“Terserah Opa sama Oma aja deh gimananya manut. Mungkin ini yang terbaik buat Shen. Yang penting jangan dijodohin sama Om-Om aja Shen mah, terus kudu yang Hitam Manis Kumis Tipis Humoris yes Oma Opa” -Shena
“Soal jodoh mah terserah se-dikasihnya aja sama Tuhan, yang penting memenuhi standar istri idaman lah kalo bisa satu frekuensi sama Juan.” -Juan
Shena, gadis remaja yang penampakkanya terkenal absurd dan kocak. Gadis cantik berlesung pipi yang nyasar di STM dengan alasan mencari suasana baru tanpa kehadiran bangsa ondel-ondel dan valaq. Parahnya lagi dia melibatkan sahabat satu spesiesnya untuk bersekolah di STM dengan cara yang teramat absurd. Satu lagi, jangan lupakan bahwa Shena adalah manusia paling nyeleneh seantero dunia !!
Juan, Polisi Lalu Lintas dengan sejuta pesona. Siapa yang tak mengetahui siapa itu Iptu Juan, polisi yang terkenal disetiap persimpangan jalan kota hanya karena ketegasan dan ketampanannya yang membuatnya semakin diidolakan par
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SupiakBanun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tabrak Lari
Hari ini seharusnya Shena tak pergi sekolah karena harus menjalani beberapa kegiatan kekuarga sebelum acara pernikahan Dani yang akan dilaksanakan esok hari. Namun karena persiapan ujian praktek tinggal beberapa minggu lagi, dengan terpaksa Pak Ali dan Bu Ratna mengizinkan Shena ke sekolah..
"Lu kok masuk sih Jin, kan besok om lu nikahan." Ucap Nisa sambil menatap Shena keheranan.
"Lah iya kan lu bisa izin hari ini Jin." Sambung Arjun yang berada di samping Shena.
"Kan lu pada tau beberapa minggu lagi jadwal ujian praktek. Gue gak mau ketinggalan satu materi pun." Jawab Shena tenang.
"Emang nya Oma sama Opa lu gak papa Jin." Kepo Arka.
"Nggak. Mereka izinin kok ya walaupun awalnya nggak. Maklumin sih mereka." Jawab Shena sambil menatap teman-temannya.
"Harusnya lu itu ikut kumpul keluarga Jin. Kan acara tinggal besok." Ucap Sultan.
"Iya sih kan yaa." Ucap Aldo sambil angguk-angguk.
"Eh lo besok kudu pada datang dari pagi. Pada dandan yang cakep biar gak malu-maluin." Ucap Shena sambil tertawa ringan.
"Yah ngerasa buriq amat gue setelah lu ngomong gitu." Jawab Arka sambil menusap wajah nya kasar.
"Untung dress yang lu beliin belom gue pakek. Bisalah gue pakek besok hehe." Sambung Nisa sambil nyengir kuda.
"Jadinya jadi beli minyak rambut gue kan. Biar keliatan klimis ngak awut-awutan gini." Kata Sulthan sambil menyisir rambutnya dengan jari-jari tangannya.
"Hahahha sekalian buat lo Jun beli cream tone up biar muke lu jadi Glow Up." Ucap Aldo sambil ketawa ngakak.
"Sa ae lu kaleng sarden. Gue saranin dah lu besok beli parfum baru biar gak bau oli mulu." Jawab Arjun.
"Haha udah-udah. Pulang yok. Tapi mampir ngopi dulu skuy." Ajak Shena yang sudah berdiri untuk keluar kelas.
"Pulang aja yok. Perasaan gue gak enak tauk." Ucap Nisa sambil meraba tengkuknya.
"Kayak punya perasaan aja lu Sa, kan lu kagak punya hati gimana mau ngrasa." Ucap Sultan sambil menepuk pundak Nisa pelan.
"Gue juga ngerasa gitu sih." Ucap Aldo menimpali perkataan Nisa yang diangguki Arjun dan Arka.
"Udah positif thinking aja oke." Ucap Shena yang sudah memakai helmnya.
🍍🍍
Akhirnya mereka berenam keluar dari area sekolah untuk menuju kedai kopi tongkrongan mereka. 20 menit berlalu dan akhirnya mereka sampai dengan selamat tanpa halangan apapun.
Kedai kopi itu berada disebrang jalan, karena jika ingin nongkrong di kedai itu harus memarkirkan kendaraan disebrang, maklum kedai kopi itu tak memiliki lahan yang luas untuk parkiran.
"Bismillah nyebrang skuy." ucap Shena semangat.
"Ngopi dulu, Sulthan yang bayarin." Ucap Nisa sambil tepuk tangan.
