NovelToon NovelToon
Terlempar Ke Zaman Kuno Di Tolong Pemburu Tampan

Terlempar Ke Zaman Kuno Di Tolong Pemburu Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Isekai
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tasya Chuky

"Bujur buset!"

​Bukan sulap, bukan sihir. Dinda yang seharusnya sudah 'metong' dihantam mobil tronton, nyatanya masih bernapas. Alih-alih terbangun di rumah sakit dengan tubuh hancur, ia justru mendapati dirinya terduduk di tengah rimbunnya hutan belantara.

​Ia masih mengenakan setelan santai jalan-jalannya lengkap dengan sling bag yang masih tersampir di bahu. Isinya pun masih lengkap: ponsel, uang tunai, set peralatan make-up, hingga parfum sweet vanilla kesukaannya.

​"Gila, gue di mana? Masa iya ketabrak mobil, terus kelemparnya sejauh ini?" gumamnya panik.

​Dinda merogoh ponselnya dengan tangan gemetar, berharap bisa menghubungi seseorang. Namun, saat layar menyala, ia justru mematung. Ponselnya terasa asing—seolah baru keluar dari kotak—kosong, bersih tanpa jejak data, tanpa sinyal, tanpa sisa.

​Tiba-tiba, suara dedaunan kering yang terinjak dari balik semak membuatnya tersentak. Dinda menoleh cepat ke belakang.

​Di sana, ia terpaku. Seorang pria berbadan tegap berdiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tasya Chuky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Tumpukan Barang Moderen.

Gurauan manis dan tawa kecil di antara keduanya mendadak terhenti kala suara renta Mbok Ginem terdengar memanggil dari arah luar kamar.

​"Nduk...?"

​Dinda tersentak kecil, lalu menoleh ke arah pintu. "Si Mbok sudah memanggil, yuk keluar," ucap Dinda pelan.

​Wira mengangguk paham. Pemuda tegap itu lantas bangkit dari amben, melangkah lebar menuju pintu bambu, kemudian membukanya.

​"Ada apa, Mbok?" tanya Wira lembut.

​Mbok Ginem yang berdiri di depan pintu langsung terkejut melihat anak asuhnya ternyata berada di dalam kamar Dinda. "Loh, kamu di dalam toh, Wir...? Aduh! Maaf ya, Si Mbok mengganggu. Sudah, lanjutkan saja tidak apa-apa," ucap Mbok Ginem sembari tersenyum tersipu. Tubuh renta itu lantas buru-buru berlalu kembali menuju dapur sambil sesekali menutup mulutnya, menahan tawa gembira.

​Dinda yang mengintip dari belakang Wira langsung bertanya, "Ada apa?"

​"Tidak tahu, Si Mbok..." jawab Wira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

​Dinda menepuk jidatnya pelan. "Kayanya Si Mbok salah paham deh dengan kita," ucap Dinda menahan tawa. Wira dan Dinda saling berpandangan selama beberapa detik, lalu detik berikutnya tawa lucu mereka pecah bersamaan.

​Keduanya lantas berjalan beriringan keluar menuju dapur. Di sana, terlihat Mbok Ginem sedang terduduk di depan tungku kayu, termenung sembari memandangi kobaran api yang menari-nari memanaskan masakan.

​"Mbok?" panggil Dinda lembut sembari mendekat.

​Mbok Ginem seketika menoleh. "Loh, kok malah keluar? Maaf ya, Nduk... Si Mbok pasti tadi mengganggu waktu kalian berdua," ucapnya merasa agak tidak enak hati.

​"Eh, tidak kok, Mbok. Tadi aku dan Wira hanya sedang mengobrol biasa saja," ucap Dinda buru-buru meluruskan agar pipinya tidak semakin merona merah.

​Mbok Ginem tersenyum maklum dan mengangguk-angguk. "Kalau begitu, ayo kita makan dulu selagi hangat."

​Ketiganya lantas memulai ritual makan malam bersama di atas gelaran tikar. Menu malam ini terhitung sangat mewah untuk ukuran masyarakat di zaman ini. Nasi Singkong yang pulen mengeluarkan aroma wangi yang sangat menggugah selera, mengepulkan asap tipis di dalam wakul tanah liat. Sementara itu, oseng tewel (nangka muda) hasil petikan siang tadi tersaji sempurna di atas piring tanah liat di tengah mereka.

