NovelToon NovelToon
Istri Yang Ku Nodai

Istri Yang Ku Nodai

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duniahiburan
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yayuk Handayani

Karena suatu tragedi buruk membuat Hara Ayunda Nugraha seorang gadis yatim piatu harus kehilangan kesuciannya. Hara tak tahu siapakah pria yang telah menodainya itu karena malam sudah gelap.

Albert Hito Radjasa cucu tunggal dari keluarga Radjasa dengan terpaksa harus menikahi Hara gadis yang telah ternodai itu karena keinginan dari kakeknya William Hito Radjasa.

Albert atau yang akrab disapa Al itu merasa tak sudi jika harus menikahi Hara karena ia merasa harus bertanggung jawab pada gadis yang tanpa sengaja telah ia nodai, Albert tak ingat siapakah gadis itu. Hingga suatu kebenaran telah terungkap bahwa Hara lah ternyata gadis yang telah ia nodai.

Namun sayang, semua kebenarannya seolah tiada berguna karena Hara telah lebih dulu pergi dengan membawa serta kedua malaikat kecil yang ada di rahimnya.

Akankah Albert bisa menemukan istri dan juga anak-anaknya?.

❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebaiknya Kita Bercerai Tuan

Selamat Membaca

🌿🌿🌿🌿🌿

Hari - hari terus berlalu ditemani oleh kehampaan yang memang sudah menjadi teman. Hidup di sebuah rumah mewah bak istana tak menjamin penghuninya bisa merasakan kebahagiaan, entah itu di waktu pagi siang maupun malam semua waktu itu terasa kosong, dan itulah yang dirasakan oleh Hara bahkan semenjak dirinya tinggal di rumah besar ini.

Sudah seminggu lamanya waktu telah berlalu, semenjak setelah kejadian itu pula Hara sudah tak pernah melihat keberadaan tuan Albert, entah apakah tuan Albert memang tak kembali pulang ke rumah ini atau mungkin ia berada di rumah besar ini namun ia tak menunjukkan keberadaannya.

Setelah beberapa hari sebelumnya Hara dilanda oleh rasa kesedihan yang teramat sangat, kini Hara sudah bisa berpikir dengan jernih, bahkan semenjak dua hari terakhir ini ada inisiatif dari hati Hara yang ingin berbicara pada tuan Albert

Hara merasa jika persoalan ini harus segera diselesaikan, dan persoalan ini mungkin saja baru ada jalan keluar jika sudah berbicara dengan tuan Albert, tetapi sayangnya hingga sekarang Hara tak kunjung juga bertemu dengan tuan Albert, namun meski begitu tak membuat Hara hilang semangat untuk menemui pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu.

Pagi ini dengan suasana hatinya yang sudah membaik, Hara ingin menemukan tuan Albert. Berjalan perlahan dengan menuruni anak tangga sembari memperhatikan keberadaan para pelayan wanita, Hara sangat yakin pasti para pelayan di rumah ini tahu keberadaan tuan Albert.

*****

Sunyi, begitulah yang menggambarkan ruangan ini. Semua hidangan untuk menu sarapan pagi sudah tertata dengan sangat rapi, semua makanan ini hanya perlu dinikmati saja.

Kini di sebuah ruangan khusus makan Albert hanya duduk dengan ditemani oleh dua orang pelayan wanita. Albert sama sekali belum menyentuh menu makanan yang disediakan, biasanya semenjak beberapa hari terakhir ini Albert terbiasa sarapan dengan ditemani Hara, semenjak merasa sangat kecewa pada Hara semenjak itu pula Albert merasa enggan jika harus bertemu lagi dengan Hara, Albert masih malas yang harus kembali melihat Hara.

