NovelToon NovelToon
Hutang Kepada Mr. Devil

Hutang Kepada Mr. Devil

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wardah Rose

Gwen adalah seorang dokter spesialis jantung di salah satu rumah sakit di tengah kota New York. Di suatu siang yang sibuk, dia mendapatkan seorang pasien. Seorang pria tua yang mendapatkan serangan jantung. Gwen berhasil menyelamatkan nyawanya, sehingga pria itu sangat berterima kasih. Ia menghadiahi Gwen tiket pesawat dan sebuah vila di Bali.

Saat sampai di vila, betapa terkejutnya Gwen ketika menyadari bahwa dia tidak akan tinggal sendiri. Karena pria tua itu ternyata belum memberitahu cucunya kalau vila itu akan diberikan kepada Gwen.

Zachary, nama si cucu. Pria yang tampan, dan arogan. Sedang asyik mencumbu seorang wanita di dekat kolam renang.

KARYA:
1. Hutang Kepada Mr. Devil (end)
2. Aku Bukan Malaikat (end)
3. My Arrogant Prince (ongoing)
4. Kesempatan Kedua (otewe)

Salam kenal dari author penggemar Happy ending story 😊✌️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wardah Rose, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Headline

31

Seorang pria berusia empat puluh lima tahun berada dalam kondisi gawat. Dia mengalami serangan jantung sebelum pergantian shift kerja. Dia seorang satpam di salah satu perusahaan properti. Pria itu masih memakai seragam, di dadanya terjahit badge namanya, Mansyur B.

Pak Mansyur sebelumnya berjaga malam hari dan akan pulang jam delapan pagi. Tepat satu jam setelah satpam shift pagi datang. Malang tak dapat ditolak, Pak Mansyur tiba-tiba merasakan nyeri di dada. Dia berjaga di lantai atas sendirian jadi ia menghubungi temannya via walky talky. Temannya langsung memanggilkan tukang ojek dan memintanya mengantarkan ke rumah sakit.

Setelah melakukan pemeriksaan, Gwen mengabarkan ke Pak Mansyur kalau ia mengalami penyempitan aorta. Beruntung pria itu segera mendapatkan pertolongan. “Ini gejala awal, Anda saya sarankan untuk beristirahat di rumah sakit dulu sampai terapinya selesai dan sehat kembali,” ujar Gwen padanya.

“Dok, tidak bisakah obat jalan saja? Saya harus masuk kerja,” tanya pria itu.

Istrinya yang sudah hadir di rumah sakit menyela dan menyalahkan pertanyaan bodoh suaminya. “Kesehatanmu lebih penting, Yah. Istirahat saja,” kata si istri.

“Aku tidak bisa libur sekarang, Bu. Perusahaan sedang tidak baik. Kalau aku sering bolos, nanti kalau di-PHK bagaimana? Di usia ayah ini susah kalau mau mencari kerja lain.”

“Apa bosmu setega itu sampai mau pecat karyawan yang sakit?” keluh si istri.

“Bukan tega, Bu. Pak Prasetyo orang yang baik ....” Gwen sontak membulatkan netra ketika nama orangtuanya disebut. “Dia tidak mau PHK karyawannya meskipun kondisi perusahaan sedang krisis. Makanya dia banyak ambil pinjaman ke bank. Sayangnya ada tikus di kantor, jadi perusahaan semakin buruk. Ayah, kan termasuk pegawai lama, sudah tua juga. Manajer juga pasti pilih pegawai yang masih muda kalau tahu kondisi ayah begini.”

Dalam diam, Gwen memperhatikan logo perusahaan Prasetyo di bahu seragam Pak Mansyur. Ia yakin kalau Prasetyo yang pasiennya maksud adalah daddy-nya. Gwen lalu memikirkan tentang kondisi perusahaan. Bukan hanya keluarganya yang terdampak atas krisis yang dialami perusahaan, tapi juga para karyawan.

