Mauren Putri Khadijah gadis bercadar berusia 21 tahun ia menolong seorang lelaki yang terluka akibat kecelakaan.
Kesucian Mauren direnggut secara paksa oleh lelaki yang tidak dikenalinya bahkan rupanya sekalipun ia tidak mengetahuinya.
Ia terperosok kedalam lubang hitam paling dasar membuat ia menjadi wanita yang lebih pendiam.
"Hiks hikss,, Ya Allah aku wanita kotor, kehormatan ku direnggut secara paksa, cadar yang ku pertahankan selama ini telah ternodai."
Bahkan ia hamil diluar nikah? Apakah Mauren bisa menerima keadaannya dengan ikhlas? Apakah ia mengetahui Ayah dari bayi yang dikandungnya?
***
Dilarang plagiat karya, CCTV 24 JAM mode on.
Ingat! Allah maha mengetahui setiap apa yang dilakukan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baiti Jannati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Dua buah mobil membelah jalanan dengan kecepatan tinggi, banyak yang menyumpah serapah mereka karena tidak melihat situasi yang ada.
Mereka masuk ke dalam gerbang kampus. Karena jarak dari parkiran dan lapangan tidak terlalu jauh jadi mereka bisa melihat kerumunan orang.
Langkah Leo seketika terhenti mendengar ucapan mahasiswa yang membuat rahangnya mengeras sambil mengepalkan tangannya.
"Anak yang di kandung Mauren anak haram!"
"Bapak nya aja gak tau."
"Dia kan menjual tubuh nya ya otomatis gak tau dong siapa bapaknya.."
Alfa, Aldo dan Riski hanya terdiam mendengarkan ucapan kasar itu, mereka juga ikut tersulut emosi. Tapi kalau mereka semua lepas kendali siapa yang akan membereskan kekacauan yang dibuat Leo.
Anak ku bukan anak haram.
Leo menghembuskan napas kasar, ia harus bisa mengendalikan emosi nya karena Mauren lebih penting pikir nya.
Ia melangkah dengan cepat sampai di depan kerumunan ia melihat Mauren terduduk di tanah menutupi wajah dengan kedua tangannya.
Sungguh membuat ia menatap dingin tatapannya datar.
Semua orang merasakan hawa dingin melingkupi sekitarnya.
"SIAPA YANG MELAKUKANNYA?" teriak Leo, mereka yang mendengar teriakan seorang lelaki memusatkan perhatian pada Leo yang berdiri dengan napas memburu.
Mas Leo.
Batin Mauren penuh rasa syukur, doa dan harapannya terwujud dengan ketulusan dan permohonan kepada sang pencipta nya. Mauren tidak mampu untuk menatap suaminya itu. Ia masih terduduk di tanah menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Astaga bukankah itu Tuan Leo?"
"OMG, tampan sekali!!"
"Apa yang membuat Tuan Leo sampai di Kampus ini bukankah tidak ada kegiatan?"
Leo berjalan ke arah Mauren, seketika semua orang langsung membukakan jalan untuknya. Ketiga orang mengekor Leo di belakang seperti anak Itik mengikuti induknya.
Nina yang melihat Leo segitu tampannya, ia menampilkan wajah memelas.
Aku harus mendapatkan Leo.
"Tuan Leo tolong saya!!" ucap Nina memelas sambil menampilkan wajahnya yang tersiksa karena pergerakannya di kunci pengawal yang di utus Leo.
Leo hanya melewatinya tanpa memperdulikan ucapan wanita yang mencoba menarik perhatiannya.
Cih, sialan. Awas kau Leo!! Kau akan terjatuh dalam pelukan ku. Hahaha..
Leo memberhentikan langkah nya, mereka hanya berjarak 2 langkah.
"Mauren.." ucap nya agak keras ia terkejut melihat penampilan Mauren, ia tidak menyangka istrinya diperlakukan seperti ini.
Bagaimana tidak terkejut melihat Mauren tanpa cadar dan hijab nya, ia tau bagaimana keduanya itu sangat berharga untuk Mauren.
Apa lagi melihat tangan Mauren yang lecet akibat injakan kakinya Nina.
Akan dipastikan nasib Nina dan kawanannya.
Ia sungguh marah.
Mauren tidak menjawab panggilan Leo. Ia terdiam sungguh tubuh nya begitu lemah tidak berdaya.
Sialan!! Berani banget mereka memperlakukan bidadari ku seperti ini.
Leo pun melangkah sambil membukakan jas yang di gunakannya. Ia berjongkok sambil menyelimuti Mauren.
Leo langsung memeluk tubuh istrinya itu. Ia sungguh cemas dan khawatir melihat keadaan istrinya.
"Mas Leo." gumam Mauren sebelum kehilangan kesadarannya, tapi masih terdengar oleh Leo karena Mauren berada dalam pelukannya Leo.
Alfa, Aldo dan Riski sudah berada di dekat Leo. Mereka penasaran dengan wajah Mauren, akan dipastikan mereka serangan jantung melihat pujaan hati sahabatnya itu.
