(Sekuel) Sang Pewaris
Kenzo Alvaro Aditama pria tampan yang merupakan calon CEO yang terkenal begitu sangat Arogan dan kejam.Ia tak segan segan mengeksekusi orang yang berniat berbuat curang padanya.
Dalam masalah percintaan pria itu tak tersentuh.Tak ada gadis maupun wanita yang berhasil menaklukkan hatinya.Lain halnya dengan saudari kembarnya yang begitu humbel dan murah senyum.
Namun seorang gadis yang merupakan OB di kantornya begitu mengagumi ketampanan pria itu dan selalu berusaha untuk bisa berdekatan dengan Kenzo.Dia Andini Putri yang akrab di sapa Andin itu harus bekerja keras untuk mendapatkan hati sang pujaan.
Bagaimanakah kisah mereka?, Apakah Andini bisa menaklukkan hati sang Tuan muda, yuk simak!
Yang ingin tau Kenzo masa kecil silahkan mampir di novel Author yang berjudul Sang Pewaris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi Zoviza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31
"Andin... Tante mohon jangan lakukan ini",pekik Ambar.
"Tunggu...!",ujar Andin pada pengawal yang menyeret Ambar serta anak dan suaminya.
"Tante Papa memiliki rumah di daerah xx.Tante bisa tinggal disana,karena aku tak sekejam itu mengusir kalian dari rumah ini karena aku tau kalian tak memiliki tempat tinggal lagi.Dan juga Pak Alvin akan memberikan kunci dan juga beberapa uang untuk Om jadikan modal usaha",ujar Andin.
"Andin...Tante gak mau, Tante inginkan rumah ini",ujar Ambar.
"Tidak Tante.Rumah ini penuh dengan kenangan antara aku,Mama,Papa dan Kak--Alea", lirih Andin yang teringat akan Kakaknya yang telah mengkhianatinya.
"Andin...gue benci sama Lo.Lo rebut semuanya dari gue, rumah ini, perusahaaan,dan juga Kenzo",ujar Amira histeris.
"Aku tak merebut apapun dari kamu Kak Amira, sedari awal semua ini milikku.Dan untuk Mas Kenzo dia sendiri yang menyukaiku",jawab Andin membuat Kenzo tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.
"Sudahlah Amira,kita pergi dari sini",ujar Teddy menarik pergelangan tangan sang putri.
"Tapi Pa,aku--
"Ini semua menang miliknya,Mamamu saja yang ingin menguasai semuanya karena ia tak ingin hidup miskin",jawab Teddy.
Akhirnya ketiganya pergi dari rumah itu meninggalkan Andin dan Kenzo yang masih berada disana.
"Mas... apakah aku jahat?",tanya Andin duduk disofa dan menatap kosong ke depan.
Kenzo menghampiri Andin dan berjongkok dihadapan gadis itu lalu menggengam lembut jemarinya."Semua yang kamu lakukan sudah benar dengan tetap memberikan mereka hunian dan juga modal untuk mereka memulai hidup",jawab Kenzo.
"Tapi mereka keluarga yang aku punya saat ini Mas", lirih Andin.
"Dengar Andin, terkadang kita harus sendikit tegas agar seseorang yang menindas kita untuk berubah.Doa kan saja mereka mau berubah.Untuk keluarga ada keluarga aku,kamu lupa jika keduanya orangtua kita bersahabat.Mommy pasti senang bertemu kamu",ujar Kenzo.
"Aku belum siap bertemu Mommy kamu",jawab Andin.
"Kenapa?", tanya Kenzo menatap dalam Andin.
Andin menggeleng lemah."Mama aku bilang, hubungannya dan Mommy kamu sebelum Mama aku meninggal itu masih belum membaik karena kejadian--
"Mommy... sudah melupakannya.Kalau bukan karena Aunty Areta,Daddy dan Mommy aku tak akan pernah bertemu.Dan aku tak mungkin lahir ke dunia ini",jawab Kenzo.
Andin tersenyum tipis."Tunggu beberapa bulan dulu ya Mas untuk ajak aku bertemu Aunty Ara",ujar Andin.
"Baiklah...jika itu mau kamu",jawab Kenzo yang tak mau memaksa kekasihnya itu.
"Oh ya...apakah kamu akan tinggal disini?",tanya Kenzo.
Andin menggeleng pelan."Aku tak sanggup tinggal disini sendirian.Begitu banyak kenangan disini yang bisa membuatku kembali bersedih.Mungkin aku akan tinggal di salah satu apartemen milik Papa jika kamu tak ingin lagi aku tinggal di apartemen kamu Mas",jawab. Andin membuat Kenzo terkekeh dengan jawaban Andin.
"Andini...aku tidak akan masalah jika kamu tinggal seberapa lama disana.Jika itu membuatmu nyaman",ujar. Kenzo.
