NovelToon NovelToon
Sang Pengantin Bayaran

Sang Pengantin Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahkontrak / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:46.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Vey Vii

Aaron Conan Drax, seorang pengusaha muda serta anak tunggal dari keluarga kaya yang terpaksa menikahi seorang wanita sederhana, Hayley Marshall, sebagai pengantin bayaran demi menyelamatkan hubungan dirinya bersama sang kekasih.

Namun, tidak di sangka jika kekasihnya berkhianat darinya. Aaron memilih untuk melepas dengan ikhlas, namun kini dirinya terjebak dengan perasaan yang membingungkan kepada istri bayarannya.

Aaron sudah kalah start, Hayley sudah menjatuhkan hatinya pada laki-laki lain yang tidak lain dan tidak bukan adalah rekan bisnis Aaron.

Akankah kontrak pernikahan mereka berakhir begitu saja, hanya waktu yang akan menjawabnya.

Happy reading 🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vey Vii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran

Setelah semuanya beres, Hayley bergegas meninggalkan ruangan Aaron, dia bingung, dari mana dia akan mendapatkan uang untuk memberi sambutan kedatangan Aaron nanti malam.

"Upik abu!" teriak seseorang dari belakang, Hayley mengenal jelas suara dan panggilan itu.

"Tuan Alex, hah!" Hayley menoleh, menatap Alex yang menuju ke arahnya dengan sedikit berlari.

"Kamu ini budek, ya! di panggil-panggil bukannya noleh malah ngeluyur aja," maki Alex. "Ini, titipan Aaron untukmu."

Hayley tidak merespon makian Alex, ia menerima sebuah amplop coklat yang di berikan tanpa menatap di pemberi.

"Kami datang jam 7 malam, kalau bisa beli baju, calon istri presdir kok dekil!" Alex tersenyum sinis. "Bali baju, yang bagus!" ulangnya.

"Oke!" ujar Hayley singkat, lalu segera pergi meninggalkan Alex sebelum emosinya menjalar mendengar berbagai kalimat menjengkelkan yang Alex lontarkan.

"Dasar upik abu! nggak tau terimakasih," desis Alex. Dia semakin kesal ketika Hayley tidak membalas apapun yang ia ucapkan.

Di pinggir jalan raya, Hayley membuka amplop berwarna coklat, ia terkejut karena amplop itu berisi beberapa lembar uang berwarna merah.

"Hah, uang. Banyak banget!" gumam Hayley, dia segera memasukkannya ke dalam tas sebelum ada yang melihat.

Entah dia harus senang atau sedih, tapi dia cukup bersyukur karena dengan uang itu dia bisa membeli satu gaun baru untuk menyambut kedatangan Aaron nanti malam, ia juga akan membeli baju baru untuk ibunya.

🖤🖤🖤

"Aku pulang ...." Hayley membuka pintu rumah yang terbuat dari triplek tipis yang sudah menjamur.

"Loh, kok udah pulang, Nak?" tanya Andini dari dalam.

"Udah, Bu. Aku mau ngomongin sesuatu, penting!" seru Hayley, ia membimbing Andini untuk duduk di kursi bersebelahan dengannya.

"Ada apa? serius sekali," timpal Andini, tidak biasanya anaknya itu memasang wajah serius seperti ini.

"Emm ... Ada laki-laki yang mau lamar aku, Bu. Boleh?" tanya Hayley ragu-ragu.

"Hah? yang bener? siapa? Angga?" pertanyaan bertubi-tubi Andini lontarkan pada putrinya, ia tampak sangat terkejut dengan berita mendadak ini, apalagi selama ini Hayley tidak pernah menceritakan kedekatannya terhadap laki-laki manapun.

"Bukan, Bu. Sama Mr. Aaron, bossku di kantor," jawab Andini.

"Tunggu! kamu tidak merebut suami orang kan, Nak?" selidik Andini. "Atau jangan-jangan ...."

"Nggak, Bu. Aku nggak mungkin seperti itu, ini semua murni karena dia mencintaiku, kami sepakat akan menikah," jelas Hayley, ia terpaksa berbohong demi mendapatkan restu ibunya.

"Menikah dengan orang kaya resikonya besar, Nak?" Andini menghela nafas panjang. "Apa orang tuanya juga setuju jika dia menikah dengan wanita miskin sepertimu?"

