NovelToon NovelToon
Who Is He?

Who Is He?

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / Contest / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:151.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: ItsMeMar

"Kau takkan bisa lepas dariku, Diana. Sampai kapanpun kau akan tetap bersamaku, selamanya."

Sesosok pria asing datang dan mengatakan hal itu padaku. Tidak hanya itu, dia juga memiliki kekuatan layaknya karakter fantasi. Aku yang hanya manusia biasa hanya bisa apa? Apa yang harus kuperbuat untuk menyingkirkan stalker ini?

.

.

.

Publish: 20 Januari 2021

>Diperkenankan komentar positive
>Yang mau saling dukung dimohon like dari bab akhir, ya. Sekian terima kasih :))

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ItsMeMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WIH #31

Happy Reading!

Sky membaringkan setengah tubuhnya ke ranjang, sementara matanya menatap langit-langit ruangan dengan pikiran kosong, menghiraukan denting jam dinding yang mengiringi kesunyian kamar.

"Bosan sekali, apa yang biasa dilakukan pengangguran untuk menghabiskan waktu di rumah? Bahkan mereka betah tanpa harus memiliki barang atau tempat mewah seperti istana Blaxland." Sky menjeda dialognya, "apa karena monsel? Hm ..."

Eve yang tengah mengganti bawahannya di kamar mandi berteriak histeris mendapati Sky yang membuka pintunya dengan wajah tanpa dosa. Sesungguhnya, pria itu tidak berniat mengintip, namun rasa penasarannya akan ponsel mengalahkan tata kramanya.

"PFT!" pandangan Sky jatuh pada dalaman Eve yang bermotif bebek.

"BOCAH TENGIK! APA YANG KAU LIHAT, HUH?!" sontak, Eve kembali menarik celananya.

Sky melepas tawa bahaknya, seketika jiwa mengoloknya bangkit dengan anggun mendapati motif bebek yang masih terlihat di sana. Bahkan pria itu tak sanggup membendung tawanya hingga harus mengganjal perutnya yang mulai terasa keram.

Melihat wajah Sky yang begitu sampah bagi Eve, pria berambut silver itu memanas bak air teko yang mendidih, "KELUAR!!!" lantangnya dengan malu yang teramat hingga memunculkan urat-urat di sekitar wajahnya. Dengan cepat, Eve menyambar salah satu pakaian gantinya dan melemparkan kencang ke wajah Sky hingga tumbang.

BRAK!

Eve membanting pintu kamar mandinya dengan muka tersulut emosi, mengabaikan cekikikan Sky yang masih mengudara di luar sana. "Sialan, memangnya kenapa dengan dalamanku??" gumamnya sambil memandangi motifnya yang lama-kelamaan terlihat memalukan.

"Sudahlah, toh orang-orang juga tidak melihatnya, untuk apa malu?" Eve diam membisu hingga cekikikan Sky kembali menggelitik telinganya, "ck, kecuali pria sampah itu," Eve beralih memilah baju gantinya, "aku pun juga ceroboh sampai lupa mengunci pintu ... eh??" mata Eve mendelik tak menemukan celana gantinya sampai ia mendengus kasar menyadari celananya usai ia layangkan ke muka Sky.

"Keparat ...!!" seru pria itu dengan suara tertahan.

Dengan kesal, ia kembali mengenakan celana seragam sekolahnya lalu keluar dari dalam sana.

Hening. Sosok Sky tak lagi nampak di ruangan itu. "Huh, pasti dia kabur lebih dulu, dasar." Sesaat kemudian, pandangan Eve jatuh pada celana yang ia incar tergeletak di bibir kasur. Dengan sigap, Eve meraihnya kemudian menghembuskan nafas lega, "beruntung bocah itu tidak melakukan apapun."

.

.

.

