NovelToon NovelToon
TAKDIR CINTA SEORANG GANGSTER

TAKDIR CINTA SEORANG GANGSTER

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:189.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

Sejak dihianati oleh Ayah dan Kekasihnya. Justin tidak percaya lagi pada sesuatu yang dinamakan cinta. Justin menganggap bila cinta adalah hal yang tabuh dan memuakkan. Menganggap semua wanita itu sama saja, penghianat dan tidak bisa di percaya. Namun pertemuan singkatnya dengan seorang gadis di sebuah bar yang akhirnya merubah pandangannya tentang cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31 "Cemburu"

Jia memagut dirinya di depan cermin. Tubuh rampingnya dalam balutan dress hitam sepanjang lutut berbahan brukat setengah lengan. Rambut panjangnya di ikat ekor kuda yang memperlihatkan leher jenjangnya. Polesan make up tipis pada wajahnya menambah kesan segar pada penampilannya.

Rencananya hari ini Jia akan mengikuti kencan buta yang di dipersiapkan oleh Shilla untuknya.

Terdengar konyol memang. Tapi Jia mencoba mengikuti saran sahabatnya itu untuk membuka kembali hatinya.

Dering pada ponselnya mengalihkan perhatian Jia. Gadis itu beranjak dan mendapati nama Shilla menghiasi layar ponselnya yang menyala terang. Jia mengambil ponselnya dan menerima panggilan itu.

"Dua puluh menit lagi aku akan tiba di sana, jangan bawel." Jia memutuskan sambungan telfonnya dan memasukkan ponsel itu kedalam tas kecilnya.

Sekali lagi gadis itu memagut tubuhnya di depan cermin, setelah di rasa tidak ada yang kurang pada penampilannya. Jia bergegas meninggalkan kamarnya dan pergi ke cafe milik Dio, tempat di mana Jia akan bertemu dengan teman kencannya.

Setibanya di sana. Jia melihat seorang pria muda tengah berbincang dengan Shilla dan Sean. Menyadari kedatangan Jia, Shilla segera memberi kode pada Sean. Mereka berdua beranjak dan meninggalkan pria itu sendiri kemudian bergabung bersama teman-temannya yang lain termasuk Justin.

"Maaf sudah membuatmu menunggu." Ucap Jia penuh sesal. Laki-laki itu menggeleng.

"Tidak apa-apa, aku juga belum lama datang. Duduklah." Pinta laki-laki itu mempersilahkan. Jia tersenyum dan mengangguk. "Oya, perkenalkan aku, Randy Woo." Ucap Randy sambil mengulurkan tangannya. Senyum manis menghiasi wajah tampannya. Jia tersenyum ramah dan menyambut uluran tangan Randy.

"Aku, Min Jia."

Perkenalan mereka pun berlanjut. Setelah berbincang selama beberapa saat. Ternyata Randy tidaklah semembosankan yang Jia fikirkan, Randy cukup menyenangkan dan memiliki sikap yang hangat.

Mereka berdua langsung akrab, sifatnya yang humoris membuat Jia benar-benar terhubur. "Ingin jalan-jalan? Sepertinya cuaca hari ini cukup bersahabat?" Ucap Randy memberikan penawaran. Jia melihat keluar melalui jendela kaca di samping kirinya.

Benar, langit memang terlihat cerah dan sinar matahari tidak terlalu terik.

Lalu Jia menggulirkan pandangannya pada Shilla, terlihat dia mengangguk dengan antusias.

"Baiklah." Randy tersenyum dan segera bangkit dari duduknya.

Keduanya pun berjalan beriringan meninggakan cafe. Namun sebelum langkahnya mencapai pintu keluar, mata hazelnya tanpa sengaja bersiborok dengan mata abu-abu Justin yang menatapnya datar. Jia memicingkan matanya dan mengangkat bahunya acuh, ia tidak merasa heran apalagi aneh dengan sikap dingin Justin karna memanglah seperti itu sifatnya.

"Jia, ada apa?" Tegur Randy melihat Jia yang tiba-tiba berhenti. Laki-laki itu mengikuti arah pandang Jia yang ternyata menatap teman-temannya. "Ingin berpamitan dulu pada mereka?"

Jia menggeleng ."Tidak, dan bisakah kita pergi sekarang?" Randy tersenyum dan mengangguk.

"Baiklah, ayo."

Melihat langkah awalnya berjalan mulus membuat senyum Shilla mengembang lebar. Ia senang melihat sahabatnya itu bisa menerima keberadaan pria selain Justin dan teman-temannya. Aplagi Shilla mengenal Randy dengan sangat baik, selain tampan dan kaya.

