Gadis cantik berusia genap 17 tahun menjalani hidupnya seperti hal nya orang-orang pada umumnya. Liana memiliki paras cantik dan kepribadian yang baik ,juga dengan kepintaran yang bisa dibilang jauh di atas rata-rata.
Lalu, siapa yang akan dengan sengaja mengabaikan gadis sesempurna Liana?
Seperti hal nya dengan Rendy,yang mencintai Liana ketika baru saja mereka bertemu.
Rendy adalah Laki-laki tampan yang egois, Apapun yang ia inginkan harus segera ia dapatkan apapun yang terjadi.
Tanpa aba ia masuk dalam kehidupan Liana yang awalnya damai tanpa kehadirannya. Liana yang membuat Rendy candu akan cinta darinya membuat pintu mistery cinta mereka terbuka seiring berjalan nya waktu.
Cintanya yang telah membuatmu candu, akankah kau akan melakukan segalanya untuk memuaskan candu mu akan cintanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xi My Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 31 Rencana Rendy Part 1
Rendy yang masih dalam perjalanan merasa bingung dan khawatir dengan Liana, Karena dengan jelas tadi ia mendengar isakan Liana yang tertahan
"Ada apa denganmu Liana,apa kau tidak bisa jujur padaku ?"Batin Rendy sembari terus fokus menatap jalanan.
[skip]
Pagi harinya, Rendy menjemput Liana, dan Liana juga tidak menolak nya sama sekali
Hah..,gw harus bilang sama pak Rendy,gw udah putusin dari semalem sampe gak tidur. Dan gw yakin kalo ini pasti kerjaannya Bela, Positif thinking Lia jangan salah paham dulu okey..
"Anu..pak"Ucap lisan ragu
"Kenapa?"Tanya Rendy sembari menatap Liana sekilas lalu kembali melihat jalanan
"Gak jadi,nanti aja"Ucap Liana mengurungkan niatnya
"Ada apa,katakan saja"Ucap Rendy
"Nanti aja biangnya"Ucap Liana mengalihkan pandangan
"Baiklah"Rendy pun mengiyakan ucapan Liana
[Skip]
Matahari mulai naik di tengah tengah,siswa siswa mulai berkeliaran keluar dari kelas setelah mendengar bel istirahat berbunyi,
Liana dan dua sahabatnya kini berada di taman,dengan perasaan ragu Liana mulai berbicara membuka keheningan
"Hah"Liana mengembuskan napasnya kasar,dan mulai mengeluarkan kertas dari saku bajunya
"Apa ini Lia?"Tanya Rara kemudian mengambil kertas itu dari tangan Liana,
Setelah Rara dan Tika membaca isi kertas itu,Mata mereka menatap lekat wajah Liana yang hanya berpaling,enggan menatap wajah dua sahabatnya itu karena buliran air matanya kini ingin turun lagi,matanya memanas namun Liana mencoba menahan buliran bening itu agar tidak lolos begitu saja,
"Gak bisa gini Lia,lu harus kasih tau pak Rendy"Ucap Tika sembari menarik tangan Liana
"Gak..gak usah,gak papa kok"Tolak Liana yang masih memalingkan wajahnya
"Harus Lia,udah ayo jangan kaya orang bodoh gini"Ucap Rara yang ikut menarik tangan Liana
"Udah gw bilang gak perlu..gak perlu,apa kalian gak paham?"ucap Rara sembari mengusap usap matanya karena kini air mata itu jatuh tanpa aba-aba.
"Lu harus kasih tau pak Rendy sekarang,gak boleh nolak. Meski lu bakal benci kita karena hal ini,lu harus tetep bilang sama pak Rendy"Ucap Tika kemudian menarik tangan Liana dan bergegas menuju ruangan pak Rendy
Mana mungkin gw benci kalian cuma karena hal kaya gini,dasar kalian bodoh.. hiks...