Berselang detik kemudian, Eve mengayunkan kakinya keluar dari kamar, dan di saat itulah langkahnya memelan dan terhenti mendapati sosok Sky yang berdiri menghadap rajanya. Mengetahui kehadirannya, mereka ganti menatap Eve hingga pria bersurai silver itu membungkuk hormat, "Yang Mulia ..." sambut Eve yang diikuti anggukan kecil oleh Sean.

"Karena kalian sudah lengkap, aku ingin bertanya sesuatu."

Deg.

Sean menatap ke dua pengawalnya bergantian, "apa kalian tahu, ratu telah ditindas oleh teman sekolahnya?"

"M,mohon ampun, Yang Mulia. Kami memang sudah mengetahuinya, tapi di awal kami gagal menyelamatkan ratu. Lalu, sepulang sekolah, kami menemukan ratu tengah dikerumuni tiga siswi. Salah satu diantara mereka yang bernama Kayla tengah menyakiti ratu." Sejenak, Eve melirik Sky di sampingnya sebelum kembali melanjutkan, "namun, saat kami meminta kejujuran dari ratu, ratu malah membela mereka dan mengatakan bahwa mereka temannya."

Sean menautkan alisnya samar, "kalian tidak tahu kejadian yang pasti?" Eve dan Sky menggeleng pelan yang disusul helaan nafas oleh Sean, "memangnya saat itu kalian kemana saja, huh? Bersenang-senang? Kalian 'kan sudah menjadi teman sekelasnya, bukankah itu sudah mudah untuk mengawasinya??"

"Saat itu kami tengah memperingati Rico karena telah menyentuh ratu, Yang Mulia. Namun setelah kedatangan kami, ratu pergi dengan alasan ingin ke kelas. Dan saat kami mencari ratu, kami berpas-pas'an dengan Rico dan pengawalnya, kami bertabrakan sampai hamba kehilangan alih CCTV. Eve berkata akan mengurusnya, dan ketika hamba pergi seorang diri, seorang guru datang dan membawa hamba ke ruangannya. Di saat itulah, kami dihukum sampai bel pulang sekolah," ungkap Sky panjang lebar.

"Dengar, aku tak ingin tahu bagaimana kalian akan melindungi ratu. Kalian harus dekat dengan ratu apapun caranya, aku tak ingin ratu disakiti lagi, paham?"

"Dilaksanakan, Yang Mulia," respons mereka serempak. "Hamba dan Sky takkan mengulanginya lagi, kami berjanji akan melindungi ratu meski harus dengan nyawa kami," ucap Eve yakin.

"Hm, Yang Mulia ..." Eve mengangkat wajahnya, "bolehkah hamba bertanya sesuatu?"

"Bertanyalah."

"Em, nanti pukul enam sore, kami, ratu, ke tiga sahabat ratu, Rico dan pengawalnya akan berkumpul di Lobby Mall Town Square." Eve menjeda kalimatnya, "apakah Yang Mulia tahu, dimana tempat itu?"

"Mall?" ulang Sean yang diikuti anggukan oleh Eve, "untuk apa kalian dan ratu pergi bersama Rico?"

Ke dua pengawal itu saling pandang hingga akhirnya Sky melanjutkan dialog temannya, "begini, Yang Mulia ... Rico diam-diam berencana mengajak ratu pergi ke Mall Town Square, dan itu terdengar oleh kami. Awalnya Rico menolak kami meski kami ingin ikut secara terang-terangan. Tapi setelah salah seorang sahabat ratu menegurnya, akhirnya Rico menerima kami."

Sean tersenyum tipis, "nanti aku akan memesan taxi untuk kalian. Setelah itu, katakan pada supirnya nama Mall itu, maka ia akan mengantar kalian ke lokasi."

"T,terima kasih, Yang Mulia." Eve kembali membungkuk. Sedangkan pria bersurai merah itu berpikir sejenak, "tapi, Yang Mulia, apakah ratu juga akan naik taxi bersama kami?"

"Tidak," tukas Sean langsung, "selagi aku di sini, aku akan melakukan banyak hal untuknya."

