NovelToon NovelToon
Senja, Zac Dan Rumah

Senja, Zac Dan Rumah

Status: sedang berlangsung
Genre:Kisah cinta masa kecil / Teen School/College / Diam-Diam Cinta / Menjadi NPC / Bullying dan Balas Dendam / Cewek Gendut
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aksara_dee

GUBRAAKK !! Suara itu menyerupai nangka berukuran 'babon' jatuh dari pohon yang tinggi. Xavier (Zac) segera berlari meloncati semak-semak untuk segera mengambil nangka yang jatuh. Sesampainya di bawah pohon nangka, Xavier tidak melihat satu pun nangka yang jatuh. Tiba-tiba...
"Siapapun di sana tolong aku, pangeran berkuda putih, pangeran kodok pun tidak apa-apa, tolong akuu ... "
Di sanalah awal pertemuan dan persahabatan mereka.
***
Xavier Barrack Dwipangga, siswa SMA yang memiliki wajah rusak karena luka bakar.
Aluna Senja Prawiranegara, siswi kelas 1 SMP bertubuh gemoy, namun memiliki wajah rupawan.
Dua orang yang selalu jadi bahan bullyan di sekolah.

Akankah persahabatan mereka abadi saat salahsatu dari mereka menjadi orang terkenal di dunia...

Yuks ikuti kisah Zac dan Senja 🩷🩷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara_dee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 : Maaf, Aku Merindukanmu.

Ruangan ber-AC dan mewah itu menjadi panas, suara erangan dan desahan memenuhi ruangan di mana Deswita dan Alberto menghabiskan malam panas dan panjang. Alberto menjatuhkan dirinya di samping Deswita yang terkulai lemas setelah menuntaskan segalanya yang entah sudah ke berapa kali. Pria dewasa itu menatap wajah cantik Deswita dengan tatapan bangga dan penuh pemujaan.

"Kamu hebat baby, kamu luar biasa." Alberto mengusap pipi Deswita yang lembut dan bersinar.

"Om juga hebat, aku tergila-gila pada om," jawab Deswita mendesah manja dengan napas masih terengah-engah dan mata sayu.

"Om... Boleh aku minta uang bulanan?" tanyanya hati-hati sambil merapatkan tubuhnya ke dada Alberto. "Semenjak mama berhenti bekerja di rumah Sebastian, aku kesulitan membayar SPP. Skincare ku juga sudah habis, tabungan mama semakin menipis," ucapnya manja.

"Berapa yang kamu butuhkan? Lima puluh juta cukup, baby?" tanya Alberto

Deswita merengut manja, "kalau om sanggupnya hanya segitu, apa boleh buat. Terpaksa aku harus bekerja ekstra di club malam tante Sonya."

"Oke seratus juta sebulan, tapi ada syaratnya." Alberto mencubit dada Deswita.

"Apa syaratnya om," tanya Deswita sambil meringis.

"Kamu harus tinggal di apartemenku, saat aku butuhkan kamu harus selalu ada, tidak boleh membantah apa yang ingin aku lakukan padamu. Tidak boleh selingkuh, kamu hanya milikku. Rahasiakan ini dari semua orang, aku tidak ingin putraku tahu aku memiliki hubungan dengan gadis muda."

"Soal merahasiakan dan selingkuh aku tidak akan melanggarnya, om. Tapi kalau harus tinggal setiap hari di rumah om, mamaku akan bertanya-tanya om."

"Kamu bisa cari alasan, Des. Ya atau hanya dapat lima puluh juta?"

"Iya om, iyaa ... "

...***...

Di sebuah ruangan, di kantor polisi...

Monica duduk dengan gelisah di depan meja di ruang pertemuan tersangka dengan keluarga. Suara pintu besi terbuka. Polisi mempersilahkan Sebastian menemui istrinya yang sudah menunggu.

"Bas!" Monica sontak berdiri melihat Bastian.

"Monica, sayang." Bastian menangkap tubuh istrinya memeluk dengan erat. "Maafkan aku... Maafkan aku, Monica." suaranya bergetar penuh emosi

"Semua tuduhan itu bohong kan, Bas? Kamu tidak melakukan perbuatan licik seperti itu, kan?"