"Do'akan kami agar orang tuanya juga memberi restu, Bu. Nanti malam dia akan datang melamar," ujar Hayley. "Aku sudah beli baju buat kita, nanti kita akan belanja buah dan beberapa makanan sebagai hidangan."

Dengan perasaan yang tidak karuan, Andini setuju. Meskipun dalam hati kecilnya ia merasa ragu karena yang akan menikahi anak gadisnya adalah seorang boss besar dan orang kaya, ia tidak yakin jika laki-laki itu bisa menerima Hayley dengan lapang dada. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hatinya, tapi Hayley terus meyakinkan Andini bahwa semua akan baik-baik saja.

Siang menjelang sore, hampir semua masakan yang mereka pesan sudah sampai di rumah, Hayley memilih memesan catering agar tidak merepotkan ibunya.

🖤🖤🖤

Hampir pukul 7 malam, Hayley sudah berdandan sederhana dengan memoles lipstik tipis. Entah mengapa dia melakukan itu meskipun ia yakin Aaron tidak akan tertarik padanya, namun dia menghargai dirinya sendiri dengan memperbaiki penampilannya.

"Bu, apa aku cantik?" tanya Hayley pada ibunya.

Andini melongo, menatap anak gadisnya kini memakai gaun hitam polos tanpa lengan, di bagian bawahnya terdapat terusan semacam rok berwarna gold sampai ke lutut, rambutnya di gerai begitu saja, Andini kagum, mengagumi putrinya yang memiliki kecantikan yang terpendam.

"Cantik, Nak. Cantik sekali, pasti calon suamimu akan sangat senang melihatmu," jawab Andini sambil menyeka air mata haru di pipinya.

Sayangnya, Hayley tau, jika apa yang ia lakukan saat ini hanya semata-mata demi meyakinkan ibunya dan menjunjung harga dirinya sendiri, bukan karena ingin di sanjung oleh Aaron.

Tok ... Tok ... Tok ....

"Bu, sepertinya mereka datang. Aku buka pintu dulu," ujar Hayley, merapikan gaunnya, sedangkan Andini sudah berdiri tidak jauh dari pintu.

"Silahkan masuk." Hayley mempersilahkan dengan sopan.

Aaron mengangguk, lalu memberi salam pada Andini. "Selamat malam, Bu," sapa Aaron sopan.

Alex berdiri di belakang Aaron juga ikut memberi salam kepada Andini dengan ramah dan sopan.

Andini mempersilahkan tamunya duduk di kursi kayu yang sudah hampir lapuk, namun Aaron dan Alex tidak keberatan.

"Maksud kedatanganku kemari, ingin melamar putri ibu, Hayley," ujar Aaron memulai pembicaraan serius. "Apakah ibu merestui hubungan kami?" tanya Aaron.

"Hmm, semua keputusan akan ibu serahkan pada Hayley. Dia yang akan menjalani semuanya, jadi dia yang berhak memutuskan." Andini menjawab dengan penuh penekanan. "Ibu hanya bisa mendukung dan memberi restu."

"Bagaimana, Hayley? kau mau menikah denganku?" tanya Aaron, ia mengeluarkan cincin berlian bermata merah delima dari sakunya, Aaron berlutut di depan Hayley.

Hayley ternganga, ia tidak percaya bahwa Aaron akan melakukan hal seromantis itu di depan ibunya, meskipun ia tau jika semua ini hanyalah sandiwara. "Aku ... aku mau," jawab Hayley.

"Bagus ... terimakasih sudah menerimaku, aku berjanji akan membahagiakanmu," ujar Aaron terlihat bersungguh-sungguh.

"Alex," bisik Aaron, ia memberi kode pada sepupunya yang hanya duduk santai sebagai penonton sandiwara ini.

"Oke, Bro!" Alex berdiri, keluar dari rumah dan memberi perintah pada beberapa pengawal yang ada di luar rumah.

Beberapa pengawal laki-laki masuk ke dalam rumah membawa berbagai hantaran lamaran yang mewah, baju-baju untuk Hayley dan ibunya, perhiasan, perlengkapan make up dan semua kebutuhan pribadi Hayley.

Tidak sampai di situ, para pengawal itu juga bolak-balik keluar masuk membawa berbagai makanan enak siap saji sampai buah-buahan segar.

