Haii, ayuk dukung saya.
Disini saya akan menceritakan kisah cinta pertama Ayra Syifania dengan seorang cowok.
Pertemuannya dengan seseorang yang bernama Arsen.
Saat melihat wajah cantik dan lugu Ayra, membuat nya tertantang untuk mendekati gadis itu.
Tapi apakah usahanya berhasil?
Bagaimana cerita cinta mereka dimulai.
Kita coba baca yuk... 😚😚
Cerita ini hanya cerita fiktiv jika ada kesamaan tempat dan nama tokoh, itu faktor ketidaksengajaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon M.Aɪɴᴜʀ Rᴏʜᴍᴀɴ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
"Guys, kalian ke kantin dulu aja, ntar gue nyusul. Gue mau ke toilet," ucap Ayra.
"Mau gue temenin?" Jojo menawari.
"Nggak usah, sendiri aja," tolak Ayra.
"Jangan lama-lama, ntar baksonya gue habisin," ucap Darren.
"Yoohhh," ucap sambil berlari ke toilet.
Ayra masuk ke toilet dan mengunci pintu dari dalam. Tiba-tiba lampu toilet padam, Ayra pun kaget. Dia berteriak dan berusaha membuka pintu. Namun, sayangnya pintu tersebut terkunci dari luar. Lalu ada seseorang yang menyiramkan air dari atas membuat Ayra basah kuyub. Ayra terpeleset, dan kepalanya terbentur kloset cukup keras, dia pun pingsan.
Diluar toilet, tampak ada empat orang gadis yang sedang tertawa senang.
"Oke, kerja bagus. Ayo cabut, " ucap Niken menyeringai. Dia melempar ember yang digunakan untuk menyiram Ayra ke lantai. Lalu mereka pun pergi meninggalkan toilet sembari tertawa penuh kemenangan.
Beberapa menit kemudian, Arsen masuk ke toilet tidak sengaja melihat jam tangan tergeletak di lantai pintu masuk toilet wanita, dia mengenali jam tangan tersebut milik Ayra, lalu dia mengambilnya. Dia melihat air berceceran di lantai, dia penasaran, dan memutuskan untuk masuk, dia melihat salah satu pintu terhalang oleh sapu dan terdapat tulisan *RUSAK* dia mendekati pintu itu dan mendengar suara rintihan dari dalam. Dia segera membuang sapu yang menghalangi pintu dan membukanya.
Dia terkejut melihat Ayra tergeletak di lantai dengan baju basah dan kening yang berdarah. Dia segera membopong Ayra keluar dari toilet, dia sangat panik melihat keadaan Ayra saat ini, lalu dia berlari kencang membawa Ayra ke UKS.
Di kantin.
"Cebol kemana aja sih, lama bener," ucap Dave sambil menyeruput jeruk hangat.
"Tau tuh, Pempeknya udah dingin nih, " ucap Keanu.
"Perasaan gue ko nggak enak ya," Jojo mulai cemas.
"Pengen setor kali lo," ejek Darren.
"Sialan!" jojo melempar garpu kearah Darren.
"Tapi beneran, perasaan gue nggak enak banget. Udah 10 menit Ayra ke toilet nggak balik-balik loh, kita susulin yuk." ajak Jojo cemas.
"Ya udah yuk, takutnya dia tidur lagi. " ucap Dave.
Mereka beranjak dari kantin dan menyusul Ayra ke toilet. Sesampainya di toilet mereka tidak menemukan keberadaan Ayra. Mereka bingung, karena tidak ada seorang pun di dalam sana. Lalu ada murid laki-laki keluar dari toilet pria.
" Bim, lo lihat Ayra nggak?" tanya Darren.
"Tadi sih gue lihat, Ayra di gendong Arsen. Kayanya dibawa ke UKS deh, soalnya Ayra nggak sadarkan diri, terus bajunya juga basah gitu," jawab Bima.
"APAA..!!" teriak Mereka serentak.
Mereka terkejut dan langsung berlari kencang menyusul Ayra ke UKS.
Sesampai di UKS mereka melihat Arsen sedang mengobati luka Ayra. Mereka panik melihat Ayra tidak sadarkan diri dengan baju yang basah kuyub.
"Arsen, Ayra kenapa?" tanya Jojo cemas.
"Gue nggak juga nggak tahu, gue nemuin dia udah pingsan di dalam toilet," jawab Arsen.
"Kayanya ada yang ngerjain dia, soalnya pintu toiletnya dikunci dari luar," jelas Arsen.
"Sialan!!" seru mereka.
"Berani banget dia nyakitin Ayra! " seru Dave menahan Amarah.
"Kita cari orangnya sekarang!" seru Keanu marah.
"Gue mau nungguin Ayra disini," ucap Jojo.
"Lo ikut!" perintah Darren.
"Tapi Ayra..,"
"Kasih Arsen kesempatan buat pdkt," bisik Keanu.
"Oh, oke oke," Jojo pun menuruti ke tiga sahabatnya.
Mereka menuju ke ruangan kepala sekolah untuk meminta izin melihat rekaman cctv di sekitar toilet. Mereka juga menceritakan apa yang terjadi pada Ayra, membuat kepala sekolahnya pun ikut geram.
"Gue nggak suka lo kaya gini, gue lebih suka lo yang berisik dan nyebelin," gumam Arsen sambil memegang kening Ayra yang sedikit panas.
Dia duduk di samping ranjang sambil memandangi wajah pucat Ayra. Dia merapihkan rambut Ayra dan mengelus pipi Ayra. Entah mengapa dia ingin sekali menyentuh pipi Ayra saat ini.
" Kalau lagi tidur gini keliatan adem banget," ucap Arsen tersenyum.
