NovelToon NovelToon
Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Never Gone (Hasrat Dan Obsesi)

Status: tamat
Genre:Contest / Mafia / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Aylis

Kehidupan mewah dan sempurna yang selalu membuat semua orang iri pada gadis cantik bernama lengkap Ainsley Setya Belen namun itu semua bagaikan cangkang emas tak berisi saat kesempurnaan yang di lihat hanya menyimpan air mata di balik nya.

"Sean, cukup...
Sakit..." tangis nya memohon pada pria yang sedang menghukum nya.

"Sudah ku katakan, bukan? Aku tak suka di langgar! Kau tak mematuhi ku dan harus di hukum!" jawab Sean dengan amarah pada gadis nya.

Pria dengan nama lengkap Sean Justin Xavier yang merupakan pewaris dari perusahaan ternama namun menyimpan sisi gelap yang tak semua tau.

Memberi seluruh cinta dan hati nya pada pria yang juga mencintai nya namun memiliki sifat posesif yang di luar batas membuat nya bagaikan berjalan diatas es yang tipis.

Saat gadis itu berhati-hati dalam langkah nya tanpa sengaja ia menarik benang lain yang membuat hidup nya menjadi lebih menyakitkan.

Menarik perhatian pria Mafia berdarah dingin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aylis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mr. Ghost

3 Hari kemudian.

Universitas.

Gadis cantik itu terlihat begitu serius dalam pelajaran serta memperhatikan setiap penjelasan yang di berikan oleh dosen nya.

Setelah kuliah selesai Ainsley pun bersiap membereskan buku-buku nya dan bersiap untuk pergi latihan piano.

"Ainsley! Nanti bisa bantuin kami tidak?" tanya beberapa sekumpulan gadis yang masih teman satu jurusan dan kelas Ainsley.

"Buat apa? Jangan mau Ains!" ucap Vindi karna ia tau sekumpulan gadis itu tak menyukai teman nya.

Manda dan teman-teman nya yang lain memang merasa begitu kesal dan iri dengan gadis itu. Mengalahkan nya dalam bidang akademik dan seni tentu nya membuat nya semakin iri.

Tak hanya itu, Ainsley yang juga memiliki kekasih dari pewaris perusahaan ternama serta dosen baru yang ia incar juga terlihat tertarik dengan gadis polos itu membuat rasa dengki dan iri nya semakin menjadi.

"Aku tak bisa, sedang ada latihan hari ini..." tolak Ainsley dengan perlahan karna ia memang tak begitu tau bagaimana cara nya menolak seseorang.

"Udah! Ains! Kita pergi aja!" ucap Vindi yang ingin segera ingin menarik tangan teman nya.

Namun tak lama kemudian ponsel nya berdering ketika kekasih nya menelpon. Vindi pun segera mengangkat nya dan mendengar apa yang kekasih nya katakan.

"Ainsley…

Ayo!" ucap nya lagi karna ia tau jika pacar nya akan segera mengajak nya pergi.

Manda pun mendengus kesal melihat rencana nya gagal padahal hari ini dosen yang ia inginkan akan memberi materi pembelajaran.

Setelah berjalan di koridor dan menjauh dari Manda dan teman-teman nya, Vindi pun melepaskan tangan Ainsley.

"Ainsley, aku pergi dulu yah...

Jangan dekat-dekat sama Manda! Bye! Bye!" ucap Vindi yang segera pergi untuk menghampiri kekasih nya.

"Oh iya! Nanti jangan lupa absen nama ku yah!" ucap Vindi dengan sedikit berteriak pada Ainsley.

Gadis itu hanya tertawa melihat teman nya yang bergegas pergi dan akan bolos kelas selanjut nya.

"Jadi kangen sama Sean...

Nanti telpon Sean abis latihan lah..." gumam Ainsley sembari menuju ke ruang latihannya.

Sean sendiri kemarin malam pergi lagi karna urusan perusahaan nya, ia harus benar-benar berkompetisi dengan kakak-kakak nya guna mempertahankan posisi pewaris nya dan mencari tau kematian ibu nya.

Karna pria tampan itu sangat yakin jika ibu nya tak bunuh diri melainkan di bunuh oleh seseorang.

Ainsley yang setelah latihan pun langsung memeriksa ponsel nya.

"Yah...

Low bat..." ucap nya lirih saat melihat daya ponsel nya sudah habis padahal ia hendak menghubungi kekasih nya.

Ia pun menghela nafas nya dan menutup ponsel nya, gadis itu pun melihat arloji nya yang menunjukkan sebentar lagi akan mulai kelas lain nya.