​"Hemm... wanginya enak banget! Makasih ya, Mbok, sudah memasakkan Dinda makanan sewenak ini," ucap Dinda dengan senyuman senang yang teramat tulus. Sementara Mbok Ginem hanya tertawa renyah, merasa sangat dihargai dan bahagia mendengar pujian manis dari calon menantunya.

​Setelah ritual makan malam selesai dan hari semakin larut, ketiga orang itu lantas bergegas kembali menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Namun di kamarnya, Wira sama sekali tidak bisa memejamkan mata. Pria itu terus berguling ke kanan dan ke kiri di atas amben kayunya. Pikirannya benar-benar tersita dan selalu tertuju pada dimensi ruang ajaib di dalam cincin bulan sabit.

​Didorong oleh rasa penasaran yang kian membuncah, Wira akhirnya terduduk. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu kembali menautkan tangannya dan mengusap permukaan cincin bulan sabit di jarinya sembari memejamkan mata.

​Wuzzzh!

​Seketika itu juga, tubuh tegapnya berpindah tempat, terlempar masuk ke dalam dimensi ruang ajaib yang sunyi namun menenangkan. Wira membuka kelopak matanya, lantas langsung memindai seluruh area sekitar dengan saksama.

​Ia melangkah perlahan mengitari hamparan tanah subur tersebut. Di sekelilingnya, terdapat berbagai macam pohon buah-buahan serta sayur-mayur modern yang tumbuh dengan sangat lebat dan sempurna.

​"Banyak banget buah dan sayurannya... Kalau semua ini dipanen dan dijual di pasar, pasti Aku akan untung besar," gumam Wira dengan insting bisnisnya yang mulai berputar.

​Langkah kaki Wira kembali membawanya menyusuri jalan setapak kecil, hingga matanya menangkap keberadaan sebuah mata air alami. Air di dalam kolam batu itu terlihat sangat jernih kristal, dengan uap-uap tipis yang mengapung lembut di atas permukaannya.

​Melihat kesegaran air itu, tenggorokan Wira mendadak terasa kering dan haus. Pria itu lantas berlutut di tepi kolam, menciduk air jernih tersebut menggunakan tangkup kedua telapak tangannya, lalu menengguknya dengan perlahan.

​Glek! Glek!

​Wira seketika memejamkan matanya rapat-rapat saat merasakan sensasi dingin, segar, dan ada sedikit rasa manis alami yang mengalir melewati tenggorokannya. Luar biasa! Rasa lelah akibat berjalan jauh ke pasar tadi siang mendadak lenyap total. Energinya seolah terisi penuh kembali dalam hitungan detik.

​Wira bangkit berdiri dengan tubuh yang terasa jauh lebih bugar. Ia melanjutkan penjelajahannya. Di kejauhan, matanya yang tajam menangkap sebentuk bangunan yang sangat familier bagi pandangan matanya—sebuah rumah dengan arsitektur gaya minimalis modern.

​Jantung Wira berdegup kencang saat melangkah mendekati teras rumah tersebut. Dengan perlahan, tangan kekarnya terulur mengetuk pintu depan.

​Tok! Tok! Tok!

​Hening, tidak ada jawaban sama sekali dari dalam. Didorong oleh rasa penasaran yang amat besar, Wira memberanikan diri memegang handle pintu besi tersebut, memutarnya, lalu mendorongnya perlahan. Pintu itu tidak terkunci.

​Tubuh tegap sang pemburu melangkah masuk ke dalam. Pemandangan pertama yang menyambutnya adalah sebuah ruang tamu modern yang estetik, lengkap dengan sofa minimalis empuk yang bersih. Wira terus melangkah lebih dalam ke lorong rumah. Ia mendekati kamar pertama, mengulurkan tangan untuk membuka pintunya.

​Di dalam kamar pertama, Wira melihat sebuah ranjang berukuran besar (king size) dengan kasur pegas yang terlihat sangat empuk tertata sempurna, sebuah lemari pakaian tiga pintu, serta sebuah meja rias yang menampilkan berbagai macam produk kebutuhan dan perawatan wajah wanita.