"Maksudnya ... Yang Mulia yang akan mengantarkan ratu?"

Hening, Sean diam membisu bukan berarti ia tak memiliki jawaban atas pertanyaan Sky, melainkan pria berambut merah itu bertanya sesuatu yang sudah semestinya. Sean merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah dompet dan menyodorkan beberapa lembar uang ratusan dari sana.

Melihat raut bingung ke dua pengawalnya, Sean angkat suara, "ambilah, kalian akan membutuhkan ini saat di Mall nanti, belilah sesuka kalian dengan uang ini."

"Uang?" ulang Sky kemudian menyambut perlahan uang tersebut dari tangan Sean dengan wajah berbinar.

Eve yang turut mengamati lembaran tersebut menoleh ketika Sean kembali menyodorkan benda yang sama kepadanya. Tak urung pria itu menyambutnya dengan ucapan terima kasih.

"Jaga uang itu baik-baik, jangan sampai hilang karena itu benda berharga."

"Yang Mulia ..." Sky mengangkat wajahnya, "jika ini benda berharga ... kenapa Yang Mulia menyuruh kami membeli barang dengan uang ini? Bukankah itu istilahnya menukar barang? Kita memberikan uang ini untuk mendapatkan yang kita inginkan, bukankah itu sayang?"

Sean menghela nafas pelan, "ya, kau memang benar, tapi bukan berarti kau memberikan semuanya, Sky. Begini, setiap barang memiliki nilai jual yang berbeda, dan selembar uang yang kau pegang bernilai 100.000,00. Jika kau membeli barang seharga 20.000,00 maka kau akan mendapatkan kembalian senilai 80.000,00. Kau paham? Ini hanya pelajaran hitung-hitungan."

"Paham, Yang Mulia."

"Jika kau masih bingung, kau bisa melihat bagaimana orang-orang menggunakannya di sana. Maka, kau akan mengerti," imbuh Sean lalu ganti menatap sosok yang berdiri di sisi Sky, "Eve, jaga dia."

"Siap, Yang Mulia," jawab Eve. Memang perlu pengawasan untuk orang ceroboh nan bodoh seperti Sky. Terkadang pria itu pintar, namun kebodohannya berpotensi lebih besar, maka tak heran jika Eve menjadi juara adu mulut yang hampir tiap harinya mengomel bak seorang ibu.

...WHO IS HE?...

...To be continue ......

1
hawari hafiz
hmm mendalami banget aku jadi sean
hawari hafiz
makin penasaran untuk crita selanjutnya.. gass baca lagii🤭
hawari hafiz
karyanya keren.. dari bahasa penulisan.. jadi inspiratif buat seorang penulis
Putudina Nurhayanti
tulisannya bagus rapi
Putudina Nurhayanti
visual keren
Di Elva
kren sih ceritanya.. agak menguras otak 😶
Shue Narti Zulkarnaen
baru mulai baca
Ika Purbaningsih
mantap,,, 👍👍👍
Clara Safitri
kok visual diana tak ada thor?
Win
yuhuuu
Win
hadir kak😁

like dan fav uda mendarat.

salam dari "Pernikahan impian."

makasih😁😁
Nurul nurul
yg jadi pertanyaanku itu apa Diana ngk ada ortu??trs Sean itu sejenis apa sihh...
Nona Bucin 18294
Hai kak aku mampir, salam dari Terpaksa Menikahi Tuan Pangsit Rebus 🤗🥰
KaiRA🎉PUCUK~SQUAD🌱🐛🌱🐛🥀🐛
hallo kak aq mampir,krna liat kak senja mnyukai novel ini😂
Mei Shin Manalu
Semangat kak
Mei Shin Manalu
2 like untukmu
Mei Shin Manalu
Mampir kak
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
semangat up nya Thor 😁❤️
saling support yaa 🙏
Mei Shin Manalu
3 like untukmu
Mei Shin Manalu
Likeee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!