Bastian melerai pelukan, wajahnya tertunduk lesu, bahunya bergetar. "Maafkan aku, semua itu aku lakukan."

"Bas... " Monica menutup bibirnya yang terbuka dengan jari bergetar. "Kamu tahu itu jahat, Bas! Kenapa kamu lakukan? Kamu tahu anak kita mencintai Zac, bagaimana kamu akan menjelaskannya pada Senja, putri kita, Bas?!"

"Itu kebodohanku, aku emang bodoh!" bahu Bastian terguncang menahan tangis penyesalan.

"Aku akan memohon maaf pada Milo dan Zac agar masalah ini bisa dilalui dengan jalan damai," ucap Monica

"Tidak! Jangan lakukan itu, Monica. Biar aku menebus kesalahanku," cegah Bastian. "Aku sudah terlalu malu pada mereka. Cukup aku yang direndahkan, kalian harus terus menjalani hidup dengan baik. Biar aku menjalani hukuman ini."

"Seharusnya kamu malu pada anak-anak kita, Bas. Sam dan Senja sangat memuja Zac, mereka saling menyayangi. Apa yang ada di pikiranmu saat melakukan itu, Bas."

"Aku khilaf, aku terlalu percaya pada sumber yang belakangan aku tahu dia menyesatkan ku."

"Maksudmu Gavin? Kamu masih mempercayai anak itu setelah Sam membongkar semua kejahatan dia pada Shaka. Kamu keterlaluan, Bas!" Monica setengah menjerit dengan wajah penuh emosi.

"Dia keponakanku, Monica! Anak Inara!"

Suasana menjadi hening. Monica mematung menatap serius wajah Bastian. Sebuah kebenaran yang sulit untuk Monica terima.

"Kupikir, dia tidak akan mencelakai aku dan bisa dipercaya karena dalam tubuhnya masih mengalir darah keluarga Prawiranegara, darah kami."

"Tapi kamu lupa darah Alberto lebih kental mengalir dalam tubuhnya. Kamu pikir dia tidak akan balas dendam dan sakit hati setelah ia dipisahkan dari Alberto?" suara Monica seakan tercekat dan wajahnya mencemooh pemikiran Bastian.

"Lalu sejak kapan kamu tahu dia keponakanmu, Bas?! Bukankah Inara tidak punya anak?"

"Beberapa bulan ini, Papaku yang mencari tahu kebenarannya." Bastian masih menundukkan kepalanya. "Monica, sampaikan maafku pada Senja."

"Maaf Bas, kamu harus menyampaikannya sendiri. Kamu harus berjuang mengambil hati Sam dan Senja. Saat ini mereka masih terpukul dengan kenyataan yang ada. Mereka tidak ingin bertemu denganmu."

Setelah membicarakan masalah perusahaan dan langkah hukumnya, pertemuan singkat mereka harus segera diakhiri karena jam besuk telah habis.

...***...

Hampir dua jam Sam dan Senja duduk di lobi apartemen milik Milo. Mereka berinisiatif menemui Zac untuk meminta maaf dan menangguhkan penahanan Papa mereka. Di balik kacamata hitam mereka terus mengawasi keadaan, dimana private lift itu dijaga ketat oleh para pengawal Milo.

Pada akhirnya tidak sia-sia penantian Sam dan Senja. Dari pintu lobi, Kanaya baru saja diantar pengawal Reno pulang ke apartemen. Senja segera berlari menghampiri wanita paruh baya yang masih cantik itu.

"Tante Kanaya!" teriak Senja sambil berlari

Kanaya berhenti melangkah lalu mengangkat telapak tangannya ke arah bodyguard yang bereaksi cepat dan tegas. Ia mencegah para bodyguard menghalangi Senja. "Stop, biarkan aku bertemu dengannya."

"Senja, kemari lah nak... " pinta Kanaya membuka kedua tangannya untuk memeluk Senja.

