NovelToon NovelToon
Angsa Putih

Angsa Putih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: CloverMint

Pernahkan kalian melihat angsa? Berenang dan menari dengan anggunnya di tengah sungai.
Tapi tahukah kalian? Di balik ketenangan tubuhnya di atas permukaan, Angsa berjuang mengayuhkan kakinya di dalam air agar dapat terlihat anggun di permukaan.

Begitulah hidup Gisella,
Tak ada yang tahu perjuangan hidupnya selama ini,
Pribadi yang selalu tersenyum riang di depan orang-orang, ternyata memiliki masa lalu yang kelam.

Bergumul dengan masa kecilnya yang selalu di rundung oleh teman-temannya, dan trauma masa kecilnya,
"Dasar anak pembawa sial!"
Ibunya sendiri mengatainya sebagai anak pembawa sial dan mengusirnya dari rumah.
Sang sopir membawa Gisella pergi dari rumah dan membuangnya di tempat antah berantah.

"Nak, kenapa menangis di sini?" tanya seorang wanita paruh baya yang melihat Gisella duduk menangis di pinggiran kebun.

Gisella kecil hanya menatapnya, lalu kembali meringkuk menangis pilu.

"Nak, ikut Emak mau?" tanya suara lembut itu lagi, mengulurkan tangannya kepada Gisella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 31

Shoot for the moon. Even if you miss, you'll land among the stars.

^^^-Norman Vincent Peale^^^

...----------------...

"La, si Alex suka sama kamu ya?" tanya Ima yang masih rebahan di lantai. 

"Hah? Ngaco kamu Im. dia Tuh pacarnya temanku Farah," jawab Ella sambil memasukkan adonan cake ke oven. 

"Lah, betah amat dia setengah hari di sini?" Ima terkejut dan langsung bangun menatap Ella. 

"Hehe.. Mungkin lagi nggak ada kegiatan. Sudah jangan mikir aneh-aneh. Farah itu cantik, anak orang kaya, dan juga temanku. Nggak mungkin aku nikung," ujar Ella sambil duduk di hadapan Ima. 

"Oh gitu.. Kalau gitu jangan terlalu akrab deh La, nggak enak ntar kamu sama Farah," nasehat Ima. 

"Iya, Ima sayang, Ella tahu diri kok.." jawab Ella tersenyum. 

"Mending kita pacaran sama cowok selevel kita aja La," jawab Ima tertawa. 

"Ogah, Ella mau lulus sekolah dulu Im. Pengen mapan dulu. Ngurusin diri sendiri aja setengah mati, gimana ngurusin pacar," gurau Ella ikut tertawa.

"Setuju La, dah aku mandi dulu ya."

Lex, apa kita memang ditakdirkan untuk nggak bisa akrab seperti dulu ya, ucap Ella dalam hati. 

###

"Lex ke mana kamu seharian?" tanya Arsita begitu melihat Alex baru masuk.

"Hehe. Main dirumah teman, Ma," jawab Alex ikut duduk di depan televisi. 

"Lex, daripada kamu keluyuran, gimana kalau pulang sekolah belajar di kantor? 2-3 jam nggak papa, supaya kelak kamu bisa mandiri," tanya Hendri menatap Alex dengan seksama. 

Alex terdiam, menimbang tawaran papanya. 

"Hmm.. Tapi Alex nggak terikat kan, Pa? Masih bisa ikut kegiatan sekolah?" 

"Ya, kamu masih bebas. Cuma belajar saja di sana, Kalau ada waktu saja, daripada kamu keluyuran nggak jelas."

"Boleh deh Pa, tapi dapat gaji kan?" tanya nya tersenyum. 

"Giliran gaji aja ditanya," gerutu papanya tertawa. 

"Ya udah, Alex ke kamar dulu ya."

Di dalam kamar, Alex memikirkan Ella yang mirip dengan Gisel,

Apa mereka orang yang sama ya? Ella.. Gisella.. Kok aku jadi ngaco gini, mana mungkin bisa sama, Gisel asli Jakarta, Ella asli Weleri. Jauh banget. Sudahlah, mungkin aku saja yang mencocokkan mereka karena aku terlalu terobsesi menemukan Gisel..

