NovelToon NovelToon
Baby Genius Tuan Muda Arogan

Baby Genius Tuan Muda Arogan

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / Single Mom / Anak Genius / Cintapertama / Berbaikan / Tamat
Popularitas:438.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Ika Dw

"Usir dia dari rumahku! Aku tidak ingin melihatnya ada di sini!"

"Tidak, jangan usir aku, aku mohon!"

Agatha menangis saat tangannya ditarik keras oleh dua orang bodyguard yang bekerja pada Louis Fernando, seorang pengusaha kaya yang berpengaruh di kotanya.

Agatha difitnah oleh mertuanya telah berselingkuh dengan pria lain yang tak lain teman dari Louis sendiri.

Setelah keluar dari kediaman suaminya, Agatha hidup terlunta-lunta di luar dengan keadaannya yang tengah berbadan dua. Hidupnya sangat miris tanpa ada keluarga yang mempedulikannya, pada dasarnya Agatha memang dibesarkan di panti asuhan, dia tidak pernah mengetahui siapa orang tua kandungnya.

Lima tahun kemudian, Agatha kembali dengan keadaan yang berbeda, dia memiliki dua anak kembar yang sangat pintar dan sangat menyayanginya.

Mungkinkah Agatha akan menyembunyikan identitas si kembar dari suaminya?

Atau mungkin dia akan kembali setelah si kembar mengetahui bahwa Louis adalah Ayah kandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Jangan Sakiti Mommyku

"Hey, ada apa denganmu?"

Agatha terkejut saat Louis memeluknya begitu erat, ia bahkan sampai susah untuk mengambil nafas.

Louis tak memberinya cela untuk bisa terlepas darinya. Bingung, Agatha tidak mengerti apa yang tengah ada dipikiran pria itu.

"Kalau kamu sakit, kita periksa ke dokter. Ayo aku antarkan ke dokter, atau langsung ke rumah sakit."

Agatha menempelkan telapak tangannya di leher jenjang Louis, tapi dia tak merasakan hawa panas layaknya orang lagi demam.

"Diamlah di sini, aku tidak butuh dokter. Aku hanya ingin kamu yang merawatku," bantahnya dengan mengunci pergerakan Agatha.

Dengan sekuat tenaga, Agatha mencoba melepaskan diri, walaupun agak kesulitan tapi ia berhasil lepas dari pelukan Louis.

"Kamu itu bener-bener ya! Kalau sampai ada yang lihat bagaimana coba! Aku sudah meninggalkan anak-anakku di rumah sendirian, dan kau di sini ingin memanfaatkan keberadaanku. Kalau memang sakit, aku panggilkan dokter, jangan seperti anak kecil gitu!"

"Bawa saja mereka ke sini. Aku akan menghubungi Willy, biar dia jemput si kembar."

Louis bangkit dan meraih handphonenya di atas nakas. Ia akan menghubungi anak buahnya untuk menjemput si kembar, namun Agatha menghalanginya, karena ia sudah meminta Willy untuk menjemput si kembar.

"Tidak perlu. Aku tadi sudah meminta anak buahmu untuk datang ke rumah menjemput si kembar. Semoga saja mereka mau diajak ke sini. Aku tak yakin kalau mereka mau dibujuk orang lain, mereka kan takut aku marahi," jawab Agatha.

Louis menggerutu dengan menyalakan video call untuk mengetahui di mana keberadaan Willy saat ini.

Ia ingin memastikan kalau Willy memang tengah pergi ke kontrakan Agatha untuk menjemput si kembar.

"Kamu itu jangan marah-marah terus sama mereka. Mereka sudah banyak menderita hidup bersamamu, perlakukan mereka dengan baik. Aku lihat kamu selalu saja menyalahkan mereka, padahal mereka udah patuh sama kamu."

Agatha menatapnya dengan bola mata melotot. Bisa-bisanya Louis mengomelinya karena ia terlalu tegas pada si kembar. Selama ini Louis tidak pernah ada waktu untuk si kembar. Bahkan ia berjuang sendirian tanpa adanya kepedulian dari orang lain, termasuk Louis sendiri.

