NovelToon NovelToon
Istri Hasil Perjodohan

Istri Hasil Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:231.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: To Raja

Aris yang menikahi Sania harus menerima kenyataan bahwa Sania adalah perempuan keras kepala yang susah di atur.
Karena keras kepala Sania, akhirnya rumah tangga mereka jadi berantakan.
Sania hamil tanpa diketahui siapa yang menghamilinya. Hal itu membuat Sania merasa kotor di depan semua orang, termasuk suaminya, hingga Aris yang tulus mencintai Sania harus berjuang keras menyakinkan istrinya bahwa ia menerima Sania dengan keadaan apapun.

Tapi bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Aris berhasil meyakinkan istrinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Adel pulang ke rumah dengan pakaian yang telah dicoret-coret menggunakan pilox.

"Ayah, Ibu!!!" Serunya dengan wajah sumringah seraya membawa sebuah surat di tangannya.

"Sayang, jangan teriak-teriak." Veronica adalah yang pertama mengingatkan putrinya itu seraya berjalan menghampiri Adel yang sudah menutup mulutnya dan mengendap-endap mendekati keempat orang yang sedang duduk di sofa.

"Sayang mengapa bajumu dicoret-coret seperti itu?" Agus mengerutkan keningnya ketika melihat pakaian putrinya yang begitu sembrono.

"Ayah, lihat ini." Ucap Adel memberikan surat yang sedari tadi ia tenteng.

"Surat apa ini sayang? Apakah kau mendapat peringatan dari sekolah karena ulahmu mencoret coret seragam seperti itu?" Kritik Agus seraya membaca surat yang diberikan Adel. ..

"Ohhh, Ayah! Baca dulu suratnya! Baca dengan lantang, biar semua orang mendengarnya" kata Adel.

"Lulus." Ucap Agus membaca kata yang dicetak tebal pada tengah-tengah kertas itu.

"Ya kan!? Aku sudah lulus SMA!" Serunya lagi dengan perasaan bahagia.

"Haha,, selamat sayang."

"Anak Ibu sangat pandai."

"Pantas saja selama beberapa hari ini kau rajin belajar dan minta banyak uang tanpa alasan yang jelas pada Ayah."

"Hadiah apa yang kamu inginkan sayang?"

Semua orang memuji Adel membuat gadis itu menjadi besar kepala. "Tentu saja, Adel adalah anak yang sangat berbakat. Tapi Adel tidak mau apapun. Adel hanya mau melanjutkan sekolah Adel supaya cepat lulus dan menikah dengan pria tampan yang dijanjikan oleh ibu!" Ucapnya dengan wajah cerahnya.

"Hahaha...." Semua orang tertawa dengan tingkah lucu Adel.

"Ternyata kau memang pintar memikirkan lelaki tampan!" Ucap Agus menjitak pelan kepala putrinya.

"Ayah! Aku hanya ingin punya suami tampan seperti suami Kak Sania. Tapi ngomong-ngomong, Kak Sania masih menjaga Kak Aris ya?" Tanya Adel ketika menyadari kakaknya memang tidak ada.

"Iya, dia sedang membersihkan tubuh suaminya. Sebaiknya kau juga pergi mandi dan cuci seragamku. Ayah mau itu kembali putih seperti semula!"

"Ayah,, ini adalah pakaian kenang-kenangan. Harus di pajang dengan cantik nanti. Aku tidak mau mencucinya!" Ucap Adel lalu berjalan menuju kamarnya.

Belum setengah tangga yang ia naiki ketika seorang gadis yang terlihat sangat sopan memasuki rumahnya.

Adel segera menghentikan langkahnya ketika mendengar ayah dan ibunya menyambut orang itu.

'Siapa wanita itu?' Gumamnya memperhatikan Sanya. 'Kenapa pula ia datang membawa kopor?'

Ia yang awalnya akan naik ke atas kamarnya, kini mengurungkan niatnya dan berjalan kembali menghampiri setiap orang yang menyambut gadis sopan itu.

"Oh Sanya, ini kenalkan Adel anak saya." Ucap Agus pada Sanya. "Adel kemari dan berkenalan dengan teman Kakak kamu."

"Halo Kak." Ucap Adel dengan sopan.

"Hai Adel. Selamat atas kelulusannya ya." Ucap Sanya dengan suara lembutnya.

'Ya ampun, dia temannya Kak Sania, sangat sopan dan lembut.' Gumam Adel tersenyum.

"Dia akan merawat Aris dari sekarang. Dulu dia adalah teman Aris di SMA." Ucap Marita dengan bangga pada Sanya.

"Ohh, dia temannya Kak Aris." Adel segera merasa tidak yakin, tapi ia tetap menyembunyikan perasaannya.

"Ya, dulu kami sangat dekat, kami pun satu kelas dan duduk sebangku juga." Ucap Sanya.

"Wah,, bagus dong. Jadi Kak Sanya udah mengenal Kak Aris dengan baik. Semoga Kak Sanya bisa membuat Kak Aris cepat sembuh. Biar Kak Sania gak sedih melulu." Ucap Adel dengan lantang seraya tersenyum.

Sanya tampak kebingungan.

"Kak Sanya belum tahu ya kalau Kak Aris udah jadi suami Kakak aku, mereka bahkan sebentar lagi punya ank." Adel menambahkan.

Sanya tersenyum kikuk, tapi ia tetap memperlihatkan raut bahagianya "Kalau begitu aku harus memberi mereka selamat."

"Ya, dan jangan lupa untuk tidak menganggu hubungan mereka!" Tegas Adel lagi.

"Adel!" Veronika segera mencubit pinggang Adel.

"Aduh Bu! Sakit!" Jerit Adel seraya mengusap bekas cubitan ibunya.