"Bayarin kagak biyarin iya." Sambung Arka diiringi dengan tawa dari Arjun dan Aldo
Saat keenamnya sedang berjalan menyebrangi jalan dengan posisi Shen ditengah. Saat sudah berada ditengah jalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang melaju kencang dari arah kiri. Tanpa mereka ketahui mobil itu menghantam tubuh Shena hingga Shena terpental. Tak ada yang menyadari kehadiran mobil itu karena kecepatannya yang diatas rata-rata membuat Shena tak dapat menghindar dan teman-temannya pun bahkan tak sempat menyelamat kan Shena malaikat cantiknya .
"Yujiiiinnnnnnn!!!" Teriak kelima alien itu histeris dan langsung berlari kearah Shena yang sudah tergeletak dengan darah yang mengalir dari siku dan kakinya. Semua orang yang disana segera melihat tempat kejadian namun naas tak ada satupun yang mengetahui pelaku tabrak lari itu.
"Yuuuujiiinnn Ya Allah Yujin lu maapin kita gak bisa jagain elu." Ucap Arjun yang jongkok disamping Shena.
"Hiks hiks Jin lu gapapa kan. Lu kuatkan." Tangis Nisa pecah saat itu juga melihat keadaan sahabat baiknya tergeletak dijalan dengan luka ditangan dan kaki.
"Udah bawa ke rumah sakit langsung dah." Ucap Aldo yang langsung mengangkat tubuh Shena dan berlari kearah motornya terparkir. Tanpa pikir Panjang semua nya berlari menyusul Aldo. Arka yang mengemudi kan motornya dengan Aldo yang memangku Shena dibelakang.
"Lo kuat malaikat cantik. Lu kuat lu tahan. Kita semua ada buat lo dan kita menuju RS sekarang." Ucap Aldo sambil sesekali mengecup pucuk kepala Shena.
Dengan kecepatan diatas rata-rata Arka melajukan motornya. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah cepat sampai rumah sakit dan Shena selamat. Sedangkan Nisa masih menagis histeris dibocengan Sultan melihat keadaan Shena yang tak sadarka diri. Bahkan Arjun sebaagi pembuka Jalan pun juga menetskan air mata tak tega melihat malaikat cantiknya menjadi korban tabrak lari.
"Dokter suster tolongon sahabat saya dok." Teriak Arjun setelah sampai dirumah sakit. Dan perawat pun berlarian membawa bangkar untuk Shena dan akhirnya Shena dibawa masuk keruang UGD.
"Maaf, mas sama mbak nya tunggu diluar." Ucap seorang perawat yang menahan Nisa dan Aldo.
"Udah kita doa yang terbaik buat Yujin oke." Ucap Arka menenangkan teman-temannya walaupun dirinya sendiri cemas.
"Yujin gak papa kan. Yujin baik-baik aja kan." Tanya Nisa disela isakan tangisnya.
"Doa yang terbaik aja oke." Kata Sultan menenangkan Nisa yang berada dipelukannya.
"Malaikat cantik kita nggak akan kenapa napa." Ucap Arjun seraya tersenyum menguatkan diri nya sendiri dan teman-temannya.
"Ada yang tau nggak pelakunya tadi." Tanya Aldo yang sudah lemas tak berdaya.
"Gue nanya orang yang ada disana gak ada yang tau Do." Ucap Sulthan sendu.
"Kejadian cepet banget. Bahkan cctv gak ada didaerah sana." Tambah Arka menimpali ucapan Sulthan.
"Yang penting sekarang keadaan Yujin dulu." Tambah Arjun.
🍑🍑
Satu Jam kemudian dokter keluar dari UGD yang langsung disambut kelima alien itu dengan kekhawatiran yang terlihat jelas.
"Bagaimana keadaan malaikat cantik kita Dok?" Tanya mereka berlima hampir serempak membuat dokter itu tersenyum melihat persahabatan yang solid ini .
"Alhamdulillah tidak ada luka dalam, hanya saja ada cidera dibagian kaki yang membutuh kan waktu 2 mungguan untuk pulih karena benturan yang cukup keras." Jawab Dokter itu menjelas kan.
"Lalu bagaimana dokter?" Tanya Nisa yang masih sesengukan.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kepala pasien aman karena dia pandai melindunginya, dan itulah sebabnya banyak luka dibagian tangan. Jika sudah sadar, pasien boleh pulang tapi dengan syarat harus tetap menggunakan kursi roda." Jelas sang dokter itu lagi dan kelima alien itu bisa bernafas lega.
"Alhamdulillah terimakasih dok." Ucap Sultan dan kemudian dokter itu pun berlalu meninggalkan mereka.
"Masuk woy kasian adek cantik gue sorangan." Ucap Arka langsung nyelonong masuk keruangan UGD dimana ada Shena disana.
"Jin lu bangun dong jangan bikin Mpok lu nangis begini lah." Ucap Arjun seraya mengelus tangan Shena.