Randy adalah pemuda yang baik dan hangat yang pasti bisa membuat Jia merasa nyaman. Diam-diam Sean mengulum senyum penuh kemenangan saat melihat Thomas dan Felix yang memucat. Pria berjulukkan tuan dolar itu tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya dan dia juga tidak sabar menunggu hari kemenangannya tiba.

"AAARRRKKK, BRENGSE*."

Hampir saja semua terkena serangan jantung dadakan karna ulah Justin yang tiba-tiba saja berteriak sambil memukul meja di depannya. Shilla sampai terlonjak dari duduknya karna ulah pemuda itu. "Yakkk!! Justin Qin, apa kau ingin membuatku mati muda eo?" Amuk Shilla seraya menatap tajam Justin.

"Dialah, Park Shilla, jika kau tidak ingin ku gantung hidup-hidup di sini." Ujarnya.

Derit kursi terdengar nyaring seiring dengan Justin yang bangkit dari duduknya. Tanpa menghiraukan tatapan bingung teman-temannya pemuda itu pergi begitu saja hingga yang terlihat hanya punggungnya yang terbalut vest hitam yang menjadi luaran singlet putihnya.

Shilla memiringkan kepalanya dan menatap kepergian Justin dengan pandangan bertanya-tanya, Justin terlihat sangat aneh. Sementara Thomas dan Felix langsung menangkap arti dari kemarahan Justin. "Ada apa dengan bocah kutub itu? Apakah dia salah minum obat pagi ini?" Ucapnya penuh keheranan.

"Bukan salah minum obat, nunna. Tapi sepertinya, Justin, hyung cemburu, Jia, nunna pergi dengan pria lain." Sahut Felix menimpali, sontak saja Shilla menoleh dan menatap Felix dengan pandangan penuh tanya.

"Cemburu?" Ulangnya yang segera di balas anggukan oleh Felix.

"Iyups, karna aku rasa sebenarnya, Justin, hyung mulai ada rasa pada, Jia, nunna meskipun aku tidak terlalu yakin juga sih." Tuturnya.

"Bagus dong, itu artinya dia masih normal. Tapi aku rasa hal itu tidak ada gunanya karna cepat atau lambat pasti, Jia, dan, Randy, akan meresmikan hubungannya." Shilla tersenyum lebar membuat Sean ikut tersenyum juga. Laki-laki itu menaik-turunkan alisnya dan menatap Sehun serta Felix dengan penuh kemenangan.

"Ck, jangan terlalu berharap, Nunna-ya. Hati seseorang tidak ada yang tau. Mungkin saja, Jia, nunna dan pria itu cocok hanya sebagai teman tidak lebih, dan aku yang sudah mempelajari soal cinta melihat sesuatu yang tidak biasa pada sorot mata, Jia, nunna ketika memandang, Justin, hyung dan begitu pula sebaiknya." Ujar Sehun menimpali

"Hei bocah, sebaiknya kita pergi sekarang. Bukankah kita harus bersenang-senang dengan...??"

"...Oke, hyung."

🌹🌹🌹

Randy membawa Jia ke Lotte World. Saat ini mereka berdua sedang menaikki kincir angin raksasa. Obrolan hangat dan ringan mewarnai kebersamaan mereka, sesekali Randy melemparkan banyolan yang membuat Jia tertawa.

Sikap Randy yang hangat membuat Jia merasa nyaman saat berada di dekatnya, tapi rasa nyaman itu sama seperti yang dia rasakan ketika bersama Shilla maupun teman-teman Justin. Tapi rasa nyaman dalam arti lain justru Jia rasakan ketika dia bersama Justin.

"Jia," panggil Randy membuat Jia mau tidak mau menoleh.

Gadis itu menatap laki-laki di depannya dengan pandangan bertanya. "Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu."

Randy meraih tangan Jia dan menatap matanya dalam. "Mungkin ini terdengar gila dan tidak masuk akal, tapi aku tertarik padamu dan aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu menghampiriku. Matamu, senyummu, membuatku jatuh cinta. Untuk itu, bisakah kau memberikan kesempatan padaku untuk mengenalmu lebih dekat lagi? Aku... ingin menjadi kekasihmu." Jia menarik tangannya yang di genggam oleh Adrian.

"Aku rasa ini terlalu cepat. Aku tau kau adalah pria yang baik tapi aku tidak ingin memulai sebuah hubungan apalagi membuat komitmen saat ini. Mungkin kita berteman saja, hanya itu yang bisa aku tawarkan padamu."

