" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "
" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.
" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.
" karena kau hanyalah gadis manja" .
Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.
Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.
setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
Cekrek...
Cekrek....
Cekrek....
Lampu blip kamera tak henti-hentinya berkelap-kelip, menyoroti dan memotret momen kedatangan prince Rafael Benitez, wajahnya yang tampan selalu mampu menghipnotis para kaum hawa, bahkan menutupi air mukanya yang seharusnya terlihat lelah,ia hanya tidur dua jam semalam, itupun karena ia ketiduran.
Langkah Rafael tegap dan terlihat begitu yakin,tak ada sedikitpun keraguan atau kegugupan pada wajahnya,di sampingnya sang ibu terlihat setia mendampingi nya.
Para wartawan saling berdesakan demi mendapatkan posisi paling depan hingga bisa mendapatkan berita terbaik.
" pangeran apakah benar ini pengumuman untuk memperkenalkan calon ratu ?"
" Apakah berita tentang pertunangan anda dengan putri seorang pengusaha itu benar?"
" Apakah benar dugaan publik bahwa pertunangan anda dengan putri seorang pengusaha itu hanyalah pernikahan bisnis?"
" Apakah benar anda bertunangan dengan putri tuan Amran Lennox?"
" Katanya keluarga Lennox meminta pertunangan itu agar bisnis mereka semakin maju, apakah itu benar?"
Berbagai pertanyaan bermunculan,para reporter itu memang di berikan kesempatan untuk meliput.
" Tolong semuanya tenang" seorang pembawa acara khusus kerajaan memulai pembukaan konferensi pers tersebut, pangeran Rafael terlihat duduk tenang di kursinya,tak jauh dari nya duduk sang ibu Ratu,ibu kandungnya.
" Pangeran Rafael mengadakan konferensi pers ini adalah untuk mengklarifikasi tentang semua berita yang terus berbeda sepanjang hampir dua tahun belakangan ini,dan itu cukup menganggu kedua belah pihak" ucap pembuka acara.
" Dan hari ini, pangeran akan memperjelas semuanya,dan apa yang akan pangeran katakan hari ini di hadapan kita semua, itulah kebenaran nya,harap bijaklah dalam menyimpulkan" tambah pria tersebut.
Rafael bangkit dari duduknya setelah sang pembawa acara menunduk hormat mempersilahkan nya untuk bicara.
" Selamat pagi semua nya?, saya prince Rafael Benitez berdiri di sini, untuk mengatakan bahwa semua berita yang tengah beredar itu adalah kebohongan, HOAX" ucap Rafael tegas.
" Benar saya telah bertunangan dengan putri tuan Amran Lennox,namun itu murni karena perjodohan,tak ada dari satu pihak pun mengharapkan keuntungan atau memanfaatkan ikatan kami tersebut " ucap Rafael tegas.
Para reporter terlihat begitu serius merekam video tentang apa yang tengah calon raja mereka itu sampaikan, mereka benar-benar tertib demi mendapatkan berita yang benar-benar eklusif.
" Dan hari ini juga disini saya ingin mengatakan bahwa perjodohan itu di batalkan,kami memutuskan untuk mengakhiri pertunangan itu, kami sama-sama masih muda,masih begitu banyak yang harus kami pelajari dan kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga Lennox, terkhusus saya pribadi" .
Sontak semua yang berada di dalam ruangan tersebut langsung heboh setelah mendengar pernyataan mengejutkan dari pangeran Rafael, berbagai pertanyaan dan persepsi muncul dalam benak mereka.
" mengapa harus di batalkan?"
" Apakah pangeran mencintai nona Camelia?"
" Ternyata benar, hubungan itu karena perjodohan, yang pangeran cintai adalah nona Camelia".
Berbagai desas desus terdengar,dan berbagai pertanyaan mereka lontarkan.
Namun keriuhan itu seketika berubah menjadi hening saat di luar terdengar sedikit kericuhan karena kedatangan seseorang.
Terlebih saat mereka melihat secara langsung sosok wanita yang di beritakan bertunangan dengan pangeran Rafael,sosok wanita dengan paras yang begitu cantik,lalu apa alasannya pangeran memutuskan mengakhiri hubungan tersebut.
" Meera..." lirih Rafael, matanya menatap wajah cantik Meera yang terlihat berbeda di matanya,wanita cantik itu tak lagi menatap nya,Meera justru terlihat begitu tenang dan anggun,tak sedikitpun menujukkan wajah gugup atau sedihnya,berbeda dengan kemarin saat gadis cantik itu menemui nya di kantor.
"Sayang..." panggil Ratu Ambar lembut,wanita paruh baya itu bahkan bangkit dari duduknya menyambut kedatangan Meera, sungguh beliau atau Rafael tak menduga itu.
