Daffin Alenio.R anak lelaki dengan wajah bulat, senyum manis, tubuh pendek yang dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya
Ia tinggal di panti asuhan, ntah apa penyebab orang tua nya menitipkannya atau mungkin membuangnya di sana, daffin tak peduli dengan semua itu karena bunda panti sudah seperti ibunya sendiri, daffin berpikir bahwa memang orang tuanya tak menginginkannya, ia tak membenci mereka hanya saja sedikit kecewa
Sampai suatu hari setelah ia masuk sekolah menengah atas, semuanya berubah dan hingga akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang mengaku ayahnya
Apa yang akan terjadi selanjutnya?
BxB❎
BL ❎
Brothership ☑️
Family Love ☑️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asyafa Bnb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bersatu kembali
Pagi ini Daffin sedang memilih baju yang akan ia kenakan untuk menghadiri acara penting yang ntah dia pun tak tahu acara apa yang jelas David memintanya untuk berpakaian rapi
Bocah pendek itu masih memilih beberapa jas yang ayahnya berikan tadi siang, ia bahkan tak memperdulikan Samuel yang terus memanggilnya dari luar kamar ia masih bingung
Ada dua jas dengan celana pendek dan tiga jas celana panjang, Daffin benar benar bingung sekarang, oh ayolah ia tak akan nyaman dengan memakai pakaian seperti itu, terlalu kaku.
"tuan kecil, ayo semuanya sudah menunggu tuan" teriak Sam dengan terus mengetuk pintu kamar nya
"Bentar paman!" ucap Daffin dengan teriakan yang tak kalah keras tentunya
Cklek
Pintu kamarnya dibuka, Daffin menoleh karena ia sangat ingat bahwa pintu kamarnya ia kunci dan kuncinya pun ada di nakasnya
Dapat Daffin lihat David datang dengan berkacak pinggang lalu melangkah kearahnya
"hey baby, kenapa lama hm? Semuanya sudah menunggu selama satu jam lamanya" ucap David dengan mengelus Surai Daffin
"Afin bingung ingin pakai yang mana" jawab Daffin seadanya, David terkekeh dengan semua itu, lalu ia mengambil salah satu jas dengan celana panjang berwarna grey senada dengan jas yang ia kenakan saat ini
"ini saja, sekarang ganti oke" ucap David, Daffin hanya mengangguk paham lalu melenggang pergi menuju ruang pakaian nya untuk berganti pakaian nya dengan pakaian yang David pilih
Beberapa menit kemudian...
Daffin keluar dari ruangan pakaian nya dengan setelan jas yang ia kenakan serasi dengan jas yang David kenakan, rambutnya masih acak acakan dengan sandal bebek favorit nya yang masih setia menempel di kakinya
David terkekeh melihat semua itu, sangat menggemaskan batinnya lalu memberi isyarat pada Daffin untuk mendekat kearahnya yang sudah memegang sisir
Dengan telaten David menyisir rambut lembut milik Daffin dengan sangat hati hati seolah rambut itu adalah barang berharga
Setelah selesai keduanya turun kebawah, Dapat keduanya lihat bahwa seluruh keluarga nya sudah bosan menunggu bahkan Gallan dan Falend sedang memakan camilan hingga hampir habis
"Maaf ya semuanya, Afin tadi bingung untuk memilik pakaian hehe" ucap Daffin menyadarkan seluruh keluarganya yang masih sibuk dengan pikiran mereka
"uhh baby kau sangat menggemaskan" ucap Falend lalu berlari mendekati Daffin berniat ingin menguyel kedua pipi adiknya itu, namun tangannya ditahan oleh Fero yang dekat dengan posisi Daffin
"tanganmu kotor" ucap Fero dengan tatapan tajam yang ia layangkan pada adik nya itu
"heheh sorry kak" ucap Falend dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"sudah ayo kita berangkat, ini sudah hampir pukul 7 malam kita bisa terlambat nanti" ucap Frans, semuanya mengangguk saat melihat jam yang ada
keluarga Gerald, Frans, dan David mereka pergi dengan satu mobil untuk keluarga mereka masing masing sementara Jeremy ia ikut bersama mobil milik Gerald. Jangan lupakan 2 mobil bodyguard yang mengawal mereka dan juga beberapa shadow yang ditempatkan mereka untuk terus mengawasi dari kegelapan
