NovelToon NovelToon
Jalan Kultivasi Sang Dewa

Jalan Kultivasi Sang Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi Timur / Epik Petualangan
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Adit

Di sebuah desa kecil yang terlupakan dunia, seorang anak pemburu hidup dalam kemiskinan sambil merawat ibunya yang sakit parah. Setiap hari ia mempertaruhkan nyawanya di hutan demi bertahan hidup, tanpa mengetahui bahwa takdir besar sedang menunggunya.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, sang ibu mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan—ayahnya masih hidup, dan berada di Dunia Atas, tempat para kultivator kuat menguasai langit dan bumi.
Dengan tekad untuk menemukan ayahnya dan mengubah nasibnya, pemuda itu memulai perjalanan kultivasi dari dunia paling bawah. Bersama teman yg ditemui Nya waktu dia masih kecil, ia menghadapi monster, sekte, pengkhianatan, dan perang antar dunia demi mencapai puncak kekuatan.
Sebuah perjalanan dari seorang pemburu desa… menuju penguasa langit tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 - Malam yang Menanti di Tengah Hutan

Tak lama kemudian, mereka bertiga meninggalkan desa dan kembali melanjutkan perjalanan. Jalan setapak yang membentang di depan perlahan membawa mereka memasuki kawasan hutan yang luas, tempat pepohonan tinggi berdiri rapat di kedua sisi jalur. Cahaya matahari pagi menembus celah-celah dedaunan dan menciptakan bayangan yang bergerak lembut di atas tanah.

Suara burung-burung berkicau terdengar dari berbagai arah, sementara angin sejuk berembus perlahan membawa aroma segar khas hutan. Dibandingkan malam sebelumnya, suasana pagi itu terasa jauh lebih tenang dan damai.

Tuan Xin berjalan paling depan seperti biasa sambil membawa kendi araknya. Langkahnya terlihat santai, seolah perjalanan panjang yang menanti mereka bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Di belakangnya, Cang Xuan dan Ling Yue berjalan berdampingan mengikuti jalur yang sama.

Sesekali Cang Xuan memperhatikan pemandangan di sekitarnya, sementara Ling Yue tampak lebih banyak memperhatikan Tuan Xin yang berjalan beberapa langkah di depan mereka. Meski wajahnya tetap tenang, berbagai pertanyaan masih berputar di dalam benaknya mengenai identitas sebenarnya lelaki tua tersebut.

Namun untuk saat ini, tidak ada seorang pun yang membahasnya.

Mereka hanya terus berjalan menyusuri hutan yang luas, meninggalkan desa yang perlahan menghilang dari pandangan di belakang mereka. Perjalanan menuju wilayah Penguasa Benua Timur akhirnya benar-benar dimulai, dan tidak ada satu pun dari mereka yang mengetahui kejutan seperti apa yang sedang menunggu di depan.

Setelah berjalan cukup lama menyusuri jalan setapak di dalam hutan, Tuan Xin mulai menjelaskan rute perjalanan yang akan mereka tempuh dalam beberapa hari ke depan. Sambil tetap melangkah santai di depan, ia berkata bahwa sebelum mencapai wilayah Penguasa Benua Timur, mereka masih harus melewati dua desa lagi yang berada di sepanjang jalur perjalanan.

Cang Xuan langsung mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Kalau boleh tahu, berapa lama perjalanan kita sampai ke tempat Penguasa Benua Timur?" tanyanya.

"Kurang lebih empat sampai lima hari lagi," jawab Tuan Xin tanpa menoleh.

Mata Cang Xuan langsung berbinar.

"Berarti kita akan melihat lebih banyak tempat baru."

Sebagai seseorang yang hampir tidak pernah meninggalkan Desa Awan Timur selama hidupnya, membayangkan berbagai tempat baru saja sudah cukup membuatnya bersemangat.

Kemudian ia menoleh ke arah Ling Yue yang berjalan di sampingnya.

"Benar, kan?"

Namun tidak ada jawaban.

Ling Yue tetap berjalan sambil tenggelam dalam pikirannya sendiri. Tatapannya sesekali mengarah ke punggung Tuan Xin yang berada beberapa langkah di depan mereka.

Melihat hal itu, Cang Xuan akhirnya memanggilnya.

"Ling Yue?"

Gadis itu langsung tersadar dari lamunannya.

"Iya? Ada apa?"

Cang Xuan menatapnya dengan heran.

"Apakah kau baik-baik saja? Sejak perjalanan dimulai, kalau kuperhatikan kau sering melamun."

Ling Yue berkedip beberapa kali sebelum tersenyum tipis.

"Oh, tidak ada apa-apa."

Ia menggeleng pelan.

"Aku hanya sedang memikirkan sesuatu."

Rasa penasaran Cang Xuan langsung muncul.

"Memikirkan apa?"

Ling Yue menatapnya sesaat, lalu senyum kecil kembali muncul di wajahnya.

"Itu rahasia."

Mendengar jawaban tersebut, Cang Xuan hanya bisa mengangkat bahu.

"Baiklah kalau begitu."

Ia tidak memaksa lebih jauh.

"Kalau memang itu rahasia."

Ling Yue terkekeh pelan melihat reaksinya.

Sementara itu, di depan mereka, Tuan Xin diam-diam melirik ke belakang. Tatapannya bertemu dengan tatapan Ling Yue selama sesaat.

Tidak ada kata-kata yang diucapkan.

Tidak ada isyarat yang diberikan.

Namun keduanya seolah memahami bahwa mereka sedang memikirkan hal yang sama.

Tak lama kemudian, Tuan Xin yang sejak tadi berjalan santai di depan kembali mengarahkan pandangannya ke jalur hutan yang membentang jauh di hadapan mereka. Setelah memperkirakan jarak perjalanan, ia berkata dengan tenang, "Sepertinya malam ini kita harus tidur di hutan."

