NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Tertukar

Jiwa Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shizi

Saat bangun tidur. Nara tiba-tiba menjadi sosok yang bukan dirinya, dan itu membuatnya merasa syok.

Apa semua ini karena ucapan sang ibu? pada waktu itu hingga dirinya berada di tubuh seseorang?

Yuk simak dalam kisah Nara, dengan judul.
Jiwa yang tertukar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shizi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Selamat dari maut

Sejenak Nara tidak memikirkan asal bisikan itu, karena ia masih penasaran dengan kejadian barusan. Seperti ada yang menarik tubuhnya dan menghindari mobil tersebut. Hingga kejadian yang berada di depan matanya membuatnya tercengang.

"Sudah siang, dan sepertinya orang-orang itu sudah cukup untuk membantu seseorang yang berada di dalam mobil." Nara berbicara lirih sembari langkahnya berjalan untuk menuju ke arah mobilnya, dengan membawa roti-roti tersebut.

Sekitar setengah jam telah berlalu dan Nara sudah sampai di tokonya.

"Sin, ini buat kalian. Tadi gue gak sengaja lihat bocah jualan itu roti, makanya gue borong." Nara yang baru datang langsung memberikan kantong kresek pada Sinta, dan wanita itupun langsung menerimanya.

"Aku akan memberikannya pada anak-anak Mbak. Barusan juga ada pesanan dessert dan rencana akan diambil siang ini," ucap Sinta yang mengabari jika ada pesanan.

Nara yang mendengar itu bukannya langsung menjawab. Melainkan diam sejenak karena teringat dengan seseorang yang suka membuat Dessert.

"Kenapa gue tiba-tiba ingat sama Angga ya, dia kan suka buat Dessert." Nara yang sedari tadi terus memikirkan soal Angga. Sampai-sampai seseorang tengah memanggilnya pun tidak mendengar.

"Mbak Nara!"

"Ah iya, ada apa?" sedetik Sinta pun menghela nafas dalam-dalam karena ini yang ketiga kalinya ia memanggil baru di respon.

"Mbak ngelamun?" tanya Sinta.

"Si-siapa yang ngelamun. Kamu ngawur deh," jawab Nara yang menyela ucapan Sinta.

"Gak ngelamun tapi kok keringetan pas jawab," ujar Sinta dengan sedikit nada menggoda.

"Kamu apaan sih," sungut Nara yang tidak terima. Namun, kenyataannya memang seperti itu.

"Kamu kenapa? apa ada masalah di dapur. Sampai kamu ke sini?" kata Nara berbicara lagi.

"Tidak ada, hanya saja Mbak nara gak mau coba roti ini. Siapa tahu ada yang ingin Mbak sampaikan setelah makan ini roti," terang Sinta dengan menyodorkan satu bungkus roti Bluder dengan isian keju.

"Apa tidak enak rasanya?" tanya balik Nara dengan netra menatap lekat ke arah Sinta.

"Jangan beri komentar sebelum mencoba, nih." Nara yang sudah menerima roti tersebut. Perlahan membukanya dan mengambil sedikit untuk dimakan.

Gigitan pertama Nara merasa ada yang spesial dari roti yang ia makan.

Gigitan kedua pada saat mengigit kejunya yang lumer. Membuat Nara langsung menghabiskan roti tanpa sisa.

"Jadi, bagaimana?" Sinta yang tidak sabar buru-buru bertanya dan ingin segera mendengar kritikan yang diberikan oleh Nara.

"Gue sangat menikmatinya dan rasanya sungguh enak. Tidak sia-sia gue memborong ini roti," ujar Nara dengan tangan mengusap bibir bekas memakan roti.

"Apa ada ide lain selain pujian?" ucap Sinta dan itu membuatnya sedikit bingung karena tidak mengerti dengan omongan Sinta.

"Apa maksud perkataan kamu?" Nara yang penasaran memilih bertanya balik.

"Gini, apa Mbak Nara tidak berniat untuk memajang roti ini di toko."

Sejurus kemudian, Nara baru paham arah percakapannya dengan Sinta.

"Apa itu tidak masalah?" Nara menatap Sinta dengan penuh tanda tanya karena merasa jika itu sangat berlebihan.

Sinta diam, dan sepertinya ia masih berpikir dengan pernyataan Nara, yang baru saja didengarnya.

"Kalau sama-sama menghasilkan kenapa tidak," balas Sinta dengan kedua bahu yang terangkat, menandakan jika tidak akan bermasalah.

"Akan gue coba besok, dengan memborong dagangannya lagi dan kita akan memajangnya. Jika ada yang bertanya bilang saja jika ada seseorang yang menitip," ucap Nara.

"Baik."

………………..

