Arina gadis SMA yang sangat nakal dan susah diatur tiba tiba berubah saat kedua orang tuanya memindahkannya keluar kota. Ia gadis yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Sehingga pada akhirnya iya bertemu dan membuat masalah dengan seorang CEO yang dingin, angkuh nan tampan.
Apakah yang akan terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISNA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Arina, Putri dan Ellin yang sudah masuk ke kelas pun merasa malas apalagi hari ini giliran jam pelajaran pak guru killer.
Saat Pak Rendy masuk dan memulai jam pelajaran semuanya terdiam kaku. Tak ada yang mengeluarkan suara sedikit pun. Rendy dibuat bingung oleh siswa siswi itu pasalnya setiap ia masuk pasti ada saja siswa centil yang mencari cari celah untuk sekedar berbicara dengannya.
Arina, Putri dan Ellin merasa ada yang salah melihat Pak Rendy yang sepanjang jam pelajaran tak pernah menegurnya. Bahkan Pak Rendy tidak mengingat soal hukuman tambahan yang iya berikan.
" Pak guru killer tidak sakit jiwa kan? dia lupa hukuman tambahan yang diberikan kepada kita " Kata Arina merasa heran.
Mendengar itu Ellin langsung menjitak kepala Arina. " Loh kayaknya emang mau dihukum yah? ".
Di Kantor
Arnan yang menyuruh Salim untuk menjemput Arina ke sekolahnya pun merasa senang. Salim terus saja tersenyum sampai sampai Arnan yang berada dihadapannya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Kayaknya rumah sakit jiwa butuh penghuni tambahan " Kata Arnan yang sedikit berteriak.
Salim yang mendengar teriakan itu pun melonjak kaget. Ia mendengus kesal mendengar Arnan meledeknya seperti orang gila.
Jam pembelajaran telah berakhir dan semua siswa berhamburan untuk pulang ke habitatnya. Begitupun dengan Arina dan kedua sahabatnya yang sudah keluar dan menuju gerbang sekolah.
Arina yang melihat Salim pun menghampirinya.
" Om Salim disini? " Tanya Arina.
" Cepat naik aku akan mengantarmu pulang " Kata Salim tapi tatapannya tertuju pada kedua gadis yang berdiri mematung.
" Dan yah, kalian berdua juga naik saya akan mengantar kalian " Lanjut Salim lagi.
" Wah makasih om " Sahut Ellin dengan senyum yang dibuat-buat manis dan seimut mungkin.
Salim yang mendengarnya merasa kesal karena dipanggil Om oleh Ellin. " Jangan panggil saya om " Kata Salim yang terdengar dingin.
Dan akhirnya mereka bertiga pulang diantar oleh Salim. Saat di mobil Ellin yang tak berhenti berbicara dan ketawa membuat suasana di dalam mobil menjadi seperti situasi di pasar.
" Sungguh penipuan. Hanya mukanya saja yang terlihat kalem tapi kelakuannya Masya Allah cerewetnya minta ampun. Bisa bisanya Arnan sampai jatuh cinta sama bocah " Batin Salim yang tak sadar jika dirinya pun juga sekarang sedang menyukai bocah.😂😂
" Kak Salim itu ada penjual batagor, berhenti dong kak aku pengen " Kata Ellin menepuk-nepuk pundak Salim yang sedang menyetir.
Setelah Salim berhenti Ellin keluar disusul oleh Arina dan Putri. Setelah mendapatkan batagornya, Ellin yang mau membayar baru sadar jika uang jajannya habis waktu disekolah. Arina dan Putri yang melihat itu bertanya " Loh kenapa sih, Bayar gih sana " Kata Arina yang diiyakan oleh Putri.
Ellin hanya menggaruk kepalanya " Di sekolah tadi aku kan banyak jajan " Kata Ellin cengengesan.
" Lah terus? " Tanya Arina dan Putri dengan bodohnya.
" Ya ampun Siti uangku habis gegara banyak jajan di sekolah " Kata Ellin kesal.
" Yaelah Jubaedah nyesel gue ikut sama loh " Kata Putri.
" Idih, bayar gih sana " Ketus Ellin.
" Hahaha kita aja niatnya mau pinjam sama loh " Lanjut Arina yang menahan tawa karena merasa begitu lucu.
Mereka bertiga jadinya hanya menggaruk kepala.
" Tak mungkin kan kita pulang telanjang hanya gara-gara batagor " Kata Ellin dengan suara yang sedikit besar.
" Apa yang telanjang " Suara bariton Salim terdengar dari belakang membuat ketiga gadis itu menggigit bibir.
" Kak Salim disini? " Tanya Ellin yang sedikit gugup.
" Kenapa lama sekali? " Tanya Salim dengan menatap manik mata Ellin.
" It..itu kak, ak..aku " Jawab Ellin dengan gugup dan mendapatkan tatapan tajam dari Salim.
" Aku, begini kak uangku habis karena banyak jajan tadi dan aku lupa kalau uang jajan yang kubawa sudah habis " Kata Ellin yang menahan rasa malu. Arina dan Ellin yang melihat itu menahan tawanya yang sudah mau meledak.
Salim yang mendengarnya pun merasa lucu sekaligus kasihan. Ia memijat kepalanya lalu membayar jajan ketiga gadis konyol itu.
Jangan lupa rate, like and vote
Jangan lupa juga komen sebanyak-banyaknya yah😘
Selamat membaca😍