ini sebuah cerita fiksi, menceritakan perjuangan seorang muslimah yang berusaha mencari arti cinta yang sesungguhnya.
"Saya minta maaf atas kekecewaan kamu Cha, ini semua sudah menjadi qodarulloh, saya harap kamu selalu berharap kepada Alloh, dan tidak mengharapkan saya dengan lebih, tiga minggu lagi mungkin pernikahan saya dan Raysa, saya harap kamu ikhlas." kata Rafan.
Deg!
kata kata Ustadz Rayis mengenai ke dalam hati Acha, Acha hanya memejamkan mata menarik nafas dalam dalam dan membuangnya perlahan, dan kemudian memberanikan diri menonggak kan pandangan nya ke arah Ustadz Rayis.
"In syaa Alloh saya sudah ikhlas Ustadz, soal surat itu saya hanya mengungkapkan, dan tidak mengharapkan balasan." kata Acha berusaha tersenyum.
vote and like adalah semangat Author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maryam Zamany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
halaman 31
"Mana?" kata Ku.
"Itu di tempat membaca meja paling pojok." kata Shilla.
"Kaya Acha.." kata Ku.
"Ya kan? yaudah ayo samperin." kata Shilla.
...****************...
Pov acha
Aku yang mendengar salam dari dua orang pria dan wanita.
"Assalamu'alaikum?" kata pria dan wanita itu.
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." jawab Ku dalam hati yang menundukkan kepala Ku di atas meja.
"Siapa itu tapi serasa kenal, tapi yah bodo amat lah." batin Ku yang masih menunduk.
"Betapa sakitnya mengingat penghinaan masalalu, kenapa harus keinget lagi kenapa dia datang lagi cuma buat membuka luka masa lalu." teriak batin Ku dengan menangis.
"Chaa?" suara pria yang tak asing bagi Ku.
Aku pun memandang ke arahnya dengan mata berkaca kaca air mata, terlihat lah buram buram sosok perempuan dan laki laki yang tak lain adalah Muza dan Shilla.
"Eh kak Muza, kak Shilla." kata Ku sembari menghapus air mata.
"Kamu kenapa?" kata kak Shilla.
"Hah ini.. Nggak kenapa napa kok Kak." kata Ku sambil menunjukan sebuah senyuman palsu.
"Yakin Cha? Itu kok kaya abis nangis?" kata kak Muza.
"Hah nangis? Nggak kok ini cuma terharu baca novel, kebawa suasana." kata Ku.
"Owhh semangat bacanya, harus nerima resiko baper kalo baca novel mah, yaudah kita duluan yaa." kata kak Shilla.
Aku hanya tersenyum mengangguk.
"Yaa Allah masalalu telah di ungkit dan membuat Ku berasa sakit dan entah kenapa rasa sakit ini bertambah melihat kak Muza dengan kak Shilla, perasaan apalagi ini yaa Allah? Enggak enggak jangan sampe hati Aku kebuka lagi." jerit batin Ku.
......................
Aku pun segera pergi.
"Udah selesai baca nya Cha?" kata Muza.
"Eh kak Muza, iya kak udah, kak Muza belum pulang?" kata Ku yang tersadar.
"Belum nungguin Shilla dulu." kata kak Muza yang membuat hati Ku terasa gimana gitu.
......................
"Ki ini, eh Acha kamu udah selesai bacanya?" kata Shilla yang memberikan minuman pada Muza.
"Iyaa udah kak, Acha pamit duluan, assalamu'alaikum." kata Ku langsung pergi.
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." kata Kak Shilla dan Kak Muza.
......................
"Assalamu'alaikum." kata om Toni masuk.
"Wa'alaikumussalam." jawab Ku, Kak Muza dan Kak Shilla.
"Eh Nak udah?" kata om Toni.
Aku hanya tersenyum dan mengangguk.
"Acha mau pulang, makasih yaa om." kata Ku mencium tangan om Toni.
"Hati hati Nak." kata om Toni mengelus kepala Ku.
"Assalamu'alaikum, mata ashita" kata Ku dan langsung keluar.
......................
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." jawab mereka.
"Mata ashita." kata om Toni, yang emang sedikit dikit menggunakan bahasa jepang dengan Ku.
...****************...
Pov muza
Setelah itu Aku dan Shilla memilih milih buku.
"Jadi penasaran sama novel yang dibaca Acha." batin Ku, dan Aku melihat Acha yang bergegas pergi.
"Udah selesai baca nya Cha?" kata Ku.
"Eh kak Muza, iya udah kak, kak Muza belum pulang?" kata Acha yang tersadar kehadiran Ku.
"Belum nungguin shilla dulu." kata Ku.
......................
"Ki ini, eh Cha kamu udah selesai bacanya?" kata Shilla yang memberikan minuman pada Ku.
"Iyaa udah kak, Acha pamit duluan, assalamu'alaikum." kata Acha langsung pergi.
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." kata Ku dan Shilla.
......................
"Assalamu'alaikum." kata pak Toni masuk.
"Wa'alaikumussalam." jawab Ku, Acha dan Shilla.
"Eh nak udah?" kata pak Toni yang angguki oleh Acha.
"Acha mau pulang, makasih yaa om." kata Acha mencium tangan pak Toni.
"Hati hati Nak." kata pak Toni mengelus kepala Acha.
"Assalamu'alaikum." kata Acha dan langsung keluar.
......................
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." jawab Kami.
"Eh nak Muza kan?" kata pak Toni.
"Iyaa pak." kata Ku tersenyum.
"Tadi Kami nyariin Bapak, tumben Bapak ninggalin toko saat kosong." kata Shilla.
"Iyaa tadi ada keperluan, lagian kan nggak kosong tadi ada anak Saya." kata pak Toni.
"Anak?" kata Ku dan Shilla.
"Maksudnya Acha, sudah Saya anggap kaya anak sendiri lagian kan abinya Acha kakak Saya hehe." kata pak Toni nyengir kuda.
Ayo Thor lanjut terus.. semangat semangat semangat 💪💪💪
kutunggu kelanjutan bomlike kk di novelku Who is He ya😄💕
Tetap saling dukung yuk✨