Elisa Marino, Putri Mafia Yang Masuk Ke Dalam Tubuh Putri Mahkota Karena Bantuan Penyihir Juga Atas Persetujuan Putri Mahkota Itu Sendiri
Tanpa Di Ketahui Elisa Marino, Putri Mahkota Itu Memiliki Banyak Musuh Yang Tersebar Di Seluruh Kerajaannya, Beritanya Pun Tersebar Sampai Keluar Kerajaan
Bagaimana Elisa Marino Mengubah Pandangan Orang Mengenai Dirinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.TiyaD, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pewaris
Istana Adarlan
Elisa Berjalan Ke Arah Kamarnya Sambil Tersenyum
"Elisa!!!!" Erlan Dan Kedua Temannya Berlari Ke Arah Elisa
Elisa Terkejut Dan Langsung Berbalik
Erlan Langsung Memeluk Elisa, Melihat Elisa, Memeriksa Keadan Elisa Dari Atas Sampai Bawah
"Ada Apa Ini?"
"Elisa!!!"
Elisa Terkejut
Buk...
Yona Mendorong Erlan
"Nak" Yona Memeriksa Tubuh Elisa
"Ugh!!!" Erlan Menatap Tajam Yona
"Kau Baik-baik Saja?" Tanya Yona
"Aku Merasakan Adanya Kekuatan Naga Yang Begitu Kuat Di Dalam Dirinya!!!" Pikir Yona Sembari Melihat Elisa Dari Atas Sampai Bawah
Elisa Yang Bingung Hanya Bisa Mengangguk Dengan Pertanyaan Bibinya
"Ini Sebenarnya Ada Apa Sih...Uhuk!!!" Tanya Elisa Yang Tiba-tiba Batuk Darah
Semua Terkejut
"Elisa!!!"
Pandangan Elisa Perlahan-lahan Mulai Kabur, Ia Pun Pingsan Dengan Tubuh Yang Di Penuhi Darah Yang Keluar Dari Mulutnya
Semua Menangis Histeris
Erlan Dengan Cepat Mengangkat Tubuh Elisa
2 Hari Kemudian
Deg
Deg
Deg
Elisa Membuka Matanya
"Dada Ku Sakit!!" Elisa Meringkuk Kesakitan "Ayah, Sakit Ayah"
Tiba-tiba Cahaya Yang Begitu Terang Perlahan-lahan Mendekati Elisa Yang Meringkuk Di Dalam Kegelapan
Elisa Melihat Ke Arah Cahaya Itu "Ayah, Ayah Sakit Ayah"
Cahaya Itu Semakin Dekat, Semakin Besar Membuat Elisa Memejamkan Matanya
Elisa Mencoba Membuka Matanya "Siapa?" Melihat Sosok Pria Yang Tidak Terlihat Jelas
Deg
Deg
Elisa Meringkuk Sambil Menahan Dadanya "Tolong, Sakit..Ayah"
"Nak, Bertahanlah" Ucap Seorang Pria Sambil Mengelus Kepala Elisa, Ia Lalu Menancapkan Jempol Ke Arah Dahi Elisa
Elisa Mulai Menjerit Kesakitan, Ia Menahan Tangan Pria Itu Sambil Berteriak Kesakitan Tak Lupa Elisa Memanggil Ayahnya Erlan
Saking Sakitnya, Elisa Memanggil...
"Daddy (Marco), This Hurts" Jerit Elisa Menangis
Pria Itu Tersenyum
Beberapa Saat Kemudian
Elisa Menarik Nafas Panjang, Ia Bangun
"Halo Penerus"
Elisa Melihat Ke Arah Tempat Duduk Yang Ada Di Sebelahnya "...."
Elisa Melihat Langit Yang Berwarna Merah, Matahari Yang Begitu Besar Dan Sangat Dekat Tapi Tidak Terasa Panas
Dikelilingi Banyak Bunga Berwarna Merah Di Sertai Angin Sepoi-sepoi Membuat Dirinya Yang Awalnya Kesakitan Perlahan-lahan Mulai Sembuh
"Huftttt" Elisa Merasakan Angin Sejuk Yang Seakan Sedang Mengobati Dirinya
"Bagaimana?"
Elisa Tersentak, Ia Kaget Melihat Pria Muda Berambut Panjang Merah Dan Di Dahinya Terdapat Gambar Phoenix "Dewa Kah!?" Pikir Elisa
Perlahan-lahan Pria Itu Mulai Mendekati Elisa "Cukup Kuat"
Elisa Memalingkan Pandangan "Kau Siapa?" Melihat Sekiling "Lalu, Ini Di Mana? Aku Ada Di Mana?"
