Menceritakan tentang kisah cinta Radit dan Dera yang diwarnai dengan berbagai ujian.. Dari perpisahan hingga mereka bisa bersatu kembali.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAK DI ANGGAP
Adit pulang di esok paginya, Dia semalaman merenung di Taman.
Sesampainya dirumah, Tidak ada seorangpun yang menyapanya..
Mereka sibuk dengan cerita mereka sendiri.
"Mama" Adit menyapa mamanya. Namun sang mama cuek dan pura pura tidak mendengar panggilan Adit.
"Pa" Papanya pun tidak menjawab pertanyaan Adit..
Mereka sibuk bermain dengan Qila cucunya.
"Dalam hati Adit, Ya Allah kenapa semua orang begini? Kenapa semua orang menyalahkan aku? Kenapa ya Allah.
Hati Adit benar benar sakit.
Setelah tidak ada yang mendengarkannya Adit pergi ke kamarnya dan mengurung diri. Sikapnya berubah dia menjadi seorang laki laki yang rapuh. Tanpa sadar airmatanya mengalir dengan derasnya..
***
Kamar Dera
Kenapa si mas, Kamu jahat sama aku? Kenapa kamu selalu membuatku kecewa.
"dalam pikiran Dera dia berfikir bagaimana jika Celvin membencinya? Dera merasa tidak berarti, Dia sedih.
****
Jam makan malam pun berlangsung, Semua keluarga sudah berkumpul di ruang makan, Termasuk Dera dan Qila..
"Malam ma, kata dera pada mantan mertuanya.
Malam sayang.. Ayo sini makan sayang.
"Kata mama Ida dengan senyum bahagianya.
"Iya ma, Sahut Dera.
Mereka pun berbincang sambil sesekali tertawa, Adit pun keluar untuk ikut makan malam bersama keluarganya..
"Malam papa, mama De kata Adit..
Tidak ada satupun yang menjawab kata kata Adit. Justru mereka langsung diam tanpa kata.
Adit yang sedari tadi hendak mengambil makanan pun mengurungkan niatnya. Dia lebih memilih kembali kekamarnya dengan hati yang kecewa.
"Pa apa kita tidak keterlaluan sama Adit pa, Kata mama Ida sembari menghabiskan suapan terahirnya.
"Sudahlah ma, Biar ini jadi pelajaran buat dia. Dia terlalu di manja ma selama ini hingga dia menjadi orang yang tak tahu adat seperti itu.
"Apa yang dikatakan mama ada benarnya pa, "Kata Dera. Aku juga sangat kecewa pa sebenarnya sama mas Adit tapi jika kita seperti ini sama dia ini sama halnya tidak adil pa.
Gak apa apa biarkan saja ini sudah jadi keputusan papa.
**
Di dalam kamar Adit termenung, Dia sangat terluka hatinya, Dia bingung harus bagaimana.
Semalaman Adit tidak bisa tidur dia memikirkan apa yang harus dia lakukan.
Dia ingin pergi itu kata yang datang dalam fikirannya..
Di pagi hari bi Sumi yang sedang membawa Qila jalan jalan di taman melihat Adit duduk di tepian taman.
"Tuan Adit Kenapa tuan ada disini" Kata bi Sumi yang sangat mengerti dengan keadaan rumah majikannya itu.
Bi Sum, Gak apa apa bi aku cuma lagi nyari udara segar saja.. Eh Qila anak papa. "Adit tersenyum melihat Qila putri kecilnya.
Bi apa Dera tahu bibi bawa Qila kemari? "Tanya Adit pada pembantunya.
"Tidak tuan, Kata bi Sumi membuat Adit bingung.
Saya sengaja membawa Qila keluar supaya tuan bisa bermain dengan Qila.
Saya tahu tuan sedang banyak pikiran makanya saya bawa Qila supaya tuan tahu masih ada yang sayang sama tuan.
Makasih ya bi.
Adit bermain dengan Qila sepanjang di taman.
Tiba tiba Dera datang lalu memarahi Adit.
"Mas Adit kan tahu Qila itu gak bisa lama lama di luar, kenapa malah dibawa panas panasan hah. Dera bicara dengan kata yang agak tinggi.
Maaf De, bukan maksud aku untuk membuatmu kesal tapi.. Blm sempet Adit bicara lagi tiba tiba Dera berkata..
Memang mas kamu hanya membuat kami susah mas, kenpa si kamu selalu melakukan hal ini? Kapan kamu akan membiarkan aku dan Qila bahagia.
Bak di sambar petir perkataan Dera benar benar menyakitinya..
Dia hanya ingin bermain dengan putri kecilnya tapi itu juga gak boleh..
Adit hanya terdiam tanpa sepatah katapun.
"Mulai sekarang tolong mas jangan ganggu aku dan Qila, Aku dan Qila akan pergi jika mas masih saja menggangu kami.
Kata kata dera semakin menghancurkan dinding ketabahan Adit..
Baiklah De jika itu mau kamu.
Lalu Adit pergi meninggalkan mereka bertiga..
Dera yang tersadar bahwa kata katanya pasti sangat menyakitkan pun berusaha untuk memanggilnya.
"Mas Adit.." Tapi Adit pergi tanpa menoleh.
Next.