NovelToon NovelToon
Lorenzo Stepbrother'S Obsession

Lorenzo Stepbrother'S Obsession

Status: tamat
Genre:Angst / Beda Usia / Teen / Teen Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Cintamanis / Tamat
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: _yan08

Bagaimana jika kamu menyukai adik tirimu sendiri? Itulah yang di rasakan oleh Renzo pemuda tampan yang begitu menggilai adik tirinya yang begitu manis dan polos.

"Keluar selangkah lagi, besok kamu gak akan bisa berjalan lagi. Baby!"

Renzo mengendus leher adik tirinya yang sudah menangis ketakutan.
"No, Abang jangan lakuin itu ...,"
tangisan, permohonan adik tirinya begitu candu bagi Renzo, dirinya akan semakin dominan jika adik tirinya menangis memohon ampun di bawahnya!
"You're driving me crazy darling!"

. . .

"ini salah, kita saudara, kita tidak boleh seperti ini!"
Menghadapi fantasi gila Abang tirinya membuat Nazila hampir hilang arah, hidupnya merasa tidak tenang!

baca dulu 10 bab 😁 biar tau alurnya 🤓🥀🙃💐

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon _yan08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter. 31

Sepulangnya dari pemakaman Joana langsung pergi ke kamarnya mengumpulkan semua yang di dapatinnya dari kamar sang putri berupa Pill dan alat pengaman beserta baju dinas yang putrinya beli. "Hah, jika ini benar aku tidak tau harus bagaimana lagi tuhan, anak gadisku ...." tangisannya tersedu-sedu terduduk di samping ranjang melihat benda menjijikan itu terkumpul.

"Punya siapa ini Joana?" tanya Fathur di balik pintu menatap tajam Joana, dia berpikir itu milik istrinya.

"Duduk mas, aku mau menjelaskan sesuatu," pinta Joana menatap sang suami dengan mata sembab.

Mau tak mau Fathur duduk menatap penuh pertanyaan pada benda yang terkumpul di atas ranjang itu. "Sebenarnya aku tidak mau menduga-duga mas, bahwa ini semua milik anak gadisku, aku takut mas ...." Tangis Joana mendekati sang suami lalu memeluknya. "Aku takut tak bisa menerima kenyataan bahwa yang kutemukan adalah fakta mas, aku masih belum bisa menerima bahwa anak gadisku melakukan semua itu mas, aku takut ...."

Fathur membalas pelukan sang istri yang tengah menangis sesenggukan. "Tenanglah, kamu harus menyikapinya dengan kepala dingin dan hati yang tenang agar tak kebawa emosi, kita tanyakan ini pada anak kita pelan-pelan, oke?" ucap Fathur mengelus pelan rambut istrinya. Fathur tak habis pikir kenapa bisa anak gadisnya melakukan hal menjijikan itu? Hah tapi ini bukan kehendaknya.

Joana mengangguk menangis tersedu-sedu, biarkan dulu seperti ini.

* * *

Sore harinya Joana mendatangi kamar sang anak dengan barang-barang yang dirinya bawa. "Nak buka pintunya, ini mommy?" teriak Joana di depan pintu.

"Sebentar ...!" balas Nazila.

Pintu kamar itupun terbuka menampakkan si empunya yang baru selesai mandi. "Ada apa mom, kok tumben?" tanya Nazila mempersilahkan sang mommy masuk.

Joana terdiam melirik sekilas lalu masuk dan duduk di sisi ranjang sang anak. Nazila menyerngit kan alisnya bingung dengan keterdiaman sang mommy, tumben.

"Sini duduk, mommy mau bicara sesuatu, tetapi kamu harus jawab dengan benar jangan bohong!" tuding Joana menatap serius sang anak.

Nazila tersenyum simpul, menanggapi keseriusan sang mommy, biasanya juga seperti ini kan, jadi kenapa harus takut.

Karena waktunya sudah tepat Joana mulai mengeluarkan barang-barang yang dirinya bawa, mengeluarkannya satu persatu.

Raut wajah Nazila nampak sangat menegang melihat benda-benda yang di keluarkan oleh sang mommy. "Gak ..., gak, mungkin mommy tau kan?" batin Nazila terlihat gelisah.

Joana hanya menatap seolah dirinya tak paham dengan raut wajah sang anak, padahal dalam hatinya sudah sangat panas siap untuk mengeluarkan kata-kata mutiaranya.

"Ini punya siapa mom, kok bentukannya aneh-aneh begitu?" tanya Nazila seolah tak tau, ya tuhan jangan sampai.

"Mommy juga gak tau nak, soalnya mommy nemu semua ini di kamar kamu, makanya mommy bawa ke sini buat nanya kamu," ucap Joana melirik wajah sang anak yang nampak sangat tegang dan gagu tak fokus.

"Masa sih mom, soalnya Zila aja gak ngerti barang kek beginian tuh apa, masa ada di kamar Zila sih ...," sebal Nazila pura-pura merajuk, tetapi hatinya sangat gelisah.