Namun sekarang bukanlah itu persoalannya, yang menjadi persoalan di pagi ini adalah nasib dari semua makanan yang ada di atas meja makan ini. Semenjak Albert duduk di ruangan makan miliknya sama sekali masih belum ada gerakan yang menunjukkan jika sang tuan akan menyentuh makanannya, entah apakah Albert sama sekali tak lapar sehingga ia belum memulai sarapan juga, dan tentu saja tingkah Albert ini menjadi tanda tanya bagi dua pelayannya hanya saja mereka diam.

Drtt... drtt... drtt... drtt...

Drtt... drtt... drtt... drtt...

Handphone pintarnya bergetar yang menandakan jika ada sebuah panggilan yang masuk.

Drtt... drtt... drtt... drtt...

Albert tak langsung menjawab panggilan handphonenya, pria itu hanya memperhatikan foto profil dari nomor yang menghubunginya.

" Dia lagi. " mood Albert langsung berubah kala mengetahui Kirana lah yang menelphonenya.

Albert sangat malas jika harus menjawab panggilan dari Kirana, pasti ujung-ujungnya ada drama meminta pertanggungjawaban.

Drtt... drtt... drtt... drtt...

Tut.

Bukannya menjawab panggilan itu Albert malah menolak panggilannya, waktu masih begitu sangat pagi, dan Albert tak ingin jika moodnya berubah tak baik hanya karena mengurusi Kirana.

" Kenapa kamu tidak menjawab panggilan telephoneku, aku butuh pertanggungjawabanmu Albert. "

Begitulah kalimat dari sebuah notifikasi pesan whatsapp dari Kirana yang sempat muncul di layar handphone Albert. Albert tak membuka pesan itu namun pesannya masih bisa terbaca.

Albert tak peduli jika Kirana harus menjelaskan apapun, bagi Albert Kirana adalah wanita yang tidak bisa dipercaya, dalam hatinya Albert tak akan bertanggung jawab atas kejadian di malam itu karena semua yang terjadi hanyalah manipulasi dari Kirana.

" Kamu bukan lagi seperti Kirana yang aku kenal. " dalam hatinya Albert tak menyangka saja jika Kirana benar-benar berubah menjadi seperti wanita yang tak tahu diri.

" Iya, kamu memang tidak tahu diri, buktinya kamu rela meninggalkan aku hanya demi seorang pria rendahan. " itu benar karena Albert sudah sangat menyadarinya.

Hari masih begitu pagi, Albert sadar jika semenjak dirinya duduk di kursi miliknya masih belum tangannya ini menyentuh salah satu menu masakan yang telah disediakan.

Dan bersamaan dengan waktu ini juga ada seseorang yang mulai masuk ke area ruangan makan ini, baru saja ia masuk tiba-tiba langkahnya jadi terhenti karena melihat sosok Albert.

Setelah seminggu lamanya tak melihat keberadaan tuan Albert, akhirnya Hara bisa kembali melihat pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu. Albert yang mulai fokus pada meja makannya sama sekali tak menyadari akan kedatangan Hara, terlebih Hara memang berdiri membelakangi tubuh Albert.

Hara hanya diam, entah apakah Hara menyadarinya atau tidak rasa rindu itu benar ada. Setelah seminggu lamanya tak melihat tuan Albert dan kini telah melihatnya kembali membuat hati Hara begitu lega, lega karena rasa rindunya seolah terobati karena kembali melihat orang yang dicarinya selama seminggu ini.

" Pagi nona Hara, pagi nona Hara. " sapa kedua pelayan wanita yang sudah melihat keberadaan Hara.

" Pagi suster. " dengan senyuman ramahnya Hara menjawab dua pelayan itu.

Albert mendengarnya, sontak Albert sangat terkejut namun Albert tetap bersikap tenang. Hara ada di sini, semenjak kapan Hara berada di ruangan ini, tapi sepertinya Hara baru saja datang ke ruangan ini.

Albert sekarang sudah menyadari kedatangan Hara, namun tak ada sedikit pun niat Albert untuk menoleh berbalik badan dan melihat Hara, seakan Albert memang sengaja yang mengabaikan Hara.

