NovelToon NovelToon
The Dark Side Of Love

The Dark Side Of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Contest / Romansa / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: aresss

Jasmine Elnora Brown, seorang pelukis yang menyukai hal sederhana dan tidak rumit harus menghadapi sebuah cinta unik dari seorang pria pendiam nan misterius, Edward Maleaki Lendsman. Semua berawal baik, tapi semakin jauh Jasmine melangkah dia akhirnya menyadari bahwa dia tidak hanya menghadapi satu sisi pribadi saja dalam diri Edward, tapi juga menghadapi sisi tergelap Edward yang begitu hitam. Sisi yang akan membuat dia berpikir dua kali untuk memperjuangankan Edward.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aresss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maaf

Happy Reading

****

Jasmine POV

Saat aku menjauh dari kejadian Kimberly, aku merasakan rasa bersalah. Astaga. Aku bisa saja marah, tapi bukan berarti aku mengabaikan orang yang kecelakaan. Cemburu membutakan segalanya. Benar, bukan? Aku mendengus dan segera memutar arah kudaku dan melajukannya dengan kencang menuju kejadian itu.

Saat aku mendekat, aku melihat Edward mengendong Kimberly. Aku memperlambat laju kudaku dan menatapnya. Edward menoleh ke arahku dan segera membuang muka dariku. Aku menggigit bibir bawahku dan mulai merasa khawatir. Rasa khawatir yang tidak kupahami.

Edward membantu Kimberly duduk di atas golf car dan saat Edward hendak pergi, Kimberly menahan tangannya. Edward mengatakan sesuatu yang tidak bisa kudengar. Dia tersenyum lembut seraya melepas helm milik Kimberly. Kemudian Edward menggantikan posisi pekerja yang akan mengemudi golf cart. Lalu mereka berdua pergi.

Aku menatapnya dengan sakit hati. Siapa kekasihnya di sini? Aku atau dia? Aku tau dia sedang kecelakaan, tapi bukan berarti Edward berhak melakukan hal begitu di depanku. Aku menarik napas dan membuangnya kasar. Aku melajukan kudaku melawan arah dari mereka.

"Miss Brown?" panggil Johannes dan aku menoleh padanya yang berjalan di sampingku. Golf cart yang dia pakai sebelumnya sudah dipakai oleh dua sejoli sialan tadi.

"Yah?" jawabku dengan senyum. Semarah apa pun, aku harusnya tidak melimpahkan kemarahanku kepada orang lain.

"Mr.Lendsman menyuruh saya untuk menyiapakan makan siang untuk Anda."

Jangan, Jasmine. Jangan biarkan hatimu luluh.

"Anda ingin apa untuk makan siang, Miss?"

"Tortilla sandwich, jus jeruk, dna air mineral. Aku ingin memakannya di sini. Boleh?"

"Yes, Miss..."

****

Aku duduk di depan lumbung peternakan seraya menatap hamparan padang rumput yang di sambung dengan lautan dari kejauhan. Aku memakan tortillaku dalam gigitan besar.

"Bagaimana keadaan Kimberly?" tanyaku pada Johansen yang duduk di seberangku.

"Dia baik-baik saja, Miss..."

"Dia tidak di bawa ke rumah sakit?"

"No, Miss."

Aku menelan habis tortilla itu seraya mengangguk-angguk kecil.

"Terus di mana, Edward?"

"Dia akan segera datang.."

Aku meneguk habis jus jerukku dan pada tegukan terakhir, ponselku berdering. Aku menaruh gelas kosong dan merogoh saku jaketku. Aku melihat layar ponsel dan senyumku segera merekah. Jessi.

"Hai.." sapaku hangat setelah tersambung padanya. Aku berdiri dan permisi pada Johannes

"Jasmine, aku sudah menerima lukisanmu.. Itu lumayan bagus.." aku terkekeh mendengar pujiannya yang setengah hati itu.

"Kau di mana?" aku bisa mendengar suara ombak dari seberang.

"California..." aku melihat jam di ponselku. Pukul tiga sore. Artinya di sana masih pukul tujuh pagi.

"Kau berbulan madu dengan suami, huh?"

"Begitulah..."

Jawaban apa itu.

"Jasmine...."

"Yah?"

"Jika aku meninggal, apa yang akan kau lakukan?"