Mungkin benar kata Farah kalau aku terlalu memikirkan Sella.. Di mana kamu sekarang, Sel? Semoga kamu sehat dan kita bisa berjumpa lagi,ucapnya dalam hati. 

###

"La, tanganmu hebat ya, bisa buat macam-macam kue," ucap Ima menatap Ella yang sedang mengoles cream di bolu yang sudah matang. 

"Ima, kamu kan pandai melukis, nanti kalau sudah Ella oles, giliran kamu yang buat nama dan ucapan juga coretan yang cantik di atas cake ya," ucap Ella semangat. 

"Memang kamu percaya sama aku, La? Kalau hasilnya jelek bagaimana?" ucap Ima ragu. 

"Sudah, aku percaya kamu. Dan kamu harus yakin bisa!" protes Ella tak mau dibantah. 

"Haha.. Oke, aku coba ya.. Tapi kalau jelek, jangan marahin aku loh!" ucap Ima tertawa senang melihat Ella mempercayai keahliannya. 

Tak berselang lama, Ima sudah memainkan tangannya menggunakan spuit ke atas cake yang dibuat Ella. Dengan seksama, Ella mengamati gerakan tangan Ima yang cekatan membuat huruf dan beberapa gambar. 

"Wah, benar kan Im! Lihat, cantik kan cakenya!" teriak Ella senang. 

"Iya La, itu hasil karyaku kan?" tanya Ima tak percaya melihat cake yang tampak cantik. 

"Foto, La. Kita promoin lagi," pekik Ima segera mengambil ponselnya.

Setelah Ella memasukkan cake ke dalam kotak, Ella mengirimkan pesan kepada pembelinya bahwa cakenya sudah jadi dan sudah bisa diambil.

Ella: Pagi, Kak. cakenya sudah jadi. Mau diambil sekarang?

Pembeli: Boleh, Mbak. Wah cepat ya. Saya kira jam tiga baru jadi.

Selang beberapa menit, seorang wantia berusia tiga puluhan datang mengetuk pintu rumah Ella.

"Permisi, ini benar Ella's Bakery?" tanyanya ragu melihat tempat ia memesan cake adalah rumah kecil. Tapi ia tetap berpositif thinking. Don't judge the book by its cover, right?

"Iya Bu, mau ambil kue atas nama Diana ya?" tanya Ella yang membukakan pintu.

"Iya benar. Boleh saya lihat cakenya?"

"Saya ambilkan sebentar ya, Bu."

"Wah. Kuenya cantik sekali. Ini kamu sendiri yang buat?" tanya Diana.

"Yang buat saya, Kak. Tapi yang bantu menghias teman saya."

"Wah, hebat. Cantik banget loh cakenya. Nanti kalau rasanya juga enak seperti dekorasinya, aku langganan, deh!" Diana tersenyum puas melihat dekorasi cakenya. Ia lalu memberikan sejumlah uang kepada Ella

"Ambil saja kembaliannya," ucap Diana tersenyum.

"Beneran, Kak? Ini nggak kebanyakan kalau buat tips?" tanya Ella yang menerima dua lembar uang seratus ribuan, padahal cakenya hanya 150.000.

"Iya, beneran. Cakenya besar dan cantik. Tips segitu worth buat cake sebagus ini," jawab Diana masih memandang cake itu dengan puas.

"Terima kasih banyak, Bu,"

"Wah La, pembelinya puas ya?" tanya Ima yang sedari tadi mendengarkan dari dalam.

"Iya, Ma. Semua berkat keahlianmu menghias kue." jawab Ella senang.

"Nanti tips ini kita bagi dua, ya." ucap Ella senang

"Siap, La. Nanti aku upload cakenya ke ekstragram lagi. Biar banyak yang beli!" peluk Ima senang. 

Mereka tertawa bersama melihat hasil kerja sama mereka dengan bangga. 

###

Hari terus berganti, hari menjadi bulan. bulan menjadi tahun. Tak terasa, sebentar lagi Ella akan naik ke kelas dua belas.

