NovelToon NovelToon
Sistem Sekretaris Kecil

Sistem Sekretaris Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Citra Lestari terbangun di dunia novel yang penuh intrik dan cinta beracun.
Di sana, sang bintang cantik Shafira Maharani hancur karena pria yang tak pernah setia.
Namun kali ini, Citra Lestari datang bukan untuk menangis — tapi untuk menaklukkan.
Dengan pesona lembut dan kecerdikan tersembunyi, ia perlahan membuat sang taipan bertekuk lutut.
Ketika si libertine mulai menyerahkan hatinya, cinta pun berubah menjadi permainan yang tak bisa dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6: Dua Tahun untuk Bertahan Hidup

Seminggu berlalu dengan tenang.

Sinar matahari pagi menyaring masuk melalui jendela kecil kamar sewaan Citra, menari-nari di atas ambang kayu yang usang. Di sana, beberapa bunga eustoma putih dalam botol kaca mekar sempurna.

sentuhan kecil yang ia tambahkan sendiri, karena bisa, karena gratis, karena indah.

Rambut panjangnya diikat longgar ke belakang dengan pita hitam. Beberapa helai terlepas, menjuntai pelan di leher yang ramping.

Citra duduk di tepi tempat tidur, diam, membiarkan informasi tentang dunia ini terus berputar di kepalanya. Industri hiburan. Nama-nama penting. Peta kekuasaan yang tidak tertulis tapi semua orang patuhi.

*[Tuan Rumah. Satu minggu telah berlalu.]*

Suara Sistem muncul di benaknya—kali ini tidak terburu-buru, tapi lebih berat dari biasanya.

Wajah Citra tenang. Kegembiraan naif saat pertama kali tiba sudah mereda, digantikan oleh sesuatu yang lebih diam dan lebih dalam. Matanya tetap jernih, tapi kini memancarkan keteguhan yang berbeda.

"Hmm, aku tahu," jawabnya lembut.

*[Semua informasi yang perlu kau ketahui sudah aku susun. Kebiasaan Shafira Maharani, preferensinya, jebakan politik di lokasi syuting, hubungan interpersonal nya,semuanya ada. Beberapa data publik tentang Arjuna Pratama juga sudah kusiapkan.]*

*[Dan ingat: hindari Shafira jika bisa. Jika terpaksa berinteraksi, berpura-pura lah tidak mencolok. Jangan mencoba menjadi pahlawan.]*

*[Sudah mengerti, Sistem.]*

*[Baik. Satu hal lagi—]* Nada Sistem berubah, sedikit berbeda dari biasanya. *[Saya harus kembali untuk pelatihan peningkatan kemampuan. Durasinya belum pasti. Tapi sudah kusiapkan unit respons cadangan, kode 007. Panggil dalam pikiranmu jika butuh navigasi, informasi dasar, atau pemantauan umum. Tidak secerdas saya, tapi cukup untuk keadaan darurat.]*

Senyum tipis terukir di bibir Citra. *[Terima kasih, Sistem.]*

*[Untuk apa kau berterima kasih...]* Sistem terdengar canggung,tidak terbiasa dengan ketulusan yang sederhana. Lalu suaranya kembali serius. *[Ada satu hal lagi yang harus kau ketahui. Jiwamu berasal dari dunia lain. Meski aku sudah mengoptimalkan fusi dengan tubuh ini, mungkin masih ada reaksi penolakan ringan.]*

Citra secara naluriah mengangkat tangan, menekan pelipisnya.

Seminggu ini, setiap kali ia berjalan terlalu jauh atau terlalu bersemangat, ada pusing kecil yang datang tanpa permisi. Ia pikir itu kelelahan biasa.

*[Ya, persis seperti itu.]* Sistem melanjutkan seolah membaca pikirannya. *[Pusing sesekali, mudah lelah secara mental. Fondasi fisik tubuh ini sedikit lebih lemah dari rata-rata karena riwayat kesehatan pemilik aslinya. Jangan terlalu memforsir diri.]*

*[Baiklah. Aku akan hati-hati.]*

*[Namun—]* Nada Sistem berubah lagi. Kali ini lebih pelan, seperti seseorang yang memilih kata-katanya dengan sangat hati-hati. *[Masalah-masalah kecil ini bukan tidak mungkin diselesaikan sepenuhnya. Kuncinya terletak pada Anak Takdir.]*