"Enak sekali kau bicara seperti itu. Seakan-akan kau mempedulikannya. Di sini aku berjuang sendirian untuk mereka, kalau mereka tidak menurut padaku, mau nurut sama siapa! Kau tak punya hak untuk ikut campur urusan kami. Memangnya kau itu siapa buat mereka?"

"Ayahnya, aku Ayah mereka," jawab Louis dengan satu alisnya terangkat.

Agatha diam dengan memalingkan wajahnya. Baginya tak ada Ayah gila seperti itu. Lima tahun ia ditelantarkan dalam kondisi mengandung. Tak ada kepedulian, tak ada tanggung jawab, sekarang tiba-tiba saja Louis mengatakan bahwa dirinya adalah Ayah kandung si kembar.

"Kenapa kamu diam? Harusnya kamu senang aku mengakui mereka sebagai putraku. Bukankah itu yang kau harapkan?"

Kembali Agatha menoleh dengan ekspresi datar. Hatinya benar-benar dibuat jengkel dengan pernyataan Louis yang tiba-tiba mengakui si kembar sebagai putranya.

"Memangnya aku pernah mengharapkanmu mengakui mereka sebagai anakmu? Aku tidak pernah berharap apapun darimu. Aku bahkan sudah ingin mengakhiri drama yang kau buat. Kau sudah nyaman bersama keluargamu untuk apa kau masih juga tak mau melepaskanku! Selama ini aku sudah berjuang sendirian tanpa keluarga, tanpa suami, tapi aku bisa melewatinya kok," bantah Agatha.

Louis tak menghiraukan ocehan Agatha yang pastinya ingin mengajaknya bercerai.

Sampai kapanpun ia tak akan melepaskan wanita itu untuk bisa menikmati kebebasan hidup tenang tanpa dirinya.

Ia langsung menghubungi Willy dan memastikan kalau pria itu memang tengah berada di rumah Agatha untuk menjemput si kembar.

("Willy, di mana kau berada?")

("Ini saya berada di kediaman nyonya Agatha. Nyonya Agatha tadi meminta saya buat jemput si kembar, tapi sayangnya mereka tidak percaya kalau saya diminta oleh ibunya. Mereka tetap tak mau ikut bersama saya walaupun saya sudah merayunya.")

Willy menceritakan tentang si kembar yang menolak saat ia membujuknya. Bahkan si kembar mengusirnya, karena tidak ingin kedatangannya di rumah membuat ibunya marah.

("Di mana mereka sekarang. Berikan handphonemu pada mereka. Aku mau bicara.")

("Baik, Tuan.")

("Kalian berdua, ayo sini. Tuan Louis mau bicara dengan kalian.")

("Tuan Louis? Tuan Louis siapa?")

Si kembar saling bertatapan. Mereka tidak pernah tau siapa itu Tuan Louis yang disebut oleh pria yang pernah memberikan teguran pada mereka.

Karena penasaran mereka mendekat. Kedua bocah itu diarahkan pada handphone yang masih menyala, didapatinya wajah Louis yang selama ini bersikap baik padanya.

"Ini kan Om baik hati, bukan Tuan Louis," celetuk Kenzie.

"Mungkin namanya Louis. Kita kan nggak pernah tau namanya Abang," sahut Kenzo.

Mereka berdua nampak begitu menggemaskan. Dari layar handphone, Louis tersenyum dan menyapa mereka.

("Halo twins, lagi ngapain kalian?" tanya Louis berbasa-basi.)

("Halo Om. Kami sedang menunggu mommy. Entah ke mana mommy pergi, jam segini belum juga pulang. Biasanya jam segini udah ada di rumah," jawab mereka bersahutan.)

("Mommy kalian ada di sini. Kalian sekarang ikut Om Willy. Kalian akan dijemput Om Willy untuk dibawa ke rumah Om," nasehat Louis.)