" Manis banget, kaya gulali," Arsen mentoel-toel pipi Ayra gemas.
"Emm.. Caesar," gumam Ayra, dia mengigau memanggil nama caesar
(Deg)
Arsen berhenti menyentuh pipi Ayra, dia terkejut. Caesar mana yang Ayra maksud. Lalu Ayra tersadar, dia memegangi kepalanya yang masih terasa sakit. Saat dia hendak bangun, Arsen segera menahan tubuh Ayra, Dia menyuruh Ayra untuk kembali berbaring.
"Tadi lo ngigau, manggil nama Caesar. Dia siapa?" tanya Arsen penasaran.
"Temen spesial," jawab Ayra.
" Maksud lo, Caesar gue?" tanya Arsen.
" Hey Anak muda, di dunia ini banyak yang namanya Caesar, bukan lo doang," jelas Ayra.
"Iya juga ya, kirain Caesar gue. Padahal gue udah seneng loh," goda Arsen.
"Ngarep!" seru Ayra cuek.
Ayra celingak-celinguk mencari sesuatu. Arsen menyadari jika Ayra sedang mencari sahabatnya. Lalu Arsen menjelaskan pada Ayra jika sahabatnya sedang mencari tahu siapa orang yang menguncinya di toilet dan menyuruh Arsen untuk menjaga nya selama dia pingsan. Ayra hanya menganggukan kepalanya.
Arsen memperhatikan baju Ayra yang masih basah, dia menyuruh Ayra untuk mengganti baju dengan jaket milik nya. Seperti biasa, Ayra menolak dan Arsen memaksa. Ayra selalu kalah dengan perintah Arsen sekarang, karena Arsen pasti mengancam akan menciumnya jika Ayra menolak keinginan Arsen.
Itu telihat seperti senjata paling ampuh bagi Arsen untuk menaklukan sifat keras kepala Ayra. Kini Ayra telah mengganti bajunya dengan jaket milik Arsen. Dia duduk di tepi ranjang menunggu Arsen mengambilkan tasnya di kelas.
"Ayo gue anter pulang," ajak Arsen.
"Kan belum waktunya pulang sekolah," ucap Ayra.
"Udah gue izinin, Ayok!" ajak Arsen.
Saat Ayra hendak bangun, tubuh Ayra terhuyung ke depan karena kakinya terasa lemas dan kepalanya masih terasa pusing. Dengan sigap Arsen menangkap tubuh Ayra dengan memeluk pinggangnya. Dia melipat tas milik Ayra , memasukannya ke dalam tas miliknya dan memakainya didada. Lalu Arsen berjongkok di depan Ayra, dia menyuruh Ayra untuk naik ke punggungnya. Ayra patuh, dia memeluk leher Arsen. Arsen menggendong Ayra sampai ke parkiran dan langsung mendudukan tubuh Ayra di atas jok motor nya.
Dia makaikan helm ke kepala Ayra, dia menarik tangan Ayra untuk memeluk pinggangnya sambil tangan kirinya terus memegangi tangan Ayra.
Sebelum mengantar Ayra pulang, Arsen membawa Ayra ke rumah sakit untuk di periksa lebih lanjut. Ayra merasa Arsen sangat posesif padanya saat ini. Dia memandangi wajah Arsen dari kaca spion. Ada rasa bahagia dan nyaman di hatinya saat ini.
"Gue tahu gue ganteng," Ucap Arsen yang menyadari Ayra sedang memandangnya.
"Idih Narsis!" seru Ayra.
"Buktinya lo ngliatin gue mulu dari tadi," ucap Arsen menyeringai, membuat wajah Ayra memerah karena malu ketahuan mengintip dari kaca spion.
"Si.. Siapa yang ngeliatin lo, PD!" ucap Ayra gugup.
"Hati-hati ntar cinta," goda Arsen sambil tersenyum tipis.
"A.. Apaan sih lo, nggak jelas!" ucap Ayra kesal.
"Nggak apa-apa kok kalau beneran, nanti gue pertimbangin buat nerima cinta lo," goda Arsen tersenyum tipis.
"Apaan sih. Dasar sinting!" seru Ayra kesal dan malu.
"Udah Nggak usah berisik, pala gue pusing, mau tidur!" seru Ayra kesal. Dia mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di punggung Arsen.
Arsen hanya tersenyum geli karena telah berhasil menggoda Ayra.
Di tempat lain.
"Sialan!!" seru Dave marah.
"Kayanya ini udah direncanain mateng-mateng deh, mana mungkin tiba-tiba cctv di sekitar toilet mati, pas banget saat kejadian Ayra di kunciin," ucap Darren.
"Iya lo bener, tapi siapa yang berani ngelakuin ini ke Ayra?" tanya Dave.
"Gue bersumpah bakal bales perbuatan dia!" ucap Keanu marah.
"Gue yakin, pasti ini kerjaan Si Itik Niken!" seru Jojo.
"Jangan asal nuduh, kalau nggak ada bukti," ucap Darren.
"Gue nggak asal nuduh, gue yakin seratus persen. Akhir-akhir ini kan Ayra sama Arsen deket sedangkan dia kan tergila-gila banget sama Arsen," ucap Jojo Yakin.
" Lo bener, orang kaya dia pasti bakal ngelakuin segala macam cara buat ngedapetin apa yang dia inginkan," ucap Keanu.
" Ya udah cari buktinya dulu, baru kita bales perbuatan dia, "ucap Dave
Maaf ya upnya lama , author nya sibuk kondangan jadi baru sempet nulis 🙏🤭
Maklum ya, lagi musim kawin. 🤣
📽To be continue🎞
hai bang!