NovelToon NovelToon
The MOONSTAR

The MOONSTAR

Status: tamat
Genre:Teen / Badboy / Tamat
Popularitas:119.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Rhaze

Takdir tak akan berubah jika kau tak ingin merubahnya, berjuanglah untuk mendapatkan kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhaze, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Fay lebih memilih untuk membonceng Ren, sedangkan Ivy dan Myla mereka menggunakan mobil.

Ren menyarankan untuk ke bengkel terlebih dahulu, nanti ke arena balap mereka menaiki motor saja.

Fay memeluk erat tubuh Ren, dan menyandarkan kepalanya di punggung Ren, dia merasa nyaman, dia tak perduli bagaimana nanti tanggapan Ren, hanya saat ini dia ingin bersandar.

Dia juga bingung dengan dirinya sendiri, saat bersama Ren dirinya seperti lepas kendali, aneh memang. Padahal ada sahabat-sahabatnya yang selalu mensuportnya dalam keadaan apapun.

Apa semudah ini hatinya berbelok, apa karena rasa kecewa terhadap lelaki, maka ia merasa harus melampiaskan pada lelaki, dia tak tahu, untuk saat ini biarkan seperti ini.

Ren hanya melirik sekilas tangan Fay yang ada di perutnya, dia tau Fay tidak baik-baik saja, mungkin terjadi sesuatu yang membuat gadis itu seperti ingin melarikan diri.

Terlihat dari raut wajahnya yang seperti habis menangis, lalu tiba-tiba terlihat begitu semangat saat melihat dirinya.

Ren pun menggenggam tangan Fay yang ada di perutnya, dia mengendarai motornya dengan satu tangan.

Fay pun membalasnya dengan menggenggam tangan Ren, jadi tangan mereka saling bertumpuk, meskipun hal itu tak berlangsung lama, karena bagaimana pun Ren harus kembali mengendarai motornya dengan benar.

Mereka semua sampai di bengkel, Ren pun langsung menuju rooftop tempat para sahabatnya berkumpul, di susul oleh Fay dan kawan-kawannya.

"Oi lama banget!" seru Taksa.

"Kaya ngga tau cewek aja!" jawab Ren.

"Heh! jadi lu ngajak Fay ma temen-temennya?" seru Nuna.

Belum sempat Ren menjawab Fay dan para sahabatnya sudah berdiri di sana.

Liam pun melirik dan lekas bangkit dari duduknya mempersilahkan gadis yang berdiri di sana untuk duduk.

Taksa pun memilih bangkit dari sova tempat duduknya, dan bergabung dengan Liam menyandar di tembok pembatas.

Ivy dan Myla duduk bersama Nuna, sedang Fay duduk di sova bekas Liam.

"Mo berangkat sekarang Ren?" tanya Taksa, karena memang jam sudah menunjukan jam 11 malam.

"Ya udah yu cabut" Ren pun bangkit di susul mereka semua.

Sesampainya di bawah Ivy sedang berjalan menuju mobilnya, dia lupa jika Ren mengatakan untuk tidak menggunakan mobilnya.

"Oi mo kemana?" Taksa mencekal tangannya, karena dia yang berdiri paling dekat dengan Ivy.

"Ke mobil lah!" jawabnya enteng.

"Lu mo ikut apa balik?" tanya Taksa, sedang yang lain sudah bersiap di motor mereka.

"Astaga naek motor ya, lupa gw!" Ivy pun menepuk dahinya.

Dia pun bergegas menaiki motor Taksa, seperti sudah kebiasaan, Liam pasti akan memboncengi Myla, dan Taksa pasti akan memboncengi Ivy, sedang Nuna sudah pasti dia hanya sendiri.

Ren memimpin di depan mereka, sedang Taksa berada paling belakang, dia mengendarai motornya lumayan lebih lambat dari biasanya, karena dia melihat dari kaca spion, tampak Ivy tak berpegangan pada apapun, dia memeluk dirinya sendiri.

"Bisa pegangan ngga, gw mo ngebut nih, dah ketinggalan jauh sama mereka?" tanyanya.

"Apa?" Ivy pun mendekat karena ia tak mendengar perkataan Taksa.