***
Tibalah mereka di sebuah hotel bintang lima paling terkenal di kota itu, semua terlihat menatap bangunan itu dengan pandangan biasa saja berbeda dengan Daffin, sikembar, Falend dan Gallan yang heran serta bingung karena untuk apa mereka kesini pikir mereka
saat memasuki pintu utama hotel tersebut mereka disambut dengan baik oleh beberapa bodyguard di sana, lalu mereka masuk suasana di sana sangat sepi oleh pengunjung atau memang sengaja di sepikan hanya untuk pertemuan kali ini
Mereka semua di arahkan menuju salah satu aula terbesar di sana saat sampai dapat mereka lihat 3 pria berbeda umur yang sudah duduk di salah satu sofa
'wahh makanannya banyak banget' batin Daffin, fokus anak itu teralihkan oleh meja besar dengan banyak jenis makanan di atasnya
"maaf kami terlambat" ucap Jeremy lalu duduk di sofa kosong yang ada di sana diikuti oleh ketiga anak dan para cucunya
Daffin baru sadar jika dihadapan nya adalah paman yang ia kenal dan dua lelaki tak ia kenal
"paman?!" pekik Daffin terkejut, Petras hanya tersenyum tipis kearahnya
"baby tutup mulutmu" ucap Daniel, semuanya terkekeh melihat Daffin yang sangat menggemaskan itu
"uh adek manis sini duduk dipangkuan Abang sayang" ucap salah satu lelaki di samping kanan Petras, semua mata Robertson menatap lelaki itu dengan tatapan tajam beraninya lelaki itu menggoda permata mereka
"paman.." bukannya menjawab Daffin malah memanggil Petras, Petras menatap Daffin
"ada apa boy?" tanya Petras
"mereka berdua itu siapa? terus kenapa paman ada di sini? paman beneran kenal ternyata sama Daddy dan yang lainnya ya" tanya Daffin dengan memiringkan sedikit kepalanya, serta kekehan diakhir kalimat nya
"hahah kau memang sangat menggemaskan" ucap Petras sembari mengusap surai Daffin
"mereka berdua adalah putraku... ini putra pertamaku namanya Devon Re Alexander dan yang ini putra keduaku Jean Re Alexander kamu bisa memanggil keduanya Abang" jelas Petras, Daffin mengangguk ngangguk kepalanya paham
"hai adik manis, aku Abang Jean heheh abangmu sekarang" lagi lagi Jean menggoda Daffin dengan tatapan seperti ingin menjadikan Daffin seorang pendamping hidup untuknya
Semua kakak Daffin tentu saja menatap Jean tak suka, apalagi sekarang Daffin berpindah duduk di tengah tengah antara Petras dan Jean
"baby, kenapa pindah kesana? di sini saja ya" ucap Darren tak rela
"iya sayang kesini, jangan dekat dekat pedofil seperti dia" Fernand ikut menimpali sembari menunjuk Jean
"sudahlah boy, biarkan adik kalian itu" ucap Jeremy, Darren dan Fernand hanya menghela nafas kasar
"kekanakan" ucap Gevano dan Fero kompak
Mereka melanjutkan acara tersebut, dimulai dari perkenalan satu sama lain, mengobrol tentang perusahaan sampai bercanda ria bersama celotehan Daffin
Para orang tua duduk memisahkan diri disebuah sofa yang ada dipojok kanan ruangan untuk membahas tentang dia sementara para anak mereka masih asik di sofa yang sedari tadi mereka duduki dengan Daffin sebagai bintang utama nya
***
Berbeda dari suasana yang sangat menyenangkan dan hangat di tempat pertemuan keluarga Robertson dan Alexander
Kini disebuah ruangan dengan pencahayaan yang minim dua pria justru merasakan kekesalan yang sangat amat kesal karena melihat moment dari kedua keluarga tersebut yang sangat berbanding terbalik dari rencana keduanya
"Sialan! Lihatlah mereka justru berdamai dan bersenang senang sekarang" ucap pria yang lebih tua
"Rencana kita selama ini Sia sia!" lanjutnya sembari membanting laptop dihadapan nya sampai hancur tak berbentuk
"biarkan mereka bahagia untuk saat ini... Kita hanya perlu memberi bumbu pemanis nanti" ucap yang lebih muda
"tapi lihatlah kita tak akan bisa menang melawan dua keluarga berpengaruh!" ucap yang lebih tua dengan amarah yang semakin menjadi
"bisa, jika kita langsung menyerang titik lemah mereka" ucap yang lebih muda dengan seringai di wajahnya, sangat mengerikan.
pria tua yang paham ikut tersenyum dengan seringai yang tak kalah mengerikan
"Bocah itu..." gumamnya
🐻🐻🐻
Vote + Like + Comment ❤️