Dia adalah seorang pendekar hebat du abad kejayaan, dia adalah pahlawan wanita yang selalu di agung - agungkan oleh semua orang. Jangan tanya seberapa besar kekuatan nya, dantian Qi nya sudah melampaui batas manusia. Ia memiliki banyak jenis tumbuhan obat beserta senjata tajam yang sangat legenda dan sangat di incar oleh para kultivator.
Ia berjalan dengan perlahan di antara rintik nya hujan dan jalanan yang licin, seekor kuda liar berlari dari arah hutan dengan sangat kencang. Mei Rui, gadis itu yang mendapatkan serangan secara tiba - tiba pun terkejut hingga membuat dirinya jatuh dari atas tebing.
Cahaya silau merasuk indra penglihatan nya, secara tiba - tiba ia merasa seperti di sebuah danau yang cukup dalam. Beberapa ingatan masuk ke indra pengingat nya , mata nya terbuka ia mulai naik ke atas permukaan dan menghirup udara segar sebanyak - banyak nya. .
"Terimakasih nenek " ia berucap pergi sambil membawa gelang giok pemberian nenek pengemis.
baca kelanjutan cerita nya yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uyuuun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perdebatan dan Masalah
Semua anggota penting kerajaan berkumpul menjadi satu di ruang temu tempat mereka membicarakan hal penting. Semua yang terlibat hadir untuk menjalankan acara rapat penting yang di wakilkan pangeran mahkota. Semua nya sudah hadir dan pangeran mahkota memulai acara nya.
"Seperti yang telah kita ketahui, salah satu desa kita secara tiba - tiba mengalami krisis pangan karena tidak adanya pemasukan sayuran ke desa itu. Sangat aneh, biasanya para petani mau menjual hasil dagangan nya ke desa tersebut. Namun saya telah mendapat rumor bahwa akhir - akhir ini desa tersebut tidak aman karena dagangan mereka selalu di rampok setiap kali melintas ke desa tersebut. " ucap pangeran mahkota menatap tajam ke arah para menteri.
Tentunya para menteri yang terlibat merasa deg degan dan campur aduk, tamat sudah riawayat mereka kalau pangeran mahkota mengetahui siapa dalang dari semua nya.
"Menteri Ji, saya ingin bertanya kepada anda, para masyrakat mengeluh karena nilai jual bahan pangan semakin meningkat sedangkan para petani mengeluh kepada saya kalau hasil panen mereka di hargai dengan harga murah " ucap pangeran mahkota membuat menteri Ji gelagapan dan bingung harus mengatakan apa.
Menteri Ji tidak tahu kalau perbuatan nya akan di cium oleh pangeran mahkota, menteri Ji menatap ke arah menteri He dan pangeran ke empat Wang Xun. Kedua orang itu mengisyaratkan agar menteri Ji diam dan tutup mulut.
"Anu .... A.. Anu pangeran ... "
"Katakan dengan jelas menteri ji, apakah anda telah melakukan hal tidak benar di luar kepemerintahan kerajaan. Apakah anda telah melakukan korupsi dan menekan harga jual para petani ? " tanya pangeran mahkota.
Menteri Ji hanya bisa diam dan menunduk, sudah sah kalau menteri Ji bersalah dalam hal ini.
"Baiklah seperti nya anda memang bersalah, dengan ini saya mengadili menteri Ji. Menteri Ji harus membayar denda atas hukuman nya, sesuai aturan kerajaan menteri Ji di akan di tahan selama 6 bulan dan akan di tarik sebagian harta kekayaan nya sebagai kompensasi atas perbuatan nya " ucap pangeran mahkota membuat menteri Ji memucat.
"Pengawal, seret menteri Ji dan masuk kan kepenjara ! " menteri Ji tidak memberontak namun ia meminta bantuan kepada menteri He lewat kode matanya.
"Keponakan ku, aku ingin mengatakan sesuatu, kaisar Wang akhir - akhir ini dalam masalah sulit. Seperti yang kita tahu, dengan melihat kondisi kaisar sendiri sudah tidak mungkin lagi baginya untuk memimpin kerajaan ini. Namun kau sebagai pangeran mahkota tentunya akan meneruskan tahta ayah mu, tapi sebelum itu bukan kah kau harus menikah terlebih dahulu. Lalu bagaimana dengan pemilihan putri mahkota kerajaan ini ". ucap menteri He yang sudah tidak sabar akan kuasa yang akan ia ambil.
"Paman, sebagai saudara ayah satu - satunya seharusnya paman mendoakan yang baik untuk ayah ku kaisar wang bukan malah membahas kenaikan tahta ku. Apakah paman tidak ingin melihat ayah ku kembali sembuh, sebaiknya paman mencarikan ku tabib yang hebat bukan malah menyuruh ku untuk mencari putri mahkota. Lagian aku sudah memiliki seseorang yang aku cintai dan aku bersiap menikah dengan nya dengan semua syarat yang ia berikan kepadaku " balas Pangeran mahkota membuat menteri He tersenyum kecut.
'Jangan - jangan dia menyukai wanitaku, Huang Mei adalah milik ku, tidak akan aku biarkan kau mengambil wanitaku' batin pangeran ke empat menatap pangeran mahkota dengan penuh permusuhan.
"Maaf keponakan ku paman hanya ingin yang terbaik buat kerajaan kita ".
Acara rapat pun berakhir, Pangeran mahkota akan menyelidiki masalah yang terjadi di perbatasan desa A dan desa B. Ia akan menangkap para perampok itu dan memberikan hukuman yang setimpal buat mereka.