka Srenggi tak tahu jika lelaki itu sedang mengulur waktu untuk menunggu bantuan, bantuan besar dari pemimpin mereka di kota Bangau.

"Serang dia!" perintah Gandis pada anak buah nya yang lain.

Tiga orang anak buah nya yang tersisa menyerang Jaka dengan golok, tapi gerakan mereka sangat lambat di mata Jaka.

"Jari menghantam langit!'

Jaka Srenggi mengeluarkan jurus kedua dari jari api.

Tuk ... Tuk ... Tuk ...

Jari Jaka Srenggi yang menghantam titik vital dari ketiga penyerang nya begitu telak, dan lagi-lagi hanya dengan satu serangan Jaka Srenggi sudah mampu membuat ketiga penyerangnya tewas tak bernyawa.

Wajah Gandis pucat pasi, dia menjadi takut.

"Kenapa bantuan lama? Kalau begini aku bisa tewas" gumam Gandis dalam hatinya.

Jaka Srenggi tak tahu jika dalam warung itu masih ada orang lain yang memperhatikan Jaka Srenggi dari tadi. wajah nya sangat kaget saat Jaka memainkan jurus tangan api.

"Siapa dia? Bagaimana bisa dia menguasai jurus tangan api milik Bargola??" desis lelaki itu

Dia merasa penasaran dan memilih bertahan di warung itu menunggu pertarungan Jaka Srenggi berikut selanjutnya.

Sretttttttt!!

Gandis meloloskan golok yang pinggangnya berniat menyerang Jaka Srenggi

"Hiattt!!"

Gandis berteriak dan menyerang dengan seluruh tenaga dalam yang di milikinya.

Wuuutttt!!

Golok itu lewat tipis di samping Jaka Srenggi.

"Tapak suci!'

Jaka Srenggi mengeluarkan jurus tapak api.

Plakkkkkk!!

Pipi dari Gandis langsung pecah berantakan, giginya rontok dan itu sudah cukup membuatnya kembali alam baka.

"Tapak api???" kembali orang dalam warung itu berdesis.

"DIA ADA DALAM WARUNG ITU! BUNUH DIA!'

Teriakan keras terdengar dari luar warung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!