Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.
Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.
500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.
Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.
Mereka salah besar.
Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.
Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.
Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:
Menagih darah dengan darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18: Pembukaan Lelang Kekaisaran
Cahaya pagi menyinari atap-atap emas Kediaman Keluarga Ouyang di pusat Ibukota. Di Paviliun Timur, Ouyang Chen duduk santai sambil menikmati teh embun pagi.
Hatinya sedang berbunga-bunga. Malam tadi, ia telah mengirim Serigala Mata Satu dan Geng Serigala Malam untuk membunuh Lin Xuan.
"Serigala Mata Satu tak pernah gagal. Lawannya hanya bocah Tingkat 7." Ouyang Chen menyesap tehnya sambil tersenyum.
"Mungkin sekarang kepalanya sudah sampai di sini."
Tiba-tiba langkah tergesa terdengar dari luar.
Seorang penjaga berlari masuk dengan wajah pucat. Di tangannya terdapat sebuah peti kayu besar yang diikat tali rami.
"T-Tuan Muda! Ada kiriman di depan gerbang. Pengirimnya tidak diketahui. Namun ada pesan berdarah yang ditujukan langsung kepada Anda!"
Penjaga itu meletakkan peti di lantai.
Ouyang Chen terkekeh. "Serigala Mata Satu memang tahu cara membuat kejutan. Buka."
Kedua pelayan wanita mundur ketakutan. Penjaga itu segera memutus tali dan mengangkat tutup peti.
Wusss!
Bau darah pekat langsung memenuhi ruangan.
Di dalam peti, enam kepala berlumuran darah tersusun rapi.
Mata Ouyang Chen membelalak.
Serigala Mata Satu. Lima anggota Geng Serigala Malam.
Semuanya tewas.
Di antara kepala-kepala itu terselip secarik kertas dengan satu kalimat sederhana.
"Hadiah pagi untukmu. Jangan sampai hilang."
Tangan Ouyang Chen gemetar hebat. Cangkir teh di tangannya jatuh dan pecah di lantai.
Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa orang yang ia anggap mangsa ternyata adalah binatang buas yang jauh lebih mengerikan.
Bau anyir darah memenuhi ruangan. Namun yang membuat Ouyang Chen pucat bukanlah bau itu.
Melainkan Wajah Srigala Mata Satu itu hangus dari dalam. Matanya masih menyisakan ketakutan sebelum ajal menjemput.
"K-Kyaa!"
Kedua pelayan wanita menjerit lalu pingsan.
Wajah Ouyang Chen seputih kertas. Tubuhnya gemetar hingga ia jatuh dari kursi dan mundur dengan tangan menopang lantai.
"T-Tidak mungkin... Serigala Mata Satu kalah? Mereka semua mati?"
Tatapan dingin Lin Xuan kemarin kembali terlintas di benaknya.
Blaar!
Pintu aula mendadak jebol. Seorang pria tinggi besar berjubah merah darah melangkah masuk. Tekanan spiritual yang dahsyat memenuhi ruangan. Aura Pembentukan Fondasi Tingkat Menengah membuat lantai marmer retak.
Dialah Ouyang Lie. Pemimpin Keluarga Ouyang sekaligus ayah Ouyang Chen.
"Aku mendengar keributan. Chen'er, apa yang terjadi..."
Suaranya terhenti saat melihat isi peti.
Niat membunuh seketika meledak dari tubuhnya.
"Siapa yang berani melakukan ini pada Keluarga Ouyang?!"
Ouyang Chen segera bersujud dengan tubuh gemetar.
"A-Ayah... Ini perbuatan Lin Xuan. Dia menyinggungku di Rumah Lelang kemarin. Aku hanya mengirim Geng Serigala Malam untuk memberinya pelajaran. Tapi aku tidak menyangka bocah itu menyembunyikan kekuatannya!"
Plaak!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Ouyang Chen.
Tamparan keras mendarat di wajah Ouyang Chen hingga ia terpental dan memuntahkan darah.