Hara masih diam, tak ada tegur sapa dari Hara meski ia tahu jika tuan Albert pasti sudah mengetahui keberadaannya.

Karena kedua majikan di rumah besar ini sudah bertemu, membuat dua pelayan wanita yang sedari awal menemani Albert di ruangan ini berinisiatif ingin pergi, mereka sadar betul jika semenjak beberapa terakhir ini hubungan kedua majikan mereka sedang tak baik-baik saja.

" Mereka mau ke mana, apa mereka ingin pergi?. " Hara memperhatikan mereka.

Gelagat dua pelayan yang sepertinya memang sengaja ingin pergi membuat Hara jadi merasa khawatir, jika seperti ini caranya kan hanya menyisakan dirinya dan tuan Albert saja.

" Tuan Albert ingin sarapan, sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya. " sebenarnya bukan waktu sekarang Hara yang ingin berbicara serius pada tuan Albert.

Hara memang mencari keberadaan Albert untuk membicarakan hal yang sangat penting tetapi bukan di ruangan makan juga.

Karena menyadari jika sekarang bukan waktu yang tepat untuk bicara, membuat Hara langsung berpikir ingin pergi dari tempat ini juga sama seperti kedua pelayan itu.

" Apa kamu hanya ingin berdiri saja?. " seru Albert tiba-tiba sehingga sontak membuat Hara langsung tertegun.

Hara cukup tersentak mendengar Albert yang mulai menegurnya, apa maksud tuan Albert yang bertanya seperti itu, apa itu artinya tuan Albert ingin ditemani sarapan.

" Apa kamu sudah tuli?, aku sedang bertanya padamu... "

" Tidak, tidak apa-apa tuan, aku tidak jadi bicara sekarang. " karena takut membuat Hara reflek menjawab.

Tak seperti dugaannya ternyata tuan Albert masih menunjukkan sikap tak sukanya, Hara salah menilai jika tuan Albert masih mau bersikap ramah padanya.

" Kenapa tidak jadi bicara sekarang, apa kamu pikir waktuku hanya digunakan untuk menunggu sesuatu yang ingin kamu sampaikan?. " lantas Albert mulai bangkit dari duduknya.

Albert malah beranjak dari duduknya, timbul dalam hati Albert yang ingin menghampiri Hara secara langsung.

Dengan perasaan takut Hara hanya bisa melihat pria yang selama beberapa hari ini ingin sekali dirinya lihat, hingga akhirnya wajah tampan itu benar Hara lihat.

Bola mata biru itu masih sama, dalam seketika Hara terkagum pada pria dengan paras rupawannya.

Hingga setelah sepersekian detik langkah kaki Albert yang begitu lebar mengantarkannya hingga tepat ke hadapan Hara, dan disaat itu pula Hara tersadar jika hubungannya dengan tuan Albert akan segera berakhir.

" Cepat, kamu ingin bicara apa padaku?. " tanya Albert yang sepertinya memang ingin memulai pembicaraan dengan Hara.

Bagaimana ini, Hara mulai sangat tak nyaman, tuan Albert masih terlihat tak tenang, dan dalam keadaan seperti ini tentu membuat Hara merasa enggan untuk membahas hal yang sebenarnya sangat penting.

" Ini adalah kesempatan untuk kamu bisa bicara, setelah itu aku tidak menjamin kamu masih mendapatkan kesempatan lagi. "

Deg...

Sebuah pernyataan dari Albert yang membuat jantung Hara berdetak sangat kencang.

" Cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan Hara, sebelum aku berubah pikiran. " sekali lagi dengan tegas Albert memberikan kesempatan pada Hara.

" Tuan, sebelumnya aku minta maaf... " dengan hatinya yang gelisah sebenarnya masih berat bagi Hara untuk menyampaikan hal ini.

" Aku... aku sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan ini lagi tuan, aku ingin kita berpisah. "

Deg...

" Sebaiknya kita bercerai tuan. " tutur Hara yang akhirnya mengatakan juga apa yang ingin disampaikannya.

