Tiga tahun menyimpan rasa dalam diam bukan hal yang mudah.apalagi kalau orang yang kamu cintai tidak pernah benar-benar melihatmu.
"gue Syakila adzkia putri.hanya ingin satu hal,yaitu bisa bersama kakak kelas yang selalu jadi alasan gue buat datang kesekolah setiap pagi".
Namun,takdir justru mempertemukan dia dengan seorang badboy yang penuh rahasia,namanya Galen athar wijaya.hingga terjadi suatu insiden yang membuat mereka harus menjalin kesepakatan yang dapat menguntungkan satu sama lain.
"Mari kita buat kesepakatan di mana lo harus tutup mulut soal kejadian barusan.dan gue bakal atur lo sama zayyan".
"Lo beneran?tapi sampai kapan?"
"Ya...sampai lo jadian sama dia.setelah itu kesepakatan kita selesai!"ucapnya serius.
"Deal..?"ucapnya mengulurkan tangan.
syakila meraih tangan itu dan kesepakatan pun di mulai.
setelah lama berlalu syakila berhasil dekat dengan zayyan bahkan lebih dari sekedar teman.namun perhatian itu...
kalau penasaran ikutin terus ya kelanjutannya.bye🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyra Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kak zayyan!
________
"Ck,apa tuh cewek udah siap enggak ya?"pikirnya sembari berjalan pelan membawa beberapa belanjaan.
Dia sengaja melama-lamakan berbelanja untuk menunggu tuh cewek memberekan penthouse miliknya.
Menatap ke layar hp yang sudah lewat satu jam lalu.ia memutuskan untuk pulang ke penthouse dengan menaiki lift hingga saat ini ia sudah berada di depan pintu.menggesekkan kartu berwarna emas lalu masuk,menampakkan rumah yang sudah bersih dan rapi.
Sepi.
Kemana perginya gadis itu?itulah yang ada di benaknya.
Ia mulai mencari gadis itu hingga suara seseorang membawanya menuju ke arah kamar.matanya langsung di suguhkan dengan sosok yang sudah lengket di kusen pintu untuk menghindari kucing yang sedari tadi mengeong keras di bawahnya.
"GALENN!TOLONGIN GUE!"pintanya yang merasa sudah tak sanggup lagi untuk menopang berat tubuhnya di kusen pintu.punggungnya terasa mau remuk.
Galen menatap remeh."Ngapain lo kayak cicak gitu?mau adu aksi jangan disini.sono lo luar aja...biar ada yang ngasih lo uang receh."cercanya menautkan kedua tangannya di dada.
"PALA LO MAU ADU AKSI SETAN! PUNGGUNG GUE DAH MAU PATAH NIH! CEPETAN JAUHIN KUCING LO DARI GUE!".sungutnya ngegas.
"Lagian tuh kucing napa sih.tiba-tiba tantrum.padahal gak di ganggu jugak!"
"Heran gue tuh, itu emang kucing apa anjing?"keluhnya dengan nada kesal.
"MEEOONGGGGG..MEONG...MOENG...SRAK!..SRAK!"seolah mengerti,kucing itu mengeong kencang sembari mencakar cakar kusen pintu membuat syakila bergidik ngeri,ia semakin menaikan bokongnya ke atas.takut tiba-tiba kucing gila itu mencakar bokong bahenolnya.
"Dia gak mungkin ngelakuin itu,kalo lo enggak buat salah."tuding galen.
"Enak aja lo! gue gak macem-macem ya.orang cuma....AAAAAAA CEPETAN TOLONGIN GUE!"pekiknya sudah tak tahan lagi.
"Kiyem sini! lo gak seharusnya ganggu dia kek gitu.sini!"titahnya membuat tukiyem mendekati sang tuan.
Semetara syakila yang sudah tak mampu menahan punggungnya langsung terjatuh.untungnya masih ada alas kaki yang melindunginya.
"Ugh,punggung sama bokong gue.."lirihnya.lalu tak lama dia kembali histeris.
"aduh! AAAA....KAKI GUE! KAKI GUE TADI DI GIGIT SAMA DIA!"tunjuk ke arah kucing itu.lalu mencari-cari bekas luka gigitannya.
"pasti berdarah ini..."ucapnya yang mulai berkaca-kaca.kesal,marah,sedih menjadi satu. dia sangat menyesal sudah datang kerumah galen.
Mencari-cari di mana bekas gigitan kucing yang barusan menggigitnya,hingga galen juga ikut melirik ke arahnya sembari mengelus kucing yang ada di gendongannya.
