Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku, lanjut ke cerita MY First Love Is A Mafia terlebih dahulu.
Princess Oceanica Arnold merupakan seorang gadis muda yang sangat dimanja oleh keluarganya. Saat Nica berusia 25 tahun. Nica memutuskan pergi dari mansion dan melarikan diri ke Barcelona menyembunyikan indentitasnya sebagai putri seorang mafia. Hingga pertemuannya dengan Luiz membuat hidup Nica berubah menyedihkan. Hidup terpenjara di pulau rahasia selama berbulan-bulan membuat Nica hampir gila dan nekat melarikan diri dengan cara berenang melewati lautan yang cukup luas dan dalam.
Bukannya berhasil kabur. Nica malah terseret ombak besar dan mengalami amnesia setelah kejadian itu. Setahun kemudian Nica dan Luiz dipertemukan kembali dengan cara yang berbeda. Luiz mengenalnya namun Nica melupakan semua masa lalunya.
"Aku sudah membeli jasamu dari ibu angkat mu dan melunasi hutang-hutangnya kepada rentenir! Jadi sudah sepatutnya kau mela
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Oscar dan Sean menunggu kedatangan Nica dan putranya dengan cemas. Ia takut Nica melakukan hal yang tidak-tidak setelah dipisahkan dengan suaminya. Meskipun sebenarnya keduanya yakin kalau Nica belum mencintai suaminya.
Di dalam mobil
Nica terdiam sepanjang perjalanan. Mike beberapa kali mengajak Nica mengobrol. Namun, Nica tak kunjung merespon perkataan Mike. Hingga mobil yang mereka tumpangi tiba di depan mansion Arnold.
"Nona. Kita sudah tiba di halaman mansion Tuan besar." tukas Mike membuat lamunan Nica buyar. Ia dengan cepat turun dari mobil tanpa menunggu Mike membukakan pintu untuknya.
Nica menarik nafas panjang sebelum melangkah masuk ke dalam mansion. Setibanya di dalam. Nica melihat semua keluarga besarnya sedang mengobrol dengan wajah bahagia. Mereka mengalihkan pandanganya kearah kedatangan Nica saat mendengar suara langkah kaki dari arah pintu masuk.
Karina dengan cepat berdiri dan melangkah mendekati putrinya. Tak jauh beda dengan Karina. Ocean juga mengikuti langkah istrinya dari belakang.
Karina dengan cepat memeluk tubuh putrinya dan menangis tersedu-sedu.
"Nica... Akhirnya kau pulang sayang. Madre sangat merindukanmu."
"Jangan lupa Padre juga merindukan mu." timpal Ocean.
"Madre. Jangan menangis. Sekarang Nica sudah kembali." kata Nica berusaha menenangkan ibunya agar berhenti menangis.
Ocean juga berusaha menenangkan istrinya agar tidak membuat semua orang khawatir.
"Lebih baik kita makan malam. Bukankah semuanya sudah tersaji di atas meja makan. Karena cucu-cucu kita sudah lapar sejak tadi." tukas Ocean.
Sementara Darren, Sean dan Oscar merasa bingung saat tidak melihat keberadaan Christian bersama Nica. Apa lagi Mike berdiri di belakang Nica seorang diri tanpa menggendong Christian.
Mereka ingin bertanya mengenai Christian kepada Nica. Namun, mereka tidak ingin mengacaukan suasana makan malam hari ini. Karena bagaimanapun. Karina sudah capek-capek mempersiapkan semuanya menyambut kepulangan putrinya.
Makan malam itu berjalan dengan lancar. Namun semua keluarga merasa bingung melihat sikap pendiam Nica. Sikapnya terlihat berbeda jauh setelah menghilang selama 4 tahun ini.
Saat Karina dan keluarga yang lain mengajaknya mengobrol. Nica hanya menjawab seperlunya dan tidak seceria dan cerewet seperti dulu. Saat Karina mengamati wajah putrinya dalam-dalam. Ia melihat raut wajah putrinya terkesan seperti orang yang memiliki banyak beban.
Malam semakin larut. Semua keluarga memutus kembali ke kamar mereka masing-masing. Termasuk Oscar dan keluarganya. Sementara Karina dan Ocean masih duduk di ruangan tamu sembari memperhatikan kepergian putri mereka.
"Sayang. Apa kamu merasa ada yang aneh dengan putri kita?" tanya Karina membuat Ocean berpikir sejenak memikirkan keanehan yang dimaksud istrinya.
"Tidak. Aku merasa putri kita bersikap seperti biasanya. Hanya saja putri kita memiliki tubuh yang lebih berisi dibandingkan sebelumnya. Sepertinya dia sangat menikmati kehidupannya yang bebas di luar sana." tukas Ocean membuat Karina setuju mendengar pernyataan terakhir suaminya.
Namun hati Karina merasa ada yang aneh dengan sikap putrinya. Ia merasa putrinya memiliki sebuah beban besar yang dia pikul di pundaknya.
