Rose seorang gadis muda yang terjebak di dalam sebuah novel akan tetapi bukan menjadi pemeran utama, antagonis,ataupun pembantu melainkan hanya menjadi seekor kupu-kupu. Rose harus berusaha bertahan hidup di dunia yang bahkan sangat aneh baginya dalam bentuk kupu-kupu.
Tapi tanpa ia sadari jatuh cinta pada dewa kehancuran yang sedang menjalani ujian. Sedangkan sang dewa karena berhutang budi pada Rose dan memutuskan untuk menikahi gadis tersebut. Akan tetapi, dewa tersebut sudah memiliki rencana akan meninggalkan gadis itu suatu hari.
Hei pembaca setia untuk novel karya Aif kali ini author pingin ala ala fantasi gitu wkwk bosen aja romansa modern tapi tenang aja kok romansanya pasti ada dong wkwk jadi silahkan baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aif04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Istirahat Bersama
''Benarkah ?'' tanya gadis itu yang sebenarnya hanya berniat untuk menggoda pria tersebut.
''Ehem maaf tuan dan nona apakah kalian masih lama untuk mengobrolnya ?'' Tegur pendeta yang sudah siap akan menikahkan mereka berdua.
'' Oh maaf pak kami terlalu asi tadi, sekarang sepertinya sudah dapat dimulai.'' Jelas gadis itu dengan senyuman manisnya.
Setelah itu akhirnya pernikahan dilaksanakan dengan lancar tanpa gangguan apapun dan akhirnya ikatan diantara pasangan itu semakin kuat.
#######
Pernikahan tersebut berjalan dengan cepat bahkan pada saat ini masih tengah hari tapi Rose sudah berada di kamarnya karena acaranya yang memang telah selesai.
''Tok, tok, tok.''
''Ya masuk saja tidak di kunci kok.'' Saat ini gadis itu tengah membaringkan tubuhnya diatas kasurnya dengan mata yang terpejam akan tetapi ia masih sepenuhnya sadar.
''KRIET.'' Suara pintu kamarnya yang terbuka.
''Aku akan membuka gaunku nanti jadi kalian bisa pergi dulu jika aku mau melepaskannya maka aku akan memanggil kalian ya.'' Ujar gadis itu dengan matanya yang masih tertutup rapat.
''Bukankah tidak nyaman jika tidur tapi menggunakan gaun ?'' Suara bariton yang membuat Rose yang awalnya menutup matanya kini menjadi terbuka lebar.
''Ha, sejak kapan kamu berada disini ?''
''Sejak tadi.'' Jawabnya dengan enteng.
''Huh kenapa kamu kesini ?''
Mendengar pertanyaan tersebut membuat pria tersebut mengernyit heran. Didalam pikirannya mereka kan sudah menikah bukannya jika sudah menikah maka akan tinggal di satu kamar yang sama.
''Tentu saja karena aku suamimu jika aku tidak tidur disini maka aku harus kemana ?''
''Itu benar juga tapikan...''
''Ya sudahlah aku ke kamar ku saja.'' Ujar pria itu lalu berjalan kearah pintu keluar.''
Tapi dirinya sudah lebih dahulu di tahan oleh Rose yang menarik kuat tangan milik pria tersebut.
''kamu bisa istirahat disini, kita bisa berbagi kamar maksudku kita memang sudah menikah jadi seperti katamu tadi kita memang harus tidur di kamar yang sama.'' Ujar gadi situ dengan menundukkan kepalanya karena malu dengan apa yang di dikatakannya barusan.
''Hmm baiklah jika istriku yang memaksa.'' Ucapnya lalu berjalan kearah kasur milik gadis tersebut.
''Istriku.'' Gumam gadis itu yang mendengar kata yang sangat indah dari pria yang sudah berstatus sebagai suaminya tersebut.
''Apakah istriku ini tidak jadi untuk beristirahat bukankah tadi sepertinya ingin istirahat atau mungkin kita bisa langsung...'' Goda pria tersebut.
''BUK.'' Sebelum berbicara lebih lanjut bantal sudah lebih dahulu menghampiri mukanya.
''Aww.'' Pria tersebut memegang hidungnya yang sebenarnya tidak sakit tersebut.
''Sudahlah lebih baik kita tidur saja.'' Ujar gadis tersebut yang langsung membaringkan tubuhnya di samping pria tersebut. Matanya menatap lurus ke atas sedangkan pria tersebut justru menghadap kearah gadis tersebut.
''Kenapa melihat kesini bukankah katamu mau tidur jadi pejamkan mata dan jangan melihatku seperti itu.'' Rose yang menyadari jika pria itu yang terus menatapnya. Bukan karena dia tidak suka tapi rasa takut terus hinggap di hatinya. Dia bukanlah nak kecil yang tidak mengetahui apa yang akan di lakukan oleh pasutri yang baru saja menikah.
''Aku akan tidur jika sudah melihatmu tertidur.'' Ujar pria tersebut tanpa memalingkan wajahnya sedetikpun.
''Aku yang tidak bisa tidur jika kamu terus melihatku seperti itu.''
''Bagaimana jika begini.''
''Akh...'' Pria tersebut menarik Rose kedalam dekapannya lalu memeluknya dengan erat.
''Sekarang tidurlah sebelum aku berbuat lebih Rose.'' Ucapnya tepat di telinga Rose.
''Hmm.'' Gadis itu yang awalnya ingin memberontak langsung terdiam mendengar ancaman dari pria tersebut. Ia berpikir lebih baik ia tidur dari pada pria ini yang bisa saja menidurinya. Membayangkannya saja membuat gadis tersebut bergidik ngeri.
Beberapa saat kemudian terdengar suara nafas yang mulai beraturan dari gadis tersebut membuat pria tersebut melirik kearah sosok yang masih ia dekap saat ini.
Raut wajah yang awalnya menunjukkan kelembutan berubah menjadi tegas hanya dalam beberapa detik, mata tajam itu menelisik seluruh kamar Rose saat ini. Aura yang ia miliki juga berbeda dengan saat ia menjadi Ithel yang biasanya lembut tapi pria ini sekarang memiliki aura yang menakutkan.
''Anggap saja ini adalah balas budi untukmu.'' Gumamnya dengan pelan dengan menatap gadis yang masih tertidur itu.