Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cinta or Obsesi
"Aku tak tahu latar belakang mu,hanya satu yang ku tahu.aku merasa bahagia di dekatmu dan tidak akan mencoba mencari pengganti mu,aku akan tetap dengan janjiku untuk terus mencintaimu."
By: syakila Adzkia putri
__________
Jantung syakila hampir saja mencelos di karena kan zayyan yang tiba-tiba muncul di layar,membuat ia langsung berjongkok sembari menutup mulutnya dengan syok.
"jaket gue ada ketinggalan nggak di rumah lo?"
"Ooo....... jaket."
"Ya ya....kayak nya kemarin jaket gue ketinggalan di rumah Lo!"zayyan antusias mendengar penuturan Galen.
"Ada di rumah gue,Lo mau ambil sekarang?"zayyan manggut-manggut menanggapi pertanyaan tersebut.
Syakila mendongak menatap wajah Galen, hingga tatapan mereka saling bertemu, jangan lupakan sebuah seringai terbit dari sudut bibirnya gelan.syakila geram lantas ia memukul tulang kering cowok itu,membuat sang empu meringis.
"Lo kenapa len?"tanya seseorang dari layar itu."ga papa."ia mencoba menetralkan rasa sakit yang di terimanya.
syakila kembali bersuara kali ini dengan suara berbisik"Galen~" rengek nya.
Galen menatap netra yang sudah berkaca-kaca itu,melengketkan jari telunjuk nya ke bibir setelah itu ia mengibas ngibaskan tangannya tak lupa sesekali jari itu menunjuk ke arah kamar,menyuruh syakila untuk bersembunyi di sana.
"Emm,anu...gue boleh masuk gak?"suara itu membuat Galen kembali pokus ke layar,melirik sedikit ke arah syakila yang telah masuk ke kamarnya.
"Kok Gue jadi ngerasa kayak sedang nyembunyiin selingkuhan dari binik sendiri"monolog nya,namun sayangnya yang berada di depan nya ini adalah seorang cowok tulen.
"Galen"cowok itu kembali tersadar,ia bahkan seperti orang linglung."silahkan masuk kak"sapanya saat zayyan sudah berada di depan pintu nya.
Zayyan masuk melihat ruangan di sekitarnya yang tampak bersih tak seperti biasanya.sedangkan Galen langsung duduk di sofa nya dengan kaki yang naik di atas meja,sembari menyilangkan tangan di belakang kepalanya dan bersandar di sofa.
_______
"Huh,hah,hampir jantungan gue"ucap syakila memegang dadanya yang berpacu cepat.lalu ia mengintip dari celah-celah pintu melihat sosok zayyan yang masih berada di sana.
"Kenapa kak zayyan bisa datang ke rumahnya Galen sih"ia melihat interaksi dua insan itu namun ia tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.
"Kak bantu cari ya,gue mau ke kamar mandi dulu."zayyan mengangguk menyahut ucapan Galen.
Ia mencari dan menggeladah rumah Galen untuk mencari jaketnya,namun nihil.jaket itu sama sekali tak terlihat.
Galen keluar dari kamar mandi "dapet kak?"tanyanya
Zayyan menggeleng"kok ga ada ya,apa gue salah taruh jaket gue semalem."bingung nya,tanpa tau mata Galen sudah tertuju di kamarnya mendapati syakila yang tengah mengintip mereka dari balik pintu.
Melihat itu,terlintas siasat licik dari benak Galen,entah apa yang sedang di rencanakan oleh nya. Ia tersenyum licik saat netra mereka bertemu membuat Syakila merasa tanda bahaya.
"Ehem,di kamar udah di cari?"Galen kembali bersuara.
"Belum,gue ngerasa gak sopan kalo gue asal masuk ke tempat pribadi Lo"jawab zayyan canggung.
"Gausah sungkan kalo sama gue, cari aja sapa tau ada di kamar"
"Eh,mereka bicara apa ya,kok gue ngerasa ada sesuatu yang gak beres."firasatnya mengatakan akan adanya bahaya.
Dan betul saja,tiba tiba langkah zayyan menuju ke arah tepatnya ke kamar yang di tempati syakila,jantung Syakila berpacu dengan cepat,ia kelimpungan mencari tempat persembunyian baru.
"Bangsat Lo Galen,awas aja Lo sialan!"maki nya,dia mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar.
Klik!
Sunyi.
Zayyan mulai mencari jaketnya di dalam kamar, yang awalnya Galen sudah semangat 45' untuk melihat pertunjukan namun sayangnya tidak sesuai dengan ekspetasi nya,it's oke.
Di ambang pintu Galen mengamati kamar nya, mencari di mana sembunyi nya syakila,"Galen kok ga ada ya, padahal udah di cari mungkin gue bukan ninggalin nya disini,"
"Kan belum di cari setiap sudut...."ucapannya terhenti tatkala pandangan tertuju pada lemari pakaian yang bergerak"coba cari di lemari itu"tunjuknya menggunakan jari telunjuk.