"Kenapa? Apa sudah ada orang lain di hatimu?" Jia terdiam mendengar pertanyaan Randy. Ia bingung harus menjawab apa, dan membicarakan orang lain tiba-tiba Jia teringat pada Justin. "Jia, kau melamun?" Tegur Randy melihat kediaman Jia.

Baru saja Jia akan menjawab tapi kincir angin tiba-tiba saja berhenti. Gadis itu segera turun setelah berpamitan pada Randy. Tapi Randy tidak bisa membiarkan gadis itu pergi begitu saja dan bergegas menyusul Jia.

"Jia, tunggu," serunya sambil menahan lengan Jia. "Kenapa buru-buru sekali? Kau mau kemana? Aku akan mengantarkanmu." Serunya.

Jia kembali menepis tangan Randy dan menggeleng. "Tidak usah, Randy-ssi. Maaf, aku harus pergi." Ucap Jia dan berlalu begitu saja. Randy menghela nafas, ini pertama kalinya ia di tolak oleh wanita. Melihat sikap Jia yang sangat berbeda dengan kebanyakkan perempuan yang dia kenal selama ini membuat Randy semakin ingin memilikinya.

Jia menghentikan langkahnya di sebuah taman yang terlihat sepi. Mata hazelnya menyapu kesegala penjuru arah seperti mencari seseorang, tapi sayangnya yang dia cari tidak ada di sana.

Tidak kehabisan akal, Jia pun menghubungi orang itu. 'Tut... Tut... Tut..' Panggilannya tersambung namun tidak ada jawaban. "Mungkin sekali lagi," ucapnya 'Tut.. Tut.. Tut..' panggilan itu kembali tersambung "Angkat, Justin Qin, angkat." Masih tidak ada jawaban. Justin tidak mau mengangkat panggilan darinya. Jia pun memutuskan untuk mengiriminya pesan.

Satu jam telah berlalu. Namun belum ada tanda-tanda kemunculan Justin dan Jia masih menunggunya karna ia sangat yakin bila pemuda itu pasti akan datang. Dalam pesannya, Jia mengatakan jika dia ingin bertemu dengan Justin dan menunggunya di taman.

Pesannya memang sudah di baca oleh pemuda itu, tapi tidak ada satu pun pesannya yang di balas oleh Justin. Jia tidak tau kenapa Justin tidak mau membalas pesannya apalagi mengangkat panggilan darinya.

.

BERSAMBUNG.

1
EndRu
sad ending..
aku kira walaupun Jia meninggal.
setidaknya bayinya bisa disela dan menemani Justin di sisa hidupnya. walaupun Justin tidak akan pernah menikah lagi.
hadeeh
arfan
up
SoRA🌠🦋
lucu🤭
SoRA🌠🦋
dari awal baca udah bagus semoga seterusnya bagus .
keren banget ceritanya thor👍🏻🥰
SoRA🌠🦋
bagus 👍🏻
Dewi Dina
hiduplah dengan baik , pesan terakhir untuk Justin dari Jia .
Dewi Dina
demi Jia apapun akan dilakukan oleh Justin
Dewi Dina
bukannya ciuman yang ketiga ya
Dewi Dina
ternyata Jia mempunyai kakak laki laki
Dewi Dina
jangan bersedih Jia , karena kamu dikelilingi orang orang yang menyayangimu .
Dewi Dina
Jia ,untung ada Justin yang selalu menolong mu
Dewi Dina
Five Corner
Nur Azizah
budi dibalas baik..
Cherry
Bryan nya aja bodoh lbh milih jalang drpd Jia
Cherry
aduhhh Jia... Jia.. selalu dpt masalah tp selalu ditolong sm orang yang sama yaitu Justin... jodoh 😄😄
Cherry
kl gw pasti langsung habis2 an kl perlu sampai gk bisa bangun lg tuh bapak sinting berani ambil ceweknya dijadikan istri nya ..to emang ceweknya aja matre kl
Justin knp setiap ketemu Jia pasti lg butuh pertolongan.... ckckck...
Cherry
ditolong udah tiga kali berarti berjodoh.... wkwkwk
Cherry
baru baca tp seru
Nurliah Kisarani Lia
aku dah like semua episodemu di sini ya thor ..
semangattsss....
Ina Yulfiana
ko endingnya malah air mata thor . 😭😭😭
Ellnara: Iya kak. Cus baca juga novel baruku
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!