Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.
Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.
Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.
Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?
Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?
Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?
Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ciuman Daisy
"SEKARANG!" perintah Erivo.
Dalam dua detik, empat orang langsung menyambar Daniel. Pistolnya dirampas. Tangannya diikat dengan rantai besi.
"LEPASKAN AKU!" raung Daniel.
Victor dan Levin mencoba untuk kabur. Tapi dengan cepat enam anggota Tiger White menghalangi mereka dan mengikat kedua tangan mereka dengan rantai.
"LEPASKAN!" teriak Levin. Meronta.
Eleanor dibawa secara paksa oleh dua orang anak buah Nicholas. Bersama dengan anggota keluarga Reinhard yang lainnya.
"Putraku.... suamiku..... menantuku...." ucap wanita paruh baya itu sambil menangis, lalu dibawa pergi.
Chloe melangkah pelan ke arah Levin. Saudara tirinya itu.
DUG
Tek.... Tek....
Suara heels Chloe menggema di ballroom yang hening. Hanya terdengar rintihan Livia dan rantai yang beradu.
Levin mendongak. Matanya merah karena amarah. "Chloe Weiss."
Chloe berhenti tepat di depannya. Jarak satu langkah.
Ia berjongkok, menyamakan tinggi. Senyumannya tipis, tapi dingin.
"Bagaimana, Kak? Apa kau sudah siap menerima semuanya?" ucap Chloe pelan.
Levin meludah ke lantai. "Cih, wanita gila."
DUG
PLAK!
Tamparan keras mendarat di pipi Levin.
Lalu Chloe mengibas-ngibaskan tangannya. "Maaf. Tanganku terpeleset."
Erivo yang masih berdiri di tempatnya hanya diam. Ia tidak menghentikan. Ini urusan Chloe.
Chloe meraih dagu Levin. Memaksanya menatap matanya.
"Lihat aku, Kak," bisik Chloe. "Ternyata kau sama saja dengan ibumu. Selalu melakukan pemberontakan demi merebut apa yang bukan milikmu."
"Kau..."
"Shhh," Chloe meletakkan jari di bibir Levin. "Jangan marah, Kak. Justru kau harusnya berterima kasih kepadaku. Karena malam ini aku ingin membawamu bertemu dengan adik kesayanganmu itu."
Levin semakin marah. Tapi ia tidak bisa melakukan apa pun karena kedua tangannya diikat dengan rantai.
"KAU.... KAU MEMANG WANITA GILA... KAU IBLIS!" raung Levin.
Chloe menggosok pelan telinganya. "Jangan berteriak. Gendang telingaku rasanya mau pecah."
Ia berdiri, dan berjalan ke arah Nicholas.
"Papa mertua, maafkan aku karena sebelumnya aku tidak menceritakan semua ini kepadamu," ucap Chloe sambil sedikit menunduk.
Nicholas menatap Chloe. Wajahnya datar. Tapi perlahan ia mengangguk. "Aku mengerti," ucap pria paruh baya itu.
Chloe tersenyum lembut. "Tugasku sudah selesai. Urusan Tuan Victor, Nyonya Livia, dan Daniel aku serahkan kepadamu, Papa mertua."
DUG
Nicholas melangkah maju. Bayangannya menutupi Victor, Livia, dan Daniel yang masih meronta di lantai.
"Bagus," ucap Nicholas dingin. "Karena mulai detik ini... mereka bukan lagi keluarga Reinhard."
Chloe tersenyum tipis. "Aku harap kali ini Papa mertua benar-benar mengambil keputusan seadil-adilnya atas apa yang sudah mereka lakukan. Bukan hanya masalah mereka ingin menjebak Erivo, tapi... juga mengenai masalah dua tahun yang lalu."
DUG
Erivo diam. Karena semakin ia memperhatikan Chloe, semakin ia melihat sosok Queen Daisy ada di dalam diri wanita itu.
Nicholas diam. Ia menatap menantunya sekilas. Ucapan Chloe barusan membuatnya bertanya-tanya dalam hati.
Karena selain keluarga Reinhard dan Queen Daisy, tidak ada orang lain yang tahu masalah besar yang terjadi di dalam keluarga besar itu dua tahun lalu.
"Kau...." Nicholas menyipitkan mata. Ia tidak melanjutkan ucapannya.
Chloe tetap tenang. Ia berjalan ke tengah ballroom. Melepas anting berlian. Melepaskan kalungnya. Lalu melepaskan cincinnya.
Erivo masih tetap diam. Ia terus memperhatikan gerak-gerik wanita itu.
"Urusanku dengan kalian sudah selesai....." ucap Chloe santai. "Saatnya aku kembalikan apa yang sebelumnya tidak berhak aku miliki."
DUG
Erivo langsung maju. "Chloe..."
Chloe mengangkat tangan. Menghentikannya.
"Pernikahan kita sepenuhnya tidak sah, Erivo...." ucap Chloe. Suaranya datar. "Jadi kau tidak ada hak untuk meminta penjelasan dariku. Urus saja tiga orang itu. Karena Levin, dia akan menjadi urusanku."
"Tidak, Chloe...." Erivo melangkah mendekat. Ia meraih tangan Chloe dan menggenggamnya erat. "Aku akan kembali menikahimu. Katakan saja konsep pernikahan apa yang kau inginkan?"
Chloe menoleh. Ia tersenyum tipis. Dengan lembut ia menarik tangannya dari tangan Erivo.
"Pernikahan harus mendapatkan restu, Erivo...." ucap Chloe pelan. "Sedangkan ibumu, jika dia tahu siapa aku, maka sampai mati pun dia tidak akan pernah merestui itu."