Mendengar itu, mata Cang Xuan langsung membesar.

"Tidur di hutan?"

"Iya." Tuan Xin mengangguk santai. "Desa berikutnya masih sangat jauh. Dengan kecepatan kita sekarang, kemungkinan besar kita baru akan tiba besok."

Ekspresi Cang Xuan langsung berubah.

"Tapi bukankah itu berbahaya?"

Ia masih ingat betul bagaimana mengerikannya malam di Dunia Bawah.

"Malam hari Monster Abyss pasti akan muncul. Kalau mereka menyerang kita, bukankah itu sangat berbahaya?"

Tuan Xin justru tersenyum santai seolah hal itu bukan masalah besar.

"Itu memang benar."

Jawaban tersebut tidak membuat Cang Xuan lebih tenang.

"Kalau begitu kenapa kita tetap bermalam di hutan?"

Tuan Xin terkekeh pelan.

"Karena kita tidak punya pilihan lain."

Kemudian ia menambahkan dengan nada yang penuh keyakinan, "Lagipula, Monster Abyss tidak akan menyerang kita."

Cang Xuan langsung menatapnya dengan bingung.

"Maksudnya?"

Namun seperti biasa, Tuan Xin tidak memberikan penjelasan yang jelas.

Ia hanya tersenyum misterius.

"Tunggu saja sampai malam."

Nada suaranya terdengar santai.

"Nanti kau akan mengetahuinya sendiri."

Cang Xuan langsung menghela napas.

Ia sudah cukup mengenal sifat Tuan Xin untuk mengetahui bahwa lelaki tua itu tidak akan menjelaskan lebih banyak sekarang.

Karena itu, ia akhirnya memilih diam meski rasa penasarannya justru semakin besar.

Sementara mereka terus melanjutkan perjalanan, Ling Yue yang berjalan di samping Cang Xuan tetap terlihat tenang dari luar. Ia tidak banyak berbicara sejak pagi dan hanya sesekali menanggapi percakapan mereka.

Namun kenyataannya, pikirannya jauh lebih kacau daripada yang terlihat.

Tatapannya beberapa kali jatuh ke punggung Tuan Xin yang berjalan di depan.

Semakin lama ia memperhatikannya, semakin sulit baginya memahami situasi ini.

Karena tidak seperti Cang Xuan, ia mengetahui bahwa Tuan Xin bukanlah pengembara tua biasa.

Ia sangat mengenali siapa sebenarnya lelaki itu.

Dan justru karena itulah semakin banyak pertanyaan bermunculan di dalam benaknya.

Mengapa seseorang seperti dirinya berada di Dunia Bawah?

Mengapa ia menyembunyikan identitasnya?

Dan yang paling membuat Ling Yue bingung...

Kenapa dia memilih mendampingi Cang Xuan?

Pertanyaan-pertanyaan itu terus berputar di dalam kepalanya tanpa menemukan jawaban.

Di tengah hutan yang luas dan dipenuhi pepohonan raksasa, tiga sosok terus melangkah menyusuri jalan setapak yang membentang menuju kejauhan. Cahaya matahari menembus celah-celah dedaunan dan jatuh di atas tanah, sementara suara burung serta hembusan angin menjadi satu-satunya teman perjalanan mereka.

Di depan, Tuan Xin berjalan dengan langkah santai sambil membawa kendi araknya. Di belakangnya, Cang Xuan dan Ling Yue mengikuti tanpa mengetahui sepenuhnya apa yang menanti mereka di masa depan.

Bagi Cang Xuan, perjalanan ini adalah langkah pertama untuk mencari petunjuk menuju Dunia Atas dan menemukan jawaban mengenai ayahnya. Bagi Ling Yue, perjalanan ini adalah kesempatan untuk tetap berada di sisi seseorang yang telah mengubah hidupnya empat tahun lalu. Sementara bagi Tuan Xin, perjalanan ini memiliki makna yang jauh lebih rumit daripada yang terlihat di permukaan.

Mereka terus berjalan, berbincang sesekali, lalu kembali tenggelam dalam pikiran masing-masing. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyadari bahwa benang-benang takdir yang menghubungkan mereka telah mulai bergerak sejak lama.

Dan jauh di balik perjalanan sederhana yang tampak biasa itu, berbagai rahasia besar perlahan menunggu untuk terungkap. Rahasia tentang Dunia Bawah, Dunia Tengah, Dunia Atas, para Kaisar, para Dewa, serta keberadaan-keberadaan kuno yang bahkan belum pernah mereka dengar namanya.

Sementara itu, roda takdir terus berputar tanpa henti.

Membawa mereka selangkah demi selangkah menuju masa depan yang tidak dapat diprediksi oleh siapa pun.

End Chapter 18

1
asri_hamdani
tangkap 1-2 kan bisa untuk ganjel perut lapar 🤔
.: karena menurut Cang xuan menangkap hewan hewan kecil seperti kelinci ataupun kucing hutan itu hanya membuang-buang waktu karena hewan tersebut memiliki pergerakan yg cukup lincah Apalagi walaupun berhasil menangkap dia hanya mendapatkan koin yg sedikit apalagi dia mempunyai waktu terbatas yaitu jangan sampai malam hari karena banyak monster abbys yg berkeliaran oleh karena itu daripada membuang buang waktu ke hewan yg memiliki nilai koin yg sedikit menurut Cang xuan lebih baik mencari hewan yg ukuran nya cukup besar dan mendapatkan koin yg lebih banyak dibandingkan harus bersusah payah menangkap hewan ukuran kecil
total 1 replies
Kevandra
B🌻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!