Leo melonggarkan pelukannya, ia membuka jas yang tertutup di kepala Mauren. Sahabat Leo tercengang melihat wajah Mauren, putih semulus kulit bayi, hidung mancung seperti perosotan, bibir semerah cerry dengan darah disudut bibirnya, pipi merah merona ditambah tamparan yang dilakukan Nina menambah merah pipinya itu, dengan bulu mata yang lentik dan alis yang tebal menambah kecantikan Mauren. Mereka bertiga menelan saliva dengan kasar.
Pantas Leo sengaja merebut kehormatan Mauren, gue juga Mau kalau kaya gini tampilannya.
Gila!! Cantik parah.
Kecantikan Mauren sungguh membuat jiwa para lelaki memberontak.
Ia menepuk pelan pipi Mauren tapi Mauren tidak merespon.
"Sayang!!"
"Hey, bangun Ren!!"
Ia pun mengangkat Mauren ala bridal style, meninggalkan para kerumunan yang semakin riuh.
Bagaimana tidak seorang CEO no1 di Indonesia dengan wajah tampan yang di gilai semua wanita. Mengangkat seorang wanita yang di hamiki mereka. Sunggu membuat mereka begitu geram dan juga penasaran.
"Apakah mereka mempunyai hubungan?"
"Mengapa Tuan Leo menggendong Mauren j*l*ng kecil itu, mending gue."
"Cih, paling juga Mauren yang menggoda Tuan Leo."
Alfa, Aldo, dan Riski menatap tajam mereka semua, sungguh mereka dengan berani nya menyakiti Mauren.
"Jack kamu tau apa yang harus dilakukan!!" perintah Alfa menatap datar anak buah nya itu.
"Baik Tuan.." menunduk hormat.
Mereka belum merasakan bagaimana rasanya mendapat amarah dari Tuan muda Leo hanya kehancuran yang mereka dapatkan nantinya.
Tidak ada yang bisa bernegosiasi dengan Leo karena telah mengusik milik nya yang paling berharga.
Bahkan bersimpuh dan mencium kaki nya Leo tidak bakal di ampuni malah mereka berpikir ingin cepat mati dari pada hidup.
Leo yang sudah berjanji pada diri nya sendiri akan menjaga dan melindungi bidadari nya dengan kemampuan dan kekuasaannya walau nyawa taruhannya.
Asalkan keluarga dan sahabatnya bisa hidup dengan kedamaian tanpa ada yang berani menyakiti mereka.
Mereka bertiga meninggalkan kerumunan dan mengikuti Leo dari belakang.
"Gue baru lihat wajah nya Mauren." wajah Aldo menampilkan tatapan kagum, sambil berjalan dengan tangan kiri di masukkan dalam saku celananya.
"Hhmm,, pantas aja Leo nekat.." sahut Riski.
"Memang kecantikannya mengalahkan Sherly.." ucap Alfa.
"Cih, kalah saing dong tante girang.." ketus Aldo.
"Hahaha, gue tau pasti nanti ada yang kebakaran jenggot kalau ada yang berani menyaingi kecantikan dia.." tawa Riski.
"Alfa!!" teriak Leo yang kesusahan membuka pintu mobil.
Cih, sialan ini anak.
Alfa pun melangkah cepat, ia dengan sigap membukakan pintu mobil bagian belakang. Leo meletakkan Mauren di kursi penumpang. Ia memutar tubuh nya dan membuka sisi mobil bagian belakang.
Ia meletakkan kepala Mauren di pahanya. Alfa sudah masuk ke dalam kursi kemudi.
Suara kaca mobil di ketuk seseorang.
"Ada apa?" tanya Alfa dingin sambil membuka kaca mobil.
"Saya ikut Tuan!!" napas nya memburu, sungguh ia berlari dari lapangan menyusul Mauren. Tanpa dipersilahkan Mita langsung membuka pintu depan samping kemudi.
Cih ini cewe berani banget.
Alfa hanya memandang Mita datar.
"Jalan!!" perintah Leo.
Tanpa berbicara sedikit pun, ia menginjak pedal gas nya dan melaju meninggalkan kampus menuju Rumah Sakit Ar - Rizzi.
Di ikuti mobil Riski, ia sudah menelpon pihak rumah sakit mempersiapkan semua nya. 'Jangan ada yang melakukan kesalahan karena mood Tuan muda sedang buruk.' Peringatan Riski pada mereka.
Mereka yang mendapat perintah itu pun gelagapan, ada yang menyiapkan ruang VVIP, menyiapkan ruang UGD dan ada yang sudah menunggu di pintu lobby rumah sakit.
Termasuk beberapa dokter salab satu nya, dokter Kikan yang memang khusus di perintahkan memandau setiap keadaan Mauren.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari ini author Betty sengaja gak menambahkan hadist ya, karena kalian bisa memahami sendiri situasi yang berada di atas dan memang ada Readers yang ngasih saran dia kepengen minta kurangin hadist. Author kabulin permintaan Readers. Selalu kasih saran atau masukkan yang membangun untuk author ya dengan bahasa yang sopan kalau memang ada yang kurang atau apapun.. Jangan lupa like, komen, rate, and vote. Maaciw^^.
Tbc*