*****

Zach menghadiri rapat dan melihat langsung perusahaan Prasetyo. Kemampuannya menilai suatu perusahaan hampir sama dengan Ahmad. Dia bisa melihat bahwa Prasetyo orang yang berkompeten, tapi sayangnya dia payah dalam memilih orang kepercayaan. Fakta bahwa dia telah ditipu bawahannya sendiri merupakan bukti nyata.

“Jadi, berapa waktu yang Anda butuhkan untuk perusahaan agar kembali sehat tanpa bantuan kami?” tanya Zach setelah penandatanganan kesepakatan terjadi. Sama sekali dia tak membahas masalah perjodohan. Dia bersikap profesional layaknya pebisnis. Ada atau tidaknya sebuah pernikahan, tak bisa mengubah penilaiannya kepada perusahaan Prasetyo. Jika pernikahan politis itu akan berakhir dan perusahaan Prasetyo tidak layak, maka dia akan menarik investasinya. Bukankah Ahmad bilang kalau Zach akan jadi pewaris utama? Jadi masalah mengatur investasi akan menjadi haknya. Kepada perusahaan mana dia akan berinvestasi sudah bukan menjadi keputusan Ahmad lagi.

“Tiga bulan. Anda akan lihat hasilnya selama tiga bulan,” jawab Prasetyo dengan tegas.

Zach merasa lega ternyata tidak perlu waktu enam bulan untuk berada dalam pernikahan palsu. “Baiklah. Saya percaya dengan Anda.”

Zach percaya dalam waktu tiga bulan dia bisa mengajukan cerai. Namun, saat Zach turun ke lantai dasar dan bertemu dengan wanita yang membuatnya tak bisa tidur pulas akhir-akhir ini, Zach lupa akan niatnya.

“Dad, assalamualaikum,” sapa gadis itu kepada Prasetyo yang berdiri di samping Zach. Lalu gadis itu memberikan ciuman ke pipi Prasetyo.

“Waalaikumussalam, Baby-G,” jawab Prasetyo.

Lagi-lagi, Zach merasa semesta sangat berpihak kepadanya. “Jadi Kitty yang akan aku nikahi? Luar biasa!” sorak Zach dalam hati.

“Maaf Tuan Zach, perkenalkan ini putri saya Gwenevere,” ujar Prasetyo.

“Kami sudah saling kenal,” jawab Zach tanpa melihat ke Prasetyo, pandangannya tak pernah lepas dari Gwen, Kitty-nya.

“Oh benarkah? Saya baru tahu, maaf,” ujar Prasetyo.

Dipandangi secara intens oleh Zach di hadapan orangtuanya terasa canggung sekali bagi Gwen. Ia jadi tak tahu apa yang harus dilakukan. Sedangkan Zach sangat menikmati gerakan bulu mata Gwen ketika ia mengerjapkan matanya. Juga gerakan salah tingkah Gwen yang menghindari tatapan mata Zach. Baru beberapa hari mereka tak bertemu, Zach rasa sudah setahun. Begitu besar pengaruh Gwen padanya, andai gadis itu tahu.

“Naiklah dulu ke kantor Daddy,” pinta Prasetyo pada Gwen. Pandangan Zach terus mengikuti langkah Gwen sampai gadis itu menghilang karena pintu lift yang menutup.

Prasetyo berdeham lalu berkata kepada Zach, “Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada kami.” Prasetyo mengulurkan tangannya.

“Sama-sama,” jawab Zach dengan senyum lebar saat menyalami tangan calon mertuanya.

Saat Zach sudah berada di dalam mobil, ia berbicara sendiri. “Enam bulan jadi sangat menarik, Kitty.” Zach mengambil ponsel dalam sakunya lalu menghubungi seseorang. “Kek, jangan lama-lama tanggal pernikahannya.”

