NovelToon NovelToon
Wings & Dream

Wings & Dream

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Cinta Beda Dunia / Romantis / Fantasi Wanita / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:103k
Nilai: 5
Nama Author: Ellen Ashiana D.

Mimpi adalah bunga tidur yang paling indah. Mimpi adalah tempat dimana kamu bisa bebas menjelajahi dunia fantasi yang ada di pikiranmu. Namun, ini tidak berlaku bagi seorang manusia yang bernama Clara.

Karena ia memiliki kemampuan yang tak biasa setiap kali ia tertidur dan bermimpi.

Ia hanyalah seorang gadis remaja yang merantau dari desa kecilnya untuk mengejar cita-citanya sebagai penulis. Suatu hari ia bertemu dengan makhluk aneh yang tiba-tiba muncul di hadapannya dan menuduhnya sebagai seorang pembunuh.

Seorang Fae. Makhluk bertelinga lancip dengan sayap uniknya.

Sejak saat itu, Clara jadi terlibat dalam misteri pembunuhan di Wilayah Fae. Dan semua orang bergantung pada kemampuannya dalam bermimpi, karena mungkin itu satu-satunya jalan untuk mengetahui siapa yang berkhianat dan siapa yang berhak dipercayai.

(Ini adalah Prequel dari Wings & Dust)

#wingsseries

Instagram: @mistventure

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ellen Ashiana D., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.14 - Dunia Paralel

Butir serbuk Fae? Pikir Kei tak percaya. Tapi kalau ini berwarna abu-abu, artinya ini serbuk sayap Ventus.

Merasakan hal yang sama, wanita Healer yang berada di sampingnya juga ikut memerhatikan bola mata Jon. Ia lalu terkesiap dan menutup mulutnya.

"Sana," kata Kei, berusaha untuk menenangkan dirinya. "Bawa dia ke ruang kesehatan."

Tanpa memprotes, wanita itu sudah menggunakan sihirnya dan menyelimuti tubuh Jon dengan cahaya putihnya. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya pria itu terlelap karena efek sihirnya.

Kei hanya perlu menggunakan satu jarinya untuk menciptakan cahaya abu-abu miliknya. Itu membuat tubuh Jon melayang, jadi Sana tak perlu bersusah payah menggendongnya.

"Sana," Kei memanggil wanita itu untuk memberinya perintah terakhir. "Menurutmu, siapa yang menaruh serbuk itu ke matanya?"

Sana menggeleng-geleng.

"Ini semakin rumit," Kei mengacak-ngacak rambutnya sendiri. "Untuk sementara, sembuhkan dia. Jangan sampai dia kenapa-kenapa."

"Pasti, Kei," katanya sebelum menghilang bersama Jon.

***

Dua hari. Sudah dua hari aku tak sadarkan diri. Mata ini masih terpejam, dan aku masih ditelan oleh kegelapan.

Aku sudah bersusah payah menggapai apapun. Apapun, agar aku bisa segera terbangun dari dunia asing ini. Namun, tak ada seorangpun yang dapat membebaskanku dari kegelapan tak berujung ini.

Splash! Air dingin membasahi wajahku, dan aku segera tersadar dari lamunanku.

"Clara." Lagi-lagi, pria misterius itu memanggilku. Kupingku berdengung. Aku tak dapat mengenali pemilik suara tersebut. Jangankan mendengar, seluruh indera tubuhku terkunci dan aku tak bisa bergerak.

Ya? Aku ingin memanggil pria itu. Siapapun dia, aku tahu aku harus segera bertemu dengannya. Ia selalu berada dekat denganku, tidak peduli di dunia nyata ataupun di dunia mimpi.

Rasanya seperti ia satu-satunya orang yang mungkin dapat memahami kemampuan anehku dalam bermimpi.

Adegan tergantikan. Aku tak lagi berada di kegelapan tak berujung, melainkan di sebuah tempat. Hujan sedang turun, dan aku mengenali tempat ini.

Jalanan desa yang pernah kukunjungi bersama Kei waktu itu.

Anak-anak Fae sibuk bermain di tanah. Beberapa sedang main kejar-kejaran, sedangkan yang lain saling menyerang dengan sihirnya masing-masing. Mereka tampak sangat bahagia.

Jalanan ini memang selalu ramai, namun karena adanya hujan yang membasahi mereka, mereka terpaksa berteduh.

Tubuhku pun jadi menggigil karena terkena air hujan.

Aku harus segera berlindung, pikirku sembari menoleh ke sana kemari. Aku menggunakan kedua tanganku untuk melindungi kepala dan berlari. Tanpa sengaja aku memijakkan kakiku di lumpur. Alhasil, celana ketatku jadi basah karena cipratan air.

"Clara!" Aku melihat Rio di ujung sana. "Sini! Cepat!"

"Iya!" Teriakku, dan berlari menghampirinya. Ia memperlihatkan barisan giginya yang putih kepadaku. "Kau mau main basah-basahan di tengah hujan ya?"

"Bukan begitu," kataku sambil tertawa. "Aku tadi tiba-tiba muncul di tengah jalan."

Rio mengerutkan dahinya. Aku pun merasa bingung kenapa tiba-tiba berkata demikian.