"Mr. Aaron, ini terlalu banyak," ujar Andini takjub, karena ruang tamu rumahnya bahkan tidak cukup untuk memuat seluruh seserahan ini.

"Jangan panggil aku begitu, Bu. Cukup Aaron saja, aku ini calon menantumu," jawab Aaron sambil tersenyum simpul.

"Cih, manis sekali mulutmu, Mr. Ice. Giliran sama aku aja cuek bebek!" batin Hayley.

"Ini semua sebagai rasa terimakasih ku karena sudah menerima aku sebagai menantu di keluarga ini," lanjut Aaron.

"Baiklah, Nak. Tapi, kau harus tau, Hayley berasal dari keluarga miskin, apakah dia pantas bersanding dengan boss besar sepertimu?" tanya Andini, ia harus meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua ini nyata.

"Cinta itu tidak memandang harta dan tahta, Bu. Percayalah, aku mencintai Hayley apapun keadaannya," jawab Aaron tegas, benar-benar membuat Andini terharu.

Setelah perbincangan cukup lama, pukul 9 malam Aaron dan Alex kembali pulang, Hayley mengantarkan mereka sampai ke depan pintu, sedangkan Andini memilih untuk beristirahat.

"Kau menerima saranku, Upik abu!" desis Alex. "Kalau setiap hari kau memperhatikan penampilanmu, maka Aaron tidak rugi membayarmu 50 juta perbulan," lanjutnya.

"Cukup, Alex!" sergah Aaron.

Jika saja Aaron tidak menyeret Alex dari hadapan Hayley, gadis itu ingin sekali melayangkan tinju di wajah tampan Alex.

🖤🖤🖤

1
Susy Hermaningshih
Gimana kisah kehamilan Hayley, baik2 sajakah???
Susy Hermaningshih
Ibu sih pilih kisah Alex dengan putrinya ...😍
Vey Vii: Ada kisah Alex juga loh Bu. Baca Ex Mr.playboy itu kisah seru Alex
total 1 replies
Susy Hermaningshih
Ibu ada di klompok ArLey-Aaron Hayley...kan sdh sah sbg suami istri 😍
ZrLee Darman
ceritanya bagus 😍 tidak nyesal bacanya 🥰
ZrLee Darman
lagian nama knp jga harus sekeren itu MARKO 🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
🤣🤣🤣🤣🤣
ZrLee Darman
kuncir? sekalian dikepang 🤣
Rita Juwita
luar biasa.. ..
Ida Rodiah
Luar biasa
Nofriyanti Vivi
ayuuuny visualny meneduhkn
Naja Naja nurdin
Alex kau datang di waktu yang kurang tepat bro
ermi haryono
Luar biasa
nobita
hmmm Alex si cassanova... tapi lucu tingkahnya...
nobita
Alex si mulut pedas... seperti bon cabe level tertinggi...
nobita
penulisannya rapi... bahasanya mudah di mengerti... mantap
nobita
hmmm kok menolak Aaron sih Kathrine... ya udh kalau kamu gak mau Aaron biar sama akuuu aja... gimana??
Nadav effendy
tidak membenarkan wanita salah selalu dibela & dibenarkan ibu SHIFA BURHAN... tapiii dunia ini sangatlah luas jika anda lupa. apa saja bisa saja terjadi, termasuk istri yg berselingkuh didepan mata kepala suaminya yg menyaksikan dengan sangat2 sadar tapi si suami masih memaafkan & mau menerima bahkan sperti tidak terjadi apapun. om serta adik kandung saya sendiri yg mengalami hal tersebut. 7th istri om saya selingkuh didepan mata kpalanya bahkan dilakukan terang2an dirumah mereka sendiri, istrinya berpacaran dgn selingkuhan nya diruang tamu sdgkan om saya hanya bisa berdiam diri dikamar tanpa melakukan apapun saking cinta nya pd istri gilanya tersebut begitu juga dgn adik laki2 saya yg sering kali diselingkuhi istrinya tapi dgn tangan terbuka masih slalu memaafkan memeluknya dgn hangat.. ckckck, dunia tidak sesempit yg ada di pikiran anda buuu
Nadav effendy
04 Januari 2025 baru mampir.. gak terlambat kan kalau mau baca 😊😁 semoga menarik
aryuu
rame
aryuu
harusnya albern ini namanya pak Broto deh.... trus Samantha namanya ibu aminah/Grin//Pray/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!