Langkah nya terhenti sebelum ia sempat ke kelas nya.

"Ada apa?" tanya Ainsley saat melihat Manda mendekati nya.

"Ainsley? Bisa bantuan kami cari anting yang hilang tidak?" tanya Manda dengan wajah yang melas berpura agar gadis itu kasihan.

"Anting? Tapi sebentar lagi sudah mau masuk, cari nya setelah kelas selesai saja yah?" tanya Ainsley sembari menolak halus permintaan gadis di depan nya.

"Tapi harus sekarang! Bantu yah...

Itu di belikan Mamah aku dulu, aku dengar kau pandai mencari barang yang hilang..." ucap Manda memohon lagi.

"Dengar dari siapa? Barang ku yang hilang saja aku tidak pernah ketemu lagi..." tanya Ainsley dengan polos karna ia tak tau maksud tersembunyi gadis di depan nya.

Manda mulai merasa jengkel karna keluguan teman sekelas nya, walaupun terlihat polos tapi ada masa nya juga gadis itu sulit di bodohi dengan alasan jika kurang tepat.

"Aku denger dari Vindi! Ayo..." ucap nya lagi sembari mulai menarik tangan gadis itu dan membawa nya ke ruang ekstrakulikuler yang sudah tak terpakai.

Ruangan komunitas itu berada di sudut kampus di lorong terakhir dan sudah lama tidak terpakai lagi karna anggota komunitas nya yang perlahan tak ada lagi peminat nya.

"Kenapa anting mu bisa hilang disini?" tanya Ainsley sembari berjalan masuk.

"Cari yah! Sampai ketemu!" ucap Manda terkekeh dan langsung menutup pintu ruangan tersebut dan mengunci nya dari luar.

"Manda? Buka Man!" ucap Ainsley yang langsung terbelalak ketika ia di kunci di dalam ruangan tersebut.

Brak! Brak!

Gadis itu berusaha menggedor pintu dengan sekuat tenaga ia sangat takut jika hari ini di hitung tak hadir dan mendapat pengurangan lagi dari dosen baru yang membuat nya datang ke club malam tersebut.

Manda hanya tertawa senang, ia sengaja mengunci Ainsley karna tau hari ini dosen yang ia inginkan akan datang masuk memberi materi.

Ia merasa dosen impian nya tak akan memandang nya jika gadis kelinci polos itu masuk ke kelas seperti biasa.

Ainsley terdiam ia tau Manda dan teman-teman sudah meninggalkan nya, gadis itu pun duduk di lantai dengan menyandarkan diri nya ke dinding. Ia ingin menelpon seseorang namun ponsel nya yang habis daya membuat nya tak bisa menghubungi siapapun.

Ruangan berdebu dengan lantai yang juga berdebu dan sudah hampir sama seperti gudang tak terpakai.

Brak!

Gadis itu pun terkejut setengah mati saat ia mendengar suara benda terjatuh padahal tak ada angin sama sekali dan ia juga hanya sendiri.

Apa ruangan ini berhantu karna sudah lama tak di huni?

Ainsley pun mulai merinding padahal ia awal nya masih baik-baik saja dan tak takut sama sekali sebelum nya.

Hingga mata nya melihat ke arah bayangan pria dewasa dari sudut lain ruang komunitas yang cukup besar tersebut.

Bayangan yang semakin mendekat dan hampir menunjukkan wujud nya membuat nya memejam dengan erat dan menyatukan kedua tangan nya seperti memohon.

"Tuan Hantu ampuni aku...

Tadi tidak sengaja buat keributan nya...

Tidur lagi yah...

Jangan makan aku, daging ku tidak enak Mamah sering suruh aku diet sama minuman Herbal pahit..." ucap nya memohon dengan sungguh-sungguh sembari memejamkan mata nya.

Bayangan yang merupakan pria asli atau manusia itu pun yang berada di depan gadis itu bingung, namun beberapa detik kedepan ia sudah mengetahui situasi nya.

Ia menyentuh kening gadis yang ketakutan itu dengan telunjuk nya dan membuat Ainsley semakin terkejut.

"Ampun Tuan Hantu jangan makan aku...

Daging ku pahit sama kayak minuman Herbal yang di kasih Mamah..." ucap gadis itu lagi dengan memohon semakin sungguh-sungguh karna benar-benar merasa takut.

Ainsley merasa hanya ia yang sendirian terkunci di dalam ruangan tersebut.

Pria yang biasa nya selalu memandang dengan dingin dan sangat jarang menunjukkan ekspresi itu bisa tertawa melihat tingkah gadis yang bersimpuh di depan nya.