"Tante ... Maafkan aku," lirih Senja

Kanaya mengusap lembut punggung Senja, "kondisi ini sangat berat kalian hadapi, bagaimana kabarmu?"

"Aku baik-baik saja, Tan. Bagaimana kabar Ka Zac, aku... Aku tidak tahu jika papa—"

"Sstt... Sudah jangan bahas itu dulu. Tante kangen sama kamu, begitu juga dengan Zac, dia sangat merindukanmu."

"Benarkah Tan? Setelah apa yang Papa aku lakukan, dan perlakuan kasar aku pada Ka Zac, benarkah kaka masih merindukanku?"

"Dia tidak pernah membencimu, Nja. Dia masih memikirkan mu. Tapi untuk saat ini, keadaan memaksa kalian untuk sebaiknya tidak bertemu dulu, tunggu sampai keadaan mereda. Hmm... "

"Aku... Aku dan Kak Sam hanya ingin minta maaf dan ingin bertemu Ka Zac sekali saja tante, boleh ya Tan." Ia menangkupkan kedua telapak tangannya di dada.

"Maaf Senja, kita tunggu hasil persidangan saja. Setelah itu kalian bisa bertemu."

"Tante, please ... "

"Maaf Senja."

"Atau sampaikan surat aku untuk Ka Zac, aku ingin dia tahu apa yang aku rasakan." Senja mengambil surat dari tas selempangnya.

Kanaya menatap surat dalam genggaman tangan Senja yang gemetar. Dari wajah dan gestur tubuh gadis itu, Kanaya tahu Senja sedang stress berat dengan kasus keluarganya. Akan tetapi ia tidak bisa mengabaikan larangan suaminya dan juga ancaman Milo, ia harus bersabar sedikit lagi sampai keadaan yang kini sedang memanas kembali mereda dan lebih baik.

"Baiklah, kamu jaga diri baik-baik. Untuk saat ini tante belum bisa bantu apapun."

"Aku mengerti Tan."

Kanaya memeluk Senja sekali lagi, lalu melambaikan tangan sebelum akhirnya meninggalkan Senja yang masih berdiri dengan deraian airmata di tengah lobi apartemen. Setelah tubuh Kanaya hilang di balik pintu lift, Senja memutar tubuhnya dan berjalan menghampiri Samudera.

"Kak Sam... " ia menenggelamkan wajahnya di dada Sam sambil terisak pilu.

"Aku tahu, aku sudah dengar semuanya, Senja. Kamu tidak perlu menjelaskan lagi."

Hati Sam ikut perih dengan kisah cinta adik kesayangannya. Juga kisah tragis keluarganya. Dalam dadanya sebuah tekad baru saja tumbuh, ia akan selalu menjadi pelindung bagi keluarganya, mengembalikan kehormatan keluarganya seperti dulu.

Selama ini ia selalu terlindungi dari nama besar Papanya. Apapun yang mereka inginkan selalu mudah didapatkan. Kini saat nama besar Papanya jatuh dan hancur, semua orang berpaling dari mereka, menghujat dan merendahkan keluarga mereka. Di usianya yang baru genap dua puluh tahun, ia dipaksa dewasa oleh keadaan.

Di lantai paling atas gedung apartemen itu, Zac duduk termenung di rooftop, mencari jalan keluar dari masalah yang melibatkan dua keluarga yang memiliki nama besar. Ancaman pamannya dan pergerakan pamannya untuk menguasai perusahaan keluarga Sebastian.

"Eheem." Kanaya berdehem sambil membawa sepiring cemilan untuk Zac. "Apa yang kamu pikirkan?"

"Banyak Mam."

"Apa salahsatunya tentang gadis berpipi chubby?" tanya Kanaya dengan senyum menggoda.

"Dialah pusat duniaku, adakah jalan keluar yang lebih baik dari semua ini untuk keluarga Sam, keluarga kita dan masa depanku."

"Mungkin ini bisa membantumu meredakan badai rindu yang melanda," ucap Kanaya seraya tersenyum menggoda sambil menyerahkan surat Senja.