Joana tersenyum sinis, pura-pura tak tau. "Oh ...," desisnya. "Masa sih, tapi semuanya ini mommy temuin di kamar kamu loh? Gak mungkin kan ..., kalo pelayan di sini yang menaruhnya, dan lagi skrip pembelian baju ini juga atas nama kamu," to the poin langsung Joana mulai menatap tajam penuh intimidasi pada putri kecilnya yang sangat dirinya jaga.

Nazila menunduk gugup, dirinya sudah ketahuan, apa yang harus dirinya katakan.

"Kok diem nak? Jelasin dong sama mommy ...," ucap Joana semakin mendesak.

"Maafin Zila mom ...," lirih Nazila menunduk menangis menahan air matanya.

Joana memegang dada kirinya merasa di hantam bebatuan besar, dirinya berpikir semoga bukan anaknya, semoga saja bukan, tetapi tuhan tak mendengarkan doanya. "Kenapa kamu melakukan itu nak? Jawab mommy siapa laki-laki yang sudah merusakmu, heh!?" tanya Joana menunduk mengangkat dagu kecil itu.

"Jawab mommy Nazila!" desisi Joana mencengkeram erat rahang sang anak.

"Laki itu adal--"

"Sayang kamu di mana?" panggil Fathur, membuka pintu kamar anak gadisnya. "Kalian kenapa, sayang lepaskan nanti pipi anak kita sakit," titah Fathur menarik sang istri agar menjauh dari sang anak.

"Kenapa mas?" tanya Joana sedikit kesal karena sedikit lagi rasa penasarannya akan terobati siapa laki-laki brengsek yang sudah berani merusak anak gadisnya.

"Ada yang mas mau bicarakan tapi gak di sini, ayo keluar, nak maafkan atas sikap mommy mu ya, kami pergi dulu." Fathur segera pergi dari sana setelah berhasil menarik tangan sang istri.

Nazila mengusap air matanya menatap pintu yang masih terbuka lalu segera menutupnya, lega rasanya tetapi rasa takut itu kembali lagi membuatnya menangis keras di balik bantal, hidup indah yang di impikannya rusak dalam sekejap, rasa takut dan bersalah membelenggu dirinya. "Mommy Zila minta yang sebesar-besarnya mommy, Zila minta maaf ...." Tangisan pilu itu semakin terdengar nyaring di pergantian waktu dari sore ke petang.

Tak lama setelah dirinya lelah menangis iapun sesegera mengambil handphonenya untuk menghubungi sang Abang yang entah berada di mana. Panggilan pertama tak di jawab, begitupun seterusnya.

“Abang di mana, jawab panggilan Zila, Abang ….” Tangis si empunya menatap nanar layar handphonenya.

Halo teman-teman sepertinya besok atau kedepannya aku gak bisa update cerita lagi ya 😁 soalnya ada problem, jadi maaf jika cerita atau kata² dalam cerita saya ini kurang mengenakkan 🙏🏻💐

1
Rookie.. ~
Mampir kak
Rina Agustina
walaupun Mak bapaknya nikah, mereka juga halal kok menikah, krna GK sedarah ..ak udah pernah baca..
Qaisaa Nazarudin
Sebenarnya gak rumit,mereka cuman adek beradek tiri,gaknada hubungan darah,Kenapa menyulitkan hal yg gampang,itu berbalik kemanusia itu sendiri..
Qaisaa Nazarudin
Lha ceritanya siapa thor?? kok kayak gak nyambung gitu?? flashback ya? tapi siapa?🤔🤔🤔😇😇
Qaisaa Nazarudin
Ntar gak sengaja ketemu Nazila malah langsung naksir nih..Mampos yg bakar tuh sekolah..😂
Qaisaa Nazarudin
Kamu pikir mommy dan daddy kamu percaya apa yg kamu aduin,Yg ada kamu yg kenak marah..
Qaisaa Nazarudin
Abangnya nih jenis Teh celup kali,udah biasanya,makanya adek sendiri dia embat..
Qaisaa Nazarudin
Lagian Nazila ngenyel banget,Udah tau Renzo Tempramen kek gitu,masih aja sok membangkang..Renzo juga kenapa sih kejam banget..
Qaisaa Nazarudin
Ogeb..Yang ada bukannya di jaga,Malah di Mangsa..Ninggalin anak yg gak ada ikatan darah..
Qaisaa Nazarudin
Pantesan temen2 di sekolah lama bilang dia sok polos,Gampang banget di bawak oleh siapa saja,Padahal baru aja kenal
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget tidurnya,Bisa ya gitu 🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Bukan adik sedarah..
Qaisaa Nazarudin
B2 itu kelas apa? kelas berapa? 🤔🤔
Reni Anjarwani
saysng bgt ngak bisa bersatu
🔵♨ˢᶜѕ⍣⃝✰❤️⃟Wᵃf₭Ⱡ₳Ɽ₳♕⃟ᶜᶻⱽ🍇
sayang banget ceritanya sad ending..., /Cry/ hanya diakhiri dengan perpisahan yang dipaksakan /Shame/
Ramma Dharma
yah,udah end.sad ending 😭
Teteh Lia
Fathur, Daddy yang baik..
Teteh Lia
Awal bab aja udah bikin aq suka.. langsung aq subscribe kak 🙏
Yan🌾: Makasih kakak 🙏🏻🙏🏻🔥🔥
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up
Neneng Dwi Nurhayati
double up kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!