"Eh?"syakila sedikit menekan tanda titik dua di betisnya untuk memastikan.sedangkan galen sudah bedecak kesal melihat tingkah laku syakila."alay banget lo!gitu doang udah heboh."
Benar!
Syakila merasa malu karna terlalu heboh,dia nggak nyangka kalau kucing itu hanya sebatas menakut-nakutinya saja.
Galen beranjak pergi dari sana bersama kucingnya. mereka berdua menatap sinis ke arah syakila yang masih terpakur memandangi titik dua di betisnya.
Galen duduk di sofa sembari mengambil remot tv."tuh udah gue siapin bahannya di dapur.gausah seolah-olah itu luka parah.tanda gitu doang,alay lo!"hardik galen dengan sedikit ejekan membuat syakila mengepalkan tangannya,sedangkan giginya ikut bergemeletuk saking geramnya.
dia bangkit lalu membersihkan bajunya yang terkena debu."galen."panggilnya rendah.
matanya berfokus ke galen yang tengah asik menonton layar besar itu."huufff...lo bilang kan bakal bantuin gue.gue udah bersihin penthouse lo,gue udah lakuin yang lo suruh...tapi ini balasan lo?"ucapnya tertahan.ada sesuatu yang dia sembunyikan di balik nada bicaranya.
"ck,lo bikin sendiri lah.caranya tinggal lihat di youtube,ribet banget."
Tanpa mendengar ocehan nya,Galen mengibas- ngibas tangannya mengusir syakila yang menurutnya mengganggu.membuat syakila mengepalkan tangannya geram,lalu pergi menuju dapur tak lupa sedari tadi mulutnya sudah berkomat Kamit memberi sumpah serapahnya kepada Galen.
Beberapa menit kemudian.
Brak!
Duar!
Aaaaaa~
Galen menatap gamang ke arah dapur nya yang dari tadi mengeluarkan suara tak enak di dengar, apalagi saat ini yang di dapur cuma ada cewek itu.
Membuat jiwanya meronta ronta untuk melihat apa yang terjadi di dalam sana, hingga ia memutuskan untuk melihatnya.langkah kaki itu semakin mendekat ke arah dapur tepat di pintu dapur ia mendapat kabut putih yang menguar dari dalam sana.
Uhuk,uhuk
Galen mengibas-ngibaskan tangannya,guna menghilangkan kabut putih yang menerpa wajah nya.sampai ia melihat sosok putih dari kepala sampai kaki"astaghfirullah,gue liat setan di siang bolong"ucapnya yang tampak panik berbeda dengan raut wajah yang ia keluarkan terlihat datar.
"Uhuk,uhuk, setan apaan.....tolongin gue"teriak syakila
"Astaga,tolol"pekik Galen tak kalah hebohnya.
"Lo kenapa bisa gini sih,gini aja gak becus lo."
"Sana, bersihin tubuh lo!"ucapnya mendorong tubuh syakila ke luar dari dapur.
Setelah cewek itu pergi,ia mengalihkan perhatian nya meja dapurnya yg terlihat berantakan"CK,ni cewek ngapain aja sih.sampe berantakan kek gini"ucapnya mengambil mangkuk yang di dalam nya terdapat telur beserta cangkangnya.
"Nih, tepung masih bisa di gunakan gak ya?" menatap tepung yang sudah berserakan di mana-mana.
Galen mulai memasang celemek di tubuhnya,sebelum memulai acara memasak.ia membuka tutorial dari YouTube. jangan kalian samakan dengan cowok yang di novel novel yang pandai segalanya,dia hanya pandai masak telur,nasi goreng dan mie instan.
"Galen,gue udah bersih nih"ucap syakila tepat di samping Galen, melihat lelaki itu sedang berkutat dengan masakan nya.
"hm"hanya deheman singkat yang keluar dari bibir pria itu yang sedang asyik dengan masakan nya.
"Terus gue ngapain,sini gue bantuin."tawarnya antusias.
Galen menghela nafas kasar"ngapain,buat susah aja lo!"ucapnya yang membuat hati syakila seperti tersambar petir di siang bolong.
"Iya....gue tau gue nyusahin."ucapnya sedih.
Galen terdiam sejenak.tumben nih bocah ngaku kesalahan nya,biasanya selalu aja ngeyel."mending Lo duduk aja sana,biar gue aja yang bikin."
Syakila yang tadinya terlihat sedih,kini merubah ekspresi menjadi berbinar"enggak,gue sini aja liat gimana cara buatnya."
"Serah lo deh."