("Willy? Siapa itu Willy? Kami tidak mengenal Willy. Kami juga tidak mengenali Louis. Ada-ada saja.")

Louis melebarkan tatapannya. Begitu konyolnya hasil buah cintanya bersama Agatha.

Hampir ia tak mengira kalau dua bocah kembar yang selama ini dikenalinya tak lain adalah darah dagingnya sendiri. Begitu bodohnya ia mengabaikan orang yang seharusnya dilindungi.

("Kembar, Om yang bersama kalian itu namanya Willy, sedangkan Om yang sedang ngobrol sama kalian ini namanya Louis. Memangnya kalian berdua tidak mengenali nama kami?")

Si kembar menepuk jidatnya. Selama mengenali kedua pria itu, mereka tidak pernah mengetahui nama mereka. Begitu bodohnya mereka.

("Astaga! Jadi Om baik hati itu namanya Louis? Kami tidak pernah mengetahui nama om. Tapi ngomong-ngomong kenapa mommy ada di rumahnya Om? Apakah hukum berniat untuk menculik mommy? Awas aja kalau Om berani berbuat jahat sama Mommy. Kami tidak akan pernah tinggal diam saja. Jika Mommy terluka atau menangis,  kami janji akan membalasnya.")

Si kembar langsung melontarkan ancamannya pada Louis. Sebaik apapun Louis kepadanya, jika sampai berbuat jahat kepada ibunya, mereka tak akan menganggapnya lagi om baik hati.

Agatha mendengarkan ocehan mereka, namun dia tidak menunjukkan wajahnya di depan layar handphonenya Louis.

Louis menoleh sekilas pada Agatha. Diam-diam dia bangga karena Agatha berhasil mendidik anak-anaknya untuk menjadi pria yang tegas dan pemberani. Buktinya saja mereka tidak takut walaupun harus melawannya.

("Sudahlah, lebih baik sekarang kalian bersiap-siap dan ikut Om Willy datang ke sini. Kalau kalian sampai terlambat sedikit, maka mommy kalian~~)

1
Tri Rahayuningsih
harusnya louis itu tahu bagaimana mengambil hati anak2 nya....dasar ortu angkuh ..kasihan anak2 nya...Agatha jg ndk jadi momy hrs pelan2 ngadepin anaknya...
Tri Rahayuningsih
org tua kog tolol
Ririn Nursisminingsih
ceo goblok yaa kmu louis...
awesome moment
s7. kaya tp oon
awesome moment
wkwkkwk...ngusir bokap n
Eugenia Dos Santos
Iih..., gemas deh sama si kembar pintar banget
Hayati Nufus
masa seorang CEO bodoh ga disekidiki dl Dan bertanya ke temennya yg ada difhoto itu
Iyas Masriyah
Luar biasa
Angel
bgssss bgtt
Dinatha
secara logika
Hanya orang bodoh dan dungu sajalah yang bisa di bohongi.
karena orang yang tidak dungu akan menggunakan akal dan pikirannya
umi istilatun
Luar biasa
Siti Nur Janah
kenapa Agatha begitu? emang mudah ngomong. nyatanya dia sendiri sulit melakukannya tp si kembar di suruh buat mau memaafkan ayahnya nyatanya Agatha sendiri sulit untuk melakukan nya
Siti Nur Janah
apa itu orang tua kandung Agatha?
Siti Nur Janah
skakmat
Siti Nur Janah
tanggung jawab sendiri Louis apa yg sudah kamu perbuat dengan agata dan twins. berani berbuat harus berani tanggung jawab. dasar cemen
Siti Nur Janah
modus
Siti Nur Janah
dasar tolol. bodohnya kamu Louise
Siti Nur Janah
emang Daddymu itu bodohnya kelewatan. masak ceo kok bodoh
Siti Nur Janah
p
Siti Nur Janah
benar kata si kembar kalau daddy-nya itu lemah dan cemen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!