Pria Muda Itu Berbaring "Menurut Mu Ini Ada Di Mana?"
Elisa Mundur "Entahlah, Aku Tidak Bisa Memikirkan Apa-apa"
Deg..
Elisa Mengerutkan Keningnya Sambil Menahan Dadanya "Ugh"
"Masih Sakit Ya?" Tanya Pria Muda Itu Sambil Tersenyum
Elisa Menatap Sinis Ke Arah Pria Yang Sedang Berbaring Di Depannya "Mak...Ugh!!! Siapa..Hah..Siapa Kau?"
"Namaku Thereos, Sang Phoenix" Senyum
"Phoenix?" Elisa Bingung "Ugh!!" Menahan Sakit
Thereos Bangun "Kau Tidak Tau?"
"Mengenai Apa?" Tanya Elisa Masih Menahan Sakitnya
"Keturunan Mu Melakukan Perjanjian Dengan Roh Phoenix"
"Ha!?" Elisa Bingung "Bukankah Kerajaan Draak Yang Melakukan Perjanjian Dengan Roh?"
"Kerajaan Draak? Siapa?"
"Samuel De Etort, Sang Naga"
Ekspresi Thereos Berubah Dingin "Jadi, Binatang Itu Sudah Mendapatkan Penerusnya?"
Elisa Takut "Itu... Sepertinya Begitu"
"Mau Dengar Sebuah Cerita?" Thereos Mendekatkan Wajahnya
Elisa Tersentak, Lalu Mengangguk Pelan
Thereos Kembali Berbaring "Pada Zaman Dahulu, Terjadi Perang Besar Antar Iblis Dan Malaikat. Karena Perang Itu, Sebagai Planet Hancur Dan Tepat Saat Itu Dewa Pun Turun"
Elisa Berfikir "Aku Seperti Pernah Dengar Cerita Ini!!?"
"Dewa Memberikan Dua Pilihan Pada Malaikat Dan Iblis. Selamanya Di Neraka, Atau Memperbaiki Apa Yang Mereka Rusak"
"Malaikat Yang Taat, Menerima Hukuman Yang Dewa Berikan Dengan Selamnya Di Neraka Tapi Iblis Menolak. Walaupun Tubuh Mereka Memang Di Ciptakan Dari Neraka Tapi Tetap Saja Mereka Akan Binasa Dengan Api Yang Menciptakan Mereka Itu"
Elisa Menyimak
"Iblis Yang Ketakutan Pun Bermohon Pada Dewa Untuk Tidak Memasukkan Mereka Ke Dalam Neraka, Iblis Juga Menurunkan Ego Mereka Dan Bermohon Pada Malaikat Untuk Tidak Menerima Hukuman Dewa"
Elisa Melihat Thereos
"Dewa Pun Mengabulkan Permohonan Iblis Itu Pun Dengan Bantuan Malaikat Yang Bermohon Untuk Memberikan Mereka Kesempatan"
Elisa Tersenyum Kecil
"Iblis Dan Malaikat Pun Menciptakan Roh Yang Di Masukan Ke Dalam Hewan Yang Ada Di Bumi, Salah Satu Planet Yang Selamat Dari Pertempuran Mereka"
"Oh!!!" Elisa Mengangguk
Thereos Menatap Elisa "Naga Dan Phoenix, Memiliki Kekuatan Dari Malaikat Dan Iblis Sebanyak 50%"
Elisa Mengangguk "Jadi, Phoenix Memiliki 50% Kekuatan Malaikat, 50% Kekuatan Iblis
Thereos Mengangguk "Tapi, Semua Tergantung Dari Mahkluk Yang Mendapatkan Kekuatan Itu Sendiri. Ada Phoenix Yang Memiliki 30% Kekuatan Iblis, 70% Kekuatan Malaikat. Ada Juga 65% Kekuatan Iblis, 35% Kekuatan Malaikat"
"Ah Begitu Ya"
"Contohnya Ayah Mu"
Elisa Tersentak "Apa Maksud Mu?"
"Haa" Thereos Melihat Langit "Sekarang Kau Sedang Dalam Tahap Penyerapan Kekuatan Ku"
"Kekuatan Mu?"
Thereos Melihat Elisa Lalu Tiba-tiba Thereos Berubah Menjadi Cahaya Lalu Pergi Ke Langit Lalu...
