Gadis itu bernama dya, ia cantik, dan pintar, oohh dya juga miss universe pertama untuk Indonesia. Seperti sebuah dongeng hidupnya sempurna. Namun sayangnya tak ada gading yang tak retak, sebuah rahasia besar menghantui nya setiap saat. Dya yang asli sudah mati 20 tahun yang lalu dan kini ia hanya seorang pengganti.
Disisi lain kisah cinta nya tergolong tragis, menjadi selingkuhan, di tinggal nikah, hampir mati karena mantan pacar dan hubungan yang tidak direstui orang tua. Belum cukup sampai disitu, kali ini pertemuanya dengan idol pria akan membuatnya terjebak dengan skandal. Apakah kali ini dya berhasil menemukan cinta nya? atau bagaimana jika dunia tau kalau dya hanya seorang pengganti? Kadang hidup memang selucu itu.
.
.
.
.
.
Novel ini mengandung bacaan 18+ dengan tanda ❤ selamat membaca. mohon dukunganya dan komentarnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vanilla late, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KOREA SINSA- DONG
Evan tidak langsung mengantarkan ku pulang, ia memaksa untuk bersamaku lebih lama. Akhirnya aku mengiyakan, dengan catatan ia tidak akan membahas soal film biru lagi. Evan mengiyakan, kami pergi makan di restoran perancis Signiel Seoul.
Pukul 22.00 Evan mengantarkan ku pulang, tiba di depan apartemenku, lagi lagi aku melihat pemandangan tidak asing. aku melihat In shu berdiri didepan mobilnya. Aku dan Evan keluar dari mobil. Aku berjalan mendekati In Shu.
" kenapa kau disini ? " tanyaku
" aku ingin bicara " jawab in shu
evan mendekat " ada masalah, tuan In shu ? "
In shu hanya diam saja, aku meminta evan untuk pulang. " pulang lah, pesawat mu bsok pagi, kau harus istirahat"
Evan tampak tidak senang tapi tetap mengiyakan " hubungi aku jika terjadi sesuatu "
" tidak akan ada apa apa " jawabku
Evan mencium kening ku dan kembali kemobil. aku mendengar In Shu mendesah kesal.
" baik, apa yang ingin kau bicarakan tuan in shu " ucapku
In shu mendekat kepadaku,
" tadi nya aku masih berusaha mendekati mu, menjadi tidak tau malu walau kau mengabaikan ku aku tetap mendekati mu, aku berharap kau mau mendengarkan ku. karena aku percaya kamu memiliki perasaan yang sama padaku " ucap in shu
aku tertegun mendengar perkataan in shu, jantung ku mulai berdebar.
" tapi seperti nya malam ini menyadarkan ku, ya kau memang mengabaikan ku karena kau tidak memiliki perasaan sama padaku. Mungkin kau masih mencintai seseorang, aku bukan ayah mu aku tidak akan menghakimu jika kau masih mencintainya, tapi aku akan berhenti mengejarmu.
Semoga kau bahagia, aku akan menjauh dari mu mulai sekarang."
aku terdiam mematung, hati ku terasa sakit. Rasa nya lebih sakit daripada mengetahui In shu masih memiliki kekasih.
In Shu berbalik dan berjalan mendekati mobilnya. Aku berjalan mengejarnya, menarik tanganya.
" aku sungguh tidak memiliki perasaan lagi dengan Evan, aku berkata jujur saat papa bertanya padaku " ucapku.
In Shu terdiam
" kami hanya berteman dekat sekarang, evan tau bahwa kami tidak bisa bersama, dia yang memutuskan untuk kami berpisah agar aku tidak terluka lagi" jelasku.
In shu masih terdiam
" dan soal mengabaikan mu, karena aku kecewa, aku kecewa karena seseorang yang aku sukai sudah memiliki kekasih, aku terlanjur menyukai mu, dan fakta bahwa kamu tetap mendekati ku saat kamu sudah memiliki kekasih membuat ku lebih terluka, aku tidak mau menjadi orang ketiga atau apakah memang tadirku slalu menjadi orang ketiga, tidak bisa kah aku memiliki pria ku sendiri " jawab ku mulai terisak.
aku merasakan tangan In Shu di wajahku, dan beberapa saat Bibir In Shu sudah diatas bibirku. Kami berciuman.
Aku terkejut, tapi menikmati nya. In shu menarik diri untuk melihat ekspresi ku. ku gantungkan tangan ku dileher In shu dan menariknya lagi untuk berciuman. Berbeda dengan ciuman yang pertama ciuman kali ini lebih intens, in shu menarik ku kepelukanya. aku merasakan bibir In shu ******* setiap sisi bibirku.
Ada perasaan berdebar saat ini, dan rasa nya aku akan kecanduan dengan ciuman In shu. Kami berhenti berciuman dengan nafas yang menderu. aku tertunduk dan menginggit bibir ku. In shu mulai membelai kepalaku.
In shu mengangkat wajahku, kami saling bertatapan. ia tersenyum, dan masih menatapku. " kenapa kamu begitu keras kepala "
aku mengalihkan pandanganku
" aku sudah tidak bersama dengan Bae Ara lagi, itu jauh sebelum aku memutuskan untuk mendekatimu, dan tidak ada yang tau bahkan Yong Hwa. " ucap In shu
************************************************
kuy baca cerita aku juga "Tentang Kakak Kelas Dingin" atau bisa juga "Perjodohan Si reinkarnasi Dingin"
New!
1. My Perfect CEO
2. Istri Sempurna Ku Pilihan Kakek
Terima kasih
Salam author sukses selalu