Citra mengedipkan mata. *[Maksudnya... Arjuna Pratama?]*

*[Ya.]* Sistem berhenti sejenak. *[Sebagai satu-satunya Anak Takdir di dunia ini, energinya secara alami dapat menyehatkan esensi tubuhmu. Jika kau berhasil memikatnya,dan menjalin ikatan yang cukup dalam, baik secara emosional maupun fisik.

energi vitalnya akan bertindak seperti suplemen terkuat yang bisa kau dapatkan. Reaksi penolakan jiwa akan mereda. Tubuhmu akan berintegrasi penuh dengan dunia ini.]*

*[Dan,]* Sistem menambahkan dengan nada yang hampir malu-malu untuk ukuran sebuah mesin, *[tubuhmu akan semakin sehat dan bersinar dari dalam. Seperti kuncup bunga di musim semi yang dibasahi embun pagi. Apakah kamu mengerti maksudku?]*

Wajah Citra memerah padam.

Warna merah itu menyebar cepat...pipi, leher, hingga cuping telinganya. Ia menggigit bibir bawahnya pelan, mencerna apa yang baru saja ia dengar.

Ia mengerti. Tentu saja ia mengerti. Itu bukan sekadar tentang perasaan atau strategi. Itu tentang kelangsungan hidupnya,dalam arti yang paling harfiah.

*[Aku... mengerti,]* jawabnya pelan. Malu, tapi tidak menolak.

Untuk kebebasan ini. Untuk tubuh yang sehat yang sudah ia impikan selama delapan belas tahun. Ia akan berjuang. Dengan cara apa pun yang diperlukan.

*[Baiklah.]* Suara Sistem melunak—lebih hangat dari yang biasanya ia izinkan. *[Satu hal terakhir, Citra. Yang paling penting.]*

*[Pemilik tubuh asli ini meninggal pada usia dua puluh tahun. Dua tahun dari sekarang. Jika pada saat itu kau belum menggantikan posisi Tokoh Utama Wanita di hati Anak Takdir—Kesadaran Dunia akan menolakmu. Dan kau akan lenyap tanpa jejak.]*

Ruangan terasa lebih sunyi dari sebelumnya.

Citra menatap pemandangan jalanan di luar jendela. Pasar ramai. Orang-orang berjalan dengan tujuan masing-masing. Langit biru yang tidak peduli.

Dua tahun.

Rasa takut itu ada,ia tidak akan berbohong. Tapi di bawahnya, ada sesuatu yang lebih keras dan lebih diam. Tekad yang tidak butuh diucapkan keras-keras untuk menjadi nyata.

*[Aku akan bekerja keras,]* katanya dalam hati, suaranya stabil. *[Aku akan menjadi Citra Lestari sejati di dunia ini. Dan aku akan menaklukkan Arjuna Pratama—bukan hanya untuk misi, tapi untuk hidupku sendiri.]*

*[Bagus. Inilah host yang kupilih.]* Sistem terdengar puas, dengan cara yang singkat dan tidak berlebihan. *[Kalau begitu aku pergi. 007 akan menggantikan ku sementara. Hati-hati, Tuan Rumah.]*

*[Selamat tinggal, Sistem.]*

Suara itu menghilang. Keheningan kembali menyelimuti kamar kecil itu,hanya suara pasar yang samar dari luar dan detak jantung Citra sendiri yang terasa lebih nyata dari sebelumnya.

Ia duduk diam sejenak. Sedikit melankolis, tapi tidak takut.

Lalu ia berdiri, berjalan ke meja kecil, dan menyalakan laptop lama milik pemilik aslinya. Layar berkedip, menampilkan desktop yang berantakan.

Dengan jari-jari yang tidak gemetar, ia membuka peramban dan mengetikkan dua kata ke kolom pencarian:

*Mahardika Pratama Group.*

1
Friska trisna
Tema perjuangan: Bab ini bisa jadi fondasi untuk tema besar — Citra membangun karier dengan usahanya sendiri, meski berada di bayang-bayang kekuasaan Arjuna.
Friska trisna
Bab ini berhasil menunjukkan dinamika pasangan: Citra yang polos dan keras kepala, Arjuna yang arogan tapi luluh oleh ketulusan.Ada keseimbangan antara romansa manis dan ketegangan ringan. Pembaca bisa ikut tersenyum melihat kegembiraan Citra, sekaligus merasa hangat melihat Arjuna akhirnya mendukungnya.
cipung
semangat kak🤭
Ayu Ning
semangat thor
Ayu Ning
secepat itukah,menyerah.
Rahman Hayati
lanjut
Rahman Hayati
baru mampir moga suka
cipung
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!