"Perusahaanmu?", tanya Kenzo.
"Bisakah kamu carikan aku seseorang yang bisa dipercaya untuk mengelolanya Mas?", tanya Andin.
"Sampai kapan?", tanya Kenzo.
"Sebelum aku menikah.jika aku sudah menikah dan memiliki suami maka aku akan menyerahkan pada suamiku nanti untuk mengelolanya",jawab Andin.
"Kamu mau menikah muda?", tanya Kenzo.
"Entahlah.Bukankah jodoh itu tak ada yang tau.Jika aku ditakdirkan menikah muda aku bisa apa?",jawab Andin.
"Ya...kamu benar", balas Kenzo.
"Bagaimana dengan kamu Mas?", tanya Andin.
"Jika ada yang cocok kenapa tidak.Yang paling penting itu gadis itu bisa menerima kekuranganku",jawab Kenzo.
"Pria sepertimu memangnya masih ada kekurangannya Mas?", tanya Andin.
"Nanti kamu akan tau sendiri apa kekuranganku,baby",jawab Kenzo mengusap lembut pipi Andin sehingga membuat Andin salah tingkah.
Andin berdiri dari duduknya karena tak ingin Kenzo melihat wajahnya yang saat ini sudah mirip kepiting rebus.
"Ayo...kita ke kantor!",ujar Kenzo menarik pergelangan tangan Andin karena ia tau gadisnya itu saat ini tengah merona karena malu akibat ulahnya tadi.
***
Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit Kenzo akhirnya sampai di kantor milik Daddy-nya.
Dengan langkah beriringan dengan sang kekasih.Pria itu menampilkan wajah datarnya.Pria yang sangat jarang tersenyum di didepan umum itu tetap menjadi pujaan para karyawati.
Banyak yang iri dengan Andin yang bisa berjalan berdampingan dengan pria tampan itu.Bahkan tak jarang para karyawati memergoki keduanya bergandengan tangan.
"Pak... untunglah ada datang tepat waktu, sebentar lagi kita ada rapat bulanan",ujar Tomy.
"Baiklah, apakah semuanya sudah siap?", tanya Kenzo.
"Sudah Pak,mari Pak kita sudah ditunggu",jawab jawab Tomy.
"Andin...kamu juga ikut",ujar Tomy.
"Baik Pak",jawab Andin patuh lalu mengambil laptop milik Kenzo jika nantinya dibutuhkan pria itu.
Kedatangan ketiga menjadi sorotan para petinggi perusahaan.Andin langsung duduk disebelah kanan Kenzo dan langsung menyalakan laptop milik Kenzo.
Rapat itu berjalan cukup alot karena ada beberapa data yang tak sesuai.Terbukti salah satu menager melakukan pencucian uang.Itu semua berkat Kenzo beberapa hari yang lalu menaruh curiga dengan hasil laporan keuangan yang janggal.
Setelah memakan waktu hampir setengah hari dapat itu akhirnya selesai juga dengan dipecatnya manager keuangan.
Tapi Kenzo yakin menager keuangan itu akan mendapatkan balasan yang lain dari Daddy-nya karena ia tau jika Daddy-nya itu tak akan membiarkan orang yang mengkhianatinya bebas begitu saja.
"Andini,hasil rapatnya kamu kirim ke email aku ya",ujar Kenzo.
"Baik Pak",jawab Andin memanggil Kenzo dengan panggilan formal sesuai kesepakatan mereka.
Andin ikut lembur bersama Kenzo dan Tomy untuk memperbaiki beberapa data yang akan diaudit besok.
"Andin...masuklah!,kamu bisa bekerja bersama kami didalam ruangan",ujar Tomy memanggil Andin yang fokus pada pekerjaannya sendirian diluar ruangan.
"Baik Pak",jawab Andin.
Akhirnya Andin ikut bergabung dengan Kenzo dan Tomy diruangan atasannya itu.
"Andini,mau pesan makanan apa?", tanya Kenzo lembut.
"Di samakan saja Pak",jawab Andin yang tetapi menatap layar laptopnya.
Hal itu membuat Tomy curiga dengan keduanya.Karena tak biasanya Kenzo berbicara lembut pada seorang wanita.Dan juga Kenzo akan marah besar jika ia bertanya tapi yang ditanya tak menatapnya seperti yang dilakukan Andin barusan.
Tak hanya sampai disitu pria itu juga memergoki Kenzo menatap Andin lalu tersenyum tipis.Hal langka yang pernah Kenzo lalukan.
"Andin..."
"Ya Pak...",jawab Andin menatap Tomy.
"Aku kirim beberapa file ke kamu ya.Cek email kamu ya",ujar Tomy.
"Ya Pak", jawab Andin.
...****************...
siiplah yaaa