Taksa pun mengulangi pertanyaannya "Lu bisa pegangan ngga, gw mo ngebut, udah ketinggalan jauh soalnya!" dengan suara agak lebih keras, supaya gadis di belakangnya bisa mendengar.

Ivy melihat jika memang motor Ren dan yang lainnya sudah tak ada di depan mereka, jadi ia pun segera mencari pegangan.

Ivy pun celingukan apa dia akan memegang besi yang ada di samping joknya? tau berpegangan pada Taksa.

Ivy pun lebih memilih berpegangan pada besi yang berada di jok duduknya.

"Udah" jawabnya mencondongkan kepalanya ke arah depan.

Taksa pun menaikan gasnya, dan Ivy pun terkejut sampai dia memeluk Taksa.

Ivy yang kesal pun memukul punggung Taksa dengan sebelah tangannya, sedang tangan satunya masih memegang erat perut Taksa.

"Eh alehandro, sengaja lu ya!" sungut Fay.

Taksa hanya terkekeh geli, dia tak mengurangi kecepatannya. Ivy yang merasa takut hanya memeluk Taksa semakin erat dan memejamkan mata.

Saat mereka sudah sampai Ivy pun turun dan memukul bahu Taksa "Gila lu ya, gw takut tau!" menatap kesal kearahnya.

"Kan tadi gw dah bilang mo ngebut, gw juga ngga bisa napas, lu meluk kenceng banget kali" jawab Taksa membela diri.

Padahal dia senang saat melihat tangan gadis itu memeluk dirinya, walaupun gadis itu sangat cerewet dan blak-blakan, tak seperti Fay dan Myla, tapi menurut Taksa Ivy adalah gadis yang apa adanya.

Mereka semua sudah ada di pinggir jalan, duduk di jok motor masing-masing, Ren pun mengajak mereka duduk di trotoar.

"Ini emang ngga ada polisi Ren?" tanya Fay.

"Seringnya sih ngga ada, tapi klo ada yang lapor ya tau-tau ada aja polisi" jawab Ren yang hendak mematik rokoknya.

"Trus klo ada polisi semua di tangkep gitu?" sela Ivy, gadis itu mendadak panik, apa jadinya jika tiba-tiba ia di tangkap polisi, benar dugaannya, pasti tak berakhir baik jika seperti ini.

"Fay— Myl pulang yuk gw takut" pintanya seraya berdiri dan menarik tangan kedua sahabatnya itu.

Ren dan sahabat-sahabatnya pun tertawa melihat kepanikan gadis itu.

"Elah tenang aja sih, ngga bakal ketangkep ini, gw jamin!" jawab Taksa yang kemudian melepas jaketnya dan memakaikan ke Ivy.

Ivy menjadi salah tingkah, tak menyangka jika Taksa akan berbuat hal manis padanya.

Taksa pun menggosok-gosoknya telapak tangannya dan menggenggam telapak tangan Ivy yang sangat dingin itu.

"Cie....cie.....khemmm...hemmm" olok Liam.

Liam pun melepas jaketnya, saat hendak memberikan ke Nuna malah di balas pelototan gadis itu, jadi ia hanya menaruhnya di stang motornya.

Fay yang memperhatikan jika mereka menggunakan kaus dengan logo yang sama yaitu "THE MOONSTAR" pun bertanya.

"The Moonstar itu apa Ren?" tanya Fay.

Ren pun menghembuskan asap rokonya dan akan menjawab pertanyaan Fay, belum juga menjawab Fay sudah terbatuk-batuk karena asap rokok Ren.

Ren pun segera memanggil pedagang asongan yang biasa mangkal di sana, dan membeli sebotol air mineral untuk Fay.

Dia membukakan botolnya dan menyuruh Fay segera meminumnya, Fay pun tak membantah.

Ren pun segera mematikan rokonya, takut gadis itu akan terbatuk-batuk lagi.

"Sory" ucap Ren sambil mengusap pelan punggung Fay.

Fay pun mengangguk, dia yang tak enak hati sebenarnya. Nuna pun kesal melihat perhatian Ren terhadap Fay.

Setelah Fay sudah tak terbatuk-batuk dia pun menjawab pertanyaan Fay. "The Moonstar itu nama genk kita, noh yang kasih nama," tunjuk Ren ke Nuna dengan dagunya.