Entah apakah ini adalah waktu yang tepat atau tidak untuk mengatakan semuanya, namun yang pasti Hara merasa percuma saja jika pernikahannya dengan tuan Albert tetap dilanjutkan.

Diam, seketika itu Albert langsung terdiam, tubuhnya sekarang seolah membeku karena begitu terkejutnya mendengar hal yang baru saja Hara sampaikan.

Bercerai, Hara ingin bercerai, pernyataan Hara sungguh membuat Albert sangat shock, tak pernah ada dalam pikiran Albert jika Hara memiliki niatan untuk berpisah, tidak, rasanya dirinya tak bisa menerima keinginan dari Hara. Albert merasa tak rela jika harus berpisah dari Hara.

" Maafkan aku tuan, maaf jika yang aku sampaikan ini begitu mendadak, tapi aku rasa ini adalah yang terbaik. " Hara hanya bisa menunduk.

" Aku... aku... "

" Setelah semua yang terjadi, dan semudah itu kamu ingin bercerai?. " masih belum Hara selesai dengan kalimatnya Albert malah memotongnya.

" Kamu pikir pernikahan kita adalah permainan yang seenaknya bisa dibubarkan?. " lanjut Albert.

Amarah itu kembali menyerang hati Albert tetapi Albert menahannya agar Hara tak tahu jika dirinya tak ingin berpisah.

Bagaimana ini, jika sudah seperti ini membuat Hara jadi merasa bersalah. Hara ingin berpisah agar dirinya dan tuan Albert tak saling tersakiti.

" Tuan, aku... aku ini mengandung anak dari pria lain, jika pernikahan kita tetap dilanjutkan... "

" Cukup, jangan menjelaskan apapun lagi. " Albert mengangkat tangannya sebagai kode agar Hara berhenti bicara.

Ada rasa takut di hati Albert yang berusaha dengan sangat kuat untuk ditutupi. Albert tak ingin jika Hara terus berusaha menjelaskan apa yang diinginkannya. Albert takut jika Hara terus menjelaskan dan memberikan alasan mengapa sebaiknya berpisah akan membuatnya malah tak punya alasan untuk menolak.

" Tapi tuan... "

" Tidak ada tapi-tapian. "

Seolah memang sengaja membungkam Hara, Albert tak ingin lagi memberikan Hara kesempatan bicara meski itu hanya satu kata.

Bukan ini yang Hara harapkan, Hara ingin agar tuan Albert mendengarkan lebih dulu semua yang ingin dijelaskannya agar ia mengerti bahwa memang perpisahan lah jalan yang terbaik.

Hara tak pernah menjadikan pernikahan sebagai sebuah permainan, akan tetapi jika pernikahan ini tetap terus dilanjutkan sangat besar kemungkinan akan membuat dirinya dan tuan Albert semakin terluka.

" Ini sudah hampir jam tujuh, aku harus ke kantor. " ujar Albert yang sebenarnya tak begitu perlu untuk disampaikan pada Hara.

Dan usai mengucapkan kalimatnya itu Albert malah ingin pergi, dan benar saja Albert malah berbalik badan dan melangkah.

Albert benar melangkah dan meninggalkan Hara di ruangan makan ini. Hara yang sedari awal memang berdiri hanya bisa menatapnya.

" Kenapa tuan Albert malah pergi?, harusnya kamu menyetujui keinginanku tuan. " lesu hati Hara.

Padahal dari beberapa hari sebelumnya Hara sudah menemukan dan memikirkannya dengan baik-baik bahwa jalan yang terbaik antara dirinya dan tuan Albert adalah dengan berpisah.

Hara tak mengerti dengan tuan Albert yang jelas-jelas ia sangat tak suka pada wanita seperti dirinya tetapi tuan Albert masih mempertahankan.

Entah mengapa Hara merasa jika tuan Albert seperti sengaja ingin menghindari obrolan dengannya meski jelas-jelas sebelumnya tuan Albert ingin agar dirinya bicara.