Kening Zac berkerut melihat amplop berwarna biru pastel yang ada di tangan mamanya.

"Ambil lah."

Zac mengambilnya dengan wajah bingung. Ketika ia buka amplop itu, garis tulisan Senja sangat ia kenali. Sontak Bibirnya mengulas senyuman. "Dari mana mama dapatkan ini? Apa Senja menemui mama?" tanyanya, Kanaya mengangguk.

"Gadis pintar! I love you, Nja!" amplop berwarna biru pastel itu ia kecup berulangkali sambil melompat-lompat kegirangan.

"Zac, jangan lompat dulu, kakimu belum sembuh benar!"

"Awh... Sshh... " Zac mengaduh sambil mengelus dengkulnya yang masih bengkak.

Zac akhirnya duduk dengan dada berdebar sebelum membuka surat dari kekasih hatinya. Suara kertas terbuka seolah irama yang rumit untuk di dengar, deretan hurup yang diukir indah adalah pesan murni dari bisikan hati Senja yang saat ini sedang terluka.

Zac membaca kata pembuka yang membuat hatinya berdesir lembut, "My Dear, Ka Zac... "

"Aku tidak tahu apa kalimatku ini tepat di saat keadaan tidak lagi berpihak padaku.

Maaf, Aku masih merindukanmu, Ka. Selalu merindukanmu.

Setelah sebuah kata yang hingga kini aku sesali terucap hari itu, aku tidak baik-baik saja. Aku menyesali sikapku yang emosional. Aku baru tahu bahwa pengkhianatan bukan datang dari orang lain, tapi dari diriku sendiri yang meragukan mu. Aku baru tahu jika menunggu sisa waktumu masih lebih baik daripada hidup tanpamu.

Maafkan sikap keluargaku yang selalu menyakitimu. Papa adalah seorang ayah yang berusaha melindungi putrinya, namun dengan cara yang salah. Aku tidak membela apa yang papaku lakukan padamu, apa yang ia lakukan adalah sebuah perbuatan yang tidak bisa dimaafkan, aku sadari itu. Dan kaka harus mendapatkan keadilan.

Papa adalah nahkoda yang sedang kehilangan kompas di tengah samudera prasangka. Dia terlalu khawatir putrinya akan terluka atau dilukai.

 Akan tetapi Papa belum menyadari jika bahagiaku adalah kamu.

Atas nama keluarga, aku dan Kak Sam meminta maaf dengan tulus."

^^^—Senja^^^

1
🔵🌹 Widian🧕
panjang amat tulisan isi hati Zack
🔵🌹 Widian🧕
akhirnya Senja menyadari kesalahannya dan untungnya Zack masih merindukan nya ...mungkin ini cinta yang tulus ya ?
Rosdianah 🌷
hallo kak, ijin mampir
Santai Dyah
aduh zac mata kamu sudah ternodai itu mala di liat terus
si senja lucu juga ya
Santai Dyah
dewista merasa kehilangan ya
Santai Dyah
waduhh liat yg bening bening gini jiwak emak emak merontaa deh
🔵🌹 Widian🧕
Deswita kayaknya sudah lihay dan pengalaman ya ?
🔵🌹 Widian🧕: moga nanti sadar ya
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍🥰
Elisabeth Ratna Susanti
gumusshhh banget sama visual dan ceritanya 😍👍🥰
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru nih😍
Elisabeth Ratna Susanti
patah hati tuh nggak enak banget
Elisabeth Ratna Susanti
kok kayak nyerah gini ya😄
Elisabeth Ratna Susanti
cowok arogan emang agak laen ya😄
Elisabeth Ratna Susanti
anak2 hebat🥰😍👍
Elisabeth Ratna Susanti
waduh ada affair?
Dee
Kayaknya Deswita udah kebal sama segalanya deh
Dee
Ih... kenapa selalu dia lagi, ya?🤦‍♀️
Dee
Selamatkan Senja.
Dee
Hmm.. starting to get suspicious 👀
Dee
Mulai banyak menuntut. Ternyata ada apa di baliknya, ya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!