NovelToon NovelToon
Dua Sisi Sangkar Emas

Dua Sisi Sangkar Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Lampu kristal yang menggantung di ruang tengah kediaman keluarga Arkatama tidak pernah benar benar mampu menghangatkan dingin yang membeku di antara Kyna dan Julian. Lima tahun pernikahan seharusnya menjadi perayaan tentang kesetiaan namun bagi Kyna itu adalah lima tahun pengabdian dalam sunyi yang mencekam. Tepat pada malam peringatan pernikahan mereka sebuah kebenaran pahit terkuak melalui celah pintu kamar mandi yang tertutup rapat. Di sana di bawah kucuran air yang menderu Kyna mendengar suaminya menggumamkan satu nama yang selama ini menjadi hantu tak kasat mata dalam hidup mereka yakni Elara sang cinta pertama yang baru saja menginjakkan kaki kembali di tanah air.

Julian adalah pria yang membangun tembok es di sekeliling hatinya namun bagi Elara pria itu bersedia menjadi api yang menghangatkan. Setiap kali Julian pergi dengan alasan membantu seorang teman yang sedang kesulitan Kyna hanya mampu menjawab dengan seulas senyum tipis dan kata kata pendek yang menyembunyikan luka...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31

Kyna menatap ayahnya yang sedang mengusap-usap joran pancing mahal itu dengan mata berbinar, seolah benda di hadapannya adalah harta karun paling berharga di dunia. Rasa muak yang teramat sangat kembali merayapi dada Kyna, membuat tenggorokannya terasa tercekat.

"Ayah, satu set alat pancing ini harganya ratusan juta," suara Kyna memecah keheningan ruang tamu, terdengar dingin dan datar. "Ayah bahkan baru belajar memancing bulan lalu. Apa perlu meminta barang semahal ini dari Aldrian?"

Senyum di wajah Raka seketika membeku. Dia menurunkan joran pancingnya, lalu menatap Kyna dengan dahi berkerut dalam, merasa harga dirinya sebagai kepala keluarga terusik di depan menantunya.

"Kyna! Apa-apaan kamu ini? Begitu datang langsung menegur Ayahmu?" sahut Ratna, ibunya, dengan nada tinggi yang melengking. Dia langsung berdiri di depan Raka seolah ingin melindungi suaminya dari kritikan Kyna. "Aldrian saja tidak keberatan membelikannya. Dia menantu yang berbakti, tidak sepertimu yang kerjaannya hanya protes! Lagipula, uang Aldrian kan juga uangmu, kenapa kamu pelit sekali pada orang tua sendiri?"

"Ibu, uang Aldrian adalah milik Aldrian. Tidak ada hubungannya denganku," balas Kyna tenang, namun setiap kata yang diucapkannya sarat akan ketegasan yang membuat Ratna tertegun sejenak.

Melihat perdebatan yang mulai memanas, Aldrian segera melangkah maju. Dia menyentuh pundak Kyna dengan lembut—gerakan mekanis yang biasa dia lakukan untuk menenangkan situasi—lalu tersenyum sopan kepada mertuanya.

"Ibu, Ayah, tidak apa-apa. Kyna hanya mengkhawatirkan kesehatan Ayah agar tidak terlalu lelah saat memancing nanti," bohong Aldrian dengan sangat lancar, menyelamatkan muka semua orang di ruangan itu. "Barang ini memang sudah lama saya pesan untuk Ayah. Jadi tolong diterima dengan senang hati."

"Aduh, Aldrian... kamu memang menantu yang paling pengertian! Beruntung sekali keluarga kita bisa memilikimu," puji Ratna kembali berseri-seri, sementara Raka mendengus pelan ke arah Kyna sebelum membawa kotak pancingnya ke dalam kamar dengan penuh kemenangan.

Kyna hanya bisa menarik napas dalam-dalam, menyembunyikan kepalan tangannya di balik saku kaus longgarnya. Dia menoleh ke arah jendela, menatap rintik hujan yang mulai mereda di luar. Pemandangan di depannya ini adalah alasan utama mengapa dia harus pergi sejauh mungkin. Keluarganya telah menjualnya demi kemakmuran ini, dan Aldrian dengan senang hati membayar mereka demi menebus rasa bersalahnya.