Setelah sampai di depan ruangan Rendy,Tika langsung saja membuka pintunya,Liana yang sudah menyiapkan diri untuk mengatakan yang sebenarnya pada Rendy,mengusap usap kedua matanya agar tidak terlihat sedang menangis,
"M-maaf mengganggu"Ucap Liana langsung menutup paksa pintu yang ditahan Rara,kemudian Liana melangkah kan kakinya agar sedikit menjauh dari pintu ruangan Rendy
Wajah Liana tampak masam,ketika setelah melihat Bu Laila,guru paling centil di sekolahan ini sedang berada di ruangan Rendy ,apalagi dengan pakaiannya yang sangat minim. Sampai-samapi paha putihnya terlihat dengan jelas
"Jadi pengen bunuh orang"Gumam Rara yang terdengar jelas di telinga Liana dan Tika
"pfft bunuh aja Ra,nanti gw jemput di kantor polisi"Ucap Tika sembari menahan tawanya
Liana hanya tersenyum melihat kelakuan dua sahabatnya itu,entah kenapa melihat kejadian tadi kecemburuan nya tidak begitu besar,mungkin karena Liana sudah tau sifat Bu Laila yang sebenarnya.
"Lia,apa lu gak cemburu sama Bu Laila? kenapa sih lu gak posesif di~kit aja"Ucap Tika
"Ntahlah"Ucap Liana sembari terkekeh melihat wajah jengkel Tika
Sedangkan Rara,kini berjalan menuju pintu ruangan Rendy,tanpa ragu Rara membuka pintu ruangan dengan kasar
"Maaf mengganggu Bu Laila,kami ada perlu pribadi dengan pak Rendy"Ucap Rara dengan tajam menatap Bu Laila
"Dasar bocah ,apa kalian tidak melihat kalau ibu sedang ada urusan dengan pak Rend?!"Ucap Bu Laila mengerutkan keningnya
"Apa saya perlu memanggil ayah saya untuk mengatakan pada ibu untuk keluar"Ucap Tika yang juga menatap tajam Bu Laila ,Tika tanpa ragu mengatakan hal yang membuat Bu Laila mematung, apalagi sudah tersebar bahwa ayah Tika memiliki kekuasaan yang cukup besar di kota ini
Dengan wajah yang menahan amarah,Bu Laila berjalan keluar ruangan sembari berdecak kesal. Sedangkan Rendy hanya menahan tawanya melihat dua kucing ganas yang sedang melindungi kelinci mungil dari harimau.
"Ada apa kalian kesini?"Tanya Rendy sembari menutup buku yang dibacanya tadi
"Bapak nih jadi orang gak peka ya"Ucap Tika sembari menggebrak meja Rendy,dan menyerahkan kertas ancaman itu
Rendy segera mengambil kertas itu dan membacanya ,Rendy terbelalak matanya kini membulat sempurna melihat surat yang berisi ancaman, Apalagi surat itu bersangkutan dengan dirinya.
"Siapa yang mengirim nya?"Tanya Rendy meski dia sudah tau siapa yang mengirim surat ancaman itu
Liana menceritakan semuanya,meski ia tidak tau siapa sebenarnya wanita itu.
"Aku tau siapa dia"Ucap Rendy sembari menopang dagunya dengan tangan di meja
Tatapannya tajamnya yang memenuhi wajah,dengan seringai khas membuatnya terlihat seperti iblis yang akan menghancurkan dunia
"Tenanglah,aku punya rencana"Ucap Rendy bangun dari duduknya sembari mengelus kepala Liana lembut
"Beneran pak?"Tanya Tika memastikan
"Tentu saja"Jawab Rendy percaya diri
Rendy menjelaskan apa yang harus mereka lakukan,dan tidak lupa memberitahu siapa dalang dibalik ini . Tika dan Rara tampak terkejut begitupun dengan Liana ,jantungnya berdetak sangat kencang.
[Skip]
Pulang sekolah akhirnya tiba,semua sudah tau peran masing-masing seperti yang direncanakan.
"Hahaha,tunggu pembalasan gw karena bikin sahabat gw menderita"Gumam Rara sembari tertawa
"Astaga,serem banget lu Ra,hati hati kesambet lu"Ucap Tika sembari terkekeh
"Tolong ya Ra,lindungin gw biar dramatis dikit"Ucap Tika
"ihh ogah,gw cuma mau lindungin Lia doang,"Ucap Rara dengan senyum liciknya
Sedangkan Liana hanya tersenyum sembari mengangguk mengiyakan perkataan Rara
"Jahat,nanti kalian gak gw traktir lagi!"Ucap Tika sembari memalingkan wajahnya
"Tenang aja tik,gw bakal jadi pahlawan buat lu,hahaha"Ucap Rara dengan bangga
"Yaudah lah ayok,kita beraksi"Ucap Tika sembari merangkul dua sahabatnya.
"Rencana dimulai" batin mereka bertiga sembari menelan ludahnya.
Tunggu kelanjutannya 😗