"Aku akan tertawa bahagia..." ucapku dengan suara bercanda.

"Benarkah?"

Aku memutar mata, "Tentu saja tidak. Aku hanya bercanda. Mungkin aku akan menangis sama seperti ketika Kakek-Nenek meninngal..."

"Aku berharap kau tertawa bahagia jika aku meninggal suatu saat, Jasmine.."

"Apa itu permintaan atau perintah?"

"Keduanya.."

"Biasanya kau selalu menghindari topik kematian. Kenapa tiba-tiba membahasnya?"

"Berjanjilaj terlebih dahulu..." desaknya.

"Huhh... Okay. Okay..." aku malahan lebih yakin jika aku akan mati terlebih dahulu dari dia. Lihatlah gaya hidupku, saudara..

"Aku merindukanmu, Jasmine..."

Aku tertawa canggung, "Ada apa ini? Tidak seperti biasanya kau begini. Kau bertengkar dengan suamimu, huh?"

"Tidak. Tentu saja tidak. Kau tidak merindukanku? Sudah hampir tiga bulan kita tidak bertemu.."

"Biasa saja..."

"Baiklah. Baiklah. Aku hanya ingin mengucapkan itu... Apa kau masih punya uang?"

"Tentu saja..."

"Jika kau perlu uang, tak perlu sungkan meminta dariku..."

"Uhh.. Sebelum menikah, memberi satu pound pun kau tak mau."

"Sekarang aku sudah menjadi isteri konglomerat."

Hanya jika kau tahu kekasihku juga kaya, tapi sialnya ada wanita lain.

"Baiklah. Hanya itu yang ingin kukatan. Bye, Jasmine..."

"Bye.."

Dia menutup panggilan dan aku memasukkan ponselku ke dalam saku jaket. Saat aku memutar tubuhku, aku melihat Edward berdiri di samping tempat dudukku yang semula. Johannes berdiri di belakangnya dan dia segera menganggukkan kepala padaku sebelum akhirnya pergi.

Aku menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Edward berjalan ke arahku dan tatapannya tidak lepas dariku.

"Jasmine.." ucapnya setelah berdiri di depanku.

"Yah?"

"I'm sorry..." aku memutar tubuhku dan mulai berjalan kemudian Edward mengikut.

"Memangnya apa kesalahanmu?"

"Karena aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan Kim dibandingkan denganmu..."

Yah, kau benar.

"Okay..." aku mengangguk kecil, "Bagaimana keadaan, Kimberly?"

"Dia baik-baik saja..."

"Baguslah..."

"Kau masih marah?"

Aku menggeleng, "Tidak."

Edward segera berdiri di depanku. Aku mendongkak ke arahnya, "Kenapa?"

"Jika kau tidak marah, kenapa kau menjawabku begitu singkat..."

Aku memutar mataku, "Aku baik-baik saja..."

Lalu, rintik hujan perlahan turun. Aku menatap ke atas langit dan merasakan rintikan hujan mulai menetes di wajahku.

"Ayo.." Edward segera menarik tanganku dan berlari menuju lumbung peternakan. Sesampainya di sana, dia menyuruhku naik ke golf cart. Aku duduk dan dia bergabung di kursi pengemudi. Dia menjalankan golf car tersebut. Berada di sana tidak melindungi kami dari rintikan hujan dan rintikannya semakin besar.

"Kenakan topimu..." dia menarik topi jaketku kemudian menarik tubuhku semakin dekat ke arahnya agar terhindar dari hujan. Aku menatap dia duduk di ujung kursi sehingga hujan membasahi tubuhnya, tapi aku sedikit terhindar karena berada di kursi yang lebih dalam.

"Geser kemari, kau bisa kena hujan..." Aku menggeser tubuhku dan dia menatapku marah.

"Bisakah kau sekali saja jangan mendebatku, Jasmine?" dia menarik tubuhku ke arahnya dan aku akhirnya diam. Aku melipat tanganku di depan lalu melirik Edward yang basah kuyup. Aku menggigit bibir bawahku, merasa luluh dengan perbuatannya.

"Kita akan sampai. Bersabarlah..."

Aku menggigit bibir bawahku.

"Here we are..." Edward memarkirkan golf car di depan pintu samping yang memiliki atap. Aku dan dia segera turun dan berjalan masuk. Di sana sudah ada Johansen dengan dua pelayan membawa dua handuk.