‘Tinggal 29 hari lagi, Kyna. Bertahanlah,’ bisik Kyna pada dirinya sendiri, mencoba menguatkan hatinya yang kian rapuh.

Saat makan siang dihidangkan, suasana kembali mencair. Adik laki-laki Kyna, Sani, juga baru saja bergabung di meja makan setelah bangun kesiangan. Tanpa tahu malu, Sani langsung menuangkan alkohol mahal bawaan Aldrian ke gelasnya dan gelas kakak iparnya.

"Kak Aldrian, omong-omong soal bisnis jaringanku kemarin... modal yang Kakak suntikkan bulan lalu sudah menghasilkan keuntungan," ujar Sani sambil memamerkan jam tangan barunya. "Tapi, aku butuh sedikit tambahan dana lagi untuk menyewa ruko di pusat kota. Kak Aldrian pasti bisa bantu, 'kan?"

Kyna meletakkan sumpitnya dengan sedikit hentakan ke atas meja makan. "Sani, kamu baru saja memulai bisnismu dan belum menghasilkan apa-apa selain hutang. Berhenti meminta uang pada Aldrian."

"Kak Kyna, kenapa sih dari tadi ketus sekali?" Sani cemberut, merasa tidak terima. "Kak Aldrian saja tidak bicara apa-apa!"

Aldrian berdehem pelan, memotong perdebatan kakak beradik itu. "Nanti kita bicarakan di ruang kerja setelah makan, Sani."

Mendengar jawaban Aldrian, Kyna hanya bisa tersenyum sinis dalam hati. Pria itu benar-benar robot yang sempurna. Dia akan terus menyuapi keserakahan keluarga ini sampai masa kontrak tak tertulis di kepalanya selesai. Tapi Aldrian tidak tahu, bahwa Kyna sudah memutuskan untuk menghancurkan kontrak itu lebih cepat.

Setelah makan siang selesai, Aldrian ditarik oleh Raka dan Sani ke ruang kerja untuk melihat proposal bisnis baru mereka. Sementara itu, Kyna memanfaatkan momen tersebut untuk berjalan perlahan menuju kamar lamanya di lantai dua, berniat mengambil beberapa dokumen penting masa kecilnya yang masih tertinggal.

Langkah kakinya yang pincang membuat suaranya terdengar berirama di lorong yang sepi. Namun, begitu dia melewati ruang keluarga atas, dia mendengar suara ibunya yang sedang berbicara di telepon dengan volume setengah berbisik namun penuh penekanan.

Percakapan Telepon Ratna:

"Iya, Jeng! Tenang saja, posisinya Kyna di keluarga Wibowo sangat aman. Aldrian tidak akan berani menceraikan anakku. Kamu tahu kenapa? Karena aku memegang surat perjanjian rahasia lima tahun lalu. Kalau sampai Aldrian macam-macam atau berani memotong uang bulanan kita, aku tinggal mengancam akan membongkar ke media bahwa dialah dalang sebenarnya di balik kecelakaan yang membuat kaki Kyna cacat!"

Kyna terpaku kaku di depan pintu, seluruh darah di tubuhnya seakan berhenti mengalir mendengarkan kalimat yang baru saja keluar dari mulut ibu kandungnya sendiri. Di saat yang sama, langkah kaki Aldrian yang hendak menyusul Kyna ke lantai atas mendadak terhenti di tangga terbawah, wajahnya memucat pasi saat melihat Kyna menoleh ke arahnya dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh kehancuran dan kebencian yang teramat pekat.

1
falea sezi
sejauh ini. muter doank ini novel🤣 pret rugi baca nya gue😒
falea sezi
jahat bgt si bangsat😒
falea sezi
bukannya Julian kok jd andrian
Emi Sudiarni
bgusvsib ceritanya. tpi bingung bacanya kerna bolak balik dsk beraturan
Emi Sudiarni
sdih bngat ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!