"Lebih baik kita beristirahat. Aku takut tidur terlalu larut dapat mempengaruhi kesehatan mu." lanjut Ocean membuat Karina terdiam sejenak.
"Sayang. Untuk malam ini aku akan tidur di kamar Nica. Aku masih merindukan putri kita." balas Karina membuat raut wajah Ocean berubah cemberut.
"Tapi--"
"Besok pagi aku akan memberikan jatah untuk malam ini menjadi 2 ronde." sela Karina membuat Ocean tersenyum lebar.
Ocean langsung mengecup bibir dan kening istrinya sekilas sebelum berlalu dari sana.
Karina berdiri sedikit lama di depan kamar putrinya sebelum mengetuk pintu kamar Nica.
Tok
Tok
Tok
"Sayang, ini Madre."
Tak beberapa lama Nica membuka pintu kamarnya dan melihat Karina berdiri di depan pintu kamarnya sembari tersenyum tipis menatapnya.
"Apakah boleh Madre tidur di kamarmu malam ini?"
Nica mempersilahkan ibunya masuk ke dalam kamar. Karina dengan cepat masuk ke dalam kamar dan berbaring di atas kasur.
Nica membaringkan tubuhnya di samping ibunya dan menatap langit-langit kamar dengan pikiran kalut. Entah mengapa dalam kondisi seperti itu. Nica tiba-tiba merindukan putranya. Namun Nica yakin Christian lebih baik tumbuh bersama ayahnya ketimbang dengannya.
"Bolehkah Madre tidur sembari memeluk mu? Madre ingin melepas semua rindu yang sudah menumpuk selama 4 tahun ini." kata Karina membuat Nica mengangguk dengan cepat. Ia tahu ibunya merupakan tipe ibu yang sangat menyayangi putra-putrinya. Ia rela akan melakukan apapun demi kebaikan putra-putrinya.
Karina memeluk tubuh putrinya dan bertanya dengan lembut. "Apa ada hal yang membuat putri Madre tidak nyaman?" tanya Karina membuat Nica terdiam. Nica tidak mungkin menceritakan semuanya kepada Karina. Nica tidak ingin membuat ibunya kepikiran.
"Jangan khawatir Madre. Nica baik-baik saja." jawab Nica tersenyum tipis.
"Kamu tidak bisa membohongi Madre. Karena Madre adalah ibu kandung mu. Kita memiliki ikatan batin yang saling terhubung. Madre melihat ada hal besar yang sedang berusaha kamu sembunyikan di balik tatapan mata indah ini." balas Karina dengan telak.
Lagi-lagi Nica hanya bisa diam tanpa berani membalas ucapan ibunya. Ia takut mengungkapkan semuanya hingga mempengaruhi keharmonisan keluarganya.
"Madre tidak akan memaksa mu. Namun jangan menyimpan semuanya sendirian. Karena Madre tidak ingin beban berat itu memperingati kebahagiaan mu. Kamu bisa berbagi beban mu kepada Madre. Mana tahu Madre bisa bantu meringankan beban yang kamu pikul." tukas Karina sembari memejamkan kedua matanya. Namun sebelah tangannya bergerak lembut mengelus kepala putrinya.
"Madre..." panggil Nica dengan lirih.
Kedua mata Karina terbuka lebar dan menatap putrinya dengan lembut. Tatapan itu seakan bertanya kenapa.
"Bukankah kita memiliki perusahaan di Indonesia? Nica ingin mengelola perusahaan yang ada di Indonesia untuk meringankan beban kakak. Bukankah kakak sudah menikah dan memiliki enam anak kembar. Keluarganya pasti ingi kakak selalu berada di sekitar mereka. Mumpung Nica masih lajang. Nica ingin belajar lebih banyak lagi mengenai perusahaan." kata Nica membuat Karina tertegun.
Sikap ini benar-benar jauh dari sikap Nica seperti biasanya. Putrinya sangat berbakat di bidang seni. Lalu mengapa putrinya malah ingin belajar bisnis dan mengelola perusahaan.
"Jangan khawatir. Nica tidak akan membuat perusahaan Padre bangkrut. Karena beberapa tahun ini Nica belajar banyak tentang bisnis. Meskipun bisnis yang dikelola Nica tidak sebesar perusahaan Gultom yang ada di Indonesia. Namun Nica dapat diandalkan mengelola perusahaan yang ada disana." lanjut Nica membuat Karina paham. Ia cukup terkesan dengan kegigihan putrinya.
"Madre akan membicarakan hal ini dengan Padre dan kedua saudara kembarmu." jawab Karina pada akhirnya.
"Istirahatlah. Jangan tidur terlalu larut." lanjut Karina memejamkan kedua matanya.
"Madre maafkan Nica." gumam Nica dalam hati sebelum memejamkan kedua matanya. Nica merasa bersalah sudah berbohong tentang statusnya kepada ibunya.
oscarrrr cari adikmu
semua tp knp makin kesini makin sedikit minat pembacanya.