"Kau kedinginan?" tanyanya dan aku mengangguk kecil. Rasa dinginnya terasa setelah keluar dari hujan. Begitu dingin dan menusuk ke tulang

"Kau harus melepaskan jaketmu..." Aku melepas jaketku yang berat karena air dibantu oleh Edward. Aku memberinya kepada pelayan dan pelayan memberiku dan Edward handuk. Aku melingkarkan handuk di tubuhku dan Edward melap rambutku dengan handuk miliknya.

"Kuharap kau tidak terkena flu.." gumam Edward seraya menggosok-gosok kepalaku dengan handuk.

"Lap tubuhmu terlebih dahulu.." ucapku protes

"Johansen, bisakah kau membawa teh herbal ke kamarku setelah ini?" Edward mengabaikan ucapanku dna tetap menggosok rambutku dengan handuk.

"Yes, sir.." jawab Johansen kemudian Edward melingkarkan tangannya di sekitarku.

"Kau butuh mandi Jasmine.."

Yah dia benar. Aku dan dia butuh mandi atau kami berdua akan terkena flu. Edward dan aku berjalan melintasi rumahnya menuju tangga. Kami menaiki anak tangga dan dia membawaku ke sayap kiri, ke arah kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya dan kami segera masuk.

Aku berdiri di tengah ruangan saat lampu akhirnya menyala. Edward melepas jaket dan kemejanya seraya berjalan menuju kamar mandi. Baiklah, aku akan menunggu dia selesai mandi. Sesaat kemudian, Edward muncul mengenakan kimono handuk.

"Kenapa kau belum melepas pakaianmu?" tanyanya.

"Aku akan mandi setelahmu..."

"Siapa bilang kita mandi secara bergantian?"

Terdengar ketukan halus di sana dan Edward berjalan ke arah pintu. Dia membawa nampan kayu berisi teko listrik, cangkir, dan dua kotak kayu kecil yang tidak kutahu apa isinya.

"Apa maksudmu tidak mandi secara bergantian? Apa ada kamar mandi lain di sini?" aku menurunkan handuk tari atas kepalaku lalu menggaruk kulit kepalaku yang gatal.

"Kita mandi bersama, Jasmine..."

What the--?!!

****

MrsFox

Akhir" aku jadi sekali tiga hari doang updatenya. Yah begitulah, kalo ngetik memang harus sesuai mood. Kadang sukak kehilangan inspirasi .-. Oh yah, aku terkejut loh liat ranking novel ini naik dari rank 150-an dan masuk 20 besar dalam sehari. Wkwkwk. Makasih banyak yah. Makasih banyak. Heheh. Padahal aku cuma dukung sampe 100-koin doang wkwkwkw. Lop yuh all. Makasih dukungan kalian semua. Terhura akuhh ;') Jangan lupa selalu dukung author

1
andrana maula
Lumayan
Dian Winati
Luar biasa
Krista Itha
huuhuu kebagian yg revisi semua 😭
Krista Itha
ada koyo ya miss di London?
Krista Itha
waah paling telat ternyata aku..udh gak kebagian 😁
Krista Itha
sampai kesini saya buat ngikutin miss
sukaaa bgt semua tulisan miss Foxxy ini
❤️❤️❤️
Sari
Luar biasa
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
sokorrr bingung kann sekarang 😂😂
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
love love love dr. lubovswky
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
thanks Dr. lubowsky untung dia mau mnjelaskan siapa Jasmine
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wahh kok Johansen jd gitu sih...ngeselin bgt
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
hilang ingatan kahh
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
wwooo kerjaan kimberly dan musuhnya lukas ini
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
kasihan Jasmine
dan kasihan juga Edward..
☠🏘⃝AⁿᵘDee³Edlwééis 🌸
mngkin kalau aku jadi Jasmine aku akan melakukan hal serupa... ngeselin bgt deh Kimberly
bunga cinta
gass
Siti Sa'diah
kkk aku baca ulang lg senyum2 bacanya
moci oci
baca novel ini aku ingat drama yg dimainkan hyun bin judulnya lupa, tpi inti ceritanya sama satu tubuh dua kepribadian
terimakasih thor cerita mu luar biasa
Anonim
aq dah deg2an ni thor...
Anonim
edward...aq padamu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!