Galen kembali fokus pada hp nya,takut kalau salah takaran bisa gak jadi.sedangkan syakila sedari tadi fokus menatap kegiatan Galen sesekali ia melihat raut wajah Galen yang tampak dengan keseriusan, yang tengah mengadon adonan di tambah dengan celemek yg menempel di tubuhnya terkesan seperti sosok pria sejati.
"Kalau di liat liat nih bocah lagi fokus,keknya lumayan juga."monolog nya,sampai netra syakila saling bertubrukan dengan manik tajam Galen.
"Apa liat liat,naksir lo?"tanya pria itu dengan nada percaya diri,nyaris saja syakila ketahuan mengagumi sosok bocah tengik ini.
Syakila mendengus, mengalihkan pandangan nya kesamping "gausah kegeeran."berbanding balik dengan hatinya yang berdegup kencang karena hampir ketahuan.
Galen menaikkan sudut bibirnya hanya sedikit, lebih tepatnya menyeringai namun dengan mata yang tajam.
Meoong~
Suara kucing mengalihkan perhatian syakila,yang awalnya menatap kucing yang bernama tukiyem itu dengan ragu. sedetik kemudian wajahnya tampak berseri kembali melihat tukiyem yang menduselkan kepala nya ke kaki gadis itu.
syakila segera berjongkok mengelus kepala Kiki dengan gemas"iih,Kiki kenapa kamu ngegemesin banget sih."ujarnya yang terus menerus mengelus kepala kucing berbulu lembut,sesekali menarik telinga nya gemas.
"Kenapa Lo gak bilang ke gue kalau Lo punya anabul segemes ini,gue kan bisa bawa makanan nya dia."ucap nya sinis.
"Kiki pasti lapel kan."celoteh syakila tak jelas.
Galen tak terima dengan penuturan cewek itu "kalo pun Lo bawa makanan buat dia,Lo pikir gue gak bisa ngasih dia makan.kalau lo mau ngasi dia makan ambil di kulkas bego!"pungkas nya dengan kesal.
"Lo pikir gue semiskin itu"Galen berdecih dengan wajah kesal sambil mengaduk adonan itu dengan kasar.
"Oke"syakila tak menghiraukan perkataan Galen barusan lebih tepatnya masuk kuping kanan keluar kuping kiri,yang ia fokus kan hanya kucing yang bergelayut manja di gendongan nya.
Beberapa menit kemudian setelah selesai memberi makan tukiyem,syakila kembali lagi ke dapur"udah siap belum?"ucapnya melihat Galen yang sedang memanggang kue, dengan tangan yang menyatu kebelakang sembari mata yang melirik kearah oven listrik,sesekali ia manggut-manggut melihat kue itu mulai mengembang.
"Lo punya mata kan?"celetuk Galen tiba tiba,membuat iris coklat syakila bertemu dengan iris hitam legam Galen,syakila mengangguk iya kalau dirinya memang mempunyai mata.
Galen mendengus kesal melihat jawaban syakila,dengan mata mengedip tampak seperti orang bodoh "kalau ada,ya di pake pikun! punya mata tapi ngga berguna."ucapnya memijat batang hidungnya.
"O,oh,tapi gue belum pikun juga ya."ucap nya dengan tenang mencoba untuk mengalah dalam satu hari ini saja.
Beberapa jam berlalu
Di atas langit langit kota,yang berwarna jingga menambah keindahan kota jakarta.
Sedari tadi tampak sepasang insan yang tengah sibuk menata dessert durian di dapur, dengan memberi beberapa toping kacang tak lupa ia membungkusnya secantik mungkin.
"Finish"finalnya, menyeka keringat menggunakan punggung tangan,seraya tersenyum tipis.
"Akhir nya selesai juga"ujar syakila bahagia"cantik banget dessert nya,sama kaya gue."ucapnya yang memelankan kalimat terakhir nya.
"Idih,najis!"Galen berdecih jijik melirik syakila karna dia barusan mendengar penuturan cewek itu.
"Dah,pulang sana!"usirnya mendorong tubuh syakila yang ingin komentar, mendorong pelan tubuh itu hingga ke depan pintu utama.
"CK,iya iya....gausah kek dorong juga kali,ngusir banget." syakila merolling bola matanya, sembari bibir yang mengomel tak jelas.
Hendak ingin membuka pintu itu,suara bel berbunyi dari luar,Galen dengan sengajanya mendorong tubuh syakila yang hendak membuka sambungan intercom dari luar.
Galen mengaktifkan nya"halo."ucapnya,syakila yang berdiri di sampingnya mencebikkan bibir.
Tiba-tiba zayyan nimbrung dari kamera."ini gue len, jaket gue ada di rumah lo gak?"tanyanya dengan suara khas miliknya.
Deg!
Bersambung~