Nuna pun cuek, walupun dia mendengar Ren menyebut namanya.

Ada rasa cemburu dalam diri Fay, andai dia yang terlebih dahulu mengenal Ren, pasti dia bisa memberi nama genk-nya Ren.

"Artinya apa Ren? atau ada cerita di balik nama 'The Moonstar' ? Tanya Fay penasaran.

"Kata Nuna, genk motor kaya kita ini kan biasa di anggap berandalan, padahal ngga semua genk motor begitu, contohnya ya kita ini, kita cuma main-main aja, ngikutin hoby kita, ngga ada tuh kita ngedrugs pa lagi **** bebas, bukan kita itu mah, tau dah klo genk yang lain" jawab Liam

"Trus kita juga suka nongkrong di rooftop di temani sinar bulan ma bintang kata si Nuna" sambung Taksa sambil tertawa.

Nuna yang berada di sampingnya pun memukul kepalanya "Ngga gitu juga vangke, maksud gw kalian tuh bisa buktiin ke warga kalo kalian itu beda, gitu— pinteran si Liam dari pada lu" kesal Nuna, menatap tajam Taksa.

"Elah kan gw cuma nambahin Na, kan waktu itu juga lu ngomong kek gitu" bela Taksa, dan mereka semua pun tertawa mengingat kembali kenangan mereka saat memberi nama ' The Moonstar '

"Jadi The Moonstar itu artinya Bulan Bintang?" Tanya Myla.

"Iya gw bulannya mereka bintangnya, kan gw cewek sendiri di genk Ren" jawab Nuna bangga.

"Hilih....apaan dah" Taksa tak sependapat. Tapi mereka semua tak menjawab lagi keluhan Taksa.

.

.

.

...****************...

1
Namika
wkwkkwkwk
Bunda Silvia
bingung ngasih kado buat anak ningrat kasih kado mahal dompet ngga memadai pasti paling beli benda unik atau di ajak ketempat rekreasi yg blm tentu orang ningrat tau tempat itu
Bunda Silvia
Luar biasa
Sak. Lim
wajar ga normal
Bukan mawar🥀
Aku baru komen saat udah baca kisah nya fay sama ren and the geng sampai tamat,, ini author naburin bawang berapa kg yaa di bagian part pas pay pamit mau kuliah ke luar negri ya ampuuun nooooo!! aku pasti bakalan gagal move on dari kisah ini, thank you othor❤️❤️ lobe you banyak banyak, sukses terus yaaa
A.T Nasution
ada yang terlalu GR
antiloversn
haii kak... aku mampir nihh dikarya kakak udh ku kasi 55 like, 5 rate , sama gifts... feedback jgn lupa mampir juga di karya ku. Kasih 5 rate , sama gifts ya kak di salah satu ceritaku sama 55 likeback👍😄🙏
-YOU'RE MINE, SERRA
-POSESSIVE PILOT
-"AFFAIR WITH UNCLE++"
-My best friend's Daddy is my husband
-Pengantin Pengganti Tersakiti
Phicha Sinchan
suka banget dg ceritax di akhir cerita malah ada irisan bawang banyak banget.. sukses selalu thor, dtunggu karya lainx
zeanii_zhikazu
makin gemas ama nuna
zeanii_zhikazu
gemas ama nuna..
Gita Jab
cerita nya bikin gue, serasa ngalamin jatuh cinta berulang kali, senyum2 sendiri, author sukses buat saya gemes sama cerita nya.
Gita Jab
cowok keren dan col memang bikin baper
Fanny Margaretha
semangat ya othorrr
Fanny Margaretha
kakak adik lelaki emang gengsinya tinggi buat nunjukin rasa sayang
A.T Nasution: rasa sayang kakak adik tidak tampak di luar, tapi di dalam hati
total 1 replies
Reyna
semangat thor
Riyanti Riri
suka ka dengan cerita,walaupun singkat tp berkesan,aqu sudah membaca 2 karya mu,keduany aqu suka,aqu tunggu lg karya mu yg lain😄😄😄😄
Riyanti Riri
sukaaaaaaa
𝐓𝐢𝐟𝐟𝐚𝐧𝐲
kakak, folback dnk
must~cherry33
tince si tukang lunak:-D
Ai Hodijah
lho kok...end?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!