Ia pun berjongkok di depan gadis itu dan menyentuh tangan yang sedang memohon tersebut.

"Aku bukan hantu tapi manusia..." ucap nya sembari menggenggam tangan gadis itu.

Ainsley pun membuka perlahan mata nya dan melihat pria yang ia kenali.

"Pak dosen?" ucap nya lirih.

"Aku tak tau kau ternyata selucu ini..." ucap Richard sembari tersenyum simpul menatap gadis di depan nya.

Ia bisa berada di ruangan tersebut karna sedang menelpon rahasia tentang pekerjaan ilegal nya membuat diri nya mencari tempat sunyi tanpa tau jika gadis yang membuat nya tertarik mengalami penindasan dan di kunci di ruangan tersebut.

Awal nya ia ingin menelpon bawahan nya atau mendobrak langsung pintu tersebut, namun saat tau ia terjebak bersama kelinci polos menggemaskan itu membuat nya mengurungkan niat nya.

"Kenapa pak dosen bisa di sini juga? Nyari anting yang hilang?" tanya Ainsley dengan mata polos nya menatap pria di depan nya.

"Aku? Mencari sesuatu berkilau..." ucap nya dengan senyuman simpul sembari menahan dan memalangkan tangan nya ke samping tubuh gadis itu agar tak bisa pergi.

Ainsley bingung dengan maksud ucapan dosen baru nya.

"Maksud nya, pak?" tanya nya lagi dengan tatapan yang memang tak mengetahui apapun.

"Menurut mu?" jawab Richard tersenyum simpul sembari menyentuh dagu halus gadis itu yang ingin ia terkam di tempat yang sangat memungkinkan itu.

1
ZrLee Darman
maaf aku cma kasi Bintang dua...kr aku ga' terima Ricard metong 😭
Bahreil Ajah
zaaaaa
Bunny
bagus sii, smpe bikin nangis Bombay apalagi pas part Rhicard relain jantungnya🥲 cinta dia ke istri lebih besar dari anak kandungnya sendiri. awalnya aku ga rela kalau bakalan sama Rhicard eh pas part akhir ternyata impas. dapet semua🥰 很好!
Dian Novita
😭😭😭😭😭... banyak novel ku bc cm ini yg buat aku nangiss... 😭😭😭
Shifa Burhan
perbedaan pelakor dan pebinor

*pelakor triknya kebaca dan terang2an dan menampakkan sifat aslinya yang murahan, dia akan memanfaatkan kecantikan dan tubuhnya, merayu suami orang,

*pebinor ini yang susah trik sangat licik dan halus mereka akan mendekati secara perlahan dan coba mendapatkan simpati istri dan perlahan membuat salah paham dan membuat rumah tangga orang hancur secara perlahan, dan setelah dapat celah dia akan datang sebagai pahlawan, dan secara perlahan dia akan merebut simpati istri orang, cara pebinor sangat licik sehingga susah di antisipasi karena kebanyakan wanita jablay malah akan kebaperan dengan sosok ini

contohnya sean adalah biang dari kematian richard dia perlahan mendekati istri richard dan membuat richard salah paham dan terbawa emosi sehingga richard melakukan kesalahan karena salah paham dan cemburu dan karena istrinya terus membela sean, dan akhirnya terjadilah tragedi yang membuat richard berkorban untuk istri dan anak bisa tetap bisa bersatu dan setelah sean kembali melancarkan aksinya dia perlahan mendekati dan akhirnya misinya berhasil merebut istri orang
sekian
Yaayaaa🌸
Kecewa
Yaayaaa🌸
Buruk
Yaayaaa🌸
sukaaakkk🤗😍
°☆Rensayoranabel☆°
semuanya sama sama sakit, yang lebih sakit itu readernya/Frown/
Mariam R RIa
hadir
Devi Azhara
LBH baik milih Richard dr PD Sean.
Devi Azhara
punya mama kayak gitu lebih baik jadi anak yatim piatu.
Deni Mahrani
wow
Cinta Rodriques
yg cocokx diluar ne nama dan ceritax....thour ...g cocok diindo.
Mom Three F
kapan berakhirnya pikiran ashley
Mom Three F
dari awal cerita,lebiu condong ke richard...kenapa ya?mungkin krn macho, visi misinya jelas,,, suka karakter yg setrong pokokny
Mom Three F
bagus banget...
Dam Dyy
jngn jadikan sean sad boy
Dam Dyy
gitu gitu aja terus sembuh kambuh lagi sembuh kambuh lagi🤣
Dam Dyy
bisa gk thor toko mafia ny dgnti soal ny kek bnci prasaan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!