NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:370
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1 Hancur berkeping keping

BRUUKK!!!

Terlihat Pria itu dengan wajah memerah membanting meja dan kursi yang terbuat dari plastik dengan keras ke lantai sampai hancur berkeping keping.

"Taunya cuma duit ..duit aja!!!!gak mikir kamu aku lagi capeeek!!!"teriaknya masuk kedalam kamar sambil membanting pintu dengan keras.

Aku yang meringkuk di pojok ruang tengah itu hanya bisa terdiam menahan air mataku yang menggenang melihat sikap pria yang baru kunikahi selama dua tahun itu berbuat kasar di hadapanku.

"Tan kita kerumah nenek aja yuk !"ucap Dinda gadis kecil berusia delapan tahun yang menyaksikan itu dengan kesal mengajakku pergi kerumah orangtuaku.

Tanpa berfikir lagi aku mengangguk dan berdiri sambil mengambil dompet berwarna merah muda yang ada diatas meja makan mengeluarkan beberapa lembar uang ribuan yang tersisa di dompet dan segera pergi bersama dinda meninggalkan rumah itu tanpa meminta izin kepada suamiku mas Bram.

"Dinda sabar ya,nanti kita sarapannya dirumah nenek aja...uang Tante cuma cukup untuk bayar ongkos!".ucapku merasa sedih dan kasihan melihat keponakanku yang sedaritadi hanya diam padahal aku sudah berjanji kepadanya jika ia menginap dirumah aku akan membelikannya jajanan dan es krim yang ia suka.

"Ga papa kok tan,Dinda ngerti!"sahutnya pelan menatap jalan dari balik kaca mobil.

Selama setengah jam perjalanan menuju rumah orang tuaku akhirnya kami tiba disana.

Didepan rumah yang tampak sederhana seorang wanita tua yang masih terlihat gagah sedang menyapu halaman.

Dinda segera berlari dan menemui orangtuanya yang tinggal bersebelahan dengan rumah orangtuaku itu.

"loh..pagi pagi sekali sudah pulang?"tanya ibu melihat anak perempuan dan cucunya yang datang tiba tiba.

"iya Bu...!"sahutku merasa malu dengan apa yang terjadi dirumah tadi pagi sambil berjalan masuk kedalam.

"kamu kenapa Vay... ada masalah?Bram kemana ga anterin kamu terus tadi kamu sama Dinda kesini naik apa?"tanya ibuku dengan bingung.

Aku yang tidak bisa berbohong dan tidak bisa menahan airmataku lagi yang mau menetes akhirnya terpaksa menceritakan sikap Mas Bram tadi pagi.

"kalau aku tutupin pun percuma,Dinda pasti cerita sama orangtuanya soal Mas Bram"gumamku dalam hati .

"Kamu yang sabar nak....mungkin Bram lagi cape makanya sampe kaya GT!".ucap ibuku pelan."tapi enggak kaya gitu juga bu marah marah dan banting barang didepan Dinda ,dia masih anak anak,orangtuanya saja enggak pernah kasar padanya..lagain apa aku salah kalau minta uang sama suamiku sendiri untuk membeli sarapan kami?padahal mas Bram sudah gajian kemarin tapi kenapa malah kaya gitu"sahutku sedih.

"Yasudah kamu yang sabar lebih baik tenangkan dulu dirimu..oh ya kamu sarapan gih ,ibu udah masak tadi!"serunya menyuruh ku untuk sarapan.

"Ya Allah Mas,hanya karena perkara minta uang untuk sarapan kamu tega bersikap kasar kaya gitu sama aku didepan Dinda..."ucapku dalam hati.

Sudah beberapa kali aku mendapat perlakuan seperti ini aku hanya bisa sabar tapi hatiku sebenarnya merasa hancur dan tidak berguna,setiap dia marah selalu saja lontaran kata kasar atau merusak barang barang yang ada dirumah sebagai pelampiasan amarahnya.

"apa aku sudah salah memilih suami...seharusnya saat ini aku sedang bahagia dan tumbuh benih benih cinta dihatiku untuknya tapi disaat aku mulai mencintainya,dia selalu mencabut akar cinta itu sampai tak bersisa...berulang dan berulang lagi...".

Tiba tiba suara pesan masuk dari handphoneku berbunyi,kulihat pesan dari Mas Bram tertera disana.

Sayang..maafin aku ya,kamu pulang sekarang jangan tinggalin aku!!

"apa dia benar benar menyesal atas perbuatannya tadi...entahlah..."!gumamku meletakkan handphone itu diatas meja tanpa membalasnya.

***

1
partini
nyesek sekali sinopsisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!