"Bodoh!" bentak Ouyang Lie. "Besok Lelang Kekaisaran dimulai. Sekte besar dan keluarga bangsawan sedang mengawasi setiap gerak kita. Kau malah membuat keributan dan kehilangan para elit keluarga!"
Ia mengepalkan tangannya.
"Besok kita harus mendapatkan Batu Roh Urat Bumi. Benda itu adalah kunci bagiku untuk menembus Pembentukan Fondasi Tingkat Akhir."
"M-Maafkan aku, Ayah. Tapi penghinaan ini tidak bisa dibiarkan!"
Ouyang Chen memegangi pipinya yang bengkak. Tanpa ia sadari, Benih Teratai Api di dalam tubuhnya berdenyut pelan dan menyerap sedikit Qi yang kacau.
Ouyang Lie menarik napas panjang. Amarahnya perlahan mereda.
"Tentu saja kita tidak akan membiarkannya." Tatapannya jatuh pada enam kepala di dalam peti. "Namun bukan sekarang waktunya. Kita selesaikan urusan lelang terlebih dahulu."
Ia berbalik dengan tatapan dingin.
"Setelah lelang berakhir dan Batu Roh Urat Bumi berada di tangan kita, aku sendiri yang akan memenggal kepala Lin Xuan dan menggantungnya di gerbang kota."
Ouyang Chen mengangguk cepat. Senyum kejam kembali muncul di wajahnya.
"Benar. Dengan kekuatan Ayah, bocah itu pasti tidak akan bisa melarikan diri."
***
Keesokan Hari: Puncak Lelang Kekaisaran
Hari yang dinanti para penguasa Ibukota akhirnya tiba.
Sejak fajar, jalan menuju Rumah Lelang Kekaisaran telah dijaga ketat. Hanya pemegang undangan atau mereka yang memiliki kekayaan lebih dari satu juta Batu Roh yang boleh masuk.
Lin Xuan dan Xiao Ya tiba dengan kereta kuda yang dikirim langsung oleh Master Yan. Hari ini Lin Xuan mengenakan jubah sutra hitam bersulam kuali perak. Lencana Alkemis Tingkat 2 terpasang jelas di dadanya.
Rambutnya diikat rapi dan wajahnya memancarkan ketenangan yang membuat orang sulit menganggapnya sebagai pemuda enam belas tahun.
Xiao Ya juga mengenakan gaun sutra hijau muda. Penampilannya membuatnya lebih mirip putri bangsawan daripada seorang pelayan.
"Selamat datang, Tuan Muda Lin. Ruang Kehormatan Anda sudah siap."
Master Yan menyambutnya sendiri di pintu utama. Ia bahkan membungkuk hormat hingga para ketua sekte di sekitar terkejut.
Siapa sebenarnya pemuda ini?
Lin Xuan hanya mengangguk lalu mengikuti Master Yan menuju lantai tiga.
Aula lelang berbentuk kubah raksasa dengan panggung melingkar di tengah. Ribuan kursi memenuhi lantai dasar. Lantai kedua dipenuhi ruangan bagi para bangsawan. Sementara lantai tiga dihiasi sepuluh paviliun kehormatan yang menghadap langsung ke panggung.
Lin Xuan mendapat Ruang Kehormatan Nomor 1.
Ia duduk santai di sofa. Xiao Ya menuangkan teh spiritual ke cangkirnya.
Dari balik kaca spiritual satu arah, Lin Xuan dapat melihat seluruh aula tanpa terlihat oleh siapa pun.
"Lelang ini akhirnya dimulai." Tatapannya tertuju pada panggung.
Serpihan Kuali Naga Hitam. Hari ini, benda itu akan menjadi miliknya.
Di Ruang Kehormatan Nomor 2, Lin Xuan melihat Ouyang Lie dan Ouyang Chen. Wajah Ouyang Chen masih bengkak. Ia juga sesekali memegangi dadanya karena Benih Teratai Api mulai menggerogoti Qi-nya.
Di Ruang Kehormatan Nomor 3, Su Yue'er duduk bersama Paman Qin dan seorang pria paruh baya dari Keluarga Su.
