NovelToon NovelToon
Land Of Eldoria

Land Of Eldoria

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Akademi Sihir / Perperangan / Fantasi Wanita
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: AzaleaHazel

Eldoria, yang berarti negeri kuno yang penuh berkah. Negeri yang dulunya selalu di sinari cahaya matahari, kini berubah menjadi negeri yang suram.



Ratusan tahun telah berlalu sejak peperangan besar yang menghancurkan hampir seluruh negeri Eldoria, membuat rakyat harus hidup menderita di bawah kemiskinan dan kesengsaraan selama puluhan tahun sampai mereka bisa membangun kembali Negeri Eldoria. Meskipun begitu bayang-bayang peperangan masih melekat pada seluruh rakyat Eldoria.



Suatu hari, dimana matahari bersinar kembali walau hanya untuk beberapa saat, turunlah sebuah ramalan yang membuat rakyat Eldoria kembali memiliki sebuah harapan.




"Akan terlahir 7 orang dengan kekuatan dahsyat yang dapat mengalahkan kegelapan yang baisa di sebut Devil, di antara 7 orang itu salah satu dari mereka adalah pemilik elemen es yang konon katanya ada beberapa orang istimewa yang bisa menguasai hampir semua elemen dari klan Es"


Siapakah ketujuh orang yang akan menyelamatkan negeri Eldoria?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzaleaHazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Pertarungan terjadi seperti apa yang mereka bicarakan sebelumnya, tidak ada yang menahan kekuatannya termasuk Aphelion. Pria itu langsung memberikan beberapa serangan pada Liz, tapi gadis itu selalu bisa menahan serangannya dengan jimat pelindungnya. Dalam hatinya, Aphelion sempat berpikir seberapa tebal barrier yang di keluarkan oleh jimat itu sampai serangannya tidak bisa menembus pertahanan Liz. Pria itu justru semakin bersemangat dan kembali meluncurkan serangan beruntun dengan elemen petir yang di gabung dengan elemen air, jika sampai menyentuhnya pasti akan memberikan luka yang sangat parah. Tapi lagi-lagi barrier milik Liz sama sekali tidak bisa di tembus.

"Liz, sebenarnya barrier macam apa yang kau miliki ini?!" Aphelion sedikit berteriak karena jarak mereka lumayan jauh.

"Ini hanya barrier tingkat menengah, kenapa Paman tidak bisa menembusnya?!" Balas Liz, dari kata-katanya ia terdengar seperti sedang mengejek Aphelion.

Aphelion tersenyum mendengar ejekan gadis itu. "Oho, kau berani mengejek Paman? Baiklah, sekarang Paman akan mulai serius!" Ternyata menemani Liz latihan tanding sangat menyenangkan.

Mendengar perkataan Aphelion, Liz berpikir beberapa saat. Jika ia terus berdiam diri di dalam barrier-nya, bagaimana ia bisa mengetahui seberapa besar kemampuannya sekarang. Baiklah, setelah selesai berpikir ia mulai menghilangkan barrier-nya dan mulai melangkah maju untuk menyerang Aphelion.

Liz menggunakan elemen anginnya untuk terbang ke udara, mengeluarkan beberapa lembar jimatnya lalu melemparkannya kearah Aphelion. Berhasil, jimat pengekang itu berhasil menahan Aphelion.

Melihat pertarungan ini semakin memanas, mata Acrus tidak bisa berbohong jika ia sangat terkejut melihat Liz yang bisa memojokkan Aphelion. Dalam hatinya ia berpikir, apakah ini hasil dari latihan Liz selama ini? Bagaimana bisa anak itu menjadi sekuat ini.

Berbeda dengan Acrus dan Acresia yang menatap terkejut tentang kemajuan Liz. Theresa malah terkagum-kagum melihat kelincahan adik kecilnya itu melawan sang Ayah. Sedangkan Charlotte, bukan tidak menikmati pertarungan mereka, hanya saja ia merasa sedikit khawatir dengan Liz, walaupun ia yakin jika Aphelion tidak akan menyakiti anak itu barang sedikitpun.

"Wah, sebenarnya ada berapa jenis jimat yang kau miliki, nak? Bukan hanya barrier, tapi juga pengekang, huh?" Tanya Aphelion. Merasakan pengekang yang ada di tubuhnya cukup kuat, membuat Aphelion memikirkan sesuatu.

"Aku masih memiliki beberapa, termasuk ledakan. Apakah Paman ingin mencobanya?" Liz kembali mengejek Aphelion, tentu saja itu hanya sebuah candaan.

"Dasar anak nakal." Kekeh Aphelion. Ia berusaha melepaskan kekangan pada tubuhnya dan terus menyahuti apa yang Liz katakan.

Liz agak mendekat kearah Aphelion, tapi tidak berani terlalu dekat karena ia yakin jika Aphelion akan bisa dengan mudah melepaskan jimat pengekangnya. "Tapi aku hanya akan mengeluarkan jimat ledakan tingkat menengah saja."

"Memangnya kenapa?" Tanya Aphelion dengan kerutan di dahinya. Merasa penasaran apa alasan Liz hanya mengeluarkan jimat tingkat menengah.

"Karena sangat berbahaya, semua yang terkena ledakan itu akan melebur menjadi abu." Liz ingat kejadian Red Wolf waktu itu, bagaimana serigala itu melebur menjadi abu saat ia melemparkan jimat ledakan tingkat tingginya.

"Wah, sepertinya sangat gawat sekali." Tanpa sadar Aphelion menelan ludahnya, terkejut dengan ucapan gamblang Liz. Melebur menjadi abu? Rasanya tidak masuk akal, bahkan elemen api tingkat tinggi saja tidak sampai seperti itu.