"Galen anj***, bisa bisanya Lo hianati gue!"desis nya dengan posisi tubuh di balik baju bergantungan, tubuhnya semakin kebelakang hingga menyentuh dinding lemari.
Deg!deg!
Keringat dingin mulai mengucur deras dari dahi,memeluk lutut yang menyatu dengan dada, sembari merapalkan beberapa doa,walau di baca salah salah.
'Tolong jangan lihat gue' itulah yang ada di benak syakila ketika pintu lemari terbuka menampilkan sosok tampan yang di kagumi,namun ini bukan tempat yang pas untuk berjumpa,kalau dia kelihatan mungkin udah di tuduh dia pacaran sama si Galen.
"Eh..."satu kata keluar dari bibir zayyan membuat satu manusia panik bukan main dan yang satunya lagi terpampang jelas wajah itu menunjukan sumringah nya.
"Dapat kak?"desaknya dengan penasaran.
"Nah ketemu, ternyata Lo naruhnya disini Galen."memegang paperbag yg isinya jaket, dengan senyuman manis di wajah tampannya.
"sorry,gue lupa."zayyan mengangguk diam."kalau gitu gue balik dulu ya!"seru nya yang ingin keluar namun langkah kakinya terhenti tatkala mendengar penuturan Galen.
"Nggak duduk dulu kak?"
Zayyan menatap Galen"Ah, gausah.nyokap nyuruh gue cepet pulang ada urusan soalnya."Galen manggut-manggut menanggapi jawaban zayyan.
zayyan sudah pergi,kini Galen berjalan menuju kamarnya sesampainya di ambang pintu,dia sedikit berteriak"gausah pake sembunyi segala,tuh orang udah pergi."
lantas syakila keluar dari dalam lemari, menatap Galen dengan permusuhan,tangannya terkepal kuat dengan napas memburu, seolah mengibarkan bendera merah.
"Lo-"geramnya yang ingin mengeluarkan semua unek uneknya,tapi langsung di sela Galen.
"Udah,gausah pake ngedrama lagi.tuh pintu udah tersedia buat lo."
Raut sangar itu meredup sekejap saat ditantang, menghela nafas sebelum bicara,mencoba menahan emosi.
"Kenapa–kenapa kak zayyan bisa datang ke rumah Lo?"
galen memandang lekat wajah itu tanpa berkedip "jangan bilang kalo Lo gak tau rumahnya?"galen malah bertanya balik, menatap intens bola mata coklat milik gadis itu.
"Gue gak tau,"jawabnya dengan mata bergerak gugup mencari arah.
Berakhir dengan Galen yang menggeleng geleng pasrah,heran melihat anak yang satu ini cinta tanpa pandang status.
Dia menarik pergelangan tangan gadis itu,membawanya ke balkon kamar,
"Iiiih,Galen lo apa apaan sih!" gerutunya, syakila menepiskan tangan laki laki itu.
Sedangkan sang empu tak menghiraukan ocehan gadis itu,dia memokuskan pandangan nya ke depan, mengarahkan tangannya ke gedung di seberang sana.
Gadis itu menatap laki laki yang berada disampingnya,dia mengernyit heran melihat jari telunjuk itu mengarah ke gedung di depan nya.
"kenapa?"
Galen berdecak kesal,dia menghadap ke arah syakila, memasukan tangan ke dalam saku celana"rumah cintanya lo!"celetuk nya ngegas.
Langsung saja syakila menatapi gedung tinggi itu dengan mata berbinar, berarti dia udah banyak tahu dong tentang mood booster nya.
"Makasih."ungkap nya bersyukur tanpa melihat Galen.
"Udah puas lihat nya?"tanya nya membuat Syakila melirik sekilas ke arahnya.
"CK,gedung doang di kagumi."lanjutnya kesal melihat sinar alami dari mata gadis itu.
Syakila dengan cepat mengeluarkan hp nya untuk mengambil gambar gedung itu"Iya,gue mau pulang kok."ucapnya sesekali terkekeh kecil melihat hasil jepretan kamera nya.
"Lo yakin kalo Lo emang cinta-"
Galen menyipitkan mata curiga lalu melanjutkan kalimat yang sempat terputus"Atau Lo cuma obsesi?"
Sontak syakila menoleh menatap wajah sang pelaku, tatapannya berkabut oleh pikiran yang jauh,tanpa sadar ia menggigit bibir bawahnya.
salahkah dia yang seperti ini?
"Lupakan.gue tau kalo Lo udah di butakan cinta sama dia."
Suara deep itu membuyarkan lamunan syakila"tapi, gue harap jangan sampai Lo sakit sendiri karena cinta Lo gak di bales."
Bersambung~