NovelToon NovelToon
Kembalikan Anakku, Adinata

Kembalikan Anakku, Adinata

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: doubleareya

Copyright ©2026, Kembalikan Anakku, Adinata oleh Doubleareya.

Adinata Hardiyanto menikah dengan Nadine Ayunda bukan akibat perjodohan, accident atau kontrak semata, tapi karena rasa cinta untuk memiliki. Dari awal menikah orang tuanya selalu ikut campur dan tidak memberi akses untuk dirinya bisa memimpin keluarga kecilnya sendiri. Adinata tetap bersabar sampai ia harus kehilangan sang istri—Nadine Ayunda.

Nadine Ayunda memilih berpisah dengan sang suami—Adinata Hardiyanto yang hidupnya selalu disetir oleh sang mertua. Nadine pergi dengan membawa sang buah hati yang dikandung di perutnya.

Tapi jika memang sudah digariskan oleh takdir, sejauh apapun langkah membawa, ia pasti akan kembali menjadi satu lagi. Untuk kembali artinya perlu dijemput, apakah Adinata bisa menjemput istrinya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon doubleareya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Xavier, Gerry dan kebohongan

“Tuan Xavier, boleh saya berbicara dengan Anda sebentar.”

Xavier menolehkan kepalanya ke belakang untuk bertatapan dengan Gerry. Ia mengurungkan niatnya untuk membuka pintu mobil.

“Ada apa, Ger?”

“Bisa ikut saya sebentar untuk berbicara berdua, Tuan?”

Xavier menganggukkan kepalanya walau hatinya merasa heran. Ia mengikuti langkah kaki Gerry—asisten Adinata ke tempat paling ujung di basement Apartemen Adinata.

“Sebelumnya maaf, Tuan kalau saya terkesan tidak sopan karena meminta waktu Anda untuk berbicara berdua dengan saya.”

“Ah, tidak apa-apa. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Xavier.

“Saya mendapatkan laporan dari suruhan Tuan Adinata untuk mengawasi Nyonya Nadine bahwa nyonya sempat memeriksakan dirinya di rumah sakit tempat Anda bekerja, Tuan.”

Xavier menganggukkan kepalanya. Wajahnya tetap menampilkan raut santai. “Nadine tinggal di kota sebelah, Ger?”

Gerry menganggukkan kepalanya. “Nyonya tinggal bersama dengan om dan tantenya di kota sebelah, Tuan. Di kota yang sama dengan kota tempat Anda bekerja.”

“Ada yang perlu saya bantu, Ger?”

“Iya, Tuan. Saya perlu mengetahui dengan dokter mana nyonya bertemu. Untuk mengetahui laporan kesehatan nyonya sebelum saya laporkan ke Tuan Adinata.”

Xavier menganggukkan kepalanya.

“Karena Anda bekerja disana, saya mungkin bisa meminta bantuan untuk mencari tahu ke sistem rumah sakit.”

Xavier tertawa kecil. “Kamu ingin mencari lewat tindakan ilegal, ya?”

Gerry menundukkan kepalanya dengan sopan. “Bisa dibilang seperti itu, Tuan.”

“Saya hanya menjalankan sesuai dengan perintah Tuan Adinata,” sambung Gerry.

“Kamu bisa datang ke rumah sakit dan bertemu dengan pemiliknya, Ger.” Ucapan Xavier secara tidak langsung memberi penolakan untuk Gerry.

“Baik, Tuan. Apa Dokter Arjuna bisa membantu saya menemui pemiliknya?”

Xavier menggelengkan kepalanya. “Aku rasa tidak. Pamanku tidak memiliki keterlibatan dengan para direksi atas rumah sakit, tapi aku bisa membantumu membuat janji dengan pemiliknya.”

Gerry menganggukkan kepalanya. “Baik, Tuan. Saya akan menghubungi Anda ketika sudah sampai di kota sebelah. Terima kasih atas bantuannya.”

Xavier menganggukkan kepalanya. “Ya, sama-sama. Kabari saja, ya, Ger.”

“Saya permisi, Tuan Xavier.”

Xavier menganggukkan kepalanya ketika Gerry melanjutkan langkahnya untuk ke Apartemen Adinata. Ia membalikkan tubuhnya untuk menatap langit malam. Ia menghembuskan napasnya dengan berat. Ia sadar dengan risiko yang akan didapatkan ketika Adinata mengetahui bahwa ia menutupi kehamilan Nadine dari Adinata.