Arka sekarang sudah sibuk dengan kuliahnya, sedangkan Denis sekarang lebih sering bergabung bersama Ella dan Farah. Rendy dan Sherly sudah lama tak datang ke cafe sejak kejadian waktu itu.

Rutinitas Ella sehari-hari masih belum berubah. Ella dan Ima masih tetap menjadi sahabat setia, mereka tetap rukun bersama.

Alex juga sudah tak pernah muncul meski kadang Ella ingin sekali mengetahui kabar mereka. Tapi ia tak berani untuk bertanya. 

Ella menjalani hari-harinya dengan senyuman, memendam sendirian kenangan dan perasaan yang ia rasakan.

###

"La, gimana kalau kita buka usaha sendiri," tanya Ferry yang sengaja off mengikuti jadwal Ella. 

"Ella belum ada modal Kak," jawab Ella menyesap es jeruknya sekali tegak

"Kebetulan om Kakak, ada kios nggak dipake La. Kemarin pas ngobrol, dia nawarin Kakak nuat make kiosnya.Es jeruknya mau tambah, La?" ujar Ferry sambil menikmati kentang gorengnya.

"Hahaha, boleh deh, Kak. Ella haus banget.. Berapa kontrakannya Kak?" tanya Ella. 

"Nggak bayar, La. Om sekeluarga mau pindah ke Batam, jadi Kakak diminta tolong pake kiosnya aja," cerita Ferry. 

"Tapi modalnya berapa, Kak?" tanya Ella menatap Ferry. 

"Modal mah biar Kakak yang atur. Yang penting Ella mau kerjasama sama Kak Ferry."

"Ima, gimana Kak?" tanya Ella pelan. 

"Diajak lah, biar kerja tetap sore. Kita bagian buat kue kue sama cake aja."

"Kak Ferry ya yang ajari Ella, tempatnya jauh Kak?"

"Nggak, dekat kok. Cuma harus naik omprengan sekali kalau dari kontrakan."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...

...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...

...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...

...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...

...Terima kasih.❤...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
anggy tabitha
ceritanya selalu nikah muda
Janatun Arismiyati
setuju sama kevin
Enink Puri
tubuh lemah tpi hati keras kya batu...keanak sendiri kya gitu...apalagi klo org lain yg melakukan kesalahan...
Enink Puri
La kapan jalannya.?? perasaan lari trussss
Enih Rustini
nangis ... /Sob//Sob//Sob/
zizah
halo kk. aku ada karya baru nih, mampir ya..
reii.ptra
hyy ella,aku balik nih...kali ini aku dh siapin tisu la,aku siap meneteskan air mata sebanyak-banyak nya hehe,ini tahun 2024,dan terkahir aku baca kamu di tahun 2022..
TitinN: haha sama kak, klo kangen aku jga suka baca ulang apalagi karya author yg 'Fania itu aku' tpi semua nya aku sukaaa🤣
total 1 replies
Nivia Olive
Hehehe ini berarti banyak yang baca lompat2. Padahal dari awal Author dah nulis kalo Ella beda agama dengan Mak Mila. Inilah penting membaca dengan jelas dan perhatian tanpa lompat2 biar ga salah pengertian ✌️😊
Mul Iani
Lumayan
RATNA MULJATI
semakin seru aja. jadi deg2an
Wins Winarno
dada saya sampai sesek😭😭😭
Wins Winarno
sprt aq dulu, anak kandung serasa anak tiri. tp Alhamdulillah skrng mending habis dah pny klrg semua
Aghitsna Agis
udah lama dibaca mahkota bunga jusyru nunggu kelanjutannya belum up saja
Reni Setia
makasih utk karya novelmu thor
Perdes Amsil
tokoh cowonya banyakkk .. ayoh ella kmu pilih yang manaa!?
Herna Erna
othornya juragan bawang nih.... soalnya disebar hampir disemua chapter😢😢
Sri Purwati Widodo
ngs bgt
Defrin
Kasian kali Gisel....
Udah teman teman mengejek Eh kakaknya juga ikutan ...
Tapi YG membuat Tambah sedih mama nya kok cuek Amat...
zonk
banyak pelajaran yang bisa di ambil dari kisah ini.
Hasmi Ahhasbi
izin share tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!