"Maaf ya Nak Sanya, dia masih SMA jadi masih belum banyak belajar menghargai orang lain." Ucap Veronika penuh penyesalan.

"Tidak apa Tante," ucap Sanya dengan senyum hangatnya.

"Sayang, sekarang kamu naik ke kamar dan ganti bajumu cepat." Veronika.

"Baik Bu." Ucap Adel dengan pasrah seraya berjalan ke atas kamarnya.

"Nak Sanya, saya akan menunjukkan kamar untuk Nak Sanya." Ucap Veronika lalu berjalan bersama Sanya ke kamar di samping kamar lama Aris.

"Maaf ya Nak Sanya, kamar ini mungkin tidak senyaman yang kamu harapkan." Ucap Veronika ketika mereka sudah ada dalam kamar.

"Tidak Tante, justru ini sudah sangat nyaman. Terima kasih banyak Tante." Ucap Sanya.

"Ya sudah, kau boleh istirahat dulu,"

"Tidak Tante, aku akan langsung melihat kondisi Aris."

"Apakah tidak masalah? Kau tidak merasa lelah?" Ucap Veronika dengan cemas.

"Sama sekali tidak Tante," ucap Sanya lalu kedua wanita itu keluar dari kamar menuju ke lantai dua dimana Aris dibaringkan.

Di depan pintu sudah ada Marita yang sedang menunggu Sania.

"Tante."

"Sanya, apa kau tidak lelah? Mengapa tidak istirahat lebih dulu?" Tanya Marita.

"Saya tidak masalah kok Tante, saya ingin melihat Aris, apa lagi sudah lama saya tidak bertemu dengannya."

"Ya sudah, tapi sekarang kita tunggu Sania dulu. Dia sedang membersihkan tubuh Aris." Ucap Marita.

Ketiga orang itu menunggu di depan pintu kamar dimana Aris di rawat sampai akhirnya Sania keluar.

"Sayang, apa kau lelah?" Segera Veronika bertanya saat melihat cucuran keringat di kening anaknya.

"Sania tersenyum bahagia "Tidak Bu, aku senang melakukannya untuk Mas Aris."

"Baik sayang, tapi lain kali mohon biarkan perawat membantumu ya, apa lagi kau sedang hamil seperti ini." Ucap Veronika menyeka keringat Sania.

"Tidak Bu, ini sudah tugasku sebagai seorang istri." Lagi tambah Sania sebelum berpaling melihat Sanya.

"Sayang, ini perkenalkan Sanya. Dia adalah dokter yang akan ikut merawat Aris." Ucap Marita memperkenalkan Sanya.

"Halo, saya Sanya." Ucap Sanya tersenyum tulus sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

Sania dengan lembut menerima jabat tangan Sanya. "Halo dokter Sanya. Kenalkan saya Sania, istri Mas Aris." Kata Sania "Apa Dokter mau periksa suami saya sekarang?"

"Ya, saya rasa lebih cepat lebih baik." Ucap Sanya.

"Baik Dokter, ayo silahkan masuk." Ucap Sania lalu keempat wanita itu memasuki kamar Aris.

"Sayang, wajahmu terlihat pucat, bagaimana kalau kau istirahat saja." Ucap Marita ketika memperhatikan wajah Sania yang sedikit pucat.

"Marita benar Sayang, sebaiknya kau istirahat dulu." Veronika menambahkan.

"Tidak Bu, aku masih kuat." Ucap Sania.

"Tidak Sayang, kau tidak boleh kelelahan, ingat ada anak kalian di kandunganmu sayang."

Secara refleks Sania menyentuh perutnya lalu mengangguk pada Veronika." Aku akan ke kamar sebentar." Ucap Sania lalu berjalan ke luar dibantu Veronika dan Marita..

Sementara Sanya tinggal di ruangan Aris dan mengamati pria yang terbaring lemah di atas tempat tidur.

"Hei, aku di sini. Apa kau ingat aku? Teman lamamu di SMA. Aku sangat senang bisa berjumpa lagi denganmu, tapi sayangnya, pertemuan kita benar-benar tidak tepat.

Aku selalu berharap akan bertemu denganmu dalam kondisi baik-baik saja dan kita bisa kembali seperti dulu.

Sayangnya sekarang kau malah membuatku sedih dengan keadaanmu ini, apa lagi sekarang aku harus tahu kalau kau ternyata sudah menikah."

1
Dwi apri
beneran atau prank nih
Tiwik Firdaus
cerifanya berbelit2 ngak ada jnungnya
Agnes Orindo
sukaaa
Dyah Oktina
aduh... typo nama nya .... kadang membuatku yg baca bingung... sbetulnya namanya ibu nya aris itu karina atau marita??? 2 episod begitu
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
wah perjodohan
semangat terus berkarya 👍
Momo R
mungkin itulah balasanya durhaka sama suami😂
Rostanti Arahman
heeee
Elen Situmorang
aku mampir
M m
bagus tapi endingnya ngegantung
asal usul 2 keluarga yang tengyata memiliki kekuasaan belum dijelaskan
nasib Dokter Sanya juga gaada kelanjutannya
Yani Inaya Emerald Msi
aq dah klik favorit bang😄
Yani Inaya Emerald Msi
baru mulai baca, lanjutt thor
Maya Zaidan Zikco
aku mampir
Miadi
Good job, Adel
Miadi
Calon pelakor kedua yg harus dihempaskan
Miadi
Sanya, Sania, lama2 ketuker thor 🤭
Miadi
ganjen 😒
Miadi
Adel menjijikkan
Miadi
Orang kebakaran ni malahan asik MP 😅
Miadi
Gengsi digedein 😑
Miadi
Laki2 ky gitu 1 dari 1000
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!