"Maksudku... tadi aku datang dari-"

Kepalaku nyeri hebat. Aku jatuh berlutut, dan kedua tangan Rio sudah menangkapku. "Clara!"

"A-aku... aku sedang bermimpi..." kataku putus-putus, namun ia tak mendengarku.

"Clara!"

"Clara!"

"Clara."

Kepalaku tidak lagi berdengung. Aku menengadah dan tidak lagi melihat Rio. Air hujan tidak lagi menyentuh tubuhku, namun sulur-sulur kegelapan kembali merambatiku.

Pria itu lagi.

"Mau apa kau?!" Hardikku kepada pria di depanku. "Tunjukkan dirimu! Jelaskan apa yang kau lakukan kepadaku!"

"Kau harus mengerti, Clara," kata pria itu. "Temanmu dalam bahaya. Lebih tepatnya, kedua temanmu-"

Pria jangkung itu terhuyung, dan ia sampai menggunakan kedua tangannya untuk menyeimbangkan dirinya sendiri.

"Aku tak punya banyak waktu," katanya lagi. "Pria itu pasti sudah mengetahui keberadaanku-"

"Pria itu?! Siapa?!" Teriakku lagi. "Dan siapa kedua temanku yang kau maksud?!"

Pria itu tak menjawab pertanyaanku, karena aku sudah kembali memasuki alam mimpi.

Aku lagi-lagi berada di desa Recalla. Masih di tempat yang sama, aku berlutut di pinggir jalan.

Bedanya aku tak melihat tanda-tanda keberadaan Rio.

Merasa panik, aku bangkit dari tanah dan mulai mencarinya. Tak peduli dengan hujan yang membasahi tubuhku, aku terus berlari, meneriaki namanya. Aku gak tahu kenapa aku melakukannya. Aku gak tahu kenapa aku tiba-tiba mendapat firasat buruk.

"Rio!" Teriakku. Sekarang jalanan kosong melompong. Anak-anak yang semula bermain di pinggir jalan sudah tidak terlihat. Mungkin mereka sudah dimarahi oleh orangtua mereka, dan akhirnya terpaksa berlindung di rumah masing-masing.

"Rio! Dimana kau?!" Aku berkedip karena air hujan mulai memasuki mataku. Sial, kalau dia sampai kenapa-kenapa-

Suara teriakan yang sangat nyaring sontak menghentikan langkahku. Setelah aku membiarkan otakku berproses, barulah aku tersadar itu suara teriakan Rio.

Aku segera berlari ke sumber suara, hingga tibalah aku di sebuah jalan buntu tak berpenghuni.

Pria itu berlutut, tubuhnya membelakangiku. Punggungnya sampai bergetar, dan aku sampai meningkatkan kewaspadaanku.

"Rio?" Bisikku kepadanya. Ia tetap tak menoleh, masih berteriak, sesekali mengeluarkan suara isakan.

Aku menyentuh sedikit bahunya, dan mengintip di balik bahunya.

Di depannya, tampak seorang Fae yang terkulai tak berdaya di atas tanah. Pria yang kukenali sebagai kakaknya Rio. Ia dalam keadaan mengenaskan. Tubuhnya bersimbah darah, sedangkan wajahnya pucat pasi.

Dan yang membuat tungkaiku melemas adalah keadaan sayapnya. Punggungnya berdarah hebat. Kelihatannya seperti ada seseorang yang sudah memotong habis sayapnya.

"Dain," bisikku pelan.

1
Garbera_Rara
semangat author
Garbera_Rara
belum tamat kan??
mrs. J~
kak kapan up lgi ? 😭
MouChi
Next Kaka
Dian Anggraeni
Dua jempol mendarat subuh ini toor 👏👏👍👍👍👍 salam dari Cinta Yang Tabu
Dian Anggraeni
lanjut dong 👏👏👍👍👍
Dian Anggraeni
sukaaaa 👏👏👍👍👍 gas poll tor 👍
Dian Anggraeni
lanjut lanjut lanjuuut 👏👏👍👍👍👍
Dian Anggraeni
Mantap tor lanjuuut 👏👏👏👍👍👍👍
Dian Anggraeni
lanjut dong 👏👏👍👍👍👍
Dian Anggraeni
Hadir kembali tor 👏👏👍👍👍
ᴛɪᴅᴀᴋ ᴀᴅᴀ
Hi Thor
Aku mampir
Next yh
Feedback "sweet17" ditunggu
Nofi Kahza
like😍😍
Nofi Kahza
lanjut thor😍
Neng Yuni (Ig @nona_ale04)
Mampir lagi kak, salam dari Sang Bukti Cinta, semangat 😊
Mommy Rara
Miss sweety comeback, beri jejak like sampe sini untuk karya thor yang bagus ini 😍
Desrayanii
Up lagi kak 😍😍
Ai
next up! semangat nulisnya thorr🤗
.
.
.
salam dari "Diakah Jodohku, Jodohku dari Kakaku "☺
Jangan lupa tinggalkan jejak 😉
R.F
like. jangan lupa feedback
Naniya fannonna shiners
Seru bingoot thor, next terus yup😉
Ditunggu up selanjutnya. Semangat terus buat kakak author😘

Salam dari "UNSEEN."
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!