Meera menunduk memberikan tanda hormat pada ratu Ambar dan pangeran Rafael,sama seperti rakyat biasa pada umumnya saat bertemu dengan para keluarga kerajaan.
" Saya akan memberitahukan alasan pertunangan kami berakhir" ucap Meera yang kini berdiri tak jauh dari Rafael,namun wanita cantik itu tak sedikitpun melirik Rafael.
" Kami,saya dan prince Rafael sejak kecil sudah saling mengenal dan sering bersama,bisa di katakan kami cukup dekat,maka itu para orang tua mengganggap bahwa kami saling mencintai hingga akhirnya memutuskan menjodohkan kami" ucap Meera tenang.
Sedangkan Rafael terus menatap nya,tak pernah ia duga meera akan mengatakan semua itu.
" Dan setelah hampir dua tahun hubungan itu terjalin,kamu..saya dan prince Rafael menyadari bahwa sebenarnya diantara kami tidak saling mencintai,maka itu kami memutuskan agar keluarga mengizinkan untuk kami mengakhiri hubungan tersebut" tambah Meera lagi, sesuatu ungkapan yang berhasil membuat mata Rafael menatap nya semakin tajam dan tak percaya.
" Ra..." tegur Rafael pelan,namun jelas bernada tegas, terdengar seperti sebuah protes.
Meera terlihat tak menghiraukan" Hanya itu saja yang dapat saya sampaikan,dan saya ingin mengatakan bahwa hubungan kami tetap terjalin baik,tak ada yang berubah setelah semua ini,hanya saja saya dan pangeran tak lagi memiliki hubungan selain pertemanan " tambah Meera lagi.
Setelah mengatakan semua itu,Meera memiringkan tubuhnya,menghadap pangeran Rafael yang masih berdiri tegak di sampingnya,masih menatap nya intens,namun Meera membalasnya dengan sebuah senyuman manis.
Meera menundukkan kepalanya sopan" terimakasih untuk semuanya,saya permisi pangeran" ucap Meera tegas, matanya tak se detik pun menatap Rafael.
Setelah memberikan penghormatan,Meera melangkah mundur,berbalik mendekati ratu Ambar,hal yang sama Meera lakukan" maafkan saya ibu Ratu,saya harus undur diri, terimakasih" ucap nya terdengar begitu formal,dan hal itu membuat hati wanita paruh baya itu terluka.
Setelah mendapatkan anggukan kepala dari Ratu Ambar,Meera dengan cepat dan tegas meninggalkan gedung tersebut, penampilan nya pagi ini begitu anggun dan cantik,ia menunjukkan dengan jelas dari kalangan mana ia berasal.
Meera mengenakan dress brukat panjang, rambutnya ia biarkan tergerai indah,tak memakai aksesoris yang mencolok,hanya satu set perhiasan ber bandul mutiara berwarna putih,hampir senada dengan dress nya yang berwarna broken white, menenteng tas mini, tampilan nya benar-benar mencuri perhatian publik.
Di luar gedung, Cecilia menunggu dengan tak sabar, sahabat nya itu merasa sangat khawatir,ia khawatir Meera akan menunjukkan sisi manjanya saat bersama Rafael seperti biasanya,ia takut itu semua akan membuatnya terlihat begitu murahan di hadapan publik.
" Babe...." Cecilia langsung menghambur memeluk tubuh ramping Meera,ia menangkup wajah Meera dengan kedua tangannya, matanya menatap menelisik wajah sang sahabat.
" Are you okay Babe....? Menangis lah kalau itu akan membuat dada mu lebih lega" bisik Cecilia lembut.
Meera menggeleng dalam dekapan sahabatnya " i'm fine Babe,aku sudah menangis kemarin" jawab Meera jujur.
Cecilia tertawa kecil seraya melepas pelukannya, matanya menatap mata berkaca-kaca sahabat nya,ia mengangkat tangan nya, mengacungkan jempol nya, mengisyaratkan bahwa sahabatnya itu hebat dan ia akan mendukung sepenuhnya apa yang Meera putuskan.
baru lihat Meera aja udah dahsyat getarannya, eeeeh Meera malah nyentuh EL.
Sabar ya EL, halalin dulu 😂😂
sabar ini ujian 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kendalikan dirimu ELLLLLLLL 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
abis digampar Meera, sekarang bapaknya Meera, btw gpp namanya juga usaha, kerahkan seluruh usaha dan sabarmu ya EL
Ganbatte 💪
harus konsekuen dong dengan pilihan nya...ya sana jalan aja atau berkencan sama si Camelia..kan ngebet banget sama pangeran 😄
ini pasti akan sedikit lebih sulit.
Meeramu sudah berubah, dia bukan lagi Meera yg dulu
merana deh🤣
Meera kamu harus semakin kuat..
belajar menghadapi tantangan hidup
yg tentu tidak mudah.. yakinkan diri bahwa kamu kuat kamu bisa💪💪