"Suasana yang bagus," gumam Lin Xuan.
Teng! Teng! Teng!
Tiga dentang lonceng emas menggema di seluruh aula.
Cahaya di dalam kubah meredup. Hanya panggung utama yang tetap terang.
Seorang wanita berjubah merah melangkah ke atas panggung. Ia adalah Liu Er, pelayan lelang ternama di Ibukota yang terkenal dengan kecantikan dan kepiawaiannya membangkitkan gairah para penawar.
"Selamat datang di Lelang Besar Kekaisaran!" Suara merdunya menggema melalui formasi pengeras suara.
"Hari ini kami telah menyiapkan banyak barang langka. Mari kita mulai dengan barang pertama!"
Liu Er menjentikkan jarinya.
Sebuah meja kristal perlahan muncul dari bawah panggung. Di atasnya terdapat botol giok berisi sepuluh butir pil emas.
Bayangan harimau spiritual tampak samar di dalam pil-pil itu.
Keheningan pun terjadi.
Aura murni yang dipancarkannya membuat seluruh aula terdiam. Bahkan beberapa tetua di ruang Kehormatan bangkit dari tempat duduk mereka.
Liu Er tersenyum.
"Sepuluh Pil Sumsum Harimau Emas. Semuanya memiliki Sembilan Cincin Kemurnian."
"Sebagai barang pembuka, Rumah Lelang Kekaisaran mempersembahkan karya seorang Alkemis Misterius. Sepuluh Pil Sumsum Harimau Emas Tingkat 2!"
Suara Liu Er menggema di seluruh aula.
"Dan yang lebih mengejutkan. Semuanya memiliki Sembilan Cincin Kemurnian!"
Blaar!
Aula langsung gempar.
"Pil Sembilan Cincin?!"
"Mustahil!"
Di Ruang Kehormatan Nomor 2, Ouyang Lie menghantam meja hingga retak.
"Sembilan Cincin! Jika Chen'er mengkonsumsi nya, tubuhnya pasti jauh lebih kuat. Aku harus mendapatkannya!"
Di Ruang Kehormatan Nomor 3, Paman Qin menatap pil itu dengan serius.
"Nona, kemurniannya sempurna. Alkemis seperti ini pasti seorang Grandmaster."
Su Yue'er mengangguk pelan. Matanya tertuju pada botol giok itu.
Jika alkemis tersebut benar-benar mampu memurnikan pil tanpa meninggalkan racun sisa, mungkin ia bisa membantu mengatasi masalah dalam tubuhnya.
Liu Er tersenyum melihat antusiasme para penawar.
"Pil Sumsum Harimau Emas biasa bernilai lima ribu Batu Roh per butir. Namun sepuluh pil Sembilan Cincin ini jelas berbeda. Harga awal lima puluh ribu Batu Roh. Setiap kenaikan minimal sepuluh ribu!"
"Lima puluh ribu!"
"Delapan puluh ribu!"
"Seratus ribu!"
Suara Ouyang Lie menggema dari Ruang Kehormatan Nomor 2. Tekanan Pembentukan Fondasi membuat para penawar di lantai bawah terdiam.
Namun sesaat kemudian terdengar suara lain.
"Seratus dua puluh ribu."
Su Yue'er ikut menawar.
Ouyang Lie mengerutkan kening. Ia mengenali suara Keluarga Su.
"Seratus lima puluh ribu!"
Di Ruang Kehormatan Nomor 1, Lin Xuan duduk santai sambil menikmati tehnya.
Melihat kedua keluarga itu saling menaikkan harga, senyum tipis muncul di wajahnya.
"Teruslah menawar."
Ia mengusap cangkir tehnya.
"Semakin tinggi harganya, semakin banyak Batu Roh yang bisa kugunakan untuk mendapatkan serpihan kualiku."
Sepuluh pil yang dibuat dari bahan sisa Keluarga Zhao kini berubah menjadi tumpukan Batu Roh yang siap mengantarkan Lin Xuan menuju tujuan berikutnya.