" Haruskah aku pergi dengan diam-diam dari rumah ini?. " batin Hara.

Bersambung..........

❤❤❤❤❤🙏🙏🙏🙏🙏

1
Yayuk Handayani
Halo kakak semuanya?, bagaimana kabar kalian?, semoga kalian semua selalu diberikan kesehatan. Maaf beribu maaf untuk yang kesekian kalinya, setelah sekian lamanya author baru update, author sedang ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggal sehingga hanya ada sedikit waktu untuk melanjutkan karya ini, tapi selagi author masih ada umur dan waktu yang cukup, InsyaAllah author akan terus melanjutkan karya ini hingga selesai.
Terima kasih. 🙏❤
Yayuk Handayani: Terima kasih kakak. 🙏
total 2 replies
Agustina Amy
Minyak aidzin walfaidzin Thor, semangat Thor aq sllu nunggu kelanjutan kisah Albert dan hara....jng lama" updatenya ya
Yayuk Handayani: Maafkan author yang sangat jarang sekali update. 🙏
total 1 replies
Yayuk Handayani
Mohon maaf lahir dan batin. 🙏. Mohon maafkan author yang sangat jarang sekali update, author sedang ada kesibukan di dunia nyata yang tidak bisa author tinggal. 🙏🙏🙏
Agustina Amy
Akhirnya update jg setelah sekian lama...semangat thor
Yayuk Handayani: Terima kasih kak. Maaf ya kak jika author jarang sekali update. 🙏
total 2 replies
Agustina Amy
Thor lama sekali updatenya...jng sampai Kirana ngapa"in Albert ya Thor kasihan hara
Agustina Amy
Jng lama" upny thor
Yayuk Handayani: Maafkan author yang sangat jarang update kak 🙏
total 1 replies
Synta Nur2205
up nya kapan Thor??
Yayuk Handayani: Maafkan author yang jarang sekali update, soalnya author sedang ada kesibukan di dunia nyata kakak. 🙏🙏
total 1 replies
Yayuk Handayani
maafkan author yang jarang sekali update, author sedang ada kesibukan di dunia nyata 🙏, terima kasih ya sudah membaca karyaku 🙏
Agustina Amy
Kasihan hara thor...kapan albert tahu kebenarannya jng lama" thor mengungkap semuany
Yayuk Handayani
Hai kakak semuanya, mohon maafkan author yang sebesar-besarnya karena sangat jarang sekali update 🙏. Author sedang ada kesibukan di dunia nyata, tapi author akan berusaha untuk melanjutkan karya ini hingga tamat 🙏
Yayuk Handayani: Terima kasih kak.
total 2 replies
keemtheu
Ayoo semangat Author 💪 agar bs kembali lanjutkan crita yg bagus ini. God Bless u! 😇
Yayuk Handayani: Terima kasih kakak, maafkan author ya yang jarang sekali update 🙏❤
total 1 replies
Yayuk Handayani
Mohon maafkan author yang jarang sekali update 🙏, author sedang ada kesibukan di dunia nyata 🙏
Agustina Amy
Wah bakalan ad ulat bulu nich
Agustina Amy
Lanjut thor...jng lama" updatenya
Yayuk Handayani: Semoga ya kakak 🙏
total 1 replies
Agustina Amy
Selalu di tunggu lanjutan ceritanya
Agustina Amy
Thor jng lama" updatenya
Yayuk Handayani: Mohon maafkan author yang jarang update. Ini author ada rencana mau hiatus dulu, karena author sedang ada kesibukan di dunia nyata 🙏, tapi sebisa mungkin author akan tetap menamatkan karya ini, InsyaAllah 🙏
total 1 replies
Agustina Amy
Kasihan sekali hara...amg albert segera tahu klo haralh wanita yg saat it tdr dgny
Yayuk Handayani
oke kak.
Agustina Amy
Jng lama" updatenya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!