Sedangkan di tempat lain. Seseorang tengah mengamuk di dalam kamar, karena tidak berhasil untuk mencelakai seseorang yang dianggapnya musuh.

"Dasar bodoh! Kenapa bisa sampai gagal hanya membunuh nyamuk kecil, apa kau juga sudah bosan hidup, huh." Perempuan itu sangat murka pada orang suruhannya karena perintah yang seharusnya dijalankan kini gagal.

"Maaf Bos, saya benar-benar yakin jika sudah tepat sasaran. Hanya saja tidak bisa dipikir secara logika," terang pria itu dan membuat wanita yang berada di hadapannya tertawa kecut karena apa yang dialami orang suruhannya, sangat tidak masuk diakal.

"Terus kau juga bilang bahwa wanita sialan itu punya khodam seperti di film-film. Hahahaha … kau sangat lucu dan aku tidak percaya dengan apa yang kau katakan," ucap perempuan itu dengan wajah yang diliputi oleh amarah.

"Tapi … saya memang melihat bayangan tengah menyelamatkan wanita itu," ujar pria itu penuh keyakinan.

" Aku tidak mau tahu, secepatnya lenyapkan wanita itu dan aku juga tidak mau kalau kau sampai gagal lagi, paham!"

Pyar.

Prang.

Pyaar.

Wanita itu melempar semua barang yang terbuat dari keramik. Pecahan dimana-mana dan berserakan karena tidak ada lagi tempat pelampiasan selain merusak barang.

"Apa nantinya aku akan selamat, karena sekarang pun nyawaku hampir menjadi korbannya?" batin pria itu.

"Aku yakin jika semua ini memang ada yang tidak beres," gumam lelaki itu lagi.

"Aku harap kau tak tuli!" seru wanita itu pada orang suruhannya yang ingin seseorang enyah dari hidupnya. Dengan begitu tidak akan ada lagi benalu yang merusak kehidupannya karena merasa jiwa wanita itu, adalah sebuah ancaman baginya.

1
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penutup Angga dan Nara, happy ending ya... 🤗🤗🤗
Shizi🦁🦁: makasih mom, udah ikutin nara sampai end😍😍 iya happy ending
total 1 replies
mom mimu
aku mampir lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
mom mimu
dua 🌹🌹 untuk penyemangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
mom mimu
Angga, Nara aku mampir lagi, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: semangat juga buat mom🥰
total 1 replies
Lee
Ikutan sedih, mnding jepitnya sini buat q aja angga mubazir loh dbuang..
Shizi🦁🦁: iya, padahl aku juga mau lho
total 1 replies
Lee
ingat aku orang kaya,..😂😅
Lee
Penasaran isi rekening Nara skrang brpa...😅
Shizi🦁🦁: jangan kakak, aku pun penasaran🤣
total 1 replies
Lee
selamat y nara angga akhirnya rga kalian udh kembali lg...

mampir lg y kak.
maaf lma
Lee
Ada hikmahnya jg Angga ketuker sma Nara, jdi Angga asli pnya tmen bru Jali sma Dany yg solid..
Shizi🦁🦁: iya, dari yang gak punya jadi.punya
total 1 replies
վմղíα | HV💕
iklan meluncur
Shizi🦁🦁: makasih say🥰
total 1 replies
վմղíα | HV💕
kasihan mama Rena dikira Rangga
Shizi🦁🦁: iya, mana semua beda pula
total 1 replies
mom mimu
yoo semangat yoo... 💪🏻💪🏻💪🏻 setangkai 🌹 meluncur...
Shizi🦁🦁: makasih mom, yuk semangat juga buat mom😇
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi...
Shizi🦁🦁: makasih mom
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat... 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😘😘😘
total 1 replies
mom mimu
nyicil lagi kak, semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: siap mom🥰🥰
total 1 replies
mom mimu
setangkai 🌹 mendarat, semangat terus kak 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih ya mom🥰
total 1 replies
mom mimu
mampir lagi kak,semangat 💪🏻💪🏻💪🏻
Shizi🦁🦁: makasih mom😇
total 1 replies
Lee
Angga ngomentari diri sndiri..😂
Shizi🦁🦁: wkwkwk. iya yah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Lee
Nara asli mrsa brsalah, angga asli merasa mnikmati hdup..tpi mau gmana lg jiwa mreka kn trtukar..
Shizi🦁🦁: itu dia masalahnya, menikmati peran yang kebalik😁
total 1 replies
Lee
Emg bner, prnah punya tmen kya Angga gini trus dia crita emg smua brawal dri mamanya yg dmen anak cwek, serius ka kisah nyata ini tpi orgnya asyik bgt jdi kngen 😢
Shizi🦁🦁: iya, aku pun ada juga temen seperti itu. rata2 emaknya yang menyalahi aturan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!