DUG
Mata Erivo berkaca-kaca. Sedangkan Nicholas menggeleng pelan. Ayah dan anak itu mengerti ke mana arah pembicaraan Chloe.
Hening.
Hanya suara rantai dan isakan Livia di atas lantai.
"Elsa... Bawa Levin pergi," ucap Chloe sambil menekan earpiece yang menempel di telinganya.
TEK.... TEK....
Seorang wanita dengan gaya khasnya berjalan masuk. Rambut panjangnya dibiarkan terurai. Poninya sedikit menutupi matanya. Di mulutnya terdapat permen lolipop rasa stroberi.
Jaket kulit hitam. Celana pendek sepaha. Sepatu boots.
Dia adalah Elsa.
Kaki tangan Queen Daisy. Di dunia bawah wanita itu dikenal sebagai ratu racun. Karena setiap tubuhnya memiliki racun yang mematikan. Sedikit saja ujung kukunya menyentuh luka terbuka, maka dalam hitungan detik targetnya akan kehilangan nyawa.
Victor mendongak. Matanya melebar melihat sosok wanita itu. "K-Kau..."
Elsa mengunyah permennya. KREK
"Halo Tuan Victor, sudah lama kita tidak bertemu," ucap Elsa santai. "Terakhir kita bertemu pada saat aku mencari potongan tubuh ratuku di hutan Zurich? Waktu itu kau berlari saat melihatku."
DUG
Erivo menatap Elsa. Lalu menatap Chloe. Ia sangat mengenal Elsa. Karena wanita itu kaki tangan Queen Daisy, mantan kekasihnya yang sudah meninggal karena dibunuh oleh klan mafia kalajengking merah.
Begitupun juga dengan Nicholas. Semua ketua mafia besar yang ada di dunia, tidak ada yang tidak mengenal sosok Queen Daisy dan Elsa.
DUG
Victor meronta. Wajahnya sangat pucat dan ketakutan. "LEPASKAN! LEPASKAN AKU!"
Elsa berjalan pelan. Mengelilingi Victor seperti predator.
"Tau nggak, Tuan?" bisik Elsa. Ia berjongkok di depan Victor. "Setelah kematian ratuku yang sangat tragis, aku berjanji kepada diriku sendiri. Siapa pun yang bersekutu dengan klan mafia kalajengking merah... maka aku akan menghabisinya."
Ia mengangkat tangan. Menunjukkan kuku panjangnya yang dicat hitam. Di ujungnya ada cairan bening.
"Ini namanya. Ciuman Daisy," ucap Elsa sambil tersenyum. "Satu tetes saja bisa membuatmu mati."
Victor menjerit. "JANGAN! JANGAN DEKATI AKU!"
"Apa maksudmu, Elsa?" tanya Chloe. Ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Elsa.
Elsa berdiri. Menjilat permennya. KREK
"Ratu," ucap Elsa pelan. "Satu bulan yang lalu. Saat ratu dibunuh oleh mereka, ternyata Tuan Victor juga termasuk salah satu anggota klan mafia kalajengking merah yang ikut terlibat."
DUG
Erivo mundur. Setetes air mata jatuh membasahi pipinya. Tatapannya tidak pernah lepas dari Chloe.
Nicholas tidak bisa berkata apa-apa. Ucapan Elsa membuat pria paruh baya itu terdiam seribu bahasa.
Chloe menyipitkan mata.
"Victor," lanjut Elsa. Ia menendang kaki Victor. "Dia yang memberikan peta lokasi persembunyian ratu kepada ketua klan kalajengking merah. Dia juga yang menggagalkan jadwal pengiriman senjata ke negara sebelah."
"TIDAK.... DIA BERBOHONG...." teriak Victor.
Elsa tersenyum tipis. "Bohong?! Aku bisa membuktikannya jika kau adalah salah satu anggota klan mafia kalajengking merah."
DUG
"Periksa dia," perintah Nicholas kepada anak buahnya.
Dengan sigap dua orang mendekat dan merobek baju Victor. Tapi tidak ada sedikit pun tato di tubuh pria itu.
Nicholas mengerutkan keningnya. Erivo menyeka air mata, lalu melangkah mendekat. Berdiri di samping Chloe.
Victor tertawa. "Kalian lihat kan, tidak ada tanda yang kalian cari... wanita itu berbohong."
Nicholas menatap Elsa. "Jangan membohongiku."
DUG
Elsa tidak panik. Ia malah mengunyah permennya lagi.
"Siapa bilang kalajengking merah harus mempunyai tato di luar?" ucap Elsa santai.
Elsa berjongkok lagi. Tangannya merogoh pisau kecil lipat dari saku jaket kulitnya.
---
Jangan lupa dukungannya guys 🙏 😊 🥰.
Maaf ya kemarin Author nggak up, tapi mulai hari ini sampai seterusnya author akan konsisten up nya 🙏🙏😊🥰🤗
dtggu kelanjutan ny kak ,,
😊😊😊🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
dtggu kelanjutan ny yx kak
pensiun dr petinjuu jdi mafia dy skraaang ,,
🤭🤭🤭🤭😆😆
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 gembul amat kak ,, kasihan kak jgn di kasih nasi nnti ngantuk mereka ,, 😆😆😆😆
gpp kak ,,
dtggu kelanjutan ny ,,
penasaran sypa sebenarny MR. T ini ,,
Mr Tukiman?
Mr Tukul???
atau
Mr Tuyul???
krn dy kn gx pernah muncul Dan di sebut bayangan ,,
fix ni bukan org ,,
tp tuyul ,,
makany di panggil Mr.T ,,
🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
Kali ni km bakal mati kalajengking tuaa ,,
semangat queen ,, mlm ini km pasti menang ,,
🤭🤭😂😂