Shireenz adalah gadis periang yang sedang mencari seorang kekasih yang sempurna untuknya. Namun, kenyataannya tidak ada manusia yang benar-benar sempurna didunia ini.
Tapi pada suatu hari, akhirnya shireenz menemukan seorang kekasih yang sempurna untuknya.
Itu pun bukan seorang manusia, melainkan seorang malaikat.
Seorang malaikat yang menjadi teman shireenz, dalam mengelilingi dunia masa depan, dan dunia spiritual.
Apakah mereka bisa bersatu?
Yuk baca kisahnya...
Foto cover by: Noveltoon
Kita kenalan yuk!...
@alizee_ens
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S.y.h.Rahmah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tuduhan (13+)
...CHAPTER 30...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Maaf, siapa yang anda maksud?" tanya Reporter Tv itu pada Ida.
"Bila?" tanya Ida.
"Iya" jawab Reporter Tv itu.
"Dia dulu klien saya, dia adalah wanita yang sanga saya hormati. Namun Shireenz sangat membencinya, dia selalu menghasut saya untuk tidak meladeni kasus Bila. Saya sangat bingung, kenapa dia begitu membenci Bila" jelas Ida sambil menahan tangis.
"Saya pun mencari tahu, hingga pada suatu hari. Saat saya berhasil mendapatkan jawabannya, saya terlambat bertindak, hingga tiba-tiba saja, saya menerima kabar bahwa Bila telah meninggal" lanjut Ida yang meneteskan airmata palsu.
" Dan saya yakin, bahwa Shireenz-lah penyebab kematian Bila, Pada waktu kebakaran dirumah Sherly, sepupu Bila" lanjut Ida.
Tuduhan demi tuduhan yang dilontarkan Ida kepada Shireenz, membuat Shireenz yang sedang koma, meneteskan air matanya.
Camelia pun menangis. Namun Saman tidak menangis, raut wajahnya malah terlihat begitu kesal, marah dan kedua tangannya dikepalkannya.
"Maaf nyonya, jika Shireenz lah pembunuh Ila da Sherly, lalu mengapa dia bisa dalam kondisi kritis seperti ini?" tanya Reporter Tv itu pada Ida yang membuat Ida kehabisan kata-kata.
Ida pun terlihat kebingungan, hingga berkeringat, dan tubuhnya gemetar.
Tiba-tiba saja, ada seseorang yang berbisik ditelinga kirinya.
"Jawablah!!!!!..... Atau kubunuh anakmu sekarang juga" ancam Iblis Junaid yang berbisik pada Ida.
Ida yang begitu ketakutan pun segera menjawab.
"Em.... Sebenarnya saat itu, sebelum Bila mati. Dia pasti sempat melawan hingga mendorong Shireenz, sehingga dia terjatuh dari lantai 2. Dan disaat yang bersamaan, Bila juga terpeleset dari lantai 2" jelas Ida yang berbohong.
Saman yang begitu kesal pun segera mematikan Tv, dan pergi untuk membalaskan dendamnya pada Ali.
Saman merasa bahwa Ali akan pergi bersenang-senang dikantornya.
Saman pun segera memutar mobilnya, menuju kantor Ali.
Di kantor Ali
Saman pun keluar dari mobilnya.
Dan dengan raut wajahnya yang begitu marah, membuatnya tidak menghiraukan pak Satpam yang sedang berjaga itu.
"Maaf pak, kantor ini belum dibuka. Hanya terbuka dimalam hari" tegas pak Satpam pada Saman yang akan menyelonong masuk kedalam kantor itu.
"Minggir!" ketus Saman yang mendorong pak Satpam itu.
Saman pun segera masuk kedalam kantor itu.
"Hei!!!!... Dasar bodoh!" celetus pak Satpam itu.
Didalam kantor, ternyata sedang ada acara.
Pantas saja, pak Satpam melarang Saman untuk masuk.
Kedua bola mata Saman berkeliling melihat wajah-wajah semua orang yang ada dikantor itu.
Sedangkan disisi lain
Shireenz yang sedang koma, tiba-tiba saja kejang-kejang.
"Astaghfirullah al'adzim!.... Ada apa denganmu, nak" ucap Camelia yang terkejut.
"Dokter!!!!" teriak Camelia yang telah menangis.
Sang mama yang melihat kejadian aneh itu, segera memanggil dokter.
"Dokter!.... Dokter!" teriak Camelia yang panik.
Tak lama kemudian
Dokter pun menangani Shireenz
"Em... Buk, kami mohon untuk tunggu diluar" minta Suster pada Camelia yang menangis tersedu-sedu.
Camelia pun menunggu diluar
"Dimana Saman?" ucap Camelia yang baru sadar, bahwa Saman sedang tidak di rumah sakit.
"Disaat seperti, dia menghilang kemana" ucap Camelia lagi, yang mulai menelfon Saman.
Namun, Saman tidak mengangkat telfonnya.
Didalam ruangan
Dokter pun segera melakukan Stimulasi Saraf Vagus pada Shireenz. Stimulasi Saraf Vagus sebagai kontrol, untuk leher supaya memberikan sinyal agar otak menahan getaran hebat.