Ahmad di seberang sana merasa lega saat menutup pembicaraan mereka di telepon. Iwan yang menyadari ada sesuatu yang berbeda dari wajah Ahmad segera bertanya, “Apa Zach sudah menyetujui rencana Anda?”

“Ya tentu saja. Pasti dia setuju.”

*****

Sebelum Prasetyo membuka suara tentang perjodohan, Gwen sudah mendahuluinya. “Apakah Zach tadi yang akan dijodohkan dengan Nafeera?”

Prasetyo tentu kaget dan bertanya, “Sejak kapan kamu tahu?”

“Nafeera pernah cerita, tapi lebih jelasnya setelah aku nanya ke Naufal beberapa hari setelah Nafeera dimakamkan.”

Kini terbesit keraguan pada Prasetyo untuk meminta Gwen menyetujui perjodohan itu sebagai ganti dari Nafeera. “Nafeera sudah tidak ada, apa Daddy akan menjodohkanku juga?” tanya Gwen langsung. Sebuah kesiap tergambar jelas pada wajah Prasetyo.

“It’s ok, Dad. Ceritakan saja, aku sudah cukup dewasa untuk menilai keadaan di sekitarku,” ujar Gwen sambil tersenyum.

*****

Berita tentang rencana pernikahan Zach langsung menjadi tajuk utama berita selebriti. Gwen merasa sangat aneh, padahal Zach bukanlah artis. Naufal yang tak pernah peduli dengan berita artis otomatis ikut menyimak berita tentang calon kakak iparnya.

“Soalnya perempuan yang digosipkan di hotel sama Zach itu mantan artis sekaligus istri seorang pejabat. Pantas aja tuh langsung jadi headline berita pernikahan Kakak,” komentar Naufal saat dia ikut menonton berita di ruangan dokter Gwen.

Dalam tayangan itu ditampilkan foto-foto Gwen dan Zach selama di Bali. Wajah Gwen di-blur tetapi wajah Zach terlihat jelas. Mungkin sumber mereka adalah orang-orang di sekitar Gwen. “Antara Sammy, Farah atau Bu Sari salah satu di antara mereka,” pikir Gwen.

“Untung aja mereka ga nampilin biodata Kakak.” Naufal berkomentar kembali sambil makan kuaci. “Kalau ga, sekarang di depan IGD pasti sudah heboh. Bukan korban kecelakaan tapi para wartawan,” lanjut Naufal.

-----------------------------------------------------

Bonus. Babang Theo

1
luh jingga
masih manggil kity pdahl bkan adiknya 🤦‍♀️
Sunny Kwok
Luar biasa
buna
woow🥵🥵😂😂😂
buna
nafeera kali, kan yg model nafeera
Fitrianinaim_queen03
Theo 😘 very very nice
Fitrianinaim_queen03
pengen ketawa tapi takut Tossa 🤣🤣🤣
Partiah Yake
suka banget bacanya
Partiah Yake
aku wis mbarin diawali, kan lagi haid paling tidak jadi uhukkk uhukkk
Sastri Dalila
👍
bank sha one
imajinasiku foto ZACH kurang greget
bang Diesel lope lope bang
Irra Ajahh
menghalu nya lebih riel yh ada gambar ny juga
Ran Aulia
😍👍
Narayana Shikamaru
kan s'gwen mo ngmong sswtu sma samy,tpi ga dlnjutin mo ngmong paan..jdi nggantung cerita ny🥴
Lilik24
lumayan utk dibaca
Rita Rita
ga sia 2 aq marathon sampai pagi baca novel mu thor......the best
NOiR🥀
apa tu ongkang ongkang kaki pertama kali kk baca karya menarik
Lidya carlton
umur? aman thor 😁buat yg agak panas ga pa2🤭🤭🤭
Lidya carlton
sangat suka bonus nya makasih thor
Sandisalbiah
mungkinkah vino kerjasama dgn sandra.. 🤔🤔🤔
Fatimah Azzahra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!