​Merasa tidak ada barang yang ia cari di sana, Wira kembali menutup pintu kamar tersebut, lalu mengalihkan langkahnya menuju kamar kedua yang berada di ujung lorong.

​Namun, saat pintu kamar kedua itu berhasil didorong terbuka... Wira seketika terkejut bukan main. Matanya membelalak menatap isi ruangan.

​Di dalam kamar kedua ini, menumpuk sangat banyak barang-barang logistik yang sangat mereka butuhkan untuk bertahan hidup! Mulai dari tumpukan kardus makanan instan, minuman, pakaian-pakaian modern yang nyaman, hingga berbagai macam peralatan fungsional yang sama sekali tidak eksis di zaman purba ini. Semuanya tersedia melimpah ruah di dalam sana.

​Wira berjalan mendekat dengan langkah gemetar, lalu meraba permukaan barang-barang di depannya satu per satu untuk memastikan bahwa ini bukan sekadar ilusi atau mimpi di tidur malamnya.

​"Kalau semua ini nyata dan bisa dibawa keluar..." ucap Wira lirih dengan suara bergetar menahan haru. "...Aku berharap, aku bisa mengubah nasibku dan kehidupan kami di tempat kuno ini dengan memanfaatkan barang-barang ini."

​Di dalam lubuk hati Wira, kini muncul sebuah tekad baja yang teramat kuat. Pria itu bersumpah akan menggunakan seluruh fasilitas ajaib ini untuk memperbaiki taraf hidup Mbok Ginem yang sudah merawat tubuh kasarnya dengan tulus, serta untuk membahagiakan gadis tercintanya, Adinda.

1
Wahyuningsih
makin segu aja thor..... klau up jgn lma2 thor tk enak menunggu dikau bestari 😅😅 upnya yg buanyk thor n hrs tiap hri sehat sellu jga keshtn tetp💪💪💪 n makaciiiiih tuk upnya
Yulianti Amiruddin
lanjutkan Thor ceritax lgi ini🤣🤣
sasa adzka
😂😂😂 ngadi ngadi ne si othor mah.. ada emang beda dimensi saling bercakap mana jiwa nya pada di mana itu semu😂😂😂 tapi its ok ko.. bagus, keren cerita nya... 😍😍😍 lanjutkan lagi ya up nya kak😍😍😍
Ummanya Hil_Ziy: 😄Haha lucu ya. aku yang buatpun tertawa terbahak-bahak....😊
total 1 replies
Anita Rahayu
yg panjang thor nulisnya🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Anita Rahayu
double up dan panjang thor ceritanya soalnya bagus dan menarik👍👍👍👍👍👍👍
Chen Nadari
y0 double up thorr
sasa adzka
thor jangan sampai lu bikin si dinda kagak bisa karate ya.. zaman ketinggalan kaya ini harus lebih pinter pinter loh karena dia dari zaman modern😍😍😍
semangat ya up trus 😍😍😍
sasa adzka
eh eh eh😄😄😄😄😄 nikah dulu secara adat thor😂😂😂 langsung terkam aja ne si wira
sasa adzka
😄😄 cuci mata tiap hari ya din.. kali aja bisa di pegang otot otot perutnya😂😂😂
sasa adzka
baru mampir Thor...
awal yg bagus cerita nya.. apalagi s MC cewek berpikir idola Korea dan cina😄😄😄 suka aku...
semangat up sampai tamat ya thor😍😍😍😍
Ana Putri
semangatt nulis nya thor 😍
Ana Putri
keren
Chen Nadari
di tanggu up nya Thorr
Ratmi Yati
di tunggu update terbaru your
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Wahyuningsih
waaaah mantap dpt ruang dimensi
Wahyuningsih
q mampir thor
Irmha febyollah
kapan update nya kk
Ummanya Hil_Ziy: Dari Tempatku jam 9 ya kakak. Tungguin Updatenya ya, Insyaallah bakal seru😊🙏
total 1 replies
Cahi Rama
bab nya terlalu sedikit kak tambah lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!