Meskipun Aphelion terus menanggapi apa yang ia katakan, tapi mata Liz sangat tajam. Dapat ia lihat jika pria itu mulai melepaskan jimat pengekang nya, dengan cepat Liz terbang menjauh sebelum Aphelion benar-benar terlepas dan memberikan serangan balik padanya.

Dan benar saja, Aphelion berhasil melepaskan diri hanya dalam waktu singkat. Saat melihat ke depan, ia tersenyum melihat Liz yang sudah menjauh, ternyata penglihatan anak itu sangat tajam. Karena semakin bersemangat, kini Aphelion mulai serius. Sejak tadi ia hanya menggunakan elemen tingkat menengah untuk menghadapi Liz, dan sekarang ia akan lebih serius lagi.

Sedangkan Liz sudah mempersiapkan diri, sepertinya Aphelion tidak main-main jika akan serius dengannya kali ini. Liz yakin jika Aphelion akan menggunakan semua elemen tingkat tinggi dan bisa di pastikan ia akan kesusahan. Liz memang mempunyai beberapa jimat, tapi hanya jimat pelindung dan jimat edakannya saja yang berada di tingkat tinggi, tidak mungkin juga ia menggunakan Rudeon karena takut membahayakan orang-orang di sekitarnya. Liz tidak takut kalah, justru ia sedang berusaha melawan Aphelion tanpa perlu mengeluarkan Rudeon, dengan begitu ia bisa mengetahui seberapa besar kemampuannya saat ini.

Mata Aphelion dan Liz bertemu, mereka sama-sama memberikan anggukan singkat tanda sudah bersiap untuk melanjutkan pertarungan. Jika tadi Aphelion yang memulai serang lebih dulu, maka sekarang gantian Liz yang menyerang. Pertama ia mengeluarkan bola-bola api tanpa menggunakan jimatnya, jumlahnya cukup banyak seperti hujan meteor, mengarahkannya kearah Aphelion membuat serangan beruntun mengincar pria itu. Nihil, tidak ada satupun serangannya yang berhasil mengenai Aphelion. Tidak menyerah, Liz kini beralih pada elemen Es-nya membuat ratusan pisau es dalam waktu singkat.

Diam-diam Aphelion tersenyum, merasa bangga. Sedangkan Theresa sudah menganga di sana, memperhatikan Liz yang terlihat sangat mengagumkan, bahkan ia saja masih kesulitan membuat pisau es dengan jumlah sebanyak itu. Pikirannya harus benar-benar fokus, tapi saat melihat Liz melakukannya begitu mudah membuatnya tidak bisa berkata-kata, bocah itu sungguh seperti monster.

Siapa sangka pertarungan ini akan berlangsung lama, padahal niat Aphelion sebelumnya hanya ingin menghibur Liz yang terlihat sedih, tapi tanpa sadar ia terbawa arus karena terlalu bersemangat menguji kemampuan bocah itu.

Semakin lama pertarungan ini semakin sengit, karena berpikir serangannya tidak ada yang berhasil mengenai Aphelion, Liz mulai kesal. Kali ini ia akan mngerahkan seluruh tenaganya sampai akhir dan melampaui batasnya, dengan begitu bisa di pastikan sejauh mana perkembangannya.

Liz terbang lebih tinggi, mengeluarkan elemen tanahnya, menjebak Aphelion di dalam tanah dan mengurungnya. Kembali ia keluarkan pisau es dan langsung meluncurkannya kearah Aphelion yang berada di dalam tanah. Tidak hanya itu, Liz juga kembali meluncurkan hujan meteor dan menyerang Aphelion. Merasa belum cukup, ia kembali menyerang dengan elemen cahaya, membentuknya seperti pedang yang jumlahnya sama banyaknya seperti kedua serangannya tadi.

Serangan beruntun Liz arahkan pada Aphelion yang terperangkap di dalam tanah, semuanya berakhir. Tubuhnya langsung ambruk, membiarkan rerumputan menerpa wajahnya, nafasnya tidak teratur karena kehabisan tenaga.

Jangan tanyakan bagaimana reaksi Charlotte, Theresa, Acrus dan Acresia. Berkedip saja mereka tidak bisa, apalagi mengalihkan pandangannya dari Liz. Rasanya sangat sulit untuk percaya jika kemampuan Liz berkembang sangat pesat, bahkan di luar ekspektasi mereka.

Seperti yang sudah di katakan tadi, Liz tidak berharap menang. Ia hanya ingin melihat sejauh mana ia berkembang, tanpa melihat atau mencari tahu bagaimana keadaan Aphelion di sana, ia yakin jika pria itu akan baik-baik saja meski telah menerima serangan beruntun darinya.

1
Rina Yulianti
ahirnya up juga...makasi thor
Rina Yulianti
kok ngilang thor ???
Rina Yulianti
makin seru aja,tetap semangat thor
Rina Yulianti
thor jangan kelamaan up nya ...tetap semangat
Rina Yulianti
akhirnya up juga..semoga novel ini booming..tetap semangat thor 💪💪
Rina Yulianti
ahirnya up juga..tetap semangat thor 💪💪
Rina Yulianti
saking asiknya baca nyampe lupa koment 🤭🤭
selalu semangat thor ...
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Rina Yulianti
aaaaa...ahirnya up juga ,semangat thor 💪💪
Tyaa_
makin seruu nihh, up lagi dong
Rina Yulianti
makin seru aja....jangan lama lama up nya thor.semangat 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!