Elisa Terkejut Melihat Wujud Asli Dari Thereos Yang Menjadi Burung Phoenix Yang Begitu Besar Hampir Menutupi Sebagian Langit
Elisa Kaget Dan Ia Pun Pingsan
Thereos Berubah Kembali Menjadi Manusia Dan Mendekati Elisa "Semua Tergantung Bagaimana Caramu Mengendalikan Kekuatan Ini Elisa" Masuk Ke Dalam Tubuh Elisa
...
"Elisa, Kapan Kau Akan Bangun?" Tangis Yully Sambil Memegangi Tangan Elisa Yang Pucat
Setelah Pingsan Karena Batuk Darah, Elisa Tidak Bangun Lagi Selama Hampir 2 Tahun
Tubuhnya Di Kelilingi Sihir Untuk Bertahan Hidup
Dan Selama Elisa Tidur Panjang Itu, Erlan Dan Yona Memulai Perang Dengan Kerajaan Draak Karena Akibat Dari Gejolak Kekuatan Samuel Membuat Sihir Yang Ada Di Dalam Tubuh Elisa Tidak Beraturan Sampai Membuat Elisa Batuk Darah
Tapi, Tanpa Sepengetahuan Mereka Itu Awal Dari Proses Pewarisan Roh Phoenix
Selama Elisa Sakit, Setiap Seminggu Sekali Tubuhnya Mengalami Kejang Dan Suhu Panas Di Tubuhnya Yang Naik Turun Membuat Erlan Semakin Marah Pada Kerajaan Draak Yang Memancing Kekuatan Phoenix Elisa Yang Sudah Susah Payah Di Tahan Erlan Malah Keluar
Erlan Yang Mendapatkan Bantuan Dari 5 Kerajaan Yang Ada Di Dekat Adarlan Juga Dari Yona Memerangi Kerajaan Draak, Dan Perang Itu Sudah Berlangsung Sejak Seminggu Elisa Pingsan
Tapi Selama Perang Itu Berlangsung, Samuel Sebagai Jendral Tidak Turut Bergabung Dalam Perang Karena Ia Sibuk Dengan Dirinya Sendiri Yang Sedang Mengendalikan Roh Naga Di Dalam Tubuhnya
Ignis Berusaha Untuk Mengambil Alih Tubuh Samuel Dan Pergi Untuk Mencari Elisa Karena Ignis Merasakan Aura Kekuatan Roh Phoenix Pada Tubuh Elisa
Tapi Karena Kebodohan Dan Keserakahan Sang Naga Yang Memiliki 60% Kekuatan Iblis Itu Malah Memancing Kekuatan Phoenix Yang Sudah Keluarkan Dari Tubuh Elisa Malah Kembali Lagi
...
Erlan Duduk Di Sebelah Elisa Yang Masih Terbaring Pucat
Dengan Raut Wajah Yang Sedih, Erlan Membersihkan Wajah Elisa Menggunakan Handuk Basah Yang Sudah Di Sediakan Para Dayang Elisa
Semua Yang Melihat Itu Hanya Bisa Menunduk Sedih
Yona Yang Selalu Bertengkar Dengan Erlan Pun Sekarang Hanya Bisa Diam, Ia Tidak Berani Menyela Atau Mendekati Erlan Karena Sekarang Erlan 80% Memiliki Roh Phoenix
Dalam Perang Pun Erlan Tidak Segan-segan Membakar Semua Prajurit Draak Dan Itu Juga Pertama Kalinya Erlan Memperlihatkan Roh Phoenix Yang Ia Miliki
Yona Melihat Erlan "Erlan, Besok Kita Akan Kembali Berperang Jadi...."
"Aku Tau" Potong Erlan Dingin
Will Memegang Tangan Yona, Yona Melihat Will Yang Menggelengkan Kepalanya
Selesai Membersihkan Tubuh Elisa, Erlan Pun Keluar
Para Dayang Mengganti Pakaian Elisa
Erlan Bersandar Pada Pintu Kamar Elisa "Bagaimana Jika Dia (Elisa) Tidak Kuat" Melihat Langit-langit Istana
"Percayalah Padanya Erlan, Elisa Pasti Bisa Melawan Kekuatan Roh Itu" Jawab Yona
"Haa" Mata Erlan Berubah Menjadi Merah "Jika Terjadi Sesuatu Padanya, Aku Akan Mengubur Mereka Semua Bersamanya" Menggertakan Giginya
Yona Dan Beberapa Orang Yang Berada Di Sekitar Erlan Mengeluarkan Aura Mereka Untuk Menahan Aura Erlan Yang Begitu Kuat Sampai Membuat Tanah Bergoyang