Xavier menggelengkan kepalanya. “Tidak apa-apa. Ini ‘ku lakukan untuk melindungi keponakanku juga. Aku akan mengakuinya ketika Adinata berhasil dengan rencananya agar orang tuanya diam dan tidak mengganggu kehidupan keluarga yang Adinata bangun.”

Xavier segera melangkahkan kakinya ke mobil miliknya untuk segera pulang ke kota sebelah dan bertemu dengan sang paman. Ia akan meminta bantuan sang paman.

Xavier berbohong jika sang paman tidak terlibat ke jajaran direksi rumah sakit. Pamannya memiliki peran yang dibutuhkan, jadi tidak mungkin jika sang paman tidak bisa membantu Gerry untuk mendapatkan informasi. Tapi Xavier memilih berbohong dan kebohongan ini tidak akan diketahui oleh Gerry ataupun Adinata.

Paman Arjuna tidak terlalu disorot oleh orang diluar rumah sakit karena keterlibatannya saat melakukan penelitian di depan jajaran direksi. Hanya para dokter dan direksi saja yang mengetahuinya.

Xavier mengendarai mobilnya ke tujuan yang jelas. Ia tidak jadi pulang ke kota sebelah, ia akan pulang ke rumah orang tuanya karena sang paman juga berada di kota ini dan tinggal di rumah orang tuanya. Ia akan bertanya ke sang paman saat malam ini juga.

Xavier memasukkan mobilnya ke garasi rumahnya. Setelah mematikan mesin mobilnya, ia segera melangkah untuk turun dan masuk ke dalam.

“Tumben pulang ke sini, Xav?”

Xavier menganggukkan kepalanya. “Sengaja. Mau ngobrol sama paman.”

Arjuna menatap Xavier dengan tatapan tanya. “Ngobrol apa?”

“Xavier tunggu di kursi panjang dekat kolam belakang, ya, Paman.”

Arjuna menganggukkan kepalanya. “Paman masuk ke dalam sebentar taruh tasnya Bibi kamu.”

Yasinta—istri Arjuna juga ikut menginap di rumah orang tua Xavier. Arjuna adalah adik kandung papa Xavier—Yudistira.

“Apa yang kamu ingin bicarakan dengan paman, Xav?” Arjuna menghampiri Xavier yang berdiri di pinggir kolam renang.

Xavier membalikkan tubuhnya untuk menatap sang paman. “Gerry akan segera datang ke rumah sakit untuk bertemu dengan pemilik rumah sakit.”

“Membicarakan tentang Nadine,” sambung Xavier.

Arjuna menganggukkan kepalanya. “Paman akan membantu Nadine.”

“Xavier juga,” ucap Xavier. “Tapi bagaimana kalau Gerry berhasil bertemu dengan pemilik rumah sakit, Paman? Apa dia bisa membantu kita?”

Arjuna tertawa kecil. “Kamu bisa telpon pacar kamu untuk bertanya, Xav. Bukankah kakak laki-laki pacarmu yang menjadi pimpinan rumah sakit Sembuh Sehat?”

Xavier menatap sang paman. “Paman tahu, ya?” Xavier menggaruk rambutnya yang tidak gatal.

Arjuna melangkahkan kakinya untuk berdiri di sebelah Xavier. “Kamu gak bisa berbohong di depan paman, Xav.”

“Ya, gimana lagi. Paman juga tahu kalau keluarga dia lebih kaya dari keluarga Xavier. Dulu saja dia sempat akan dijodohkan dengan Adinata.”

“Berjuang.”

“Udah, tapi gak pernah dilihat orang tuanya.” Xavier menggelengkan kepalanya. “Paman, terima kasih sudah membantu Xavier merahasiakan kehamilan Nadine.”

Arjuna menganggukkan kepalanya. “Hanya ini yang bisa paman lakukan untuk membantu Nadine. Tidak baik juga kalau Nadine kembali ke keluarga Adinata untuk saat ini.”

“Tunggu Adinata yang menyelesaikan urusan dengan orang tuanya dahulu sebelum bertemu dengan Nadine dan anak mereka. Semoga segera selesai.”

1
doubleareya
Halo, teman-teman 👋🏻👋🏻 Terima kasih sudah membaca cerita Adinata - Nadine yaaa, aku mau minta tolong kepada teman-teman untuk memberi dukungan cerita ini dengan suka dan komentar yaaa 🤍 🤍 Aku sangat terbuka dengan saran dan kritik yang baik untuk cerita ini yaa 😙💛
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!