"Jin bangun dong ntar Kura-kura gue lu sate ga papa dah." Ucap Nisa yang menempelkan kepalanya dikepala Shena sambil kembali menangis.
"Eh gue urus dulu ya administrasi nya." Ucap Sultan meninggalkan ruangan itu.
"Malaikat cantik abang bangun yaa kita berenam ntar beli bakso nya Mamang botak yok." Ucap Aldo sambil mencium tangan Shena.
"Kabarin keluarga nya deh gaes." Ucap Arka mengingatkan yang lainnya.
"Jangan keluarganya kan lagi sibuk ntar malah bikin masalah lagi." Jawab Nisa.
"Calon lakik nya aja kalian hubungin." Ucap Aldo yang masih setia memandangi Shena yang terbaring lemah.
"Yodah gue aja yang hubungi Bang Juan. HP Yujin mana nih woy." Ucap Arjun mencari keberadaan ponsel mahal Shena.
"Lah ngapain nyariin HP Yujin sih satt. Gak punya pulsa lo?" Bentak Sultan yang baru datang dengan geram.
"Nomernya kagak punya aing." Jawab Arjun sambil menggaruk kepala nya.
"Nih sama gue." Ucap Nisa sambil menyerahkan ponsel milik shena kepada Arjun.
🍒🍒
Ditempat lain, Juan sedang meradang karena tak sengaja melihat Shena dipangku Aldo diatas motor dan terlihat juga saat Aldo mengecup pucuk kepala Shena. Juan tidak melihat jelas bagaimana keadaan Shena karena rasa cemburunya sudah berada diambang batas.
"Lu minum dulu istighfar deh." Ucap Rudi sambil menyodor kan air mineral yang langsung direbut kasar oleh Juan.
"Kalik aja calon lo kenapa-napa. Bukan gue doain yang jelek tapi coba deh lu telpon." Ucap Dion memberi saran.
"Dah gue coba tapi nggak dijawab." Ucap Juan dengan emosi.
"Lu tenang dulu deh Wan. Jangan kayak gini." Titah Rudi sambil menepuk pundak Juan.
"Gimana bisa tenang calon istri gue dibocengin cowo terus sambil dicium gitu. Gue aja belum pernah selancang itu." Jawab Juan dengan mengusap wajahnya kasar.
"Cemburu wajar tapi pikiran lo gak boleh sampek kotor gitu Wan." Ucap Dion yang masih mencoba menenangkan.
"Itu mah emang cewe nya aja yang mauan." Sambung Ara yang tiba-tiba nongol.
"Maksud lu paan sih jangan jadi kompor napa." Sengit Dion yang melihat kedatangan Ara .
"Gak usah ikut campur." Tegas Rudi memperingati.
"Halah kan gue ngomong nya sesuai fakta kalik. Gue denger semua omongan lu kok. Kalo cewe bener gak akan mau digituin." Ucap Ara lagi yang sama sekali tak mengindahkan peringatan Rudi dan Dion.
"Udah lah Wan, cewe kayak gitu gak pantes buat kamu." Ucap Ara yang membuat Juan semakin marah.
"DIAAAAMMMM!!!" Bentak Juan dengan emosi yang meluap-luap membuat Ara terperanjat kaget. Bahkan Rudi dan Dion pun juga ikut tersentak.
"Lo gak tau apa-apa mendingan diam nggak usah ngebacot!!! Dari pada lo disini bikin muak mendingan lu dagang cilok aja sono." Ucap Juan dengan sinis dan dingin. Sedangkan Ara sudah Berkaca-kaca karena dibentak oleh Juan didepan banyak orang.
Tak berselang lama tiba-tiba ponsel Juan berdering tanda telpon masuk. Dengan cepat Juan melihat layar ponselnya dan tertera nomor tak dikenal disana.
"Jawab aja Wan kali aja penting." Ucap Dion
'"Kali aja soal Yujin Wan." Tambah Rudi. Dan akhirnya Juan mengangkat panggilan itu.
📞📞
"Halo bang Assalamu'alaikum." Ucap orang yang ada disebrang telpon.
"Waalaikumsalam siapa?" Tanya Juan.
"Gue bang, Arjun. Gue mau kasih kabar kalo Yujin masuk UGD bang jadi korban tabrak lari." Jelas Arjun kepada Juan.
"La... Lalu bagaimana keadaannya? Dimana sekarang?" Tanya Juan panik.
"Alhamdulillah gak parah bang nanti juga boleh pulang, sekarang di RS Swasta Patimura bang."
"Gue kesana sekarang." Ucap Juan tanpa mematikan sambungan telpon nya.
Dengan tergesa-gesa Juan berlari menuju oarkiran dan dengan secepat kilat Juan mengegas motornya menuju jalanan kota yang panas untuk menyusul Shena yang berada dirumah sakit.
sama sama kaget....🤭
tapi seru....